KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 227 : Yuna Li Bertemu Dengan Ibu dan Kakaknya


__ADS_3

Setelah Evan dan Tang Chen pergi, Jenderal Yunfan Li masih merasa kesal dan kecewa kepada Istri dan Putri pertamanya itu.


"Luanyi, Ruyin, aku kecewa kepada kalian, kalian berdua sebagai Istri dan Putri Tertuaku tidak memandang aku sebagai kepala keluarga disini!, kalian berdua sudah tahu bahwa aku sangat berhutang budi pada orang tua Pangeran Evan, tetapi kalian sangat tidak menghargainya bahkan kalian berdua dengan sangat mudahnya mengusir Pangeran Evan, aku sangat kecewa kepada kalian berdua!" kata Jenderal Yunfan Li merasa kesal pada Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li yang ada disisinya.


Mendengar itu Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li hanya diam memendam kesal.


Tak lama kemudian Yuna Li yang mendengar suara keributan pun datang menghampiri mereka yang berada dihalaman.


"Ibu, Kakak!!" kata Yuna Li yang sangat terkejut dan senang ketika melihat Ibu dan Kakak tersayangnya yang sangat jarang pulang ada didepan matanya.


"Yuna!?" sebut Bibi Rue Luanyi dan Ruyin Li yang seketika langsung mengubah ekapresi ketika melihat Yuna Li yang paling mereka sayangi.


Dengan sangat gembira Yuna Li berlari dan masuk kedalam pelukan kakaknya Ruyin Li.


"Kakak!-Yuna!" sebut Yuna Li dan Ruyin Li yang saling memeluk dengan penuh kerinduan.


"Kakak dan Ibu kapan sampai?, kenapa tidak memberitahuku kalau akan datang?" tanya Yuna Li dengan sangat manja.


"Kami baru saja sampai, Ibu dan Kakak berniat ingin memberi kejutan untuk kamu, jadi kami sengaja tidak memberitahu kamu kalau kami akan datang!" jawab Bibi Rue Luanyi dengan sangat lembut.


"Ooh begitu, hmmm..., tadi aku mendengar ada suara keributan dari sini, sebenarnya ada apa?" tanya Yuna Li merasa penasaran.


"Ibu dan Kakak kamu mengusir kedua teman kamu, si Topeng Perak dan Tang Chen!" jawab Jenderal Yunfan Li dengan lugas.


Mendengar itu Yuna Li pun terkejut dan mendorong Ruyin Li dari pelukannya dengan pelan.


"Kenapa!?, kenapa Ibu dan Kakak mengusir Topeng Perak dan Tang Chen?, mereka berdua adalah orang yang menolongku saat aku berada dihutan, mereka berdua adalah temanku!" ujar Yuna Li merasa sedih dan heran.


"Siapa yang si Topeng Perak!?, Yuna, kamu telah dibohongi, dia adalah Evan si pecundang sampah tidak berguna itu!, kamu tidak boleh berdekatan apa lagi berteman dengan dia atau temannya!, menjauhlah dari mereka!" ujar Ruyin Li melarang dengan tegas Yuna Li untuk berteman dengan Evan dan Tang Chen.


"Apa!?, si Topeng Perak adalah Pangeran Evan!?" kata Yuna Li sontak terkejut mengetahui bahwa si Topeng Perak yang dia kenal adalah Evan.


"Benar, Topeng Perak teman kamu itu adalah Evan, kamu telah dibohongi olehnya!, jadi menjauhlah dari mereka kedepannya dan jangan lagi berteman dengan mereka!" kata Bibi Rue Luanyi yang juga ikut melarang Yuna Li untuk berteman dengan Evan dan Tang Chen.


"Benar apa yang dikatakan Ibu, dan untung saja kami sudah mengusirnya pergi jika tidak mereka akan membohongi kamu tidak tahu sampai kapan!" kata Ruyin Li dengan lembut sembari membelai rambut (kepala) Yuna Li dengan lembut.


