
Evan yang melihat itu pun langsung datang menghampiri sekelompok pria tersebut, Evan yang baru datang langsung menyela sekelompok pria tersebut tanpa ragu.
"Hei, apa kalian masih laki laki?, beraninya mengeroyok wanita?" ucap Evan menyindir sekelompok pria tersebut.
Mendengar itu, mereka pun langsung berbalik menoleh ke arah Evan yang datang menghampiri mereka.
"Siapa kau!?, beraninya mengganggu kesenangan kami?, apakah kau minta dihajar?" kata salah seorang satu pria dengan arogannya.
"Aku hanyalah orang yang kebetulan lewat saja, tetapi setelah aku melihat kalian, tanganku menjadi gatal untuk menghanjar orang-orang seperti kalian" ujar Evan sambil memutar-mutar kepalan tinjunya.
Mendengar perkataan Evan yang tampak begini sombong, para pria itu menjadi kesal dan marah.
"Hanya seorang murid luar saja, semuannya serang!" perintah salah salah seorang pria memerintah para pria lainnya.
Kemudian merekapun langsung menyerang Evam secara bersama-sama, namun Evan juga tidak tinggal diam, Evan mengepalkan kedua tangannya.
"Tinju Dewa Gerakan kedua, Tinju Besi!" kata Evan menggunakan sebuah teknik yang membuat tinjunya menjadi sekeras besi.
Kemudian Evan pun langsung maju menyerang sekelompok pria tersebut.
Dengan tinju besinya Evan pun memukul saru per satu sekelompok pria tersebut, tidak hanya menggunakan tinju besi saja, Evan pun juga mengeluarkan jurus tinju dewa gerakan pertama yaitu tinju udara.
"Tinju Udara!" kata Evan mengeluarkan sebuah jurus tinju tak rerlihat yang menghantam dan menghajar para pria tersebut.
Setelah bertarung beberapa saat, akhirnya sekelompok pria tersebut pun telah dikalahkan semuannya oleh Evan seorang diri.
"Kalian semua pergilah!, dan jangan sampai aku melihat kalian lagi berbuat jahat!" ancam Evan mengusir sekelompok pria tersebut.
Dengan tubuh dan wajah yang babak belur, sekelompok pria itu pun langsung lari kocar-kacir diusir oleh Evan.
Kemudian setelah diselamatkan, wanita cantik tersebut pun menghampiri Evan.
"Terima kasih, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku kalau kamu tidak datang menolongku" ucap wanita tersebut berterima kasih kepada Evan dengan membungkukkan tubuhnya.
Wanita itu membungkuk hingga Evan tidak sengaja melihat dua susu gantung yang terdapat didalam baju gadis itu.
Melihat itu, wajah Evan pun langsung merona seketika.
"Bukan masalah, kamu cepatlah berdiri dan kenakan pakaian kamu dengan benar!" ujar Evan sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Wanita itu dengan wajah merona segera bangkit berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit terbuka.
"Oh yah siapa namamu?, kenapa mereka ingin mencelakaimu?" tanya Evan kepada wanita itu yang tampak sudah mengenakan pakiannya dengan rapi.
"Namaku Ran Ran, mereka adalah para laki laki yang menyukaiku namun aku menolaknya, jadi mereka datang membalas dendam padaku dan ingin memperkosaku!" jawab wanita tersebut.
"Oooh jadi seperti itu masalahnya, dasar para pria berpikiran mesum!, mereka berani sekali berbuat keji seperti itu bahkan di dalam sekte!" kata Evan merasa kesal.
"Yah bagaimana lagi, sekarang aturan sekte sudah tidak seketat dan setegas seperti dulu, kamu lihat saja sekarang, bahkan kekuatan para tetua saja hanya berada ditingkat jenderal biasa, sekte matahari merah sudah tidak sekuat dahulu!" kata Ran Ran berkeluh kesah.
"Hemm.., ini semua terjadi karena peraturan sekte yang sudah tidak seketat dahulu makanya para muridnya pun menjadi sampah!, yasudah yah aku ingin pulang, soalnya madih ada orang yang sedang menungguku pulang dan mencemaskan aku!" ucap Evan berbalik badan.
