
Karena sang Jenderal mereka sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan lagi untuk mengejar dan menyerang Mo Sueyan dan pasukannya, teman-teman Evan pun akhirnya menarik seluruh pasukan untuk kembali ke Nanzhou.
Kemudian dengan digendong oleh Sea Lin, Evan yang pingsan pun akhirnya dibawa kembali pulang oleh teman-temannya ke Nanzhou.
Singkat cerita di Kediaman Jenderal, tampak Sea Lin dan yang lainnya mengantar Evan kembali pulang ke kediaman Jenderal.
Nan Ruyu, Ruyin dan Ran Ran yang sedang berada dihalaman pun terkejut melihat Evan yang pulang dalam keadaan pingsan dan digendong oleh Sea Lin.
"Kenapa dengan Evan?, kenapa dia bisa pingsan?" tanya Nan Ruyu kepada Sea Lin dan teman-teman Evan yang lainnya.
Mendengar pertanyaan Nan Ruyu, Sea Lin dan yang lainnya pun hanya menggelengkan kepala mereka.
"Kami juga tidak tahu, tadi disaat kami sedang ingin mengejar pasukan musuh, tiba-tiba Kakak Besar tidak tahu kenapa menjadi seperti tidak bisa bergerak dan tidak lama kemudian Kakak Besar pun pingsan!" jawab Sea Lin mencoba menjelaskan kejadiannya sambil menggendong Evan dipunggungnya.
"Karena Evan pingsan, jadi kami pun terpaksa melepaskan musuh yang sudah ada didepan mata dan menarik mundur pasukan untuk kembali ke Nanzhou!" kata Luo Bai.
"Sudah, kalian bawalah Evan ke kamarnya!" ujar Ruyin Li kepada Sea Lin dan yang lainnya.
Kemudian mereka pun mengantar Evan yang dalam kondisi pingsan ke kamar Evan, karena mereka sudah mengantar Evan maka sebagian teman-teman yang tadi mengantar Evan pun, pergi kembali ke Benteng Pertahanan untuk berjaga, dan hanya menyisakan Sea Lin untuk menjaga Evan bersama tiga istri Evan yang sebelumnya.
Tidak lama kemudian Ririn, Reya dan Cao Cao datang ke kamar Evan, dan mereka bertiga pun masuk ke dalam kamar Evan.
Tampak Evan yang sedang terbaring pingsan di atas tempat tidur dengan dijaga oleh Sea Lin, Nan Ruyu, Ruyin Li, dan Ran Ran.
"Maaf kamu baru datang, kami tadi sedang berada dihalaman belakang, bagaimana keadaan Evan sekarang?, mengapa dia bisa pingsan?" tanya Reya yang merasa khawatir.
Kemudian Sea Lin pun menjelaskan kepada Ririn, Reya dan Cao Cao dengan penjelasan yang sama seperti sebelumnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Sea Lin, mereka bertiga pun terdiam sejenak dan merasa bingung juga penasaran dengan apa yang terjadi kepada Evan.
__ADS_1
"Kalian semua keluarlah, biar aku saja yang menjaga dan merawat Evan" ujar Ririn kepada mereka semua.
Namun mereka semua menolak permintaan Ririn untuk keluar dari, karena bagaimana pun mereka juga adalah orang-orang yang paling dekat dengan Evan, mereka ingin tetap menjaga disisi Evan hingga nanti Evan sadar dan bangun dari pingsannya.
"Maaf Ririn, kami berempat tidak akan pergi, karena bagaimana pun kami berempat jugalah istri Evan, jadi biarkan kami sebagai istri melakukan kewajiban kami untuk menjaga Evan!" kata Reya yang perkataannya didukung oleh tiga istri Evan yang lainnya.
"Maaf Kakak Ipar pertama, aku juga tidak akan pergi, karena bagaimana pun aku juga adalah sahabat yang paling dekat dengan Kakak Besar Evaan, aku juga ingin tetap disini menjaga Kakak Besar,hingga Kakak Besar sadar!" kata Sea Lin yang sama tidak mau pergi.
"Aku juga, aku tidak mau pergi karena aku adalah adik kesayangan Kakak Evan, aku juga ingin menjaga Kakak Evan!" kata Cao Cao yang juga sama tidak mau pergi.
