KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
Berpamitan #1


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari kepala sekte, Evan menjadi semakin bersemangat.


"Bagus sekali, tidak hanya aku bisa mendapatkan sumber daya kultivasi yang bagus, juga bisa masuk keruang senjata dan perpustakaan sekte, Hahaha..!" kata Evan dalam hatinya merasa senang


"Baik saya setuju!, tetapi aku ingin meminta waktu tiga hari untuk berpamitan kepada teman-temanku, terlebih dahulu!" pinta Evan kepada para Tetua.


"Boleh, silahkan" kata Pemimpin Sekte memperbolehkan.


...****************...


Singkat cerita setelah Evan pergi meninggalkan Aula, Evan pun langsung kembali kerumah kakek jing untuk berpamitan kepada teman-temannya, terkhususnya kepada Ririn tercinta.


Setelah Evan sampai dikediaman Kakek Jing, Evan pun langsung datang ke kamar Ririn untuk berpamitan.


"Kau dihukum di Gunung Api Penyucian, dan kau tidak menolak bahkan menyetujuinya?" tanya Ririn sambil menggendong Limau ditangannya.


"Ini adalah keputusan yang telah aku buat sendiri, kamu jangan khawatir, aku akan baik baik saja!" kata Evan dengan yakin supaya Ririn tidak mengkhawatirkan dirinya.


"Kenapa kamu seperti malah sangat ingin pergi kesana?" tanya Ririn merasa heran.


"Tunggu saja dan lihat tiga bulan lagi, maka kamu akan tau sendiri!" ucap Evan yang membuat Ririn semakin penasaran.


"Kamu ingin merahasiakan sesuatu dariku?, katanya kamu tidak ingin menyembunyikan rahasia apapun dariku, dasar tukang bohong!" kata Ririn merasa tidak senang sambil memalingkan wajahnya.


"Hmm.., baiklah akan aku katakan, aku ingin pergi ke Gunung Api Penyucian karena disana adalah tempat yang paling cocok untuk mengembangkan kekuatanku!. kamu tenang saja, setelah empat bulan kemudian aku pasti akan kembali!" kata Evan sambil mengusap kepala Ririn tercinta.


"Kenapa lama sekali?, jika kamu pergi selama itu berarti tidak ada yang menemaniku selama empat bulan, aku akan sendiri!" kata Ririn merasa sedih dan tidak senang.


"Maaf yah, tetapi aku memang harus pergi ke Gunung Api Penyucian untuk berlatih agar aku menjadi kuat, karna jika aku menjadi kuat maka aku baru bisa melindungimu, jadi mohon kamu jangan sedih dan tunggu aku!" kata Evan dengan lemah lembut sambil mengusap kepala Ririn.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menunggumu!" ucap Ririn yang sedikit merasa senang setelah mendengar kata-kata Evan.


Melihat Ririn tampak tersenyum, Evan pun merasa senang.


"Ririn, apakah kamu tidak ingin memberikan aku hadiah perpisahan?" pinta Evan mencoba menggoda Ririn.


"BOOM!!" Ririn langsung menendang Evan ditendang keluar dari kamarnya dan kemudian ririn langsung menutup pintu kamarnya.


"Huh, Dasar wanita cantik yang dingin dan pelit!" gumam Evan yang duduk diatas tanah.


"Apa katamu!?" tanya Ririn dari dalam kamar mendengar Evan yang bergumam mengumpat dirinya.


"Tidak ada kamu salah dengar!" kata Evan yang langsung pergi melarikan diri.


Sementara itu Ririn tampak berdiri bersandar dibalik pintu kamarnya sambil menggendong Limau.


"Evan, kamu harus cepat pulang, jangan membuatku menunggu terlalu lama!" kata Ririn dengan ekspresi sedih.


"Kakak!" panggil Cao cao yang berjalan bersama dengan Kakek Jing menghampiri Evan.


Panggilan Cao Cao membuat Evan langsung menoleh dan melihat ke arah mereka.


"Kak Evan, apa benar kamu akan pergi ke Gunung Api Penyucian karena dihukum?, Cao Cao tidak ingin berpisah dengan kakak!" kata Cao cao yang merasa sedih setelah mendengar kabar bahwa Evan akan pergi.


Melihat Cao Cao yang menghampirinya dengan raut wajah sedih, Evan pun berjongkok dan memeluk adik angkatnya itu.


"Kakak hanya pergi sebentar, tidak akan lama kok! Cao Cao jangan sedih, jika Cao Cao ingin menjadi seorang pendekar hebat maka tidak boleh cengeng dan harus kuat! okey?" kata Evan menenangkan Cao Cao.


"Nak Evan, apakah benar kamu dihukum diasingkan ke Gunung Api Penyucian?" tanya kakek Jing.

__ADS_1


"Kakek tenang saja, ini adalah keinginan dan keputusanku sendiri!. aku tidak akan menyebutnya hukuman, karena ini ini akan sangat menguntungkan diriku!" kata Evan dengan yakin.


"Keuntungan!?" Kakek jing merasa heran dan bingung mendengar perkataan Evan.


"Mohon kakek merahasiakannya!" pinta Evan pada kakek Jing yang masih bingung dengan keuntungan apa yang dikatakan oleh Evan.


Walaupun masih merasa bingung tetapi kakek Jing tetap mengangguk setuju.


Kemudian Evan memberikan dua botol Pil kepada Kakek Jing dan Cao Cao.


"Kakek ini untuk kamu dan Cao Cao, aku mungkin akan pergi cukup lama, jadi aku sengaja menyiapkannya untuk kalian" kata Evan memberikan dua botol Pil kepada Kakek Jing dan Cao Cao.


Kemudian Kakek Jing dan Cao Cao pun menerima Dua Botol Pil yang diberikan oleh Evan dengan senang hati.


"Terima kasih kak evan, Cao Cao janji dengan adanya Pil ini maka Cao Cao pasti akan lebih rajin berlatih, dan nanti disaat kakak kembali aku pasti akan membuat kakak terkejut dengan kemajuanku!" ucap Cao Cao dengan bersemangat.


"Bagus, kamu memang harus semakin rajin berlatih agar semakin kuat!" kata Evan memberi semangat kepada Cao Cao.


"Terima kasih nak Evan, Ah tidak!, aku seharusnya memanggilmu Tuan Muda sejak lama, Tuan Muda Evan selalu membantuk aku dan juga Cao cao, jadi aku merasa tidak enak jika memanggil Tuan Muda Evan dengan sebutan Nak Evan terus menerus, terima kasih Tuan Muda Evan" ucap kakek Jing merasa sungkan dan berhutang budi kepada Evan.


"Kakek jing jangan sungkan seperti itu, sudah, sekarang aku harus pergi untuk berpamitan dengan yang lainnya, jadi sampai jumpa!" ujar Evan yang kemudian pergi meninggalkan mereka (kediaman Kakek Jing)


Sementara itu dari kejauhan Ririn memperhatikan Evan dari jendela kamarnya dan melihat Evan yang pergi semakin jauh dari pandangannya.


"Evan, kamu harus segera kembali, jangan mengecewakan aku" kata Ririn merasa tidak rela melihat Evan pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2