
Namun disaat Evan hendak menangkap tubuh Sea Lin, tiba-tiba dari dalam Ruang Kesadaran Elemen Bintang berteriak dan menghentikan Evan.
"Jangan sentuh dia!" kata Elemen yang seketika langsung menghentikan Evan.
"Bruk!" Sea Lin pun terjatuh dan tergeletak di atas genangan darah Mo Liang.
"Kenapa Kakak menghentikan aku?" tanya Evan merasa heran.
"Apakah kamu lupa dengan yang sebelumnya aku katakan?, sejak saat aku memasukan energi Bintang ke dalam tubuh maka kamu tidak boleh menyentuh seseorang secara sembarangan!" kata Elemen Bintang mengingatkan Evan.
"Kenapa?" tanya Evan merasa keheranan.
"Kamu lihat tubuh bagian sebelah kananmu yang sudah dikuasai oleh energi bintang!, siapa pun itu jika kekuatan raganya di bawah kekuatan raga tingkat tiga atau pun benda yang kekuatannya dibawah tingkat langit, maka kamu dilarang menyentuhnya, jika sampai kamu menyentuhnya maka tubuh atau benda tersebut akan akan meledak dan hancur!" kata Elemen Bintang menjelaskan kepada Evan.
"Aneh sekali!" kata Evan merasa heran.
"Kalau kamu tidak percaya kamu boleh mencoba pada bongkahan-bongkahan batu yang ada disekitarmu!" ujar Elemen Bintang.
Kemudian Evan pun berjalan menghampiri sebuah bongkahan batu besar yang ada disekitarnya, dan kemudian Evan pun mencoba memegang bongkahan batu tersebut dengan telapak tangannya.
"DUAAARRR!!" batu tersebut seketika langsung hancur berkeping-keping saat Evan memegang bongkahan batu besar tersebut dengan tangan kanannya.
"Bagamana?, apakah kamu sekarang percaya?" tanya Elemen Bintang.
"Percaya, aku percaya, tapi bukankah ini adalah hal yang mudah?, bukankah aku hanya perlu menghilangkan energi bintang ini saja maka setelah itu akan kembali normal?" ujar Evan.
"Kalau kamu berpikir seperti itu maka silahkan kamu coba!" ujar Elemen Bintang.
Kemudian Evan pun memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk menghilangkan energi bintang yang ada disekujur tubuh sebelah kanannya.
Didalam lautan spiritual Evan tampak dua buah bola energi yang satunya besar dan berwarna pelangi, sedangkan yang satunya lagi jauh lebih kecil dan berwarna ungu berkelap-kelip.
__ADS_1
Tampak bola energi berwarna ungu tersebut terus menyerap energi dari bola energi berwarna pelangi sedikit demi sedikit.
Evan mencoba memisahkan dua bola energi tersebut, namun setelah berusaha cukup lama, Evan sama sekali tidak bisa memisahkan dua bola energi tersebut.
"Aneh sekali, kenapa aku tidak bisa memisahkan dua energi itu?" pikir Evan merasa heran.
"Energi ungu yang kamu lihat adalah energi bintang yang sebelumnya aku berikan padamu, energi itu akan terus bertambah besar dengan menyerap energi spiritual dari elemen yang lain, semakin banyak energi spiritual yang diserap oleh energi bintang, maka energi bintang yang ada ditubuhmu juga akan perlahan mengikis dan menutupi seluruh tubuhmu!"
"Jika sampai saat energi spiritual dari elemen yang lain telah habis diserap oleh energi bintang, maka energi bintang itu akan meledak dan menghancurkan tubuhmu hingga berkeping-keping"
"Aku telah memperkirakan bahwa saat itu akan tiba dua tahun lagi, dan waktu dua tahun itu akan semakin singkat di saat kamu menggunakan energi bintang. jadi aku ingin mengingatkan padamu agar kamu jangan bertarung jika tidak dalam situasi yang benar-benar berbahaya!" kata Elemen Bintang menjelaskan semuannya dengan panjang lebar kepada Evan.
Setelah mendengar penjelasan dari Elemen Bintang, Evan pun tampak diam dan menghela nafasnya.
