
"Sekarang kamu naiklah ke atas arena dan tunjukan kemampuanmu, tetapi aku minta kamu jangan terlalu kasar dan menyakiti teman-teman seangkatanku!" ujar Ruyin Li meminta kepada Evan.
"Tenang saja, aku pasti tidak akan melukai teman-teman kamu, tetapi setelah ini bagaimana kamu akan membalasnya?" kata Evan menggoda Ruyin Li.
"Huh!, kamu jangan terlalu percaya diri, takutnya nanti kamu yang akan dibuat babak belur oleh teman-temanku, mereka semua adalah petarung Tingkat Kaisar jadi kamu sebaiknya berhati-hati jangan sampai nanti kamu yang akan dipermalukan oleh teman-temanku!" ujar Ruyin Li meremehkan Evan.
"Heh, kalau begitu kamu lihat baik-baik dari sini, jika nanti aku menang melawan semua teman-teman kamu, maka kamu harus memberiku hadiah!" kata Evan yang kemudian loncat naik ke atas arena.
Melihat Evan si Topeng Perak naik ke atas arena, para murid-murid yang menonton pun mulai bergosip tentang si Topeng Perak.
"Apakah dia si Topeng Perak itu?, sepertinya dia hanya seorang remaja umur 16 tahunan saja"
"Apakah dia si Topeng Perak yang ingin menikahi Kakak seperguruan Ruyin Li?, dia tampak sangat muda!"
"Si Topeng Perak ini kenapa tidak memiliki aura sama sekali?, apa dia bukan seorang kultivator?"
Para penonton mulai bergosip dan membicarakan tentang Evan, sementara itu ditempat duduk penonton Para Tetua tampak Rue Qianyu yang meoihat dan sangat memperhatikan Evan.
"Bocah, kamu jangan sampai mengecewakan aku!" ujar Rue Qianyu dalam hatinya sambil terus melihat ke arah Evan.
Kemudian seorang wanita bernama Lucia Rin teman Ruyin Li yang juga termasuk murid Utama naik ke atas arena untuk menantang Evan.
Lucia Rin merasa heran ketika dia melihat bahwa dia tidak bisa melihat atau pun merasakan aura yang dikeluarkan oleh Evan.
"Kenapa aku tidak bisa merasakan Aura dan Tingkat Pencapaian kultivasi Pria ini ?, Pria ini sangat aneh!" pikir Lucia Rin merasa heran sambil melihat ke arah Evan.
"Lucia Rin, pendekar pedang ganda Tingkat Kaisar Level Satu ingin menantang Topeng Perak" kata wanita tersebut menantang Evan.
"Baiklah, aku terima tantanganmu!" kata Evan dengan enteng.
"Kalau begitu mohon bimbingannya!" kata Lucia Rin mengeluarkan pedang gandanya dan kemudian maju menyerang Evan.
"SRIIING !" Lucia Rin menyerang Evan dengan jarak dekat dengan pedang gandanya, namun Evan dengan sangat mudahnya menghindari serangan tersebut dengan bergerak ke arah kiri.
"Serangan Pedangmu terlalu lambat, harus bergerak lebih cepat tapi jangan terlalu terburu-buru" kata Evan membimbing Lucia Rin.
__ADS_1
"SRIING !" Lucua Rin menyerang Evan lagi dengan tebasan gunting, namun Evan dengan sangat mudah menghindari serangan tersebut hanya dengan bergerak mundur kebelakang.
"Maaf, sepertinya pertarungan ini akan berakhir!" kata Evan bergerak maju dengan tubuh membungkuk yang kemudian dengan kepalan tinjunya Evan memukul perut Lucia Rin.
"BUUGH !!" Pukulan tersebut langsung membuat Lucia Rin terpukul mundur hingga beberapa meter ke belakang.
Lucia Rin berdiri menahan rasa sakit pada perut yang terkena pukulan Evan.
"Ternyata Pria ini memang tidak boleh diremehkan!" pikir Lucia Rin dalam hatinya.
Disisi lain Evan tampak hanya berdiri diam sambil melihat ke arah Lucia Rin.
"Kamu menyerahlah!, calon istriku memintaku untuk tidak menyakiti kalian teman-temannya" kata Evan kepada Rue Qianyu.
Mendengar perkataan Evan, Lucia Rin pun merasa diremehkan oleh Evan.
"Kamu jangan terlalu sombong dan merenehkan aku, walau pun aku tidak mampu mengalahkan kamu tetapi aku akan tetap bertarung dsngan sekuat tenaga dan tidak akan pernah menyerah!" ujar Lucia Rin mengingatkan Evan.
