
Kembali ke masa kini.
Tampak Ratu Yue Xian Ling yang telah selesai bercerita dan sedang menangis sambil memeluk dan membenamkan wajahnya ke dada Evan.
"Sudah? Sudah selesai menangisnya? Asal kamu tahu, Kakiku sudah pegal karena harus berdiri dan menopang tubuh beratmu selama berjam-jam!" kata Evan sambil memegang kedua sisi pinggangnya.
Mendengar perkataan Evan, Ratu Yue Xian Ling menangis semakin kencang.
"Sungguh wanita yang kasihan. Diluar kamu berpura-pura kuat, hingga orang-orang tidak ada yang tahu kesedihan yang kamu sembunyikan selama ini. Sekarang aku tahu mengapa dirimu sangat membenci Ras Iblis." batin Evan dalam hatinya.
"Sudahlah berhenti, jangan menangis lagi..." Evan memeluk dan mengusap rambut Ratu Yue Xian Ling.
Namun Ratu Yue Xian Ling tak kunjung berhenti menangis. Dan hal itu sungguh membuat Evan merasa lelah.
*******
Beberapa saat kemudian. Tampak Ratu Yue Xian Ling yang duduk meringkuk di bawah sebuah pohon di pinggir Danau. Dan kini, dia juga telah berhenti menangis.
"Bagaimana? Apakah hatimu sudah mulai tenang?" tanya Evan dengan posisi berdiri memberikan Ratu Yue Xian Ling sebuah Apel.
Ratu Yue Xian Ling hanya diam tak menjawab, apa lagi menerima Buah Apel yang diberikan oleh Evan.
Ratu Yue Xian Ling hanya duduk diam meringkuk dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk.
"Haaiiss..., Dasar kamu ini...." Evan menghela nafas tak berdaya.
Kemudian Evan pun berbaring di samping Ratu Yue Xian Ling, dengan tangan kiri sebagai bantalan dan tangan kanan memegang Buah Apel yang sedang dimakannya.
__ADS_1
"Setelah mendengar ceritamu, aku akui, kalau kisah masa lalu kita berdua memang tidak sama. Mungkin kamu lebih menderita daripada diriku," kata Evan sambil mengunyah gigitan apelnya.
"Jika kamu sudah tahu, kalau begitu setelah ini kamu jangan menghalangi aku untuk membunuh Para Iblis itu!" kata Ratu Yue Xian Ling tanpa mengangkat kepalanya.
"Oh, kalau itu tidak bisa, aku sudah memenangkan pertarungan kita. Jadi tidak mungkin bagiku untuk membiarkan kamu membunuh mereka." Evan masih asik makan.
Yue Xian Ling kembali diam tak bersuara.
"Ratu Yue, aku akan berbicara jujur padamu. Sebenarnya kamu tidak pantas menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpamu di masa lalu. Semua itu adalah kesalahanmu yang tidak mendengarkan perkataan Keluargamu dan malah lebih percaya kepada Pria yang baru kamu kenal. Apa lagi Pria itu berasal dari Ras Iblis yang pada saat itu sudah jelas adalah musuhmu dan Negaramu!"
"Jika kamu tidak bodoh dan mendengarkan Keluargamu, terutama Kakakmu Yue liang Chen. Mungkin yang terjadi di masa lalu tidak akan pernah terjadi."
"Namun itu semua adalah takdir. Tidak ada yang dapat mengubah apa yang terjadi di masa lalu. Termasuk kau dan aku. Kita hanya bisa mengingatnya dan menjadikannya sebagai pelajaran, agar kita berkembang menjadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Begitu juga dengan masa depan. Siapapun tidak ada yang dapat melihat dan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Termasuk kau dan aku. Kita hanya bisa membuat dan menentukan pilihan tentang apa yang pastinya akan kita hadapi." kata Evan panjang lebar.
Kemudian Ratu Yue Xian Ling mengangkat keluar kepalanya dan melihat ke arah Evan yang berbaring di sampingnya.
