
Diwaktu yang sama Tang Chen dan Sea Lin telah berhasil membunuh dua Pengawal Mo Sueyan.
"Sea Lin, terima kasih!, kalau kamu tidak datang membantuku aku mungkin telah mati melawan kedua pengawal hebat ini!" ujar Tang Chen berterima kasih kepada Sea Lin sembari memegang lengan kanannya yang telah terluka dan mengeluarkan banyak darah.
"Sama-sama, ini, makan Pil ini!" kata Sea Lin memberikan pil pembeku darah kepada Tang Chen untuk menghentikan pendarahan yang ada pada lengan kanannya.
"Jika kamu masih sanggup bertarung ayo bantu yang lainnya, jika tidak, kamu tetaplah disini beristirahatlah untuk memulihkan diri!" ujar Sea Lin yang hendak pergi meninggalkan Sea Lin.
"Kamu jangan meremehkan aku, hanya luka kecil saja aku masih sanggup untuk bertarung mengalahkan beberapa musuh lagi!" kata Tang Chen dengan bersemangat dan percaya diri.
Namun Sea Lin yang telah melihat bahwa luka dilengan kanan Tang Chen benar-benar parah, dia pun tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Tang Chen.
"Oooh benarkah?" tanya Sea Lin sembari memegang lengan kanan Tang Chen yang terluka yang seketika langsung membua Tang Chen menjerit kesakitan.
"Lepas, cepat singkirkan tanganmu!" pinta Tang Chen merasa kesakitan.
"Hahaha.., Jika tidak sanggup maka bilang saja tidak sanggup, tidak usah berbohong hanya karena gengsi!, Hahaha..." ujar Sea Lin menertawakan Tang Chen.
"Sialan, Kamu sengaja yah!" ucap Tang Chen merasa kesal kepada Sea Lin.
"Hahaha..., yasudah aku pergi dulu untuk membantu yang lainnya!" ujar Sea Lin yang kemudian pergi meninggalkan Tang Chen untuk membantu teman-temannya yang lain.
Sementara itu tampak Evan yang masih sedang dihajar habis-habisan oleh Mo Sueyan.
"Ma-Ti-Kau!" seru Mo Sueyan berteriak memukul Evan dengan kekuatan penuh hingga membuat Evan yang menerima pukulannya pun terlempar sangat jauh bahkan sampai membuat tiga pohon besar hancur dihantam oleh Evan.
"Sial, tubuhku rasanya sudah hampir hancur!, tetapi aku tidak boleh menyerah karena hanya dengan menaikan tingkat kekuatan Raga aku baru bisa mengalahkan wanita ini!" pikir Evan didalam hatinya.
"Hei wanita busuk!, apakah hanya ini saja kekuatan kamu?, ini masih sangat lemah!, ayo serang dan pukul aku lagi!" kata Evan berteriak menantang dan mempovrokasi Mo Sueyan.
Kemudian Mo Sueyan datang menyerang dengan kecepatan penuh ke arah Evan.
"Dasar bocah tidak tahu diri, mati kau!" ucap Mo Sueyan yang datang menyerang Evan lagi dengan pukulan yang sama kuatnya seperti sebelumnya.
__ADS_1
Evan yang terkena pukulan yang sama pun terlempar dengan sangat jauh lagi, dan untuk selanjutnya hal sama terjadi lagi, lagi, dan lagi. hingga pada saat sore hari Evan pun masih dihajar dan dipukuli oleh Mo Sueyan.
Tampak seluruh tubuh Evan sudah mengalami luka parah, tetapi Evan tetap tidak ingin menyerah, dia tetap terus berusaha untuk bangkit berdiri lagi dan menantang Mo Sueyan.
Sedangkan Mo Sueyan yang terus menerus memukul Evan dengan kekuatan penuhnya pun sudah tampak kelelahan dengan nafas yang sudah terengah-engah.
Mo Sueyan pun merasa heran terhadap Evan, dia telah memukul dan menghajar Evan dengan sekuat tenaga tetapi Evan masih saja sanggup berdiri lagi, lagi, dan lagi sampai akhirnya dia pun merasa kelelahan.
"Kenapa pria ini masih bisa berdiri lagi?, aku bahkan sudah mengerahkan seluruh kekuatanku tetapi mengapa dia masih sanggup berdiri lagi?!" kesal Mo Sueyan melihat ke arah Evan yang berdiri sempoyongan.
