
Evan terus menangis hingga Setelah beberapa saat kemudian Evan pun menjadi tenang.
Setelah merasa bahwa Evan cukup tenang, Tang Chen pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Evan, apakah kamu bisa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya terjadi?, mengapa kamu tiba-tiba marah dan menangis?" tanya Tang Chen yang sedang duduk disamping Evan.
Kemudian Evan pun menceritakan apa yang terjadi pada Tang Chen, Sea Lin, dan yang lainnya.
"Aku mendapatkan kloninganku menghilang dan kembali ke tubuhku, ingatannya memberitahukan aku kalau pagi tadi kota Yanzhou diserang besar-besaran oleh pasukan Iblis dari Negara Kai hingga mereka sempat terpojok, Hingga akhirnya situasi itu membuat Ririn memaksakan tubuhnya untuk betarung melampai batas kemampuannya. Tetapi kemudian mereka berhasil membalikan keadaan dengan adanya bantuan dari Burung Api Phoenix dan Naga Emas Qinglong yang keluar dari perhiasan yang aku berikan pada Ririn, dua hewan monster itu aku berikan pada Ririn dengan tujuan menemani dan melindunginya saat Ririn berada dalam situasi yang berbahaya!. Dan sekarang Ririn sedang sekarat dan sangat membutuhkan diriku, aku sangat khawatir dan mencemaskannya!, karena jika aku terlambat datang dan menyelamatkannya sebentar saja, maka dia akan mati membeku menjadi patung Es!" jawab Evan dengan panjang lebar menjelaskan kepada Tang Chen dan yang lainnya.
Mendengar itu mereka tampak diam dengan raut wajah cemas dan khawatir, karena siapapun yang berada diposisi Evan pasti tahu bagaimana rasanya jika seseorang yang paling penting dalam hidup berada dalam bahaya sedangkan dirinya berada jauh dan tidak bisa membantu.
"Kamu tenanglah, aku yakin Ririn pasti akan baik-baik saja, sekarang yang paling penting adalah bagaimana kita akan menjalani hari-hari kita di Alam Fantasi Tujuh Bintang ini!" ujar Tang Chen memegang pundak sebelah kanan Evan.
(Hari Ke Lima)
Keesokan harinya Evan dan kelompoknya pun berangkat pergi menuju Reruntuhan Makam Kuno.
Sepanjang perjalanan mereka tidak ada hambatan sama sekali, kecuali hewan-hewan monster tingkat rendah yang sekalian mereka bunuh dalam perjalanan dan mengambil setiap sumber daya yang mereka jumpai saat diperjalanan.
Disepanjang perjalanan Evan tidak berbicara sama sekali, raut wajahnya memperlihatkan kekhawatiran dan kecemasan yang mendalam, Evan terus memikirkan Ririn disepanjang hari.
Hari sudah mulai sore kembali namun mereka masih belum sampai ke Reruntuhan Makam Kuno, mereka pun beristirahat disebuah hutan sama seperti sebelumnya.
Tampak Sea Lin, Tang Chen dan yang lainnya berkumpul dan berdiskusi mengenai apa yang mereka dapatkan disepanjang perjalanan hari ini.
"Hari ini kita sudah mendapatkan banyak inti monster dan tanaman spiritual, malam ini kita beristirahat disini!" kata Sea Lin kepada yang lainnya.
"Kalian lihatlah apa yang aku dapatkan untuk makan malam ini!" kata Ray mengeluarkan banyak buah dari dalam cincin ruang penyimpanannya.
__ADS_1
Semua orang sangat senang melihat ada banyak buah-buahan tersebut, kecuali Evan yang tampak sedang diam menyendiri duduk bersandar dibawah pohon.
Tang Chen yang melihatnya pun menghampiri Evan sambil membawa dua buah ditangannya.
"Evan, apakah kamu sedang memikirkan Ririn?" tanya Tang Chen menghampiri mendekat ke Evan.
Namun Evan tidak menunjukan respon apa pun sama sekali.
"Hahaha.. astaga bodohnya aku masih bertanya, kamu sudah pasti sedang memikirkan Ririn!" Tang Chen sembari duduk disebelah Evan.
"Apakah kamu mau buah?" tanya Tang Chen memberikan satu buah yang ada ditangannya sembari memakan buah yang satunya lagi.
