
Setelah sang Kepala Prajurit memberikan penjelasan yang cukup panjang kepada Evan, mereka pun lanjut berkeliling lagi untuk melihat keadaan dan kondisi tempat pengungsian para korban banjir.
Sang Kepala Prajurit menunjukan kepada Evan, Sea Lin dan Tang Chen semua tempat yang ada ditempat pengungsian, seperti Tenda tempat tinggal para pengungsi, tenda untuk tempat penyimpanan bahan pangan, tempat persediaan air bersih dan tempat persediaan kebutuhan sehari-hari para pengungsi.
Setelah selesai melihat keadaan tempat pengungsian Evan, Sea Lin dan Tang Chen langsung terbang kembali ke markas militer kota Yunzhou.
Ketika mereka bertiga sampai dan mendarat perlahan ditengah-tengah markas militer, tiba-tiba seorang prajurit langsung datang melapor kepada mereka bertiga.
Melihat bahwa prajurit tersebut nampak sangat tergesa-gesa, mereka bertiga merasa heran dan penasaran dengan apa yang ingin dilaporkan oleh prajurit tersebut.
"Ada apa?, apakah ada terjadi sesuatu?" tanya Evan kepada Prajurit tersebut.
"Lapor Jenderal, para prajurit yang diperintahkan oleh komandan Tang untuk memantau pergerakan Pasukan Bangsa Iblis, melihat adanya pergerakan dari pasukan bangsa Iblis dari arah hutan sebelah barat!" kata Sang Prajurit melapor kepada mereka bertiga.
"Hutan sebelah barat?, baiklah kalau begitu ayo kita segera kesana!" kata Evan kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Kemudian mereka yang baru saja tiba dimarkas militer langsung pergi lagi ke Hutan sebelah barat kota Yunzhou, yang katanya ada pergerakan dari Pasukan Bangsa Iblis.
Setelah beberapa saat kemudian mereka bertiga sampai dihutan sebelah barat kota Yanzhhou, ketika mereka bertiga sampai, mereka melihat ada para prajurit yang sedang berkumpul seperti sedang mengerumuni sesuatu.
Mereka bertiga yang merasa penasaran langsung turun untuk melihat apa yang sedang para prajurit itu kerumuni.
Ketika mereka mendarat para prajurit itu langsung membungkuk dan memberi hormat kepada mereka bertiga.
"Hormat kepada Tuan Jenderal, Komandan Lin dan Komandan Tang!" kata para prajurit tersebut sambil membungkuk dan memberi hornat kepada mereka bertiga.
"Bangkitlah, apa yang tadi kalian lihat?" tanya Evan kepada Para Prajurit tersebut.
Kemudian para prajurit tersebut langsung minggir dan membuka ruang untuk mereka bertiga melihat apa yang tadi para prajurit itu lihat.
Sontak mereka bertiga merada terkejut ketika melihat bahwa, ternyata Para Prajurit tersebut sedang mengerumuni dan melihat dua orang prajurit yang terbaring tewas dengan luka panah dan sayatan pedang ditubuh mereka.
__ADS_1
"Mereka berdua adalah Prajurit yang aku tugaskan untuk memantau pergerakan Pasukan Bangsa Iblis dihutan ini, sepertinya mereka ketahuan hingga akhirnya dibunuh dan dibunuh oleh Para Prajurit Pasukan Bangsa Iblis!" kata Tang Chen yang mengenali dua prajurit tersebut.
"Baiklah, kalian bawa jasad dua prajurit ini, kalian makamkan mereka dengan layak!" perintah Evan kepada Para Prajurit yang ada disekitarnya.
"Baik Jenderal!" kata Para Prajurit tersebut dengan patuh meneriam perintah dari Evan.
Kemudian Para Prajurit tersebut langsung mengangkat dan membawa dua mayat prajurit tersebut pergi meninggalkan hutan untuk dimakamkan.
Kini bersama mereka tersisa dua orang prajurit yang juga diperintahkan oleh Tang Chen untuk memantau pergerakan Pasukan Bangsa Iblis.
"Bagaimana dengan pergerakan Pasukan Bangsa Iblis?"tanya Tang Chen kepada para prajuritnya.
