KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 159 : Serangan Kecil Dari Negara Mo


__ADS_3

"Syukurlah, bantuan telah datang!" ucap Reya tersenyim dengan wajah penuh dengan darah.


"Semuannya Bertahan! Serang Balik!" seru Tang Chen setelah melihat Evan dan bala bantuan telah datang.


Reya dan Tang Chen juga Para Prajurit Kuda Darah yang tadinya terpojok kini menyerang balik dengan semangat membara, Sorakan penuh semangat membakar semangat para Prajurit Kuda Darah.


Pasukan Negara Mo menjadi kelabakan dengan kembalinya semangat yang membuat prajurit Kuda Darah menjadi beringas dan kuat kembali, dan belum lagi Evan dan pasukan bantuan yang datang menyerang mereka.


Nampak sang Komandan yang memimpin Pasukan musuh memasang wajah cemas sembari berteriak pada prajuritnya. "Bagi Pasukan Menjadi Dua!, sebagian tetap serang ke arah kota, sisanya ikut aku menghalau pasukan bantuan mereka!"


"Serang Ke Arah Sana!"


"Serang! Cincang mereka!!"


Teriak pasukan Prajurit Negara Mo, Sebagian dari Para prajurit Negara Mo langsung berpindah arah menyerang Evan dan prajuritnya.


"RAAAGH.....!!" teriak para prajurit Negara Mo dengan wajah sangar sambil berlari menuju Evan dan pasukannya.


Evan , Sea Lin dan Wolf berada dibarisan paling depan memimpin pasukan Serigala yang mereka bawa.

__ADS_1


"SERANG !!" seru Evan dan Sea Lin langsung maju bersama-sama berhadapan dengan para prajurit musuh. Evan dengan Senjata Pedang Taring Api yang berkorbar sedangkan Sea Lin dengan senjata tombak sabitnya yang mengeluarkan energi kegelapan, Mereka berdua menebas menghabisi para musuh dengan ganas hingga tubuh para prajurit musuh terpotong-potong hingga mereka menjerit sangat kesakitan.


"AAAAAAAA !!" Jerit para musuh kesakitan, mayat musuh bergelimpangan di atas tanah berpasir, darah musuh mengubah pasir yang tadinya berwarna kuning menjadi merah karena darah mereka.


Evan dan Sea Lin berperang dengan sangat brutal, ganas dan berani yang membuat musuh tidak berdaya melawan.


"Wolf!, bantu pasukan kuda darah, jangan sampai Pasukan Musuh memasuki kota!, yang disini biar aku dan Sea Lin yang mengurusnya!" perintah Evan sembari menebas para musuh hingga terpotong-potong.


"Siap Jenderal!, Pasukan Serigala dengarkan perintah Jenderal bantu pasukan Kuda Darah melindungi kota!" seru Wolf kepada prajurit Serigala. Dengan segera prajurit Serigala langsung melaju berlari ke arah Pasukan Negara Mo yang sedang bertemput dengan Pasukan Kuda Darah.


Disisi Lain Evan dan Sea Lin hanya berdua saja berperang melawan pasukan musuh yang tadi berbelok menyerang ke arah mereka.


"Sea Lin, Serang!" perintah Evan berteriak.


Evan dan Sea Lin seperti harimau ditengah kerumunan Domba, mereka berdua menghabisi pasukan Negara Mo dengan sangat mudah, hingga komandan yang memimpin pasukan musuh pun merasa gentar.


Kemudian Evan dan Sea Lin terpisahkan, karena Seorang prajurit musuh dengan tubuh yang sangat besar dengan palu yang besarnya menyerang memukul ke arah Evan, namun Evan menghindar dengan cepat dengan melompat dari kudanya. "BAAM!" hantam Palu besar tersebut dengan sangat kuat, Evan berhasil menghindar tetapi kuda miliknya yang terpukul oleh palu besar langsung mati seketika.


Sea Lin yang terpisah diserang oleh Komandan pasukan musuh dengan Golok Besarnya, namun Sea Lin berhasil menahan serangan golok itu dengan tombak Sabitnya, Kemudian Sea Lin pun terdorong mundur menjauh dari Evan.

__ADS_1


"Seperti Kelinci Yang hanya bisa melompat dan Menghindar!, Mati Kamu!" kata si Prajurit yang berbadan besar sambil menyerang Evan lagi.


Evan dengan langkah bayangan pembunuhnya langsung bergerak dengan cepat memenggal kepala si Prajurit berbadan besar tersebut.


Disisi Lain Sea Lin sedang berhadapan dengan komandan pasukan musuh yang berada ditingkat Jenderal level 5.


Nampak Sea Lin yang sedang terpojok karena berhadapan dengan banyaknya Prajurit Musuh yang mengepungnya, ditambah lagi dengan seorang tingkat Jenderal level lima yang ada dihadapannya.


"Petarung Kegelapan ini sangat kuat!, padahal dia hanya seorang diri tetapi banyak dari pasukanku sudah dibunuh olehnya !" Gumam si Komandan mengerutkan dahinya.


"Tetapi Dia sudah kami kepung, sangat mudah untuk menghabisinya!" pikir si Komandan dalam benaknya.


"Semuannya Serang Dia!" seru si Komandan musuh memberi perintah pada pasukannya.


"Hehe..., Tubub FISIK Mayat!" ucap Sea Lin yang menggunakan jurus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2