KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 372 : PERANG BESAR #5


__ADS_3

Dengan gerakan yang sangat cepat, Evan tiba-tiba langsung muncul di atas Sang Komandan Musuh yang sedang terbaring kesakitan.


Melihat Evan tiba-tiba muncul di atasnya Sang Komandan Musuh merasa sangat terkejut dan tercengang.


"BRUAAAKK!!" Evan memijak Dada Sang Komandan Musuh dengan sangat kuat, hingga tanah disekitarnya ikut hancur dan amblas.


Sang Komandan musuh memuntahkan darah dari mulutnya dan kemudian mati seketika.


Kemudian Evan mengubah Elemen Petirnya menjadi Elemen Kegelapan.


Sayap Aura dan Armor Spirit Elemen Petir perlahan menghilang dan berubah menjadi Elemen Kegelapan.


Energi Elemen Kegelapan mulai berkumpul dan membentuk Sayap Aura dan Armor Spirit berwarna hitam pekat.


Setelah Sayap Aura dan Armor Spirit Elemen Kegelapan telah selesai terbentuk, kemudian Evan langsung maju menyerang dengan menggunakan Teknik Langkah Bayangan pembunuh.


Dengan pedang yang telah diselimuti oleh energi kegelapan, Evan maju menyerang dan menghabisi para Prajurit Kerajaan Mo dengan sangat cepat.


Evan berlari melesat ke arah Menara Komando, sambil membunuh dan menghabisi semua Prajurit Kerajaan Mo yang menghalangi jalannya.


Dengan satu ayunan pedang, Evan menciptakan satu energi tebasan berwarna hitam yang memotong dan membunuh banyak Prajurit Kerajaan Mo.


Sementara itu diatas menara komando, Tampak Mo Sueyan yang merasa terkejut melihat Evan yang sedang datang ke arahnya dengan sangat cepat.


Mo Sueyan yang melihat itu merasa semakin geram dan dan kesal, sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Sial!, apakah Bajingan itu sudah menyadari kalau Titik Dua Formasi Pemusnah ada dibawah Menara Pusat Komando?" batin Mo Sueyan sambil melihat Evan yang datang ke arahnya.


Melihat Evan yang sudah menyadari letak dua titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah ada dibawah Menara Komando, dan sedang bergetak menuju ke arahnya.


Mo Sueyan tidak ingin hanya tinggal diam membiarkan Evan dengan mudahnya menghancurkan Dua Titik Formasi Ombak Kaisar Pasir Pemusnah yang ada dibawah Menara Komando, tempat yang saat ini Mo Sueyan berdiri di atasnya.


"Seluruh Pasukan Dengarkan Aku!. Halangi Jenderal Musuh, jangan biarkan dia berhasil sampai ke Menara Komando!" teriak Mo Sueyan memberi perintah kepada Seluruh Pasukannya untuk menghalangi Evan.


Mendengar perintah dari Mo Sueyan, dengan segera Seluruh Pasukan Kerajaan Mo langsung bergerak untuk menghalangi Evan, agar tidak berhasil sampai ke menara Komando.


Lebih dari tiga puluh ribu Prajurit Kerajaan Mo mulai berkumpul dan membuat barisan pertahanan untuk menghalangi Evan seorang.

__ADS_1


Bahkan lebih dari lima ribu prajurit yang berada diatas tingkat Jenderal Level empat, terbang diudara untuk menghalangi Evan.


Sementara itu, tampak Evan yang masih sedang dalam bertarung ditengah-tengah kepungan Pasukan Kerajaan Mo.


Kemudian Evan mengumpulkan energi kegelapan pada pedangnya. Dengan cepat energi yang berkumpul telah menyelimuti pedang Evan seperti api yang membara.


Evan mengangkat dan memutar ayunkan pedangnya dengan penuh kekuatan dan energi spiritual.


Sebuah tebasan pedang langsung menebas, memotong dan membunuh semua Pasukan musuh yang mengepung Evan.


Darah bercucuran kemana-mana dan mengenai wajah Evan yang berlumuran darah Para Prajurit Kerajaan Mo.


Kemudian Evan berdiri tegak sambil mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah.


Dengan ekspresi serius namun tenang, Evan melihat ke arah tiga puluh ribu prajurit musuh yang berdiri dihadapannya dan lima ribu prajurit yang terbang di atasnya.


Tampak Evan yang sedang mengatur nafas, sambil melihat ke arah Pasukan Musuh yang ada didepannya.


