
"Kakak Besar, apakah kamu terluka?" tanya Sea Lin kepada Evan yang sedang meregangkan otot dan tulang.
"Jangan ditanya lagi, tubuhku rasanya seperti sudah akan hancur!. kalian sudah mengalahkan pengawal-pengawal itu?" tanya Evan.
"Hanya pengawal saja, kami sudah membunuh mereka semua!" jawab Sea Lin.
"Sial, sepertinya aku yang paling lambat kali ini!, aku harus membalas wanita itu!" ucap Evan tidak senang.
Setelah meregangkan otot dan tulang, Evan kemudian langsung bergerak seperti petir menuju ke arah Mo Sueyan yang tadi dilemparnya.
Sementara itu Mo Sueyan yang dilemparkan oleh Evan bangkit berdiri dengan ekspresi marah.
"Kenapa dia tiba-tiba jadi sekuat itu?, sial, ini baru pertama kalinya aku dipukul oleh orang seumuranku!" kata Mo Sueyan bangkit berdiri dengan marah.
Tidak lama kemudian setelah Mo Sueyan bangkit berdiri Evan pun datang ke arah Mo Sueyan dengan sangat cepat.
Evan datang menyerang dan dengan cepat memukul Mo Sueyan dengan pukulan kuat, dengan sigap Mo Sueyan menahan pukulan itu dengan menyilangkan tangannya didepan dada.
Menerima pukulan Evan membuat Mo Sueyan terpundur beberapa meter.
"Hei wanita, apakah kekuatanmu hanya segini saja?!" kata Evan meremehkan.
"Kamu dari tadi menyerangku tanpa henti tanpa belas kasihan, sekarang giliranmu untuk merasakan kekuatanku!" kata Evan maju menyerang Mo Sueyan.
"Kamu jangan meremehkanku!" kata Mo Sueyan maju menyerang Evan.
Mereka berdua pun bertarung dengan sengit hingga akibat pertarungan besar mereka membuat banyak pohon berlubang dan beberapa pohon sampai tumbang.
Setelah bertarung cukup lama sampai matahari sudah hampir terbenam, dengan kekuatan Raga Evan yang telah mencapai tingkat tiga, Evan pun berhasil membuat Mo Sueyan terpojok.
Evan memukul perut Mo Sueyan hingga Mo Sueyan terlempar sangat jauh dan menghantam beberapa pohon hingga hancur.
Mo Sueyan terlempar dan jatuh ke lubang tempat pertarungan yang sebelumnya dia memukuli Evan, tidak lama kemudian Evan pun sampai ke tempat itu dan berjalan menghampiri Mo Sueyan yang berada didalam lubang.
Teman-teman Evan yang juga ada ada didekat tempat itu menyaksikan pertarungan Evan dengan Mo Sueyan.
Kemudian Mo Sueyan yang berada didalam lubang bangkit berdiri lagi. "Sial, sepertinya para pengawalku telah dikalahkan oleh mereka!" batin Mo Sueyan sembari menoleh melihat ke arah teman-teman Evan.
"Aku sudah tidak mungkin bisa merebut Teratai Api Emas dari tangan mereka lagi!, kekuatan pria ini sangat kuat dan aku juga sudah terluka parah!" kata Mo Sueyan dalam hatinya sembari melihat ke arah Evam yang berjalan menghampirinya.
__ADS_1
"Aku tidak boleh mati disini, aku harus bertahan sampai matahari terbenam!" pikir Mo Sueyan dalam hatinya dan kemudian melarikan diri dengan cepat.
"Masih sanggup melarikan diri?, Hebat juga, tetapi aku tidak akan membiarkan kamu lolos!" ucap mengejar Mo Sueyan.
Tampak Mo Sueyan bergerak dengan cepat melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, namun Evan dengan Langkah Kilat Surgawi Evan berhasil mengejar Mo Sueyan dengan cepat.
"Sial, Orang ini mengejarku dengan sangat cepat, sepertinya aku harus bertarung habis-habisan untuk bertahan sampai matahari terbenam!" pikir Mo Sueyan.
Kemudian Mo Sueyan pun berhenti melarikan diri dengan mendarat ke tanah dan berbalik bersiap menyerang Evan dengan mengumpulkan Energi pasir emas pada tangan kanannya.
"Wanita itu berhenti melarikan diri?, sepertinya dia ingin bertarung sampai akhir!" pikir Evan yang dengan cepat datang ke arah Mo Sueyan sembari mengumpulkan Energi petir pada tangan kanannya.
Mereka berdua pun siap saling menyerang dan mengadu serangan tinju mereka.
