
Singkat cerita, Evan telah sampai didepan Gua tempat Ular Piton Bertanduk Tiga.
Tampak Ular Piton Bertanduk Tiga sedang bertarung dengan para petarung (pendekar) dengan sangat sengit, sedangkan Evan hanya melihat pertarungan itu dari atas pohon yang jauh dari tempat pertarungan.
"Kenapa Ular Piton Bertanduk Tiga itu masih baik-baik saja, sungguh membuang waktuku saja datang kesini!" ujar Evan yang berdiri di sebuah cabang pohon.
Kemudian datang empat kelompok orang, mereka adalah orang-orang yang datang mewakili setiap fraksi mereka.
Kelompok pertama adalah Aliansi Darah Perak, Kelompok kedua Sekte Tanah Retak, ketiga Sekte Gunung abadi, dan keempat adalah Sekte Pedang Penentang Langit.
Empat kelompok itu adalah empat fraksi terkuat yang ada di Negara Gu yang sebelumnya juga datang ke kompetisi di ibukota Negara Gu.
Evan mencoba menguping pembicaraan mereka dari atas pohon tempat ia berada.
"Sepertinya orang-orang ini masih belum bisa mengalahkan Ular Piton Bertanduk Tiga itu!" ujar Chen Feng dari kelompok Sekte Tanah Retak.
"Sungguh orang-orang tidak berguna, sudah hampir dua hari tetapi tetap tidak bisa mengalahkan bahkan melukai Ular Piton Bertanduk Tiga itu!" ujar Lan Feng dari kelompok Sekte Tanah Retak.
"Kalian berdua dari Sekte Tanah Retak sungguh tidak tahu malu, sudah hanya bisa memanfaatkan orang-orang itu saja tetapi masih bisa berkomentar disini!" kata Jie Khan dari kelompok Sekte Pedang Penentang Langit.
"Kenapa kalian disini malah bertengkar?, kita dari empat fraksi terkuat datang kesini untuk bekerja sama bukan untuk saling berdebat!" saut Tai Cong dari kelompok Aliansi Darah Perak.
"Maaf, sepertinya kami dari Sekte Gunung Terbuka tidak akan ikut bersama kalian mengambil Rumput Naga Tujuh Tangkai itu. Kalian lihat saja Kita datang ketempat ini dengan kelompok kita, jumlah kita sebanyak ini bagaimana kita akan membagi Rumput Naga Tujuh Tangkai yang kita bahkan tidak tahu jumlahnya sebanyak apa!" ujar Rui Li dari kelompok Sekte Gunung Abadi
"Aku pikir ini tidak akan menjadi kerja sama tetapi persaingan perebutan untuk mendapatkan Rumput Naga Tujuh Tangkai yang ada didalam Gua itu!. Dan aku juga telah berjanji dengan pemimpin sekte kami bahwa aku harus membawa pulang murid-murid sekte dengan utuh!" ucap Rui Li.
"Rui Li, apakah kamu sungguh tidak ingin mendapatkan Rumput Naga Tujuh Tangkai ini?, jika sungguh Rumput Tingkat Tujuh ini tidak cukup untuk dibagi rata tetapi pasti ada harta berharga lainnya yang ada didalam Gua itu!" ujar Jie Khan.
"Benar, ini adalah kesempatan yang sangat jarang ada!" ujar Lan Feng.
Mereka mencoba membujuk Rui Li dan kelompoknya untuk ikut bekerja sama mendapatkan harta berhaga yang ada didalam Gua Ular Piton Bertanduk Tiga.
"Maaf, Walaupun harta berharga yang ada di Gua itu sangat menggoda tetapi aku lebih menghargai nyawa kelompokku!, jika kalian sungguh ingin mati silahkan tetapi jangan mengajak kami!" ucap Rui Li yang tetap menolak.
"Semuannya ayo kita pergi!" ajak Rui Li pada kelompoknya.
Rui Li dan kelompoknya pun pergi dari tempat itu dam meninggalkan tiga kelompok lainnya.
"Sialan!, Rui Li ini sangat sombong!" kata Lan Feng dengan raut wajah kesal.
"Dasar kelompok pengecut!, bagus jika mereka tidak ikut, aku takut mereka malah akan menyusahkan kita nantinya!" ujar Jie Khan yang juga kesal.
__ADS_1
"Sudah jangan perdulikan mereka lagi, sekarang yang lebih penting adalah menunggu orang-orang itu berhasil mengalahkan Ular Piton Bertanduk Tiga, setelah itu baru kita akan masuk untuk merebut dan mengambil harta berharga yang didalam Gua itu!" kata Tai Cong.
Disisi lain di atas pohon, Evan mendengar semua percakapan mereka.
"Dasar orang-orang bodoh, kalian ingin memanfaatkan orang-orang itu tetapi kalian tidak tahu bahwa kalian juga akan dimanfaatkan olehku!" ujar Evan.
