
"Aku ingin membuat (menempa) sebuah pelindung untuk menahan kekuatan energi bintang yang ada ditangan kananku, agar tidak menyakiti orang-orang yang ada disekitarku!" jawab Evan.
Mendengar itu, Sang Pria Tua merasa heran dan penasaran dengan energi bintang yang ada didalam tubuh Evan.
"Energi Bintang?" kata Sang Pria Tua merasa geran dan penasaran.
"Benar Senior, energi ungu yang ada ditubuh sebelah kanan aku ini adalah energi bintang, energi bintang ini sangat kuat hingga membuat apapun yang aku sentuh akan hancur seketika!" kata Evan menjelaskan kepada Sang Pria Tua.
"Ternyata begitu, tetapi jika kamu hanya membutuhkan Batu Gravitasi untuk membuat sebuah pelindung saja, maka kamu tidak perlu mengambil batu Gravitasi yang ada dipusat formasi!" ujar Sang Pria tua.
"Maksud Senior?" tanya Evan merasa bingung.
"Aku memiliki beberapa batu Gravitasi dan ukurannya mungkin akan cukup untuk kamu membuat sebuah pelindung!" kata Sang Pria Tua.
Mendengar itu, Evan sungguh merasa sangat senang dan gembira.
"Benarkah?, kalau begitu dimana Batu Gravitasi itu?" tanya Evan yang merasa senang dan bersemangat.
Melihat Evan yang begitu senang dan bersemangat, Sang Pria Tua pun ikut merasa senang juga dan tersenyum.
"Kamu ikut aku!" ajak sang Pria Tua yang kemudian berbalik badan dan melayang pergi menuju ke suatu tempat.
Melihat sang Pria Tua pergi, Evan pun mengikutinya dari belakang.
Setelah beberapa saat, Sang Pria Tua dan Evan sampai ruangan kecil yang dipenuhi oleh peti yang berisi harta karun berharga.
"Di dalam peti-peti ini pasti berisi harta karun yang sangat langka dan berharga, mungkin batu gravitasi ada didalam salah satu dari peti-peti ini!" batin Evan dalam hatinya.
"Kamu bukalah peti yang ada disebelah kiri nomor dua itu, didalam peti itu ada batu Gravitasi yang sedang kamu butuhkan" ujar Sang Pria Tua.
Kemudian Evan pun berjalan menghampiri peti yang tadi disebutkan oleh Sang Pria Tua.
__ADS_1
"Peti-peti ini dapat menyembunyikan aura dan energi spiritual dari barang atau benda yang ada didalamnnya, apakah didalam peti ini benar ada batu Gravitasi?" batin Evan dalam hatinya.
Evan mencoba meyakinkan dirinya dan langsung membuka peti tersebut, sontak betapa senang dan gembiranya Evan, ketika melihat bahwa didalam peti tersebut benar-benar ada batu gravitasi yang sedang Evan butuhkan.
Batu gravitasi tersebut cukup besar dan memang pas sebagai bahan untuk membuat baju pelindung untuk Evan.
"Ini benar-benar batu Gravitasi!" batin Evan merasa sangat senang sambil melihat ke arah batu gravitasi yang tersimpan didalan peti.
Kemudian Evan berbalik badan ke arah Sang Pria Tua. "Senior terima kasih atas pemberiannya, aku sangat berterima kasih kepada Senior!" ucap Evan sambil berdiri memberi hormat kepada Sang Pria Tua.
"Sudah jangan sungkan, semua yang ada disini seharusnya memang sudah menjadi milikmu, inilah sumpahku ratusan tahun yang lalu. apakah kamu hanya menginginkan satu benda itu saja?, jika kamu mau maka ambil saja semua harta karun yang ada diseluruh tempat ini, karena ini semua sudah tidak berguna lagi untuk aku yang hanya sebuah jiwa!" kata Sang Pria Tua menawarkan kepada Evan.
Mendengar hal itu, Evan merasa sangat senang dan gembira.
"Benarkah?, aku boleh mengambil semua harta karun yang ada disini?" tanya Evan merasa sangat senang.
"Yah, kamu boleh mengambil semuannya, Tetapi....." kata Sang Pria Tua yang sepertinya ingin mengajukan persyaratan.