"Tidak bisa!, hari sudah mulai gelap dan Alam Fantasi Tujuh Bintang sudah akan tertutup!, aku harus bisa mendapatkan (merebut) Teratai Api Emas dari dia sebelum Alam Fantasi Tujuh Bintang ini tertutup!" pikir Mo Sueyan dalam hatinya sembari melihat Evan yang berdiri sempoyongan ada dihadapannya.
"Sedikit lagi!, sedikit lagi aku bisa naik tingkat Kekuatan Raga!, aku tidak boleh menyerah, hanya tinggal sedikit lagi!" pikir Evan dalam hatinya yang terus pantang menyerah.
"Hei wanita busuk!, kenapa kamu berhenti?, apakah kamu sudah tidak punya tenaga lagi?, Hah??" ucap Evan menantang Mo Sueyan lagi.
"Kali ini aku pastikan kamu akan mati!" ucap Mo Sueyan sembari mengeluarkan aura energi berwarna emas dari tubuhnya.
Kali ini kecepatan dan kekuatan serangan Mo Sueyan meningkat sebanyak 50% dari yang sebelumnya, kali ini Mo Sueyan sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Evan yang melihatnya pun sudah bersiap menerima serangan berikutnya lagi dari Mo Sueyan.
"Matilah Kau!" seru Mo Sueyan maju menyerang Evan dengan sangat cepat yang lebih cepat dari sebelumnya.
"BRAAKK!!" Mo Sueyan dengan pukulan roket memukul perut Evan dengan sangat kuat sampai Evan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Mo Sueyan memukul Evan hingga terlempar ke uadar dengan sangat tinggi, dan disaat Evan masih berada di atas udara Mo Sueyan dengan sangat cepat tiba-tiba sudah berada dihadapan Evan dan siap untuk memukul Evan lagi.
"BAAM!!" Mo Sueyan memukul Evan hingga meluncur dan menghantam beberapa pohon dan akhirnya menghantam tanah hingga menciptakan sebuah lubang besar seperti kawah ditanah.
Dan dengan secepat kilat lagi Mo Sueyan tiba-tiba sudah berada dihadapan Evan yang masih berbaring di dalam lubang tersebut.
Mo Sueyan pun memukul Evan dengan sangat kuat hingga membuat lubang tersebut semangkin dalam dan lebar.
__ADS_1
Tidak lama Kemudian Sea Lin dan semua teman-teman Evan datang ke lokasi pertarungan Evan dan Mo Sueyan.
Mereka terkejut melihat Evan yang sedang dipukuli terus menerus oleh Mo Sueyan dengan kekuatan yang sangat kuat didalam lubang.
"BAAM! BAAM! BAAM! BAAM!...." Mo Sueyan yang berada di atas tubuh Evan, terus memukul Evan secara beruntun dengan kekuatan penuhnya tanpa henti hingga membuat lubang tersebut semakin dalam dan lebar.
Teman-teman Evan yang melihat itu pun tidak bisa membiarkan Mo Sueyan terus memukuli Evan hingga mati, Sea Lin pun dengan segera berlari dengan cepat ke arah lubang tersebut namun seketika dia terkejut berhenti ketika melihat tangan Evan tiba-tiba mencengkram leher Mo Sueyan.
"Apa!?, bagaimana bisa kau!..." ucap Mo Sueyan dengan leher dicengkram oleh Evan.
Mo Sueyan terkejut melihat Evan yang tiba-tiba mencengkram lehernya, dan juga kekuatan Evan yang tiba-tiba bertambah menjadi sangat kuat.
Kemudian Evan bamgkit berdiri dengan tangan yang tetap mencengkram leher Mo Sueyan dan mereka yang melihat itu pun terkejut.
"Hahaha..,akhirnya aku mencapai tingkat tiga kekuatan Raga!, terima kasih atas bantuanmu!" ucap Evan sambil mengangkat dan mencengkram leher Mo Sueyan.
"Sekarang gantian aku yang akan menghajar kamu!" ucap Evan yang kemudian melempar Mo Sueyan dengan sekuat tenaganya, hingga membuat Mo Sueyan terlempar jauh dan menghantam beberapa pohon hingga hancur.
Setelah itu Evan pun menggerak-gerakan tubuhnya dan merenggangkan semua tulang dan otot yang sakit akibat dihajar terus-menerus oleh Mo Sueyan.
"Gila!, tubuhku rasanya sakit semua, wanita itu sungguh tidak punya belas kasihan!" ujar Evan sembari menggerakan semua otot dan tulangnya.
"Kalau begitu jangan salahkan aku jika tidak berbelas kasihan juga!, bersiaplah!" ucap Evan mengadu dan meremas kepalan tinjunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1