
"Hmm?, Pil Penakluk Hewan Monster?" batin Evan merasa heran dan penasaran.
Kemudian Evan langsung memeriksa dan melihat Pil Penakluk Hewan Monster yang ada pada cincin ruang penyimpanannya.
Pil Penakluk Hewan Monster itu berwarna emas dan memiliki ukuran hampir sebesar kepalan tangan orang dewasa.
"Apakah Pil yang berwarna emas ini?, ukurannya cukup besar!" ujar Evan bertanya kepada Elemen Petir yang ada didalam tubuhnya.
"Benar yang berwarna emas, ukurannya sebesar kepalan tangan orang dewasa!" kata Elemen Petir.
Mendengar itu, Evan pun sudah dapat memastikan bahwa Pil Penakluk Hewan Monster adalah Pil berwarna emas dengan ukuran sebesar kepalan tangan tersebut.
"Harimau Putih, apakah kamu mengingingkan Obat ini?" ujar Evan bertanya sebelum memberikan Pil Penakluk Hewan Monster kepada Harimau Putih.
"Yah aku menginginkannya!" kata Sang Harimau Putih yang menjawab tanpa ragu.
"Baiklah kalau begitu makanlah ini!" kata Evan memberikan dan melemparkan satu buah Pil Penakluk Hewan Monster ke mulut Harimau Putih.
Pil Penakluk Hewan Monster masuk kedalam mulut Harimau Putih, akan tetapi Harimau Putih tidak mengunyah Pil Penakluk Hewan Monster tersebut, melainkan menjilat dan mengemutnya seperti permen.
Setelah Harimau Putih mendapatkan Pil Penakluk Hewan Monster, kemudian Limao Sang Anak Harimau Putih langsung berlari menghampiri Evan dan meminta Pil Penakluk Hewan Monster juga.
Tidak hanya itu saja, bahkan Phoenix dan Qinglong juga langsung keluar dari kalung dan gelang Ririn, dengan versi kecilnya Phoenic dan Qinglong terbang menghampiri Evan untuk meminta Pil Penakluk Hewan Monster juga.
Melihat itu, Ririn dan yang lainnya merasa terkejut, heran dan penasaran dengan apa yang telah diberikan oleh Evan.
"Apa yang diberikan oleh Evan?, kenapa bisa menarik perhatian empat hewan monster itu?" ujar Nan Ruyu merasa heran.
"Sepertinya sebuah Pil!" ujar Ran Ran yang melihat ke arah Pil yang sedang dijilat oleh Harimau Putih.
Sementara itu disisi lain, tampak Limao, Phoenix dan Qinglong yang menjadi lebih patuh dan jinak dari pada sebelumnya.
__ADS_1
"Sepertinya kalian juga menginginkan Pil ini, kalau begitu ambillah!, masing-masing akan mendapat satu butir!" kata Evan yang kemudian memberikan satu Pil Penakluk Hewan Monster kepada Limao, Phoenix dan Qinglong.
Setelah ketiga hrwan monster itu mendapatkan Pil Penakluk Hewan Monster dari Evan, kemudian ketiga hewan monster itu langsung pergi membawa Pil Penakluk Hati yang mereka dapatkan.
Kemudian mereka semua berjalan menghampiri Evan dengan raut wajah dan senyuman yang hangat.
"Suamiku, kamu sudah pulang?" ujar Ririn dengan tatapan hangat tersenyum kepada Evan.
"Yah aku sudah pulang, apakah kalian semua baik-baik saja selama aku pergi?" tanya Evan.
"Kami semua baik-baik saja, tadi Pil apa yang kamu berikan pada Limao dan yang lainnya?, kenapa mereka sepertinya sangat senang?" tanya Ririn merasa penasaran.
"Nama Pil itu adalah Pil Penakluk Hewan Monster, Pil ini bisa membuat Para Hewan Monster menjadi patuh dan jinak hanya dengan mencium aromanya saja!" jawab Evan menjelaskan kepada Ririn dan yang lainnya.
Seketika Evan langsung mengerutkan alisnya dan merasa heran, ketika menyadari bahwa salah satu Istrinya yaitu Ruyin Li tidak ada diantara mereka.
"Kemana Ruyin?, kenapa dia tidak bersama dengan kalian?" tanya Evan merasa penasaran.
"Satu hari setelah kamu dan Sai pergi ke Sekte Gunung Abadi, seorang utusan dari Sekte Puncak Dewi Putih datang untuk menjemput dan membawa pulang Ruyin Li ke Sekte Puncak Dewi Putih!" jawab Reya memberitahu Evan.
