
Disaat Evan berlatih tiba-tiba Evan mendengar suara keributan diluar, banyak orang yang berteriak pencuri. Mendengar itu Evan pun segera keluar dari kamarnya, Evan langsung bergegas pergi ke arah keributan itu.
Di gudang penyimpanan bahan pangan, terlihat teman-teman Evan yang sedang berkumpul, kemudian Evan datang menghampiri mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya Evan yang baru saja datang.
"Ada maling yang mencuri bahan pangan yang kita dapat dari kediaman walikota sebelumnya, padahal besok bahan pangan itu akan kita bagikan ke rakyat!" ucap Ran Ran menjelaskan pada Evan.
"Sekarang kemana pencuri itu?" tanya Evan dengan lugas.
"Pencuri itu berhasil kabur, Sea Lin, Qin Shan dan Tang Chen sedang mengejar pencuri itu!" jawab Chu Xian.
"Sial, jika aku berhasil menangkap pencuri itu, dia pasti akan aku beri pelajaran!" kata Evan mengepal tangannya.
"Evan, apa kau ingat pencuri yang kita lihat di kediaman walikota Yinzhou sebelumnya?, pencuri yang tadi mencuri disini adalah orang yang sama!" ucap Luo Bai, Evan yang mendengar itu mengerutkan alisnya.
Disisi lain Diwaktu yang sama dijalanan kota, Sea Lin, Qin Shan dan Tang Chen terus mengejar si Ray pencuri, mereka mengejar hingga ke jalan-jalan dan Gang-gang kecil kota.
Kecepatan berlari Ray si pencuri cukup cepat hingga membuat Sea Lin, Tang Chen dan Qing Shan mengejarnya hingga berjam-jam.
Beberapa saat kemudian Qin Shan dan Tang Chen sudah kehabisan tenaga.
"Hooossh... Hooossh..."Nafas mereka bertiga tampak terengah-engah dan mereka pun berhenti sejenak.
"Haah... Aku lelah sekali..." Tang Chen terbaring terlentang di tanah karena kelelahan.
"Sea Lin, sudah tidak usah dikejar lagi, lagi pula maling itu mencurinya tidak banyak, mungkin dia sangat kelaparan jadi mencuri makanan!" ucap Qin Shan dengan kedua tangan memegang lututnya.
"Kalian kalau sudah lelah kembalilah, aku akan mengejar maling ini sendirian!" ucap Sea Lin berbalik.
Dan Sea Lin pun langsung melanjutkan pengejarannya mengejar Ray si Pencuri.
Sea Lin masih terus mengejar Ray si pencuri sambil mengeluarkan aura kegelapan pada tubuhnya.
"Sialan!, petarung kegelapan ini masih mengejarku, apa dia tidak lelah!, kalau begini terus maka maafkan aku!" gumam Ray si Pencuri yang masih terus berlari.
Kemudian Rai si Pencuri melemparkan sebuah kunai ke arah Sea Lin, Sea Lin dengan mudah menghindarinya namun ternyata di kunai itu terdapat sebuah bola kecil yang langsung meledak tepat disamping wajah Sea Lin.
Asap mengepul mengelilingi Sea Lin, dan ternyata asap itu mengandung air cabai yang sangat memerihkan mata, Sea Lin pun langsung berhenti seketika sambil merihtih kesakitan karena matanya yang terkena air cabai.
"Aaaakh... Mataku!! Sialan..!, Mataku perih...." ucap Sea Lin menutupi kedua matanya yang keperihan.
"Hahaha... ingin mengejarku? maka kau akan menderita!" ucap Ray si pencuri yang berhasil melarikan diri.
Beberapa saat kemudian Sea Lin kembali ke kediaman jenderal, Sea Lin kembali sambil menutupi matanya yang memerah, Sea Lin berjalan terhuyung-huyung sambil bergumam kesakitan pada matanya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu?, bagaimana dengan malingnya? apa kau berhasil menangkapnya?" tanya Tang Chen yang sebelumnya sudah kembali lebih dulu.
"Pencuri itu melempar Bom cabai padaku, mataku sakit sekali jadi aku berhenti mengejarnya, dia berhasil kabur!" jawab Sea Lin dengan mata yang merah.
"Bom Cabai?, ternyata pencuri ini cukup punya persiapan!" ucap Evan.