"Haahh.., jika memang benar seperti itu berarti aku hanya memiliki sisa umur dua tahun, dan dalam waktu dua tahun tersebut aku juga tidak bisa berinteraksi secara normal dengan orang-orang yang ada disekitarku!" pikir Evan merasa sedikit setelah menerima kenyataan.
"Kamu jangan bersedih hati, kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dua tahun kedepan, jika kamu berhasil membangkitkan elemen bintang sebelum waktu dua tahun selesai, maka semua itu tidak akan ada yang terjadi. Dan aku juga punya solusi agar kamu bisa berinteraksi secara normal dengan orang-orang yang ada disekitarmu!" ujar Elemen Kegelapan.
"Aku akan membuatkan sebuah baju pelindung yang bisa menahan energi bintang yang ada ditubuh bagian kananmu, agar energi bintang itu tidak meledak keluar dari tubuhmu dan menghancurkan semua benda yang kau sentuh atau menyakiti orang-orang yang ada disekitarmu!" ujar Elemen Bintang menjawab Evan.
Mendengar itu Evan pun merasa senang. "Bagus jika bisa begitu, tetapi kapan Kakak Bintang akan membuatnya?" tanya Evan.
"Tunggu setelah kamu mengumpulkan semua bahannya, baru aku akan memulai membuat baju pelindungnya!" ujar Elemen Bintang.
"Memang apa saja bahannya?" tanya Evan.
"Bahannya ada tiga, yaitu besi spiritual tingkat enam, batu gravitasi dan batu peredam energi!" jawab Elemen Bintang.
"Jika besi spiritual tingkat enam aku memilikinya, jadi aku hanya perlu mencari dua bahan lainnya lagi saja, yaitu batu gravitasi dan batu peredam energi, tetapi dimana aku harus mencarinya?" tanya Evan merasa bingung.
"Batu gravitasi tidaklah sulit untuk ditemukan, biasanya batu itu ada ditempat yang gravitasinya jauh lebih berat dari tempat biasanya, biasanya tempat seperti itu sering digunakan oleh orang-orang untuk berlatih kekuatan fisik. Sedangkan batu peredam energi cukup sulit ditemukan bahkan di alam atas sekalipun, biasanya batu peredam energi ada dasar laut atau dasar danau yang dalam, tetapi terkadang juga ada di puncak gunung yang tinggi!" kata Elemen Bintang menjelaskan tempat-tempat yang biasanya menjadi tempat batu gravitasi dan batu peredam energi berada.
__ADS_1
"Haiss!..., kemungkinan persentasenya sangat kecil sekali" pikir Evan yang menjadi kehilangan semangat.
"Sudahlah, kamu tidak perlu memikirkan itu terlebih dahulu, sekarang yang lebih penting adalah bagaimana kamu akan mengevakuasi teman-teman kamu!" ujar Elemen Bintang.
"Karena aku tidak bisa menyentuh mereka, maka aku hanya perlu memanggil bantuan dari Nanzhou untuk membantuku!" ujar Evan.
"Tidak aku sangka kalau aku akan banyak mengobrol dengan bocah ini, hahaha mungkin memang sudah takdir!" batin Elemen Bintang dalam hatinya.
Kemudian Evan dengan menggunakan transmisi suara jarak jauh memanggil Phoenix, Qinglong dan Harimau Putih.
"Harimau Putih, Phoenix dan Qinglong, kalian bertiga datanglah kesini, pertempuran telah usai, kami semua terluka parah!" kata Evan memanggil tiga hewan monster spiritualnya.
Beberapa saat kemudian Harimau Putih, Phoenix dan Qinglong pun datang dengan membawa puluhan prajurit bersama mereka.
Setelah mereka sampai, para prajurit pun segera membawa teman-teman Evan yang sedang terluka parah dan tidak sadarkan diri kembali ke Nanzhou.
"Ayah, kamu tidak apa-apa?" tanya Qinglong dengan penuh hormat kepada Evan.
"Aku tidak apa-apa, bagaimana dengan keadaan Ibumu dan dua istriku yang lainnya?" tanya Evan kepada tiga hewan monster spiritual miliknya.
"Ketiga wanita itu baik-baik saja, kamu tidak usah merasa khawatir!" ujar Phoenix menjawab Evan.
"Baguslah!" ucap Evan merasa senang dan menjadi lebih tenang.
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................