"Dan jika dilihat-lihat Ular Piton Bertanduk Tiga itu juga sudah tampak mulai lemah dan kehabisan tenaga!, malam ini sepertinya aku sudah bisa bertindak!" ujar Evan melihat pertarungan Ular Piton Bertanduk Tiga.
Tampak Ular Piton Bertanduk Tiga yang sedang bertarung dengan kondisi yang sudah mulai lemah kehabisan tenaga dan juga terluka.
Tidak ingin membuang waktu untuk menunggu Evan pun pergi dari tempat itu untuk berburu hewan dan mencari harta berharga.
Setelah beberapa saat berburu, Evan yang sedang mengumpulkan sebuah jamur mendengar adanya keributan didekat tempat ia berada.
Tampak kelompok Rui Li dari Sekte Gunung Abadi yang sedang berdebat dan dikepung oleh kelompok lain yang jumlahnya jauh lebih banyak.
"Kalian serahkan harta benda kalian jika kalian tidak ingin kami bunuh!" ucap seseorang pria yang memimpin kelompoknya, dia mengancam Rui dan kelompoknya.
Pria itu bernama Lan Xiao Song dari Kelompok Akademi Militer Kerajaan Xiao.
Lan Xiao Song adalah anak dari Lan Cer, Lan Xiao Song adalah seseorang yang termasuk jenius di Akademi Militer kerajaan Xiao.
"Cepat serahkan!, maka kami tidak akan membunuh dan menyakiti kalian!" ancam Lan Xiao Song sembari mengarahkan pedangnya ke kelompok Rui Li.
"Kami tidak akan menyerahkan harta benda kami!"
"Benar!, kami mendapatkan semua harta benda kami dengan jerih payah kami sendiri, kami tidak akan menyerahkan satu kuku jentik pun pada kalian!"
Kelompok Sekte Gunung Abadi langsung menolak mentah-mentah permintaan dari kelompok Akademi Militer Kerajaan Xiao walau sudah dikepung dan diancam.
Tetapi Rui Li tampak cemas dan bimbang, jika mereka benar-benar menolak permintaan dari kelompok musuh, maka dengan jumlah mereka yang kalah jauh mereka pasti akan dihabisi dengan mudah karena jumlah kelompok lawan jauh lebih banyak dari mereka.
"Aku beri kalian satu kesempatan lagi!, jika kalian masih menolak maka jangan salahkan kami kalau bertindak kejam!" ucap Lan Xiao Xong mengancam.
"Huh!, kami tidak takut! bahkan jika kalian ingin membunuh kami, kami tetap tidak akan menyerahka harta benda kami kepada kalian!"
"Benar! kami tidak takut mati!, siapa kalian berani mengancam kami!"
Kelompok Rui Li tetap menolak dengan keras kepala.
"Karena kalian ingin mati maka aku akan mengabulkannya, Toh jika kalian semua mati maka harta benda kalian juga tetap akan menjadi milik kami!" ujar Lan Xiao Xong.
__ADS_1
"Huh! siapa yang takut?, jika ingin bertarung maka ayo bertarung!" ucap salah satu orang dari kelompok Sekte Gunung Abadi.
Kelompok Rui Li tetap keras kepala dan tetap ingin mempertahankan harta benda mereka dari pada nyawa mereka.
Rui Li yang melihat itu tidak ingin melanggar janjinya kepada Pemimpin Sekte Gunung Abadi.
"Kalian semua diam!, jangan bicara lagi!" bentak Rui Li kepada kelompoknya.
Seketika orang-orang kelompok Sekte Gunung Abadi langsung terdiam.
"Kalian tunggu dulu, kami bisa memberikan semua harta benda kami kepada kalian, tetapi kalian benar harus melepaskan kami!" kata Rui Li.
Mendengar perkataan Rui Li, mereka sebagai kelompoknya pun kecewa terhadap Rui Li yang langsung menyerah begitu saja.
Mereka mencoba membujuk Rui Li agar tidak menyerah dengan mudah.
"Rui Li, kita tidak boleh langsung menyerah begitu saja!"
"Kita bahkan belum bertarung melawan mereka dan kami juga tidak takut untuk mati!"
Kelompok Sekte Gunung Abadi tetap menolak untuk menyerah.
"Kalian semua Diam! Cukup!, apa kalian lebih rela kehilangan nyawa kalian dari pada harta benda ini!?, nyawa kalian lebih berharga!, jangan mengorbankan nyawa kalian yang berharga dengan sia-sia!" kata Rui Li kepada kelompoknya.
Disisi lain Lan Xiao Xong dan kelompoknya tertawa melihat perselisihan Rui Li dengan kelompoknya.
"Aku dan kelompokku sudah menyerah, kami akan menyerahkan semua harta benda kami tetapi kalian harus berjanji kalau kalian akan melepaskan kami!" ujar Rui Li dengan tegas.
"Hahaha! Bagus!, tetapi kalian sudah terlambat, Toh jika kami membunuh kalian maka semua harta benda kalian juga akan menjadi milik kami!" kata Lan Xiao Song.
"Semuannya bunuh mereka!" perintah Lan Xiao Song memberi perintah pada kelompoknya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................
......................