KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 415 : Makan Direstoran


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, setelah Gu Mei menjadi tenang, kemudian Evan mengajak Gu Mei untuk masuk ke dalam restoran tersebut.


Untuk kenyamanan, Evan memesan seluruh lantai dua restoran untuk digunakan oleh mereka berdua.


Dilantai dua restoran tersebut, tampak Evan dan Gu Mei yang duduk saling berhadap-hadapan disatu meja makan yang sama. Evan tersenyum sambil memandangi Gu Mei yang sedang makan dengan sangat lahap dihadapannya.


"Kamu pelan-pelan saja makannya, aku tidak akan merebut makanan kamu!" kata Evan meledek sambil tersenyum kepada Gu Mei.


"Apakah kamu sedang mengejekku?" tanya Gu Mei merasa kesal mendengar perkataan Evan yang sedang mengejeknya


"Hahaha...." tawa Evan menertawakan Gu Mei yang sedang berbicara dengan mulut penuh dengan makanan.


"Berhenti tertawa, apakah kamu tidak tahu, kalau aku sedang sangat kelaparan? Biasanya aku juga tidak akan makan seperti ini, aku hanya sedang lapar saja! Kamu tidak boleh mengejekku!" kata Gu Mei merasa tidak senang melihat Evan yang sedang mengejek dan menertawainya.


Sementara itu dilantai bawah (satu), tampak sekelompok orang yang dengan sangat sombongnya masuk ke dalam restoran tersebut.


"Semuannya keluar! Tuan Muda kami telah memesan seluruh restoran ini! sedangkan semua makanan kalian akan dibayar oleh Tuan Muda kami!" kata seorang pengawal bertubuh besar dengan sangat arogan dan sombong.


Melihat sekelompok orang yang datang dengan sangat sombong, seketika membuat kesal para pengunjung restoran yang lainnya.


"Apakah ini adalah restoran milik keluargamu? kenapa baru datang langsung mengusir kami?"


"Walaupun kamu memilki uang, tetapi kamu tetap tidak boleh terlalu sombong disini!"


"Benar sekali! Jika kami tidak ingin pergi, memang apa yang bisa kamu lakukan kepada kami? kota Yanzhou adalah kota yang punya peraturan!"


Melihat sikap Para Pengunjung restoran yang menolak untuk keluar dari restoran, seketika membuat Sekelompok orang tersebut merasa kesal dan marah.


"Dasar rakyat rendahan! karena kalian menolak untuk pergi secara baik-baik, maka jangan salahkan kami mengusir kalian dengan cara kasar!" kata pengawal bertubuh besar tersebut.

__ADS_1


Kemudian Pengawal tersebut mengeluarkan serangan dari tangannya, yang mana serangan tersebut langsung menghantam salah satu meja makan hingga hancur, sedangkan makanan yang berada diatas meja tersebut menjadi sangat berantakan.


"Seorang Kultivator Tingkat Ahli Silat?" kata Para Pengunjung merasa sangat terkejut dan ketakutan, setelah melihat kekuatan yang dikeluarkan oleh pengawal bertubuh besar tersebut.


Kemudian satu per satu pengunjung restoran yang sedang makan terpaksa pergi meninggalkan restoran, dari pada nanti mereka harus terluka akibat melawan sekelompok orang tersebut.


Sementara itu dilantai dua, tampak Gu Mei yang tidak merasa nyaman dan terganggu melihat adanya keributan dilantai bawah restoran.


"Evan, seperti dibawah ada yang sedang melakukan keributan, aku tidak biasa makan ditempat yang ribut!" kata Gu Mei dengan lemah dihadapan Evan.


"Iyah, aku tahu! kamu makanlah dengan tenang dan tunggu aku disini, aku akan turun sebentar untuk menenangkan mereka!" ujar Evan dengan lemah lembut kepada Gu Mei.


Melihat Evan yang begitu mengerti dirinya, Gu Mei merasa sangat senang. Gu Mei tersenyum dan menggukan kepalanya pada Evan.


Kemudian Evan berjalan turun dari lantai dua ke lantai bawah. Sementara itu dilantai dua, tampak sekelompok orang tersebut yang masih dengan sangat sombong dan arogan mengusir para pengunjung restoran lainnya.


Kemudian Sang Pemilik Restoran turun ke lantai bawah restoran untuk menenangkan Sekelompok orang tersebut.