Kemudian Evan pun berjalan pergi, hingga kemudian Ran Ran tersebut teringat kalau dia masih belum tau nama Evan.
"Hei aku belun tau namamu!" tanya Ran Ran berteriak kepada Evan yang sedan berjalan menjauh.
"Namaku Evan, seorang murid bagian luar" jawab Evan sembari berjalan pergi.
Namun baru saja dia pergi tak jauh dari tempat itu, tidak lama kemudian datang lagi sekelompok orang pria, dan kali ini jumlahnya jauh lebih banyak, yaitu sekitar 50 orang pria.
Dan sekelompok pria kali ini dipimpin oleh Sea Lin, yaitu seorang kultivator tingkat Ahli Silat Level Satu.
Evan yang lagi-lagi melihat sekelompok orang yang datang mencari masalah kepadanya pun merasa bingung.
"Kenapa yah hari ini banyak sekali orang yang datang mencari masalah denganku?, satu kelompok selesai satu kelompok lainnya datang!, hadeuh... nasib nasib!" batin Evan dalam hatinya yang merasa sial.
"Hei nama kamu Evan kan, aku Sea lin dan kau pasti tahu alasannya kenapa aku datang mencarimu!" ujar Sea lin dengan arogan.
"Kamu berani mendekati Xian Xian (mentor Chu Xian) pujaan hatiku, maka kamu harus membayar akibatnya!" ujar Sea Lin dengan arogan terus berbicara kepada Evan.
"Iyah iyah aku sudah tau, cepat maju, jangan terlalu banyak basa-basi, aku sedang buru-buru!" ucap Evan sambil meremas kepalan tinjunya.
"Baiklah, karena kau tidak tau diri, maka ayo semuanya maju serang dia!, beri dia pelajaran!" kata Sea lin memerintahkan para anak buahnya.
Dengan senang hati dan tanpa ragu para pria anak buah Sea Lin pun langsung maju menyerang Evan besama-sama.
"Aku baru pertama kali melihat seorang murid luar yang begitu sombong!"
"Beraninya kau menggoda istri masa depan kakak Sea lin, kau mencari mati!"
__ADS_1
"Ayo kita hajar dia sampai lumpuh!"
Kemudian mereka semuapun maju menyerang Evan secara bersama-sama.
Evan yang melihat sekelompok orang itu maju menyerang ke arahnya secara bersama sama pun, seketika langsung membuatnya menjadi sangat bersemangat untuk berjarung.
"Ayo majulah!!" ucap Evan tanpa rasa takut dengan mengepal kedua tinjunya.
"Rraaaagh!!" seru Evan sambil berlari maju dengan tangan kosong karena Evan tidak berniat membunuh mereka, dan hanya ingin memberi pelajaran saja.
Evan maju dan menyerang tanpa menggunakan senjata apapun, namun tetap saja Evan dapat menang dengan mudah menghajar sekelompok orang itu, hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Dengan tubuh dan wajah terluka penuh lebam, semua anak buah Sea Lin pun terkapar dan tersungkur di atas tanah.
Dan sekarang yang tersusa hanya tinggal Evan dan Sea lin saja yang masih berdiri saling menghadap.
Melihat Evan yang sangat hebat dan kuat Sea Lin langsung berlari maju sambil berteriak ke arah Evan.
"Hiyaaaaaa!!" teriak Sea Lin berlari menghampiri Evan.
Evan tampak sudah bersiap-siap untuk memukul Sea Lin akan tetapi hal yang terjadi sangat membuat Evan terkejut dan bingung.
"BRUK!" Sea Lin langsung jatuh berlutut dihadapan Evan.
Evan yang tadinya berniat ingin memukul langsung memasang wajah terkejut dengan langsung kehilangan semangat untuk bertarung
"Kakak besar!, ternyata kakak besar sangat hebat sekali. terimalah aku sebagai bawahanmu. ini adalah cincin ruangku, kini aku serahkan padamu. harap kakak besar Evan menerimanya dan maafkan atas ketidak sopananku tadi! " ucap Sea lin yang memohon dan berlutut kepada Evan
Evan merasa jengkel, karena tanggapan Sea Lin tidak sesuai dengan harapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1