KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 240 : Pemimpin Sekte Puncak Dewi Putih, Rue Qianyu


__ADS_3

Kemudian Evan pun masuk ke Penginapan tersebut.


"Disini sama sekali tidak ada orang yang bisa aku mintai bantuan dam aku juga tidak mungkin akan meminta bantuan Para Kakak Elemen untuk membantuku melakukan bersih-bersih, Haah...., sepertinya aku akan membersihkan tempat ini sendirian" pikir Evan merasa tidak berdaya dengan menundukan kepalanya.


"Jurus Bayangan Tubuh Pengganti, Menggandakan Diri!" seru Evan mengeluarkan jurus yang kemudian menciptakan dua orang bayangan yang menyerupai dirinya.


"Saatnya melakukan bersih-bersih!" kata Evan dengan semangat.


Kemudian Evan pun membersihkan dan membereskan tempat penginapan tersebut.


Pertama Evan memulai bersih-bersih dengan menyapu semua sampah daun dan ranting-ranting pohon yang berserakan dihalaman dan kemudian membuang sampah daun dan ranting tersebut.


Setelah itu, Evan kemudian memperbaiki Tiang Kayu dan Papan tembok rumah yang lapuk atau pun rusak dengan mengganti dan memakunya kembali, hingga membuat rumah kayu tersebut menjadi kuat dan kokoh tidak reot seperti sebelumnya.


Selanjutnya setelah selesai memperbaiki Tiang dan Papan tembok rumah, Evan pun memperbaiki atap rumah dengan mengganti genteng-genteng yang berlubang atau bocor.


Dan setelah selesai mengganti genteng-genteng yang bocor, Evan pun membersihkan semua sarang laba-laba yang mengganyung disetiap sudut rumah dan sekaligus membersihkan debu-debu yang ada dalam maupun luar rumah, dan kemudian Evan mengepel dan mengelap semuannya hingga menjadi bersih mengkilat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu disisi lain, Wakil Pemimpin Sekte Rue Xianyi menemui Pemimpin Sekte yang merupakan seorang wanita Tua berambut putih dengan tusuk konde yang terbuat dari giok berwarna merah digulungan rambutnya.


Nama Pemimpin Sekte Puncak Dewi Putih tersebut adalah Rue Qianyu yang merupakan seorang petarung Tingkat Kaisar Emperor Level Tiga Elemen Es dan Angin.


Tampak Pemimpin Sekte tersebut membelakangi Rue Xianyi.


"Pemimpin Sekte, ada seorang pemuda yang ingin melamar salah satu murid utama kita yaitu Ruyin Li, anak dari salah satu Tetua Murid Dalam Rue Luanyi dan Jenderal Yunfan Li" kata Rue Xianyi melapor kepada Rue Qianyu.


"Hem, sudah sekian tahun akhirnya ada pemuda yang berani datang melamar, dan kali ini malah datang melamar murid Utama pula, siapa nama pemuda itu?" tanya Rue Qianyu.


"Nama pemuda tersebut adalah Topeng Perak!" jawab Rue Xianyi.


"Topeng Perak?, nama samaran?" tanya Rue Qianyu.


"Maaf Pemimpin Sekte, pemuda Topeng Perak ini telah meminta kepada kami untuk merahasiakannya dan menyembunyikan identitasnya kepada semua orang!" kata Rue Xianyi.

__ADS_1


"Jadi apakah kamu ingin merahasikan dan menyembunyikannya kepadaku juga?" tanya Rue Qianyu merasa tidak senang.


"Maafkan saya Pemimpin Sekte, saya tidak mungkin berani merahasiakannya kepada anda, tetapi saya mohon agar pemimpin sekte juga dapat merahasiakan identitas asli si Topeng Perak ini!" pinta Rue Xianyi sambil membungkuk dan memberi hormat.


"Baiklah, kamu tenang saja aku juga bukanlah orang yang suka mengumbar rahasia orang lain, sekarang katakanlah siapa sebenarnya Topeng Perak ini?" tanya Rue Qianyu.


"Nama Topeng Perak yang sebenarnya adalah Evan Li, Pangeran Mahkota Kerajaan Li yang diusir dari kerajaannya dua tahun yang lalu!" jawab Rue Xianyi hingga membuat Rue Qianyu terkejut seketika.