"Jurus Pembunuh, Pedang Cahaya Kupu-kupu!" kata Lucia Rin mengeluarkann jurus pedang yang menciptakan jurus serangan tebasan berwarna kuning bersinar yang disertai oleh puluhan kupu-kupu bewarna kuning bersinar juga.
Serangan tersebut menyerang ke arah Evan, Evan yang melihat jurus serangan tersebut mengarah kepadanya, Evan pun kemudian mengepal tinjunya.
Hanya dengan satu pukulan jurus tinjunya, Evan dengan sangat mudahnya menghancurkan dan memecahkan jurus Pedang Cahaya Kupu-kupu milik Lucia Rin.
Melihat jurus Pedang Cahaya Kupu-Kupu miliknya dihancurkan dengan sangat mudah oleh Evan, Lucia Rin pun merasa terkejut, namun dia lebih terkejut lagi ketika Evan yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.
Dengan pukulan pisau, Evan memukul kepala bagian samping Lucia Rin.
"BRAAKK!!" Dengan pukulan pisau Evan memukul Lucia Rin hingga beberapa meter.
Akibat pukulan Evan tersebut, Lucia Rin pun pingsan tak sadarkan diri dengan tergeletak di atas arena.
Melihat kemenangan Evan, para murid yang menonton pertarungan tersebut pun bersorak atas kemenangan Evan.
Ruyin Li, Bibi Rue Luanyi, dan Nenek Rue Qianyu merasa puas dengan kemenangan Evan.
__ADS_1
Namun Evan merasa tidak puas karena selama pertarungan tadi dia bahkan tidak mengeluarkan satu per sepuluh dari kekuatannya, alias menahan diri.
Setelah Lucia Rin yang pingsan dibawa pergi dan turun dari arena, kini Evan yang merasa tidak puas dengan pertarungan sebelumnya, kini dia ingin menantang semua murid utama untuk bertarung melawannya sekaligus.
"Pertarungan tadi aku belum mengeluarkan seluruh kemampunku dan aku sangat menahan diri, sekarang aku tidak ingin membuang waktu lagi, semua murid seangkatan calon istriku naiklah ke atas arena untuk bertarung melawanku sekaligus!" kata Evan menantang semua murid utama dengan sangat sombong.
Mendengar Evan yang menantang para murid dengan sangat sombong, para penonton pun menganggap Evan terlalu sombong dan bodoh.
"Topeng Perak ini apakah terlalu sombong atau terlalu bodoh?, walaupun dia berhasil mengalahkan satu murid utama tetapi dia tidak mungkin akan menang melawan semua murid utama sekaligus!"
"Dia memang cukup kuat bisa mengalahkan salah satu dari 20 murid utama, tetapi dia tidak akan bisa menang jika melawan semua murid utama sekaligus!"
"Sombong boleh tetapi jangan sampai bodoh!"
Para murid yang menonton semaunnya meremehkan Evan, bahkan sebagian dari para tetua juga ikut meremehkan Evan, kecuali orang-orang yang sudah mengetahui kekuatan Evan yang sebenarnya seperti Ruyin Li, Bibi Rue Luanyi, Nenek Rue Qianyu, Rue Xianyi, dan Naya Sue juga Rumi Xia.
Tetapi walaupun mereka sudah mengetahui kekuatan asli Evan, mereka tetap saja khawatir kepada Evan, karena bagaimana pun yang ditantang Evan bertarung adalah para murid utama yang kekuatan dan kekuatannya tidak bisa diremehkan.
"Kenapa belum ada orang yang naik ke atas arena?, apakah kalian semua takut terluka?, kalian tenang saja, tadi calon istriku sudah meminta kepadaku agar jangan terlalu kasar kepada teman-temannya, jadi kalian tenang saja aku tidak akan melukai kalian terlalu parah!" ujar Evan dengan sombongnya.
Mendengar perkataan Evan, Ruyin Li pun merasa kesal dan geram kepada Evan.
"Evan ini apakah dia ingin membuatku dimusuhi oleh teman-temanku!?" pikir Ruyin Li dalam hatinya merasa kesal kepada Evan yang terlalu bersikap sombong.
Sementara itu para murid utama yang mendengar tantangan Evan, mereka pun kemudian bersama-sama loncat naik ke atas arena pertarungan untuk bertarung bersama-sama melawan Evan.
Murid utama semuannya berjumlah 20 orang wanita, dikurang dengan Ruyin Li dan Lucia Rin yang telah dikalahkan Evan, kini yang naik ke atas arena adalah 18 orang wanita.
"Karena kamu tadi sudah sangat sombong menantang kami semua untuk bertarung bersama-sama melawanmu, maka jangan salahkan kami jika kamu nanti terluka!" kata salah satu dari 18 wanita murid utama yang naik ke atas arena pertarungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................
......................