"Matamu tidak apa-apa?, ayo ikut aku membilasnya" Chu Xian menghampiri Sea Lin dan memapahnya.
"Semuannya lakukanlah yang semalam aku perintahkan, aku akan pergi menangkap si pencuri itu!" ucap Evan bersikap tegas.
"Luo Bai, ayo kita cari Pencuri itu!, hari ini kita harus menemukannya!" ajak Evan dengan nada tegas.
Beberapa saat kemudian Evan dan Luo Bai mencari Ray si Pencuri cukup lama hingga pada pagi hari, Evan dan Luo Bai terus mengelilingi kota hingga sampai ke pinggiran kota.
"Evan, kita sudah mengelilingi seluruh kota, apa kita akan terus lanjut mencarinya?" tanya Luo Bai pada Evan yang sedang berjalan didepannya.
"Kita cari sebentar lagi, Pencuri itu pasti akan ketemu!" ujar Evan.
Beberapa saat kemudian Evan dan Luo Bai melewati sebuah Gang kecil, dan saat keluar dari gang tersebut Evan dan Luo Bai berhasil menemukan keberadaan Ray si pencuri.
Namun Evan dan Luo Bai bersembunyi di balik tembok dan tidak langsung menangkap Ray si pencuri, karena mereka terkejut ketika melihat bahwa Ray si Pencuri ternyata sedang membagi-bagikan apa yang ia curi sebelumnya kepada para Rakyat miskin yang kelaparan.
"Nenek, ini untukmu..." ucap Ray si Pencuri yang sedang membagikan bahan makanan kepada seorang Nenek.
Melihat itu Evan yang tadi kesal kini malah tersenyum melihat hal itu.
"Haha tidak usah, aku punya rencana lain untuknya!, biarkan saja dia." ucap Evan.
Kemudian mereka brrduapun pergi dari tempat itu.
...****************...
Di tempat rekonstruksi Benteng pertahanan kota.
Evan dan Luo Bai datang untuk melihat proses perbaikan benteng pertahanan, terlihat banyak sekali para rakyat yang bekerja dengan rajin.
"Evan?" batin Qin Shan yang melihat kedatangan Evan dan Luo Bai.
"Evan, Bagaimana?, apakah kalian berhasil menangkap pencuri itu?" tanya Qin Shan berjalan menghampiri Evan dan Luo Bai.
"Tidak perlu menangkapnya lagi, aku punya rencana lain. Bagaimana proses perbaikannya?" tanya Evan.
"Perbaikannya berjalan lancar, asal musuh tidak ada datang menyerang maka kurang dari seminggu aku yakin perbaikan benteng pertahanan bisa diselesaikan!" ucap Qin Shan.
...****************...
__ADS_1
Diwaktu yang sama di kerajaan Bangsa Iblis.
"Lapor Tuan Kaisar agung, Ada seorang jenderal baru yang menjabat di Nanzhou, Jenderal manusia itu telah membunuh para bawahan manusia kita yang biasa menyediakan manusia untuk Tuan kaisar!" ucap seorang iblis yang melapor pada tuannya.
"Raaaggh....!!" Sang Kaisar Iblis mendorong pelayan wanita yang memegang nampan buah-buahan hingga terjatuh.
Dia Kaisar iblis Negara KAI, namanya Kai Zong. seorang petarung Elemen Api dan Kegelapan tingkat Kaisar Emperror Level 3.
"Berani sekali manusia rendahan itu melawanku!" marah Kai Zong memukul singasananya.
"Lao Xing!" panggil Kai Zong pada seorang bawahannya.
"Hamba Tuan Kaisar!" jawab Lao Xing seorang petarung Tingkat Kaisar level 5 yang segera menghadap sambil berlutut memberi hormat.
"Bawakan aku mayat Jenderal manusia rendahan itu malam ini juga!" perintah Kai Zong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...RAY SI PENCURI...
TINGKAT JENDERAL LEVEL SATU
ELEMEN AIR
18 TAHUN
SIFAT TERKADANG ANGKUH TERKADANG KONYOL
PUNYA MASA LALU YANG KELAM
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
JANGAN LIHAT ORANG LAIN HANYA DARI PANDANGAN SATU SISI SAJA
KARENA KAMU TIDAK AKAN PERNAH TAU BAGAIMANA SIFAT ASLINYA
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...
......................