
Tiga hari kemudian.
Evan dan Yue liang Chen masih melakukan Proses Perpindahan energi racun yang ada di tubuh Yue liang Chen ke tubuh Evan.
Tampak tubuh Yue liang Chen telah berubah menjadi normal dan tidak berwarna hitam pekat kebiru-biruan lagi. Namun sebaliknya, kini tubuh Evan lah yang telah berubah menjadi berwarna hitam pekat kebiru-biruan, seperti tubuh Yue liang Chen sebelumnya.
Akan tetapi Evan kini benar-benar sudah sangat kesakitan, tulang, daging dan organ tubuhnya mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa menyakitkan.
"Sial, tubuhku rasanya seperti mau meledak...." ucap Evan sembari merintih kesakitan dan tubuh yang dibanjiri oleh keringat.
"Hahahaha, bagaimana? rasanya sangat menyakitkan bukan?" ucap Yue liang Chen yang tubuhnya telah kembali normal.
"Bangsat kau! malah tertawa...." ucap Evan merasa kesal.
"Hahahaha, sekarang kamu lebih baik diam dan jangan terlalu banyak bicara. Kamu harus bertahan, karena tidak sampai lima belas menit lagi Proses Perpindahan energi racun akan selesai. Jadi berjuanglah!" kata Yue liang Chen memberi semangat kepada Evan yang tengah merasa sangat kesakitan.
*****
Sementara itu puluhan meter dari lokasi tempat Evan dan Yue liang Chen berada, tampak Qiu Shen dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang sedang berjaga-jaga di dalam Hutan.
"Ini sudah tiga hari dari hari dimana Tuan Jenderal menyuruh kita berjaga, tetapi sampai sekarang Tuan Jenderal maupun Pangeran Yue sama sekali belum memberi kabar kepada kita. Apakah disana Tuan Jenderal dan Pangeran Yue masih baik-baik saja?" tanya seorang Prajurit Pasukan Gagak Malam yang berada di dekat Qiu Shen.
"Tuan Jenderal dan Pangeran Yue pasti baik-baik saja, kalian jangan berpikir sembarangan. Kalian harus percaya pada Tuan Jenderal!" kata Qiu menjawab sekaligus menegur Prajurit tersebut, walaupun dirinya sendiri sebenarnya sedang sangat mengkhawatirkan keadaan Tuan Jenderalnya.
*Tuan Jenderal, kamu harus baik-baik saja...*
*****
Sementara itu di lokasi tempat Evan dan Yue liang Chen berada, tampak Yue liang Chen yang akhirnya akan segera mengakhiri Proses Perpindahan Energi Racun ke tubuh Evan.
Akan tetapi saat Yue liang Chen akan segera mengakhiri Proses Perpindahan Energi Racun ke tubuh Evan, Yue liang Chen mulai merasa aneh dan khawatir saat melihat Evan yang tiba-tiba seperti kehilangan tenaga untuk menahan rasa sakit.
__ADS_1
Yue liang Chen tidak tahu bahwa setelah mereka berbicara terakhir kalinya, sebenarnya Evan telah pingsan karena tidak tahan menahan rasa sakit yang dirasakannya.
"Evan..." Yue liang Chen mencoba memanggil Evan.
Melihat Evan yang tidak segera menjawab panggilannya, Yue liang Chen akhirnya menyadari kalau ada yang tidak benar dengan Evan.
"Hey bodoh! Kamu tidak boleh pingsan sekarang, cepat bangun! Jika kamu tidak segera bangun, maka tidak hanya kamu saja yang mati, tetapi seluruh makhluk yang ada di hutan ini juga akan ikut mati bersamamu!" teriak Yue liang Chen mencoba membangunkan Evan dari pingsannya.
-------
Sementara itu di dalam Lautan Spiritual Evan, tampak Para Elemen yang sedang berusaha sekuat tenaga mengendalikan energi racun yang masuk ke dalam Lautan Spiritual Evan.
"Sial, bocah ini malah benar-benar pingsan di menit-menit terakhir begini.... Jika bukan karena Kekuatan Jiwa Dewa milik kita telah diserap sampai hanya tinggal setengah oleh Jiwa Petarung miliknya, kita tidak mungkin akan kesusahan sampai seperti ini!" kata Elemen Es merasa kesal.
