KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 407 : Pertama Kali Jatuh Cinta


__ADS_3

Namun disaat Para Prajurit utusan Wu Shen sudah akan maju menyerang Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming, tiba-tiba dari udara datang satu ekor Naga dan satu ekor Burung berwarna hitam putih, yang menyerang dan membunuh beberapa Para Prajurit utusan Wu Shen dengan satu kali hantaman dan serangan.


Seketika semua orang merasa terkejut, saat melihat ada seseorang yang datang memberi bantuan dan menolong Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming.


Kemudian dari udara Sea Lin dan Sai langsung mendarat dihadapan Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming yang sedang terluka.


Tampak Sea Lin berdiri menghadap Para Prajurit utusan Wu Shen yang telah menangkap Gu Mei, sedangkan Sai langsung berbalik badan ke arah Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming yang berada dibelakang mereka.


"Nona Hua, apakah kalian tidak apa-apa?" tanya Sai merasa khawatir dan peduli.


"Kami tidak apa-apa!" jawab Hua Qing. Akan tetapi disaat Hua Qing Qing hendak berdiri tegak dan berjalan mendekat pada Sea Lin, tiba-tiba kaki Hua Qing Qing yang terluka terasa sangat sakit.


"Auww!..." rintih Hua Qing Qing terjatuh ke dalam pelukan Sai yang menangkapnya dengan sigap.


Sai yang baru pertama kali berdekatan dengan seorang wanita, seketika terpanah dengan wajah yang langsung merah merona.


"Nona....." kata Sai yang tidak tahu harus berbuat apa pada Hua Qing Qing yang jatuh ke dalam pelukannya.


"Ma..Maaf, aku tidak sengaja!" kata Hua Qing Qing dengan wajah tersipu malu. Namun disaat Hua Qing Qing ingin berdiri sendiri dan melepaskan diti dari pelukan Sai, tiba-tiba kakinya terasa sangat sakit kembali hingga membuatnya tidak sanggup untuk berdiri sendiri.


Disisi lain tidak tahu kenapa Sai merasa sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya pada Hua Qing Qing, jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan kuat untuk pertama kalinya dalam kehidupan Sai.


Suara detak jantung Sai yang begitu kuat terdengar oleh Hua Qing Qing yang bersandar didalam pelukannya. Mendengar suara detak jantung Sai yang sedang berdebar, membuat Hua Qing Qing seketika merasa terkejut dengan wajah tersipu malu.


Disisi lain Sai benar-benar merasa dangat aneh dan bingung pada dirinya sendiri. Perasaan tidak ingin melepaskan dan ingin terus memeluk seorang wanita baru pertama kalinya di alami oleh Sai.


"Ada apa denganku? Kenapa jantungku berdebar dengan sangat kencang? Dan perasaan aneh apa ini?" batin Sai merasa bingung dan heran pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Perasaan tidak ingin untuk melepaskan pelukannya pada Hua Qing Qing membuat Sai mencari alasan, agar membuat Hua Qing Qing tidak lepas dari pelukannya.


"Jika kaki Nona Hua masih sakit maka bersandarlah padaku, aku tidak apa-apa!" kata Sai dengan lemah lembut sambil memeluk Hua Qing Qing.


Melihat kemesraan Hua Qing Qing dan Sai membuat Zhang Xiu dan Tai Ming merasa iri, sedangkan Sea Lin yang merasa ada yang aneh dibelakangnya, segera menoleh dan melihat apa yang sedang terjadi dibelakangnya.


Sontak betapa kagetnya Sea Lin saat melihat Sai yang sedang memeluk Hua Qing Qing dengan sangat mesra.


"Hei Sialan! Aku mengajakmu disini untuk bertarung bukan untuk bermesraan dengan seorang wanita!" kata Sea Lin memarahi Sai yang sedang asik memeluk Hua Qing Qing.