"Tuan-Tuan, aku mohon kalian semua tenanglah, kita bisa bicara baik-baik! kalian boleh memesan seluruh restoran ini, tetapi aku mohon kalian jangan menyakiti para pengunjung lainnya, mereka semua adalah pelangganku!" kata Sang Pemilik Restoran mencoba untuk berbicara baik-bail dengan sekelompok orang tersebut.


Akan tetapi sang Pemilik Restoran tidak menyangka, kalau perkataanya barusan akan menyinggung sekelompok orang tersebut.


"Apa kamu bilang? kami telah menyakiti para Pelangganmu? Apakah maksud kamu, Tuan Muda kami tidak sebanding dengan Para Pelanggan kamu yang rendahan ini? Tuan Muda kami adalah Murid Dalam Akademi Matahari Merah, seharusnya kamu merasa beruntung karena Tuan Muda kami berbaik hati mengunjungi restoran jelek kamu ini!" kata Sang Pengawal bertubuh besar dengan sangat sombong dan arogan.


"Tuan-Tuan, saya sama sekali tidak bermaksud untuk berkata seperti itu, tetapi di Restoran saya memang ada salah seorang pengunjung yang tidak mungkin bisa kalian singgung! Dan orang ini juga telah menesan seluruh lantai dua secara Pribadi!" ujar Sang Pemilik Restoran mencoba untuk menenangkan sekelompok orang tersebut.


"Siapa pengunjung restoran kamu itu Hah!?, beraninya kamu membandingkan Tuan Muda kami dengan Pengunjung Rendahan kamu itu? Dimana Pengunjung rendahan yang kamu sebutkan itu? Kalau berani suruh dia keluar, biar kami lihat siapa Pengunjung rendahan kamu itu!" kata Sang Pengawal bertubuh besar dengan sangat sombong dan arogan.


Melihat sekelompok orang tersebut semakin brutal dan sombong, seketika telah membuat Sang Pemilik Restoran menjadi bingung dan bimbang, karena sebelumnya Evan berpesan kepada Sang Pemilik Restoran, agar tidak memberitahukan keberadaannya kepada siapapun.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apakah aku harus mengatakan kalau Pengunjung yang tidak boleh mereka singgung adalah Tuan Jenderal? Tetapi bagaimana jika Tuan Jenderal menjadi marah?" batin Sang Pemilik Restoran merasa sangat bingung dan bimbang.


Tidak lama kemudian seorang pemuda yang bersama dengan dua wanita cantik disampingnya masuk ke dalam Restoran tersebut.


"Ada apa ini? kenapa kalian lama sekali? bukankah aku sudah bilang bagi siapapun yang menolak untuk pergi langsung pukul saja?" tanya Pemuda tersebut dengan sangat sombong dan arogan kepada sekelompok orang tersebut.


Melihat Sang Tuan Muda yang sekelompok orang itu sebutkan telah datang, maka sekelompok orang tersebut langsung dengan segan dan penuh hormat menyambut Sang Tuan Muda tersebut.


"Maaf atas keterlambatan kami Tuan Muda! kami sudah menyuruh semua orang yang ada didalam restoran untuk pergi, tetapi Sang Pemilik Restoran ini mengatakan, kalau ada seorang Pengunjung restoran yang tidak mungkin bisa kita singgung! Dan orang ini juga telah memesan seluruh lantai dua Restoran ini!" kata Sang Pengawal bertubuh besar mengadu kepada Sang Tuan Mudanya.


Mengetahui kalau ada orang yang telah mendahuluinya memesan restoran tersebut, seketika langsung membuat Sang Tuan Muda merasa sangat marah dan kesal.


"Bajingan! beraninya kamu membandingkan diriku dengan seorang Bajingan Rendahan!? Aku adalah Peringkat Sepuluh Besar Murid Dalam Akademi Matahari Merah!" kata Sang Tuan Muda menyombongkan dirinya dn memarahi Sang Pemilik Restoran.


"Kamu cepat suruh orang itu keluar! Aku ingin lihat, siapa sebenarnya orang yang tidak bisa aku singgung itu!" lanjut kata Sang Tuan Muda memberi perintah kepada Sang Pemilik Restoran.


Namun tiba-tiba dari arah tangga terdengar suara Evan menyaut Sang Tuan Muda tersebut.


"Wah sombong sekali yah? Apakah menurut kamu masuk ke dalam Peringkat Sepuluh Besar Murid Dalam adalah hal yang sangat luar biasa?" saut Evan sambil berjalan menuruni tangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2