"Ratu Yue, kamu tahu jelas siapa yang telah mengkhianati dan membunuh semua Keluargamu. Kamu juga tahu dengan jelas siapa yang telah melenyapkan seluruh Rakyat Ras Siluman di Ibukota Kerajaan Yue pada saat itu. Tetapi mengapa kamu tidak membalas dendam kepada mereka? Mengapa kamu harus membalasnya kepada orang-orang yang tidak melakukan kesalahan apapun padamu?" ujar Evan bertanya.
Namun Ratu Yue Xian Ling tetap diam tak menjawab dan kemudian mengalihkan pandangannya dari Evan.
"Ratu Yue, kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan Keluarga, bukan? Apakah tidak pernah terpikirkan olehmu, apa yang akan para Rakyat Iblis itu rasakan apabila kamu membunuh mereka, tanpa mereka tahu apa kesalahan mereka?"
"Yah, aku tahu mereka semua adalah Ras Iblis, Ras yang sama dengan mereka yang telah membunuh Keluarga dan Rakyatmu. Namun itu tidak bisa menjadi alasan untukmu agar dapat membunuh mereka. Bayangkan jika ada seorang Pemburu berada di sebuah hutan dan kemudian Pemburu itu digigit oleh seekor semut. Lantas apakah Pemburu itu akan memusnahkan semua semut yang ada di hutan tersebut? Apakah menurutmu Adil bagi para semut itu?" ujar Evan memberi perumpamaan.
"Tentu saja tidak adil. Hanya seekor semut yang menggigitnya, mengapa Dia harus memusnahkan semua yang ada di dalam Hutan itu?" Ratu Yue Xian Ling melihat wajah Evan dengan penuh keheranan.
"Nah kamu tahu itu. Saat ini kamu sama halnya dengan Pemburu itu. Jangan karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga. Jangan karena kesalahan Zhong Kai dan Pasukannya kamu menganggap semua Iblis bersalah padamu. Dendam diantara kamu dan Zhong Kai mengapa Rakyat yang tidak tahu apa-apa juga harus terkena imbasnya? Itu tak adil bagi mereka." kata Evan tanpa melihat ke arah Ratu Yue Xian Ling dan tetap fokus melihat langit.
__ADS_1
Ratu Yue kembali diam dan menundukkan kepalanya.
"Dilahirkan dan menjadi Ras Iblis bukanlah kesalahan mereka. Jangan karena mereka berada pada Ras yang sama, kamu menganggap mereka semua sama." tambah Evan lagi.
"Aah, aku sudah terlalu banyak bicara, aku sampai bingung mau mengatakan apa lagi kepadamu." Evan kehabisan kata-kata yang ingin diucapkan.
"Aku harap, setelah semua yang aku katakan kamu dapat menyadari kesalahanmu dan melihat kebenaran yang sesungguhnya. Aku tidak ingin kamu menjadi orang yang bodoh untuk sekian kalinya. Aku tahu kamu adalah Wanita yang berhati lembut dan penuh kasih sayang, jadi jangan sampai karena dendam semata kamu menjadi orang yang berhati kejam dan buta akan kebenaran." Evan melihat wajah Ratu Yue Xian Ling dengan penuh harap dan senyuman.
Melihat Evan melihat ke arahnya, Ratu Yue Xian Ling segera menundukkan kepala dan pandangannya.
Sementara Evan pun tertawa kecil melihat itu.
"Dari tadi kamu hanya diam saja, aku menjadi sedikit tidak terbiasa. Bicaralah, bukankah kamu selalu berdebat denganku?" Evan berusaha mencoba memecah suasana.
"Aku tidak ingin berdebat. Kali ini apa yang kamu katakan memang benar," kata Ratu Yue Xian Ling yang akhirnya berbicara lagi. Walau tidak melihat ke arah Evan dan hanya fokus pada Danau yang ada di hadapan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1