"Evan!?" sebut Rue Qianyu merasa terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu disisi lain di tempat penginapan rumah kayu tempat Evan berada.


Setelah seharian penuh bersih-bersih, dari pagi hingga malam, Evan pun akhirnya selesai membersihkan dan membereskan seluruh tempat penginapan.


Evan merasa puas dengan apa yang ia kerjakan.


"Huuuft..., akhirnya semuannya telah bersih dan beres!" kata Evan merasa lega sembari menyeka keringatnya.


Kemudian Evan pun mulai berjalan masuk ke dalam rumah, namun ternyata ada seseorang di atap rumah ada seseorang wanita tua misterius yang menggunakan penutup wajah yang sedang mengamati Evan secara diam-diam.


Dan ternyara Evan menyadari keberadaan wanita Tua tersebut, dengan mata yang tajam Evan menoleh dan berbalik badan sambil mengeluarkan jurus Tinju Dewa Gerakan Pertama, Tinju Udara yang menyerang ke arah Wanita Tua tersebut.


Serangan Evan yang tiba-tiba dan tidak terlihat membuat wanita Tua tersebut tidak dapat menghindari serangan Jurus Tinju Udara tersebut.


"BRUAAKK !!" serangan Jurus Tinju Udara berhasil mengenai wanita Tua tersebut dengan tepat sasaran hingga membuat wanita tersebut mengeluarkan darah.


Dengan tangan memegang dadanya, wanita Tua tersebut kabur melarikan diri meninggalkan tempat penginapan tersebut.


Evan hendak mengejarnya, namun setelah Evan sampai di atas atap wanita tersebut telah menghilang dan berhasil kabur melarikan diri.


"Sial!, penguntit itu berhasil kabur!" kata Evan merasa kesal.


Namun kemudian Evan melihat sebuah benda kecil yang memantulkan cahaya rembulan yang bersinar terang direrumputan halaman, dan kemungkinan benda kecil tersebut adalah salah satu benda yang tidak sengaja terjatuh dari badan wanita tua tersebut.

__ADS_1


Melihat benda kecil tersebut, Evan pun turun dari atap dan menghampiri benda kecil tersebut.


Kemudian Evan pun memungut benda kecil tersebut dari rerumputan, dan ternyata benda kecil tersebut adalah tusuk konde giok berwarna merah milik Pemimpin Sekte Rue Qianyu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu disisi lain, Rue Qianyu yang melarikan diri telah sampai ke tempat tinggalnya.


"Dasar cucu bajingan!, beraninya dia menyerangku secara tiba-tiba?. jika aku tadi tidak sedang ingin menyembunyikan identitasku aku pasti sudah memukul pantatnya hingga merah!" kata Rue Qianyu merasa kesal dan geram sambil mengepal tangannya.


Namun seketika Rue Qianyu tiba-tiba mengubah ekspresinya, dia tersenyum yang menunjukan kehangatan.


"Rue Nuanyi, kamu lihat tadi?, Evan, anak laki-lakimu yang selalu kamu manjakan kini sudah dewasa dan akan segera menikah, dia telah berubah menjadi pria yang kuat dan tampan seperti ayahnya Li Xiaonan!" kata Rue Qianyu sembari tersenyum dengan lemah lembut dan penuh kebahagiaan.


"Rue Nuanyi dan Li Xiaonan, kalian tenang saja, kali ini aku pasti akan menjaga putra kalian dengan baik, aku tidak akan membiarkan diriku kehilangan dirinya lagi, cukup aku kehilangan kalian berdua saja!" kata Rue Qianyu meneteskan air matanya sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu ditempat penginapan Rumah Kayu, tampak Evan telah berbaring di atas tempat tidurnya sambil melihat tusuk konde giok berwarna merah yang ada ditangannya.


"Siap-siaplah kau besok dasar penguntit!, aku pasti akan menemukan dan menangkapmu!" kata Evan berambisi.


Kemudian Evan memasukan tusuk Konde Giok berwarna merah tersebut kedalam cincin ruangnya.


"Hmm..., Ayah-Ibu, kalian melihatku tidak?, aku sekarang datang ke sekte Puncak Dewi Putih, tempat ini masih sama seperti dulu tetapi bedanya sekarang aku datangnya sendirian tanpa kalian berdua yang menemaniku. Ayah-Ibu, aku merindukan kalian berdua!..." kata Evan sambil tersenyum sembari menutup kedua matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2