"Lapor komandan, kami menemukan bahwa didalam hutan ada perkemahan Pasukan Bangsa Iblis, kemungkinan mereka sedang bersiap untuk menyerang kota Yunzhou lagi!" kata salah satu Prajurit melapor kepada Tang Chen sambil memberi hormat.
"Baiklah, semuannya kembali ke markas, kita buat rencana untuk membereskan Pasukan Bangsa Iblis!" kata Evan kepada mereka semua.
Kemudian dimarkas militer kota Yunzhou, didalam sebuah tenda tampak Evan, Sea Lin dan Tang Chen yang sedang menyusun rencana dan strategi untuk mengalahkan Pasukan Bangsa Iblis.
"Evan, bagaimana kita akan membereskan Pasukan Bangsa Iblis ini?, apakah kita akan menyerang atau tetap bertahan dan menyiapkan perangkap?" tanya Tang Chen kepada Evan.
Perkataan Evan membuat Sea Lin dan Tang Chen malah merasa bingung dan penasaran.
"Kamu jangan terlalu bertele-tele, langsung katakan saja rencananya, jangan membuatku menjadi bingung!" ujar Tang Chen.
"Begini, kita siapkan empat pasukan pemanah dipinggir hutan dan satu pasukan untuk menyiapkan perangkap didalam hutan, sedangkan aku dan Sea Lin akan mengacaukan Pasukan Bangsa Iblis secara langsung didalam hutan!" kata Evan menjelaskan rencananya kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Pada malam hari dihutan sebelah barat kota Yunzhou.
Dengan rencana yang matang, Evan dan Pasukannya telah bersiap untuk menyambut kedatangan Pasukan Bangsa Iblis di hutan sebelah barat kota Yunzhou.
Dipinggir hutan tampak Tang Chen dan empat pasukan pemanahnya bersiap untuk menyambut pasukan Bangsa Iblis dengan panah mereka.
__ADS_1
Sementara itu didalam hutan yang telah dipenuhi oleh jebakan dan perangkap, tampak Evan dan Sea Lin yang sedang berjalan ditengah kegelapan malam.
"Kakak Besar, apakah yakin hanya kita berdua saja yang akan menghadapi Pasukan Bangsa Iblis secara langsung?" tanya Sea Lin kepada Evan.
"Kenapa?, apakah kamu takut?" ujar Evan sambil berjalan dengan santai.
"Hahaha Kakak Besar bercanda, mulai saat bersamamu hobiku adalah membunuh dan membantai musuh, mana ada lagi rasa takut didalam hatiku, kecuali pada para wanita yang itu!" kata Sea Lin sambil berjalan disamping Evan.
"Jadi kenapa kamu bertanya?" ujar Evan.
"Kata Prajurit yang sebelumnya jumlah pasukan Iblis yang akan datang menyerang malam ini diperkirakan sekitar 50 ribu prajurit. Bagaimana jika kita bertaruh siapa yang berhasil membunuh lebih banyak, maka yang kalah harus mematuhi dan mengabulkan tiga permintaan dari yang menang, apapun permintaannya harus dikabulkan dan tidak boleh menolak, Apakah Kakak Besar Berani?" kata Sea Lin mengajak dan menantang Evan untuk bertaruh.
"Ooohh..., kalau begitu aku akan menerima tantangan kamu dengan senang hati, ingat jika kalah jangan menangis!" kata Evan yang dengan senang hati menerima tantangan dari Sea Lin.
Evan dan Sea Lin terus berjalan ke arah depan ditengah kegelapan malam didalam hutan yang rimbun, hingga tak lama kemudian Evan dan Sea Lin melihat beberapa cahaya obor api dari arah depan.
"Berhenti!, mereka ada didepan, kita ambil jalan memutar dan menyergap mereka dari arah samping kanan dan kiri!, Bergerak!" kata Evan memberi arahan kepada Sea Lin.
Namun dengan bodohnya mereka malah mengambil arah yang berlawanan dan bertabrakan.
"BRUUKK!!"
"Tolollah, bodoh sekali!, kamu ke kiri aku ke kanan!" kata Evan memarahi Sea Lin.
"Kakak Besar juga salah, kenapa aku yang malah kena marah?" ujar Sea Lin merasa sebal kepada Evan.
Kemudian Evan dan Sea Lin berpisah untuk menyerang Pasukan Iblis dari dua sisi, yaitu samping kiri dan kanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...