Karena melihat mereka semua tidak mau pergi, Ririn pun hanya bisa tersenyum pasrah.
"Baiklah, karena kalian sudah berkata seperti itu maka aku tidak akan merahasiakannya lagi!" ujar Ririn dengan senyum pasrah melihat keenam orang itu yang bersih keras tidak mau keluar dari kamar.
Mendengar kata 'Rahasia' dari Ririn, mereka semua pun sontak heran dan penasaran dengan 'Rahasia' apa yang sebenarnya ingin ditunjukan oleh Ririn kepada Mereka.
Kemudian Ririn dengan perlahan mendudukan Evan yang masih belum sadar dari pingsannya, Ririn mendudukan Evan dengan posisi membelakangi mereka semua.
Melihat itu, mereka semua pun sontak merasa heran dan bingung dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ririn.
"Kakak Ipar pertama, apa yang sedang kamu mau lakukan?, tidak mungkinkan kamu ingin melakukan itu didepan aku dan Cao Cao?" tanya Sea Lin yang sudah salah paham.
"Diam!, sembarangan aja kalau ngomong, sebaiknya kamu diam dan lihat saja, jangan banyak tanya!" ujar Ririn merasa kesal dengan pertanyaan Sea Lin.
"Hehehe Baik!" kata Sea Lin sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya.
Kemudian akhirnya Ririn pun menyentuh punggung Evan dengan telapak tangannya yang mengeluarkan aura energi dingin, Ririn mengusap punggung Evan dari atas hingga bawah dengan telapak tangannya yang mengeluarkan energi dingin.
Kemudian 8 tato dari 12 tato Kaisar Dewa Burung 12 Elemen pun aktif dan muncul satu per satu secara perlahan dipunggung Evan, pertama dimulai dari Tato Burung Berwarna Hitam Pekat, kedua Burung Berwarna Merah Menyala kemudian lanjut Tato bergambar burung yang lainnya dengan setiap warna yang berbeda, sesuai dengan urutan kebangkitannya, hingga yang terakhir adalah tato Burung Berwarna Emas.
__ADS_1
Melihat itu mereka semua pun seketika sontak terkejut dengan Tato-tato burung yang muncul perlahan dipunggung Evan.
"Tato apa itu?, kenapa bisa ada dipunggung Evan?" tanya Reya merasa heran dan penasaran.
"Bisakah Kakak Ipar pertama memberitahukan kepada kami tato apa yang ada dipunggung Kakak Besar Evan sebenarnya?" tanya Sea Lin kepada Ririn.
"Ririn, kamu tahu kalau Evan memiliki Tato itu, dan kamu juga tahu bagaimana cara mengeluarkannya, kamu pasti juga tahukan tato apa itu sebenarnya?" ujar Nan Ruyu kepada Ririn.
Kemudian Ririn pun menjawab dan menjelaskan sebagian kecil tentang Tato-tato Kaisar Dewa Burung 12 Elemen kepada mereka semua.
"Ini adalah tato burung yang pastinya akan muncul saat Evan membangkitkan kekuatan Elemen barunya, setiap warna burung mewakili setiap Elemen yang Evan miliki, Hitam gelap adalah Kegelapan, Merah menyala adalah Api, Hijau muda adalah Tumbuhan, Hijau Tua adalah Angin, Biru Tua adalah Petir, Biru muda adalah Air, dan Kuning adalah Tanah!" kata Ririn menjelaskan dan 7 tato yang sudah dia ketahui.
"Dan sedangkan Tato Burung berwarna Emas ini pasti adalah Elemen yang baru saja dibangkitkan oleh Evan, jadi aku masih belum tahu Elemen apakah ini!" ujar Ririn menjelaskan kepada mereka semua.
"Hanya itu saja yang bisa aku beritahukan kepada kalian, selebihnya kalian tanyalah sendiri kepada Evan!" ujar Ririn kepada semuannya.
Ririn hanya memberitahu setengah dari yang dia ketahui, karena jika menyangkut tentang Kaisar Dewa 12 Elemen Ririn tidak berani mengatakannya tanpa persetujuan dari Evan.
Setelah mendengar penjelasan dari dari Ririn, akhirnya mereka semua pun merasa menjadi lebih tenang dan berhenti untuk bertanya lebih dalam lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................