
Kaisar Gu Tianxing membawa Evan dan Sea Lin dan memperkenalkannya pada para tetua yang cukup berpengaruh di negara Gu, diantaranya adalah :
ALIANSI DARAH PERAK, Tai Cong dengan muridnya Chang Yuan.
SEKTE TANAH RETAK, Tetua Su go dengan muridnya Lan Feng dan Chen Feng.
SEKTE GUNUNG ABADI, Tetua Hua dengan muridnya Rui Li.
SEKTE PEDANG PENENTANG LANGIT, Tetua Jun dengan muridnya Jie Khan.
PANGLIMA MUDA Wu Shen.
Dan masih banyak lagi, Semuannya adalah orang-orang hebat dan para jenius muda dari setiap penjuru negara Gu.
"Semua orang perkenalkan dia adalah Evan Li, penguasa baru provinsi Nanzhou..." kata Kaisar Gu memperkenalkan Evan.
Orang- orang memuji Evan didepan Kaisar Gu dan ada juga beberapa orang yang meremehkan Evan, dan menganggap kaisar Gu bodoh karena telah memilih Evan sebagai jenderal penguasa Nanzhou, ada yang benar-benar tulus dan ada yang tidak dalam memuji Evan.
"Tidak menyangka ternyata Jenderal besar Nanzhou kita yang baru adalah seorang anak muda!" puji Tetua Hua.
"Yah, Evan ini masih lebih muda dari muridku Chen Feng!" kata Tetua Su Go
Mereka pun mulai bercakap-cakap dikursi penonton dan dengan setiap jenius dari setiap perwakilan berdiri disamping mereka, termasuk Evan yang berdiri disamping Kaisar Gu.
"Seluruh peserta dipersilahkan mengambil Nomor, setiap nomor yang disebutkan akan langsung bertarung di atas arena, pemenangnya diputuskan jika lawannya menyerah, tidak sadarkan diri, keluar arena, atau mati. tidak diperbolehkan membunuh lawan jika lawan sudah berkata menyerah!" ucap seseorang yang memimpin pertandingan.
"TSK !, ini terlalu lambat, aku harus segera kembali ke kota Salju Merah Darah, Ririn dan yang lainnya masih menungguku!" Gumam Evan.
"Whuussh.... Tak tak!" Evan meloncat dari tempat ia berdiri ke arena dan mendarat dengan ringan.
"Hei Nak, Nomor pesertanya belum dibagikan untuk apa kau kesini!, jangan melanggar peraturan!" ucap si Pemimpin pertandingan.
"Ini terlalu lambat.....!" kata Evan dengan suara pelan.
"Tuan Kaisar, tidak perlu membuang waktu lagi, tidak perlu menyuruh semua sampah untuk bertarung satu per satu, walaupun mereka semua bersatu melawanku, mereka tetap saja bukanlah lawanku!." ucap Evan dengan nada yang sombong.
"Sial!, bocah dari mana ini?, sombong sekali!"
"Anak siapa ini!?, ingin sekali aku beri pelajaran!"
"Beraninya meremehkan kami!?"
"Kenapa ada bocah bau kencur yang nyasar kesini!?"
Para peserta dan penonton kesal dengan kemunculan dan perkataan Evan yang amat sombong.
"Hari ini aku akan membangun reputasiku, jika aku memenangkan kompetisi ini maka tidak akan ada orang berani meremehkan aku atau meragukan posisi aku sebagai jenderal penguasa Nanzhou!" pikir Evan dalam hatinya.
"Jadi Kaisar, langsung tunjuk saya saja, sebagai pemenangnya!" kata Evan.
__ADS_1
"Sial!, Evan ini bukannya terlalu sombong?, apa dia tidak menganggapku!?" batin Kaisar Gu kesal.
"Kak Evan semangat!, kalahkan mereka semua!" teriak Sea Lin dengan sangat keras, hingga semua orang menatapnya dengan aura yang mematikan yang membuat Sea Lin seketika menjadi diam.
"Anak muda ini terlalu sombong, Lan Feng maju beri dia pelajaran!, aku akan beri kau hadiah setelah menghajarnya!" perintah Tetua Su Go.
"Siap Tetua!" jawab Lan Feng memberi hormat.
"Hehehehe bocah sepertinya aku akan dapat hadiah dengan mudah hari ini!" batin Lan Feng.
Kemudian Lan Feng loncat naik ke atas arena. "Karena Kau terlalu sombong!, aku akan beri kau pelajaran agar jangan meremehkan orang sesuka hatimu!" kata Lan Feng berjalan mendekati Evan.
"Kau terlalu banyak omong kosong!" ucap Evan dengan wajah dingin.