Namun seketika Yuna Li menepis dan menyingkirkan tangan Ruyin Li yang membelai rambutnya.

__ADS_1


Melihat itu, Mereka Ayah, Ibu, dan Kakaknya pun terkejut dan heran.


"Jika Topeng Perak benar adalah Pangeran Evan maka Ibu dan Kakak lebih tidak boleh mengusirnya!, Ibu dan Kakak tidak pernah tahu, betapa sangat rindunya aku ingin bertemu dengan Pangeran Evan!, aku setiap hari menunggunya dengan penuh ke khawatiran berharap agar aku bisa bertemu dengan Pangeran Evan, tetapi kenapa kalian malah mengusirnya pergi?, aku membenci Ibu dan Kakak!" kata Yuna Li dengan marah yang seketika langsung membuat Bibi Rue Luanyin dan Ruyin Li terkejut dan merasa sedih.


Kemudian Yuna Li pun berbalik dan berlari pergi meninggalkan mereka dengan hati penuh amarah dan sedih.


"Yuna!...." sebut Ruyin dengan suara lemah dan pelan dengan raut wajah sedih melihat adik tercintanya pergi meninggalkannya setelah mengatakan hal yang sangat menyakiti hatinya.


Sebagai Ibu dan Kakak yang sangat menyayangi Yuna Li seperti berlian, hati mereka sangat sakit ketika mendengar Yuna Li mengatakan bahwa dia sangat membenci mereka berdua.


"Aku tidak menyangka ternyata putri keduaku Yuna Li sangat khawatir dan merindukan Pangeran Evan sejak lama!" pikir Jenderal Yunfan dalam hatinya dengan raut wajah tersenyum.


Sementara itu disisi lain tampak Evan dan Tang Chen sedang berjalan dijalanan kota Siun yang ramai.


"Huh!, dasar wanita busuk sialan!, jika aku jadi kamu, aku pasti akan langsung memotong lidah wanita busuk sialan itu dan kemudian memberikannya kepada anjing untuk dimakan!" kata Tang Chen yang merasa sangat kesal dan geram.


"Hahaha...., kamu kejam sekali, dia itu wanita yang sangat cantik loh, apakah kamu tega melakukan apa yang tadi kamu katakan kepadanya?" tanya Evan yang tampak tidak mempermasalahkan kejadian di kediaman Jenderal Yunfan Li sebelumnya.


"Humph!, hanya wanita busuk sialan seperti itu aku bisa melakukan hal yang lebih kejam kepadanya!" jawab Tang Chen bertekad dengan tegas.


"Tetapi Evan, kenapa kamu tidak mengatakan saja dan menunjukan bahwa kamu yang sekarang sudah tidak sama seperti dulu lagi?, sekarang kamu adalah seorang Jenderal Besar Penguasa Provinsi Nanzhou yang sangat dihormati dan disegani, sedangkan Jenderal Yunfan Li ayahnya si Wanita busuk sialan itu hanyalah Jenderal Penjaga Kota saja yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denganmu!, jika tadi kamu mengatakannya aku yakin pasti dua wanita busuk akan langsung diam dan tidak berani berbicara apapun lagi menghina dirimu!" ujar Tang Chen kepada Evan.


"Tang Chen, kamu dengarkan aku, jika misalnya aku mengungkapkan identitasku bahwa aku adalah seorang Jenderal Besar Nanzhou kepada mereka, maka mungkin mereka pasti seperti yang tadu kamu katakan, mereka akan tidak berani bicara apapun kepadaku apa lagi menghinaku seperti tadi dan mereka akan pasti akan sangat hormat, menghargaiku, segan dan akan dengan senang hati berteman denganku. Tetapi itu bukanlah hal yang aku inginkan, karena jika aku mengungkapkan identitasku aku yakin akan ada banyak orang yang ingin berteman denganku, tetapi aku tidak akan pernah tahu bahwa teman yang banyak itu apakah ada yang tulus berteman denganku atau tidak!" jawab Evan sembari tersenyum kepada Tang Chen.


