KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 213 : Berangkat Menuju Ke Kota Siun


__ADS_3

"Kota Siun?, bukankah kota ini termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Li?, kota Siun memang tidak punya banyak alkemis tetapi kamu pasti tahu kalau kota ini memiliki kekuatan militer yang cukup kuat, hanya sebuah kota tapi tetapi memiliki 60 ribu prajurit!. Evan tidakkah kamu takut jika kamu pergi ke kota Siun kamu akan ditangkap?, bagaimana pun kota Siun adalah kota kekuasaan Kerajaan Li!" ujar Luo Bai mengingatkan Evan.


"Kamu tenang saja, aku sudah mempertimbangkannya dengan baik!, walaupun kota Siun adalah kota kekuasaan Negara Li tetapi itu tidak sepenuhnya dikuasai oleh Kaisar Li Danrui, Kaisar yang memerintah kerajaan Li yang sekarang, !" kata Evan berbalik badan dan melipat tangan dibelakang pinggang.


"Walaupun ayahku sudah meninggal tetapi dalam hati para pengikutnya yang setia beliau akan tetap selalu ada dalam hati mereka!, contohnya adalah Jenderal Yunfan Li yang menguasai kota Siun!" kata Evan sambil tersenyum.


"Jenderal Yunfan Li?, kenapa dia bermarga Li?, bukankah marga Li hanya diberikan kepada keluarga kerajaan Li saja?, kenapa dia juga bermarga Li?" tanya Luo Bai.


"Jenderal Yunfan Li adalah adik angkat ayahku!, suatu hari saat Ayahku masih berumur 14 tahun dia pernah pergi berburu disebuah hutan terpencil dibelakang gunung, yang kemudian didalam perburuannya dia melihat ada sebuah desa yang telah habis diserbu oleh para hewan monster yang mengamuk, semua orang di desa itu mati tanpa bersisa, namun kemudian dia menemukan Jenderal Yunfan yang saat itu masih berumur 12 tahun sedang bertarung dengan seekor serigala, melihat itu ayahku pun menolongnya dan membawanya pulang ke istana kerajaan. kemudian Ayahku melatih Jenderal Yunfan Li menjadi seorang pendekar, Karena melihat Jenderal Yunfan Li berbakat, ayahku pun mengangkatnya sebagai adik dan memberikan marga keluarga kerajaan kepadanya!" kata Evan bercerita panjang lebar kepada Luo Bai dan lainnya.


"Jadi seperti itu..., tetapi kenapa kamu bisa tahu cerita ini?, bukankah Ayahmu saat itu masih remaja dan belum menikah?, bagaimana kamu bisa tahu ceritanya dengan sedetail itu?" tanya Luo Bai.


"Yah tentu saja aku mendengar ceritanya dari Jenderal Yunfan Li sendiri!" jawab Evan.


"Kalau memang seperti itu ceritanya semoga kamu dan Tang Chen baik-baik saja!" ujar Luo Bai merasa lebih tenang.


"Baiklah, kami tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, kamu berdua pamit pergi, sampai jumpa!" ucap Evan berpamitan kepada Luo Bai dan Lu Rao Rao.


"Sampai Jumpa, kalian harus berhati-hati dan harus tetap waspada, jaga diri kalian!" kata Lu Rao Rao mengingatkan Evan dan Tang Chen.


Kemudian Evan dan Tang Chen pun berangkat pergi meninggalkan Kota Hao dan menuju ke kota Siun Negara Li.


Setelah Tiga setengah hari perjalanan Evan dan Tang Chen pun sampai disebuah hutan yang tak jauh dari kota Siun.


Karena hari sudah tampak gelap mereka pun beristirahat di hutan tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka esok pagi.

__ADS_1


Tanpa rasa waspada Evan dan Tang Chen pun menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri mereka, tampak mereka berdua yang sedang duduk didekat api unggun yang hangat.


"Evan, kenapa kita malah membuat api unggun?, tidakkah kamu takut jika ada monster atau orang yang datang kemari?" tanya Tang Chen kepada Evan.