"Sudah, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri, Sebelum pergi Ruyin Li berkata, bahwa setelah kamu menyelesaikan semua urusan dan masalah kamu, Ruyin Li ingin kamu untuk pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih untuk menjemputnya, katanya dia ingin memberikan kamu sebuah kejutan!" ujar Ririn menyampaikan pesan Ruyin Li untuk Evan.
Mendengar pesan Ruyin Li itu, seketika langsung membuat Evan merasa gembira dan penasaran.
"Kejutan apa yang ingin diberikan oleh Ruyin kepadaku?, aku sangat menantikannya!" batin Evan yang merasa dengan kejutan yang akan diberikan oleh Ruyin Li kepadanya.
Kemudian Evan teringat dengan Xuanwu sang kura-kura hitam kecil yang ada didalam tubuhnya.
"Oh yah Ririn, aku ada sesautu yang ingin aku berikan padamu!" kata Evan yang seketika membuat Ririn dan yang lainnya merasa penasaran.
Evan mengeluarkan sebuah lingkaran portal dari perutnya, yang kemudian dari lingkaran portal tersebut Evan mengeluarkan Xuanwu sang kura-kura hitam kecil.
__ADS_1
Melihat bahwa yang dikeluarkan oleh Evan dari lingkaran portal adalah seekor kura-kura kecil, Ririn dan yang lainnya merasa bingung dan heran.
"Bayi Kura-kura?" kata mereka semua merasa heran dan bingung dengan kura-kura kecil yang dikeluarkan oleh Evan.
"Benar sekali, Ini adalah bayi kura-kura namanya Xuanwu!" kata Evan menunjukan Xuanwu yang sedang dipegangnya.
Namun tampaknya Ririn dan yang lainnya sama sekali tidak merasa terkejut atau pun tertarik dengan Xuanwu, selain dengan sedikit keimutan dan kelucuannya yang dimilki Xuanwu.
"Kamu ingin memberikan Bayi Kura-kura ini padaku?" ujar Ririn bertanya kepada Evan.
"Hemm??, sepertinya kalian tidak terlalu tertarik dengan Xuanwu, Xuanwu ini adalah bayi kura-kura yang sangat luar biasa dan ustimewa, coba kalian perhatikan lebih detail lagi!" ujar Evan.
Mendengar perkataan Evan, kemudian mereka mengamati Xuanwu dengan lebih teliti. Sontak betapa terkejutnya mereka ketika menyadari bahwa Xuanwu sedang dipegang oleh Evan.
"Kenapa Bayi kura-kura ini bisa kamu pegang!?" tanya mereka semua merasa sangat terkejut.
"Sekarang kalian baru menyadarinya?, respon kalian sungguh lambat!. Xuanwu adalah bayi kura-kura hitam yang merupakan salah satu hewan monster kuno yang ada didalam legenda sama seperti Phoenix dan Qinglong. Kura-kura hitam adalah satu-satunya hewan monster yang memiliki pertahanan yang paling terkuat, Xuanwu sekarang masih bayi tetapi sudah memiliki pertahan yang setara dengan kekuatan raga tingkat tiga!" kata Evan menjelaskan kepada Ririn dan yang lainnya.
Setelahh mendengar penjelasan dari Evan, seketika mereka semua langsung merasa takjub dengan Xuanwu.
"Bagaimana, apakah masih tidak tertarik dengan Xuanwu?, Ririn Istriku? " ujar Evan.
Kemudian dengan sangat cepat Ririn langsung merebut Xuanwu dari tangan Evan.
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal?, Xuanwu, sekarang kamu adalah anak angkat ketigaku, kedepannya Xuanwu harus memanggil aku Ibu, okey!" ujar Ririn sambil memegang dan menatap Xuanwu.
Namun melihat Ririn yang mendapatkan hadiah oleh-oleh, ketiga istri Evan yang lainnya pun merasa iri.
"Apakah hanya Ririn yang kamu bawakan oleh-oleh?" tanya Ran Ran merasa cemburu.
Melihat para istrinya yang merasa iri, Evan pun tersenyum.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan melupakan kalian, aku juga membawa hadiah oleh-oleh untuk kalian bertiga!" kata Evan sambil tersenyum kepada tiga istrinya itu.
Mendengar itu, Reya, Nan Ruyu dan Ran Ran menjadi penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan oleh Evan kepada mereka.