"Kau!, Hari ini aku akan beritahu kamu agar jangan terlalu sombong!, Tinju Penghancur Gunung!" Ucap Lan Feng yang langsung mengeluarkan jurus tinjunya.
Namun dengan tatapan dingin Evan, Evan langsung menggunakan Jurus "Langkah Kilat Surgawi" miliknya, dan dengan secepat kilat langsungnya menghantam perut Lan Feng dengan tinjuannya.
"BRAAKK....!!" suara pukulan Evan mengenai perut Lan Feng hingga darah keluar dari mulut Lan Feng.
Lan Feng langsung terlempar keluar dari arena dan tersungkur disekitar para peserta lainnya, Seketika semua orang yang melihat itu terkejut dibuat oleh Evan, seorang bocah berumur 15 tahun.
"Tidak, aku tidak menerimanya.....!" ucap Lan Feng dan langsung pingsan.
"Lan Feng !" teriak Tetua Su Go dan kemudian langsung turun ke bawah menghampiri muridnya yang terluka dan tak sadarkan diri (Chen Feng juga ikut turun ke bawah).
"Kau!" ucap Su Go sambil melihat ke arah Evan dengan tatapan penuh amarah namun Evan hanya diam dengan tatapan dinginnya.
Kemudian dengan perasaan marah Tetua Su Go dan Chen Feng membawa pergi Lan Feng dari tempat itu, Namun Evan tidak memperdulikannya sama sekali.
"Sepertinya kalian semua tidak mendengarkan perkataanku sebelumnya, kalian semua maju, aku tidak ingin membuang waktuku dengan kalian!" ucap Evan menantang semua para peserta yang ada.
"Kau jangan sembarangan!, itu melang...." ucap si pemimpin pertandingan.
"DI IJINKAN!!, Evan menantang bertarung semua peserta di ijinkan!" ucap kaisar Gu memotong berdiri dari tempat duduknya memotong kalimat pemimpin pertandingan.
Evan menoleh melihat ke arah sang Kaisar Gu dan tersenyum.
"Bocah, Jangan sampai kau membuatku kecewa!, aku percayakan padamu!" ucap kaisar Gu didalam hatinya.
...****************...
Di arena pertandingan.....
"Kau terlalu sombong bahkan kaisar pun ingin kami agar memberimu pelajaran!"
"Tunggu apa lagi, Kaisar sudah mengizinkan, Ayo kita Hajar Dia bersama-sama!"
Para peserta lainnya sudah sangat bersemangat dan sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran pada Evan.
__ADS_1
"Heh!, para sampah yang hanya banyak omong kosong, Ayo Serang Aku!" tantang Evan yang berdiri ditengah-tengah arena.
Mendengar itu semua peserta menjadi sangat kesal dan semakin kehilangan kesabaran.
"Bocah, kau jangan sombong!, hari ini kami akan memberimu pelajaran agar kau tidak bisa sombong lagi di masa depan!"
"SERAANNGG !!!" mereka semua langsung maju bersama-sama menyerang Evan.
"Hahaha jangan salahkan kami!, Salahkan dirimu yang terlalu sombong!"
"Rasakan jurus Telapak langitku!"
"Serudukan Banteng!-Telapak Raksasa-Pedang Pembelah Langit-Gada Gajah Murka-Tinju Tirani..... !!!"
Semua peserta langsung mengeluarkan jurus mereka hanya untuk menghabisi Evan seorang.
"Heh..." tawa Evan tersenyum.
"TEKANAN PENGHANCUR JIWA !!"
Evan mengeluarkan sebuah tekanan yang sangat kuat yang membuat para peserta yang ingin menyerangnya terjatuh Ke Arena, mereka semua tidak ada yang mampu bergerak seakan Roh (jiwa) mereka merasakan sebuah tekanan yang luar biasa yang bisa menghancurkan jiwa mereka.
Mereka semua merasakan kesakitan yang luar biasa pada Roh mereka, sedangkan Evan hanya berdiri ditengah Arena dengan sombongnya.
Semua orang yang melihat itu langsung terkaget-kaget dan tercengang seketika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...*SESUATU YANG BERHARGA ITU ADALAH SESUATU YANG TIDAK BISA DITULIS DIDALAM SEBUAH BUKU...
...TAPI HARUS SESUATU YANG BERHARGA ITU DAPAT DIKENANG DAN DISIMPAN DIDALAM HATI...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
...****************...
Mampir Guys dinovel aku yang lain 👇👇👇
Genre : Acntion, Romantis
...JANGAN LUPA DIBACA, LIKE, KOMENT DAN VOTE OKEY 😉👍...
......................
......................
__ADS_1
......................