"Jika monster yah langsung habisi saja, jika manusia maka kita lihat dia punya niat apa, jika niat buruk maka kita bunuh, jika niat baik maka kita biarkan saja!, lagi pula aku sengaja membuat api unggun, mana tahu ada orang bodoh yang ingin mengantarkan nyawa dan harta mereka sendiri kesini, kan lumayan bisa menambah uang milik kita!" ujar Evan menjelaskan rencana kotornya.


"Cih Licik!" ucap Tang Chen mengatai Evan sambil menatap dan melempar kayu ke Api unggun dihadapannya.


"Ini namanya bukan Licik tetapi ini adalah cerdik!" kata Evan merasa bangga sambil mengetuk kepalanya dengan jari telunjuk.


"Iyah deh terserah kamu!, ngomong-ngomong berapa banyak uang yang sudah kita dapatkan di kota Hao sebelumnya?" tanya Tang Chen.


"Cukup banyak, kita mendapat 26 juta 315 ribu kristal spirit dari penjualan Pil dari kota Hao" jawab Evan.


"Ngomong-ngomong tentang Pil lebih baik aku membuat lebih banyak Pil lagi untuk dijual di kota Siun nanti!, Tang Chen, kamu bantu aku menjaga dan awasi tempat sekitar jika ada pergerakan ada orang atau monster yang mendekat segera beritahu aku!" ujar Evan memberi perintah pada Tang Chen.


"Dasar Tang Chen tidak bisa diandalkan sama sekali!" kata Evan memegang jidatnya.


"Aku tidak bisa merepotkan para Elemen lagi hanya untuk berjaga malam, Sepertinya aku harus mengandalkan diriku sendiri!" pikir Evan yang kemudian duduk bersila.


"Tubuh Bayangan Pengganti, Menggandakan Diri!" ucap Evan mengeluarkan dua kloningan dirinya dari tubuhnya.


"Kalian berdua tolong bantu aku menjaga dan mengawasi tempat sekitar, jika ada pergerakan segera beritahu aku!" kata Evan memberi perintah kepada dua bayangan (kloningan) dirinya.


"Siap!" jawab dua bayangan tersebut sambil memberi hormat dan kemudian pergi melaksanakan tugas yang diberikan oleh Evan.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah bisa membuat Pil, Tungku Emas Tiga kepala Naga, keluarlah!" ucap Evan mengeluarkan Tungku Emas Tiga Kepala Naga dari cincin ruang penyimpanannya.


Kemudian Evan pun membuat Pil tanpa adanya gangguan dari apapun dan siapapun.


Namun sementara itu salah satu dari kloningan Evan melihat ada seorang wanita muda dan cantik menggunakan jubah berkerudung yang tampak sedang dikejar-kejar oleh sekelompok bandit didalam hutan.


Melihat itu kloningan Evan pun memberi pesan ingatan kepada Evan yang sedang fokus membuat Pil.


[catatan kecil : Evan dan Kloningan dirinya dapat berbagi ingatan tentang apa yang mereka lihat dan dengar dengan menggunakan 'pesan ingatan']


Mendapat ingatan tersebut Evan pun memerintahkan agar kloningannya saja yang menolong wanita tersebut dari kejaran para bandit, sedangkan dirinya fokus untuk membuat Pil.


"Kamu tolonglah wanita itu, setelah kamu berhasil menolongnya kamu bawa wanita itu ke tempatku!" perintah Evan melalui pesan ingatan kepada kloningannya yang melihat kejadian tersebut.


Ditempat kloningan Evan, tampak wanita itu berlari dengan tergesa-gesa dikejar oleh para bandit yang kemudian kloningan Evan dengan wajah datar tanpa ekspresinya tiba-tiba datang dan menghadang para bandit tersebut mengejar wanita tersebut.


Seketika wanita dan para bandit itu pun berhenti berlari melihat kedatangan kloningannya Evan.


Wanita itu yang terus berlari sambil melihat ke arah belakang yaitu Evan tanpa melihat ke depan, wanita itu pun menabrak pohon yang ada didepannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Kira-kira siapa yah wanita cantik itu?

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2