"Tetapi apa Senior?" tanya Evan merasa penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Sang Pria Tua.
"Tentu saja boleh, tetapi apa permintaan itu?, jika anda meminta sesuatu yang berlebihan maka maaf aku tidak bisa!" ujar Evan dengan lugas.
"Tenang saja, permintaan aku tidak berlebihan sama sekali, kamu ikuti aku!" ujar Sang Pria Tua terbang melayang meninggalkan ruangan kecil yang dipenuhi oleh peti harta karun tersebut.
Evan berjalan mengikuti Sang Pria Tua, hingga akhirnya mereka berdua sampai disuatu ruangan yang lainnya, ruangan tersebut sangat luas dengan sebuah kolam besar berbentuk lingkaran ditengahnya.
Seketika Evan merasa heran ketika merasakan adanya adanya energi spiritual dari kolam tersebut.
"Xuanwu!" panggil Sang Pria Tua.
Kemudian seekor Kura-kura kecil keluar kepermukaan kolam, dan dengan tubuh kecilnya Kura-Kura tersebut berenang menghampiri Sang Pria Tua yang sedang berada dipinggir kolam.
__ADS_1
Evan merasa heran ketika melihat Sang Pria Tua ternyata memanggil seekor Kura-Kura kecil yang sangat menggemaskan.
"Kura-kura?" batin Evan merasa heran sembari melihat ke arah Kura-kura kecil yang berenang menghampiri Sang Pria Tua.
Kemudian suara Elemen Petir terdengar dipikiran Evan.
"Itu sepertinya bukan bayi kura-kura biasa, kura-kura itu sepertinya adalah salah satu dari Hewan Monster Kuno, yaitu Kura-Kura Hitam yang memiliki pertahanan yang sangat luar biasa kuat!" kata Elemen Petir memberitahu Evan dari dalam lautan spiritual Evan.
Mendengar hal itu, seketika Evan merasa terkejut dan langsung melihat dengan serius ke arah kura-kura kecil
Setelah sampai dipinggir kolam kura-kura kecil tersebut berenang berputar-putar dihadapan Sang Pria Tua.
"Nama kura-kura kecil ini adalah Xuanwu, Xuanwu adalah hewan monster kuno kura-kura hitam yang memiliki pertahanan yang sangat kuat, walau sekarang dia masih terhitung bayi kura-kura tetapi pertahanannya sudah sama seperti kekuatan raga tingkat tiga bahkan mungkin lebih kuat!. Dia adalah sahabat aku dari dulu hingga sekarang, kami tumbuh bersama seperti saudara. Perlahan kami berdua menjadi kuat hingga akhirnya berhasil naik ke alam atas, namun karena suatu hari kami bertarung dengan seseorang yang sangat kuat, kami berdua kalah dan akhirnya jatuh ke planet ini. Saat pertama kali kami jatuh ke planet ini, tubuhku terluka sangat parah, sedangkan Xuanwu hanya tersisa sebuah jiwa yang sangat lemah. Namun Xuanwu yang merupakan keturunan hewan monster kuno kura-kura hitam, perlahan mengumpulkan energi spiritual yang ada disekitarnya, hingga setengah tahun yang lalu akhirnya Xuanwu berhasil membentuk tubuhnya kembali. Sedangkan aku yang sudah terluka parah hanya bisa menggunakan sebuah teknik yang dapat memisahkan Jiwa dari tubuh, dengan teknik ini aku dapat mempertahankan jiwaku agar tidak menghilang selama 100 ribu tahun!" kata Sang Pria Tua bercerita panjang lebar kepada Evan.
Setelah mendengar cerita dari Sang Pria Tua, akhirnya Evan mengerti mengapa Sang Pria Tua bisa berada ditempat tersebut.
"Senior telah bercerita panjang lebar padaku, Jadi apa permintaan Senior sebenarnya?" tanya Evan.
"Aku ingin kamu membawa Xuanwu pergi dari tempat ini, bawa dan rawatlah dia dengan baik, aku yakin suatu saat dia pasti bisa membantumu!" ujar Sang Pria Tua meminta kepada Evan.
Mendengar permintaan Sang Pria Tua, seketika Evan pun merasa heran dan bingung.
"Kenapa tidak Senior saja yang pergi membawanya keluar dari tempat ini?" ujar Evan merasa heran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................