"Sepertinya kalian sangat menganggap tinggi diriku. Kalau begitu aku juga tidak akan membuat kalian merasa kecewa." kata Evan dengan santai pada Seluruh Pasukan yang ada dihadapannya.


"Jleb!" Evan menancapkan pedangnya ke dalam pasir dan kemudian menyatukan kedua telapak tangannya.


"TEKNIK TUBUH BAYANGAN PENGGANTI, PEMBAGIAN ELEMEN!!" kata Evan yang kemudian dari tubuhnya keluar delapan kloningan yang sama persis seperti dirinya, namun dengan kekuatan elemen yang berbeda-beda.


Melihat Evan yang mengeluarkan delapan kloningan yang memiliki aura yang sangat kuat, Seluruh Pasukan yang ada dihadapan Evan bersiap untuk melakukan pertahanan.


Kemudian Delapan kloningan Para Elemen dengan cepat, langsung mengeluarkan energi spiritual elemen mereka masing-masing, hingga kemudian membentuk Sayap Aura dan Armor Spirit.


Delapan kloningan Para Elemen dengan gagah berdiri disamping Evan yang sedang menggunakan Elemen Kegelapan.


"Kakak-kakak Elemen, sudah saatnya kita melakukan pembantai!" kata Evan kepada Delapan Kloningan Para Elemen yang berdiri disampingnya.


"Tidak usah kau suruh. Hari ini, jika tidak membunuh sepuluh ribu orang, aku tidak akan menyebut diriku sebagai Kaisar Dewa lagi!" kata Kloningan Elemen Api dengan sangat bersemangat.


Kemudian Elemen Api langsung mengeluarkan energi spiritual yang ada didalam tubuhnya, hingga membakar Sayap Aura dan Armor Spirit dengan sangat membara.


Melihat Elemen Api yang sangat bersemangat, Evan tersenyum dan kembali melihat ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, Semuanya Serang!!" seru Evan kepada Delapan Kloningan Para Elemen yang ada disampingnya.


Kemudiaan Evan delapan kloningan Para Elemen dengan gerakan yang sangat cepat, langsung maju menyerang Seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang ada dihadapan mereka.


Melihat Evan dan delapan kloningannya telah maju menyerang, seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang membuat barisan pertahanan, juga langsung maju menyerang ke arah Evan dan delapan kloningannya.


Dengan sangat brural, Evan dan Delapan Kloningan Para Elemen langsung melakukan bentrok dan pertempuran secara langsung.


Sementara itu, jauh dari tempat pertempuran Evan dan Para Elemen dengan Barisan Pasukan Pertahan Kerajaan Mo. Tampak Sea Lin yang sedang bertempur ditengah-tengah kepungan Pasukan Kerajaan Mo.


Dengan ayunan dan tebasan tombak sabitnya, Sea Lin membunuh semua prajurit Kerajaan Mo yang sedang mengepungnya.


Sea Lin yang berfikir, bahwa Evan bertarung didekatnya, kini merasa heran setelah menyadari kalau Evan sudah tidak ada didekatnya lagi.


"Dimana Kakak Besar?, kenapa dia tidak ada?, bukankah tadi dia terus bertarung didekatku?, kenapa tiba-tiba menghilang?" batin Sea Lin dalam hatinya, sambil menoleh kesana-kemari mencari Evan.


Sambil bertarung dan menghabisi Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada dihadapannya, Sea Lin terus menoleh kesana-kemari mencari dimana Evan.


Namun disaat sedang sibuk bertarung dan mencari Evan, tiba-tiba suara pertempuran yang sangat brutal mengejutkan Sea Lin.


Sea Lin merasa sangat terkejut dan penasaran siapa yang sedang bertempur, hingga mampu membuat suara pertempuran yang terdengar dari jarak yang cukup jauh.


"Suara pertempuran siapa itu?. Ataukah suara Pertempuran Kakak Besar?, tetapi kapan Kakak Besar pindah tempat sejauh itu?, kenapa tidak mengajak aku?" batin Sea Lin dalam hatinya merasa heran dan penasaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


BERSAMA-SAMA MENGERJAKAN SESUATU ITU JAUH LEBIH DARI PADA SENDIRIAN.


SELAIN DAPAT MENGURANGI RASA LELAH, TETAPI JUGA DAPAT MEMPERERAT HUBUNGAN PERSAUDARAAN.


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2