"Dan lagi pula bersikap rendah hati dan tidak sombong bukankah lebih baik?, benar tidak Tang Chen teman terbaikku!?" ujar Evan sambil tersenyum tulus kepada Tang Chen.


Mendengar itu Tang Chen pun tertegun mendengarnya dan merasa bahagia.


"Yah benar, Apa yang kamu katakan semuannya benar, Evan kamu juga adalah teman terbaikku!" kata Tang Chen sambil tersenyum bahagia.


Mendengar itu Evan pun langsung merangkul Tang Chen.


"Hahaha..., bagus!, sekarang ayo kita cari tempat yang bagus untuk menginap!" kata Evan mengajak Tang Chen dengan sangat bersemangat dan gembira.


Sementara itu di kediaman Jenderal Yunfan Li tepatnya didalam sebuah kamar, tampak Yuna Li sedang menangis di atas tempat tidur.


"Pangeran Evan, kenapa kamu membohongiku? kenapa kamu sebelumnya tidak mengatakan bahwa kamu adalah Pangeran Evan?, tidak tahukah kamu bahwa aku sangat merindukan dan mengkhawatirkan kamu setiap waktu?" kata Yuna Li bertanya-tanya.

__ADS_1


Namun tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamar tempat Yuna Li menangis.


"Siapa itu?, jika Ibu atau Kakak pergilah, aku tidak mengijinkan kalian untuk masuk kamarku, aku masih marah dan kesal pada kalian!" kata Yuna Li sembari mengusap air matanya.


"Ini Ayah, Yuna Li apakah Ayah bisa masuk?, Ayah ingin membicarakan tentang Pangeran Evan denganmu!" ujar Jenderal Yunfan Li dari balik pintu.


"Jika Ayah ingin ikut menjelekan Pangeran Evan lebih baik Ayah pergi saja!, aku tidak ingin mendengarnya!" kata Yuna Li dengan tegas.


Mendengar itu Jenderal Yunfan Li yang berada dibalik pintu pun tersenyum.


"Karena Yuna Li menyuruh Ayah pergi maka Ayah akan pergi, Huuuft...., sayang sekali padahal Ayah hanya ingin mengatakan bahwa Pangeran Evan masih berada di kota Siun dan Ayah ingin mengajak kamu untuk pergi bertemu dengannya besok!" kata Jenderal Yunfan Li yang dari balik pintu.


Yuna Li yang mendengar hal itu pun terkejut dan dengan cepat langsung bergegas berjalan menuju pintu.


"Ya sudah karena Yuan Li ingin Ayah pergi kalau begitu Ayah akan pergi Yah....." kata Jenderal Yunfan Li sembari tersenyum yang padahal masih berdiri menghadap pintu dan menunggu Yuna Li membukakan pintu.


"Kreek!...." Yuna Li membuka pintu kamarnya.


"Ayah boleh masuk!" kata Yuna Li dengan raut wajah muram.


Kemudian Jenderal Yunfan Li pun masuk ke dalam kamar Yuna Li.


"Apakah yang Ayah katakan benar?, Pangeran Evan masih belum pergi meninggalkan kota Siun?" tanya Yuna Li yang masih menunjukan raut wajah muramnya.


"Benar, Pangeran Evan masih berada disebuah penginapan di dalam kota Siun, karena sebelumnya Ayah telah melakukan sebuah kesepakatan dengan Pangeran Evan, jadi Pangeran Evan tidak mungkin akan pergi begitu saja dari kota Siun!" kata Jenderal Yunfan Li menjawab Yuna Li.


Mendengar itu Yuna Li pun merasa sangat senanng dan sangat gembira.


"Ayah memang yang paling terbaik!, terima kasih Ayah!" ucap Yuna Li merasa sangat gembira dan senang hingga melompat dan memeluk Jenderal Yunfan Li.


"Iyah sama-sama!" kata Jenderal Yunfan Li yang ikut merasa senang melihat Yuna Li putri kesayangannya bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


......................


__ADS_2