"Komandan jangan salah paham! aku tidak sedang bermesraan, aku hanya sedang menyelamatkan Nona Hua, Nona Hua tadi hampir terjatuh dan aku menangkapnya!" kata Sai menjawab Sea Lin tanpa melonggarkan pelukannya pada Hua Qing Qing.


"Cih! Sialan, siapa yang akan percaya dengan kata-katamu?" ujar Sea Lin yanv sama sekali tidak mempercayai ucapan Sai.


"Sudahlah, tanpa kamu pun aku bisa membunuh sekelompok orang ini!" kata Sea Lin merasa kesal pada Sai, sambil kembali menoleh dan melihat ke arah Para Prajurit Utusan Wu Shen yang ada dihadapannya


Melihat Sai yang telah dimarahi oleh Komandannya yaitu Sea Lin, karena membantunya berdiri, membuat Hua Qing Qing merasa tidak enak pada Sai.


"Tapi kaki Nona...." kata Sai yang merasa sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya pada Hua Qing Qing.


"Aku tidak apa-apa, kamu bantulah Komandan kamu bertarung!" kata Hua Qing Qing menyuruh Sai untuk membantu Sea Lin bertarung.


"Baiklah..." kata Sai dengan sangat tidak rela melepaskan pelukannya pada Hua Qing Qing.


"Nona hati-hati jangan sampai terjatuh lagi!" lanjut kata Sai dengan penuh perhatian setelah melepaskan pelukannya pada Hua Qing Qing.


Kemudian dengan menahan rasa sakit pada kakinya yang terluka, Hua Qing Qing memaksakan dirinya untuk tetap berdiri.

__ADS_1


Melihat Hua Qing Qing yang bahkan kesulitan untuk berdiri sendiri, kemudian Sai segera mengangkat (menggendong) Hua Qing Qing dan menurunkannya secara perlahan ke atas pasir.


"Jika Nona tidak sanggup untuk berdiri maka duduklah dan jangan banyak bergerak, agar luka di kaki tidak bertambah parah." kata Sai dengan lemah lembut dan penuh perhatian pada Hua Qing Qing.


"Baiklah, terima kasih!" kata Hua Qing Qing berterima kasih sambil tersenyum pada Sai.


"Kalian berdua jagalah Nona Hua, jangan biarkan dia terluka, Aku dan Komandan Lin akan membantu kalian menghabisi sekelompok orang ini!" kata Sai memberi perintah pada Zhang Xiu dan Tai Ming.


"Baik!" jawab Zhang Xiu dan Tai Ming tanpa ragu mematuhi perintah yang diberikan olen Sai pada mereka.


Setelah memastikan Hua Qing Qing ada yang menjaga, kemudian Sai berjalan mendekat ke samping Sea Lin dan menghadap ke arah Para Prajurit utusan Wu Shen yang ada dihadapan mereka.


Tampak ditangan sang Pemimpin Para Prajurit tersebut ada Gu Mei yang telah berhasil mereka tangkap dalam kondisi pingsan.


"Tuan Komandan, kenapa tidak langsung kita bunuh saja mereka semua?" tanya Sai dengan suara pelan pada Sea Lin yang berdiri disampingnya.


"Aku juga ingin begitu, tetapi apakah kamu tahu siapa wanita yang sedang mereka sandera? Itu adalah Putri Gu Mei!" kata Sea Lin dengan raut wajah serius.


"Apa? Putri Gu?" kata Sai merasa terkejut saat mengetahui, bahwa wanita yang sedang disandera oleh Para Prajurit utusan Wu Shen, ternyata adalah Gu Mei sang Putri dan keturunan satu-satunya Kaisar Gu.


"Hahaha!..., Jika kalian berdua berani cepatlah maju dan setang kami, akan tetapi aku tidak akan menjamin apakah wanita akan masih hidup setelah kalian maju menyerang kami!" kata Sang Pemimpin Para Prajurit utusan Wu Shen mengancam Sea Lin dan Sai dengan nyawa Gu Mei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2