KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 351 : Malam Hari Dikamar Sea Lin


__ADS_3

Singkat cerita pada malam hari, Evan memberi perintah kepada semua teman-temannya untuk berkumpul di ruang rapat kediaman Jenderal.


Sementara itu, tampak Sea Lin yang terlambat baru keluar dari kamarnya dan sedang terburu-buru untuk pergi ke ruang rapat.


Saat Sea Lin menutup pintu rumahnya, tiba-tiba dari arah belakang Chu Xian datang menghampiri dirinya.


"Sea Lin!" panggil Chu Xian datang menghampiri Sea Lin yang sedang menutup pintu rumah.


Mendengar suara Chu Xian yang memanggilnya, Sea Lin pun menoleh dan melihat ke arah Chu Xian yang sedang berjalan menghampirinya.


Melihat ada kesempatan kedua, Sea Lin mencoba untuk bersikap dewasa seperti yang dikatakan oleh Evan dan di inginkan oleh Chu Xian.


"Xian Xian?, kenapa kamu masih disini, bukankah tadi kamu mengatakan ingin kembali ke Akademi?" ujar Sea Lin merasa heran sambil berbalik badan ke arah Chu Xian.


"Aku tidak jadi kembali malam ini, bukankah tadi kamu menyuruhku untuk tetap tinggal dan menginap disini untuk satu malam?" ujar Chu Xian.


Mendengar itu Sea Lin pun tersenyum dan merasa senang.


"Kamu ada perlu apa datang ke tempatku?, apakah kamu merindukan diriku?" ujar Sea Lin sambil tersenyum dengam lembut kepada Chu Xian.


"Yah, aku tiba-tiba merindukan kamu!" kata Chu Xian sembari tersenyum pada Sea Lin.


Mendengar itu, Sea Lin sungguh merasa terkejut dan sangat senang.


"Kamu merindukan aku?, tetapi tadi sore bukannya kamu bilang tidak merindukan aku?" ujar Sea Lin merasa heran.


"Sea Lin, bolehkah aku memelukmu?" pinta Chu Xian yang sedang sangat merindukan Sea Lin.


Mendengar permintaan Chu Xian yang ingin memeluk dirinya, Sea Lin tertegun dan merasa heran.


"Kamu peluklah, untuk apa meminta ijin?" ujar Sea Lin sambil tersenyum dan dengan senang hati memenuhi permintaan Chu Xian.


Kemudian Chu Xian langsung memeluk Sea Lin, dan sebaliknya Sea Lin juga memeluk Chu Xian dengan hangat.


Khawatir dilihat oleh orang lain, Sea Lin membawa Chu Xian masuk kedalam kamar, mereka berdua duduk dengan saling berpelukan di atas tempat tidur.


"Ada apa Chu Xian?, kamu terlihat aneh malam ini!" ujar Sea Lin bertanya dengan lemah lembut kepada Chu Xian.

__ADS_1


"Chu Xian?, panggilan itu terdengar sangat asing bagiku, kamu panggilah aku seperti biasanya saja!" kata Chu Xian sambil memeluk Sea Lin.


"Xian Xian, kamu kenapa?" tanya Sea Lin mengubah nama panggilan.


"Aku ingin minta maaf!" ucap Chu Xian meminta maaf sambil memeluk Sea Lin.


"Kamu minta maaf untuk apa?" tanya Sea Lin merasa heran sengan Chu Xian yang tiba-tiba meminta maaf padanya.


"Semuannya!, aku minta maaf atas semua sikap burukku padamu!" ujar Chu Xian meminta maaf.


"Untuk apa kamu minta maaf?, kamu tidak salah!" kata Sea Lin sambil memeluk Chu Xian.


"Aku salah!, aku harus minta maaf atau kamu akan meninggalkan diriku!" kata Chu Xian yang tiba-tiba langsung memeluk Sea Lin dengan sangat erat.


"Sea Lin, aku minta maaf, kamu jangan meninggalkan aku, aku mohon!" pinta Chu Xian sambil memeluk Sea Lin dengan sangat erat.