"Sudah, sebaiknya kalian jangan mengeluh, cepat bantu Evan mengendalikan energi racun ini untuk diserap oleh Jiwa Petarungnya!" kata Elemen Petir pada Para Elemen lainnya.
"Bintang, kamu jangan hanya berdiam diri saja disana, kamu cepat bantu kami mengendalikan energi racun ini!" ujar Elemen Petir meminta bantuan Elemen Bintang yang sedari tadi sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi.
"Sialan kau, apakah kamu masih marah kepada Evan karena kejadian sebelumnya?"
"Cih, siapa yang marah? Walaupun Jiwa Dewa milikku telah diserap sebanyak tujuh puluh persen oleh Jiwa Petarung sialan itu, tapi aku tetap masih tetap yang terkuat di antara kalian semua!" kata Elemen Bintang mulai merasa kesal saat Elemen Petir mengungkit kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Jika kamu benar-benar sudah tidak marah, maka cepatlah bantu kami!" ujar Elemen Petir.
"Bodoh, walaupun kalian tidak membantunya mengendalikan energi racun itu, Bocah ini juga tidak akan mati." kata Elemen Bintang.
"Apa maksudmu?" Elemen Petir merasa heran dan bingung dengan perkataan Elemen Bintang, begitu juga dengan Para Elemen lainnya.
"Sudah, kalian berhentilah melakukan usaha yang sia-sia. Aku beritahu kalian, kalian tidak hanya tidak membantu Evan, tetapi kalian juga telah menyia-nyiakan Kekuatan dan Energi yang kalian gunakan." kata Elemen Bintang memberitahu Para Elemen lainnya, kalau tindakan yang mereka lakukan hanyalah usaha yang sia-sia.
"Huuff...., sepertinya sudah saatnya....." gumam Elemen Bintang dengan suara pelan.
__ADS_1
Tiba-tiba Jiwa Petarung milik Evan dengan sangat mudah menyerap semua energi racun yang sedari tadi dengan susah payah dikendalikan oleh Para Elemen.
Para Elemen yang melihat itu merasa terkejut dan segera bergerak mundur menjauhi Jiwa Petarung yang dengan sangat cepat menyerap semua energi racun tersebut.
"...... saatnya Ujian ke sepuluh." ucap Elemen Bintang melanjutkan kalimatnya.
******
Sementara itu, Evan yang sedang pingsan tiba-tiba sadar dan langsung membuka kedua matanya dengan lebar.
"Yue liang Chen, kamu cepat pergi dari sini!" Evan langsung berbalik badan dan berteriak menyuruh Yue liang Chen untuk pergi.
Yue liang Chen benar-benar merasa sangat terkejut dan heran melihat Evan yang tiba-tiba sadar namun langsung memerintahkannya untuk pergi. Sesaat Yue liang Chen tidak tahu harus melakukan apa.
"Kenapa?....."
"Kamu tidak usah bertanya, cepatlah pergi! Semakin jauh kau pergi maka akan semakin baik!" ujar Evan berteriak dan memaksa Yue liang Chen untuk pergi meninggalkannya.
"Tetapi kenapa? kenapa aku harus pergi?"
"Kamu jangan bertanya lagi, sekarang kamu cepatlah pergi! Juga kamu bawalah Para Prajurit ku bersamamu! Pergilah sejauh yang kalian bisa!" kata Evan.
Kemudian karena paksaan dari Evan, akhirnya Yue liang Chen dengan sangat terpaksa mematuhi perintah Evan untuk pergi, walaupun sebenarnya dirinya masih belum mengerti alasan mengapa Evan menyuruhnya untuk pergi.
Yue liang Chen bangkit berdiri dan langsung mengepakkan Sayap Aura-nya.
"Baik aku akan pergi, tetapi kamu harus berjanji padaku, kamu harus baik-baik saja!" pinta Yue liang Chen dengan raut wajah serius.
"Baik aku berjanji padamu, jadi kamu cepatlah pergi!" kata Evan lagi.
Kemudian Yue liang Chen pun langsung terbang dan melesat pergi meninggalkan Evan.
__ADS_1