Evan tampak diam dan tidak memperdulikan Tang Chen, apa lagi menerima buah yang diberikan oleh Tang Chen.
"Hey Heyyy...., Makanlah!" ujar Tang Chen yang langsung memasukan buah yang ada ditangannya ke mulut Evan, namun buah yang terlalu besar tidak muat untuk masuk ke dalam mulut Evan.
Evan yang terkejur mengambil buah yang ada di mulutnya sembari mengigit (memakan) bagian buah yang telah kena mulutnya.
"Banyak pikiran boleh, khawatir dan cemas boleh!, sangat mencintai seorang wanita juga boleh!, tetapi kamu harus ingat bahwa didunia kamu juga punya teman yang juga harus kami perdulikan!. kami tahu bahwa Ririn adalah yang terpenting dalam hidupmu, tetapi kamu juga jangan melupakan kami yang selalu berada disamping kamu dan telah masuk ke sebagian kecil dari hidupmu!" ucap Tang Chen sambil duduk bersandar dengan santai disebelah Evan.
"Apakah kamu tahu, jika kamu yang seperti kamu yang seperti membuat kami ikut khawatir dan mencemaskan kamu!?" ujar Tang Chen kepada Evan.
Mendengar itu Evan pun tersadar. "Maaf, aku hanya sedang mencemaskan Ririn saja, aku tidak tahu jika kecemasanku yang berlebihan akan membuat kalian khawatir!...." ucap Evan dengan merasa bersalah pada Tang Chen dan yang lainnya.
"Baguslah jika kamu sadar, sekarang waktunya tidur!" seru Tang Chen.
Diwaktu yang sama disebuah hutan tempat Mo Sueyan dan para Pengawalnya berada.
Mereka hari pertama hingga sekarang mereka telah mendapatkan satu bahan obat dari yang mereka cari yaitu Bambu Tujuh Warna, sedangkan Teratai Api Emas masih belum mereka dapatkan (temukan) dan masih dalam proses pencarian.
__ADS_1
"Putri, besok adalah hari keenam sejak kita masuk ke dalam Alam Fantasi Tujuh Bintang ini, hanya tersisa waktu dua hari untuk menemukan dan mendapatkan Teratai Api Emas!" kata seorang Pengawal malapor pada Mo Sueyan dengan sangat hormat.
"Kalau begitu kita tidak boleh mengendurkan pencarian, kita harus memaksimalkan pencarian untuk menemukan Teratai Api Emas, kita harus mendapatkan Teratai Api Emas ini!" kata Mo Sueyan dengan tegas kepada pengawal tersebut.
"Besok kita pergi ke Reruntuhan Makam Kuno, disana ada banyak harta dan tanaman berharga dan langka, aku yakin Teratai Api Emas pasti ada ditempat itu!, kita harus mendapatkannya bagaimanapun caranya!" ucap Mo Sue Yan dengan tegas.
......................
(Hari Ke Enam)
Keesokan paginya Evan dan kelompoknya pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Reruntuhan Makam Kuno.
Hingga sekitar dua jam kemudian mereka pun akhirnya sampai di reruntuhan Makam Kuno.
Tampak sudah banyak orang atau kelompok yang telah datang ke Reruntuhan Kuno tersebut, banyak dari mereka adalah orang-orang kuat dan berkuasa dari seluruh penjuru Daratan Timur, termasuk bangsa Ras Iblis dan Siluman yang juga datang.
Mereka tidak langsung masuk ke Reruntuhan Makam Kuno karena tersebut terdapat sebuah penghalang yang menghalangi mereka untuk masuk.
Menurut info dari orang-orang yang pernah masuk (datang) ke Reruntuhan Makam Kuno yaitu, Reruntuhan Makam Kuno akan terbuka setelah hari kelima yaitu pada hari keenam sejak Alam Fantasi Tujuh Bintang Terbuka, dan itu adalah tepat dihari Evan dan kelompoknya datang.
Walaupun di Reruntuhan Makam Kuno terdapat banyak sekali harta berharga tetapi disana juga banyak Hewan Monster yang sangat kuat yang menjaga.
Tak lama kemudian Orang-orang dari Negara Kerajaan Mo datang, yaitu kelompok Mo Sueyan bersama dengan pengawalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................