"Tinju Raksasa Pasir Emas!-Tinju Petir Penghancur!" seru Mo Sueyan dan Evan saling adu serangan.
"BRAAKK !!" Mo Sueyan kalah hingga memuntahkan darah dari mulutnya dan tulang tangan kanan patah.
Mo Sueyan terjatuh dan sulit untuk bangkit berdiri lagi namun dengan susah payah Mo Sueyan pun bisa bangun dan berdiri lagi, sedangkan Evan berdiri tanpa terluka tetapi tangan kanan yang untuk saling adu serang kini sudah terasa kebas.
"Ternyata kekuatan kamu hanya seperti ini saja!, sangat lemah!" ucap Evan meremehkan Mo Sueyan.
"Ini bukan licik, tetapi ini disebut cerdik!, sekarang aku akan membunuhmu!" kata Evan dan menyatukan kedua telapak tangannya.
Kemudian Energi Petir berkumpul di udara hingga membentuk seekor naga.
"Ledakan Naga Petir!" seru Evan melancarkan serangannya ke arah Mo Sueyan.
"DUAAAR!!" ledakan tersebut menghantam Mo Sueyan hingga terlempar cukup jauh.
Dengan pertahanan raga tingkat tiga milik Mo Suryan serangan itu pun tidak berhasil membunuhnya, tampak Mo Sueyan sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi, dengan nafas terengah-engah dia mencoba menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Sementarai itu tampak matahari sudah akan terbenam diufuk barat, dan itu membuat Evan semakin terburu-buru.
"Matahari sudah akan terbenam, aku harus segera membunuhnya!, jika tidak dia pasti akan menjadi ancaman besar bagi Nanzhou jika dia berhasil kembali ke kerajaannya!" pikir Evan.
Dengan bergerak seperti kilat Evan sudah berada dihadapan Mo Sueyan yang terbaring, dengan tangan yang dipenuhi energi petir Evan siap untuk memukul Mo Sueyan.
Mata Mo Sueyan terbelalak kaget melihat Evan yang sudah berada dihadapannya.
__ADS_1
"BOOMM!!" pukulan Evan menghantam Mo Sueyan dengan sangat kuat.
Untuk memastikan Mo Sueyan benar-benar mati Evan memukul dengan kekuatan yang sama secara beruntun ke tubuh Mo Sueyan.
Dan tidak lama kemudian matahari akhirnya terbenam, seketika semua orang berteleportasi kembali ke tempat mereka yang terakhir kali sebelum mereka memasuki Alam Fantasi Tujuh Bintang.
Evan yang sedang memukul Mo Sueyan pun langsung berteleportasi ke tempat terakhir kali sebelum memasuki Alam Fantasi Tujuh Bintang bersama dengan teman-teman kelompoknya.
Evan yang telah berteleportasi pun memukul tanah kosong satu kali hingga membuat sebuah lubang. Evan langsung berhenti seketika setelah ia memukul tanah kosong tersebut.
"Sial, aku tidak yakin apakah wanita itu mati atau tidak disana!" kata Evan kesal dan kemudian bangkit berdiri.
Evan bangkit berdiri dan tampak Sea Lin, Harimau Putih, dan teman-temannya yang lain telah berada disekitarnya, mereka menghampiri Evan.
"Evan apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Ray.
"Aku tidak..., Uhuk Uhuk Uhuk.." Evan terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya hingga hampir terjatuh dan untung Sea Lin dengan cepat menangkap tubuh Evan.
"Kakak Besar, kamu bertarung sampai terluka sangat parah!" kata Sea Lin dengan sangat khawatir sembari memapah membantu Evan berdiri tegak.
"Sial, aku terlalu memaksakan tubuhku yang terluka untuk bertarung!" kata Evan sambil memegang dadanya dan menahan rasa sakit.
Mereka yang melihat kondisi Evan yang terluka sangat parah pun menjadi khawatir.
Sementara itu tampak Mo Sueyan yang juga telah keluar dari Alam Fantasi Tujuh Bintang, dia terluka sangat parah dan terbaring terlentang disebuah padang rumput yang hijau.
"Uhuk Uhuk Uhuk..." Mo Sueyan terbatuk lemah mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Keparat!, lihat saja, jika aku bertemu dengan dia lagi aku pasti akan membunuh dan mencincang-cincang tubuhnya dan memberikannya ke anjing!" kata Mo Sueyan dengan kejam.
"Akan aku ingat, dendam ini!" ucap Mo Sueyan dengan nafas terengah dan mata menatap langit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1