Sea Lin merasa sangat heran melihat sikap Chu Xian yang tiba-tiba berubah menjadi sangat aneh.


"Kamu kenapa?, kenapa jadi aneh seperti ini?" tanya Sea Lin merasa sangat heran.


"Aku tidak tahu, aku sungguh tidak tahu, sejak kamu pergi meninggalkan aku tadi sore, aku tiba-tiba merasa sedih dan takut, aku hanya merasa sangat takut, aku takut kehilanganmu. Aku mohon, kamu jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi, aku mohon!" kata Chu Xian sambil memeluk Sea Lin dengan sangat erat sambil menangis tersedu-sedu.


"Baiklah, sudah jangan sedih, aku janji tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi, sudah berhentilah menangis, ini tidak seperti Chu Xian yang aku kenal!" ujar Sea Lin mencoba menenangkan sambil memeluk Chu Xian dengan hangat dan penuh kasih sayang.


Setelah beberapa saat kemudian didalam pelukan Sea Lin yang hangat, akhirnya Chu Xian berhenti menangis.


"Sudah berhenti menangis, aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu. kamu kembalilah ke kamarmu dan tidurlah, aku ingin pergi rapat dengan yang lainnya!" kata Sea Lin dengan sangat lemah lembut sambil saling melepaskan pelukan mereka.


"Tidak mau, aku ingin tidur disini, dikamarmu!, boleh yah?" pinta Chu Xian dengan sikap anak-anaknya dan langsung kembali memeluk Sea Lin.


"Aaah?, itu sepertinya adalah kalimatku. Yah sudah, kamu tidurlah dikamarku, nanti aku akan cari kamar lain!" kata Sea Lin dengan lemah lbut sambil tersenyum pada Chu Xian.


"Tidak boleh, ini adalah kamarmu, kamu tidak usah cari kamar lain. Kamu tidurlah disini bersamaku!" kata Chu Xian tidak memperbolehkan Sea Lin untuk tidur di kamar lain.


"Tidur bersama!?" tanya Sea Lin merasa sangat terkejut mendengar perkataan Chu Xian.


Chu Xian menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dan kemudian melepaskan pelukannya kepada Sea Lin.

__ADS_1


"Kamu pergilah rapat dan cepatlah kembali, aku ingin memberikan kejutan untukmu!" kata Chu Xian sambil tersenyum nakal kepada Sea Lin.


"Kejutan?" tanya Evan merasa heran dan sangat penasaran.


"CUP!" Chu Xian tiba-tiba langsung mencium tepat di bibir Sea Lin.


Sea Lin seketika langsung mematung dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Itu adalah kejutan pembuka yang aku berikan, jika kamu menginginkan kejutan yang berikutnya, maka cepatlah kembali!" ujar Chu Xian sambil tersenyum nakal pada Sea Lin yang masih mematung.


Sea Lin yang mematung dan tidak bisa berkata apa-apa hanya menganggukan kepalanya dengan patuh.


Kemudian Sea Lin turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar meninggalkan Chu Xian sendirian.


Setelah sampai didepan pintu, Sea Lin memegang bibirnya yang tadi dicium oleh Chu Xian, jantung Sea Lin berdebar dengan sangat cepat dan kuat, hingga terdengar oleh telinga.


"Chu Xian menciumku?" gumam Sea Lin sambil menyentuh bibirnya dengan perlahan.


"Tidak!, ini pasti mimpi atau khayalan aku saja!" kata Sea Lin merasa sangat tidak yakin dengan apa yang dialaminya barusan.


Untuk nemastikan Sea Lin langsung menoleh ke belakang dan kemudian melihat Chu Xian yang sedang duduk di atas rempat tidur sambil melihat ke arahnya.


"Ini bukan mimpi, ini sungguhan!" gumam Sea Lin merasa sangat senang dan bahagia.


"Aku harus segera pergi rapat dan kembali ke kamar dengan cepat!" kata Sea Lin merasa sangat senang dan menantikan kejutan yang akan diberikan oleh Chu Xian kepadanya.


Kemudian Sea Lin dengan segera langsung pergi ke ruang rapat untuk rapar bersama dengan Evan dan yang lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2