
Kemudian Sea Lin yang merasa penasaran mencoba untuk pergi ke tempat pertempuran besar itu, untuk melihat siapakah yang sebenarnya sedang bertempur.
Sea Lin terbang ke udara, namun sebelum terbang pergi, terlebih dahulu Sea Lin mengumpulkan energi darah kegelapan dan menciptakan empat Bom Darah ditombak sabitnya.
"Sebelum aku pergi, kalian semua nikmatilah hadiah besar dariku ini!" kata Sea Lin melemparkan empat Bom Darah ke arah Para Prajurit Kerajaan Mo yang ada dibawahnya.
Empat Bom darah seketika menciptakan empat ledakan besar yang menghancurkan, dan melenyapkan ribuan Prajurit Kerajaan Mo yang mengepung Sea Lin sebelumnya.
Setelah memusnahkan pasukan Kerajaan Mo yang mengepungnya dengan empat ledakan bom darah, Sea Lin langsung terbang melesat menuju ke tempat terjadinya pertempuran besar.
Sea Lin terbang dengan kecepatan penuh, dan hanya dalam waktu kurang dari satu menit, akhirnya Sea Lin sampai ke tempat pertempuran besar terjadi.
Jauh di atas medan pertempuran, tampak Sea Lin yang sedang tersenyum ketika melihat bahwa dugaannya ternyata benar.
Disana Sea Lin melihat Evan dan delapan kloningan Para Elemen yang sedang bertempur dengan sangat sengit melawan Tiga Puluh Ribu lebih Prajurit Pertahan Kerajaan Mo.
"Ternyata dugaan aku benar. Memang hanya Kakak Besar yang bisa menciptakan besar seperti ini." kata Sea Lin yang sedang terbang diudara sambil melihat pertempuran besar yang terjadi dibawahnya.
"Kalau begitu, akan aku beri kejutan besar pada pertempuranmu Kakak Besar!" kata Sea Lin yang mulai mengumpulkan energi darah dan kegelapan di tombak sabitnya.
Namun disaat Sea Lin sedang mengumpulkan energi darah dan kegelapan di tombaknya, tiba-tiba dari belakang muncul dua prajurit Kerajaan Mo yang menyerangnya Sea Lin dengan senjata.
Namun betapa terkejutnya dua prajurit Kerajaan Mo tersebut, ketika melihat senjata mereka yang hancur saat menghantam tubuh Sea Lin yang sangat keras.
Sea Lin yang diserang dari belakang merasa sangat kesal pada kedua prajurit Kerajaan Mo tersebut.
"Hei bajingan!, berani kau menyerangku diam-diam!?. Mati Kau!?" kata Sea Lin menebas dua prajurit tersebut hingga terbelah dua dengan tombak sabitnya.
Dua mayat yang terbelah dua jatuh ke bawah diikuti dengan darah yang bercucuran keluar dari tubuhnya.
"Mengganggu saja!" kata Sea Lin merasa sangat amat kesal kepada dua prajurit yang telah dibunuhnya tersebut.
Kemudian Sea Lin kembali fokus ke pertempuran besar antara Evan dan Para Elemen dengan Pasukan Naris Pertahanan Kerajaan Mo yang terjadi dibawahnya.
__ADS_1
Sea Lin mulai mengumpulkan kembali energi darah dan kegelapan untuk menciptakan satu Bom darah ditombak sabitnya.
Dengan cepat satu Bom Darah telah tercipta di tombak sabit milik Sea Lin.
Akan tetapi Sea Lin masih belum berhenti untuk mengumpulkan Energi darah dan kegelapan pada tombak sabitnya.
Bom darah semakin membesar hingga membuat, tombak sabit milik Sea Lin hampir tidak bisa menahan kekuatannya yang semakin kuat.
Melihat bahwa tombak sabit sudah tidak bisa menahan kekuatan Bom Darah yang semakin membesar, Sea Lin kemudian memindahkan Bom Darah yang semakin membesar ke tangannya.
Dengan tangan kanannnya, Sea Lin mengangkat Bom Darah yang masih terus membesar ke atas kepalanya.
Sea Lin terus mengumpulkan energi Darah dan Kegelapan, hingga membuat Bom Darah semakin membesar dan melebihi ukuran tubuhnya sendiri.
Bom Darah terus membesar hingga ujurannya lima kali lebih besar dari tubuh Sea Lin.
Merasa bahwa Bom Darah yang tercipta sudah cukup besar, dan tangan juga sudah tidak mampu lagi untuk menahan kekuatan Bom Darah. Akhirnya Sea Lin berhenti untuk mengumpulkan energi darah dan kegelapan, untuk memperbesar Bom Darah yang ada di atas kepalanya.
"Sepertinya ini sudah cukup, tanganku juga sudah tidak kuat lagi untuk menahan kekuatan Bom Darah ini." pikir Sea Lin sambil menahan kekuatan Bom Darah yang ada di atas kepalanya.
"Sekarang Waktunya Pertunjukan Besar Datang!." kata Sea Lin bersiap menjatuhkan Bom Darah Raksasa ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang ada dibawahnya.
"Kakak Besar, Aku membawakan Hadiah Besar Untukmu!" teriak Sea Lin dengan sangat senang memanggil Evan yang sedang bertempur dibawahnya.
Kemudian Sea Lin langsung melemparkan Bom Darah Raksasa yang ada di atas kepalanya ke arah Pasukan Kerajaan Mo yang ada dibawahnya.
Ketika Bom Darah raksasa terlepas dari tangan Sea Lin, maka tekanan kekuatan Bom Darah raksasa langsung menciptakan satu gelombang kejut yang sangat kuat.
Tekanan gelombang kejut, seketika langsung mengagetkan semua orang yang terkena tekanan gelombang kejut.
Sementara itu, Evan yang sedang fokus bertarung dengan Pasukan Pertahanan Kerajaan Mo mendengar teriakan Sea Lin yang sedang memanggilnya dari atas udara.
Evan langsung menoleh dan melihat ke arah Sea Lin yang sedang terbang di udara di atasnya.
__ADS_1
Sontak betapa terkejut dan tercengangnya Evan ketika melihat satu Bom Darah Raksasa sedang menuju ke area pertempurannya dengan Pasukan Pertahanan Kerajaan Mo.
"BANGSAT KAU SEA LIN!!" kata Evan yang kemudian langsung terbang melesat ke udara dan menjauhi Lokasi yang akan terkena Ledakan Bom Darah.
Sambil terbang melesat menjauhi lokasi ledakan, Evan juga langsung membatalkan Teknik Tubuh Bayangan Pengganti Pembagian Elemen miliknya.
Dengan cepat Jiwa Para Elemen langsung kembali masuk ke dalam tubuh Evan. Sedangkan tubuh bayangan pengganti yang menjadi wadah Jiwa Para Elemen. berubah menjadi gumpalan asap.
Sementara itu diwaktu yang sama dimenara komando. Tampak Mo Sueyan yang juga merasa terkejut dan terbelalak kaget, saat melihat Bom Darah Raksasa jatuh dengan cepat ke arah Pasukan Pertahanannya.
"Seluruh Pasukan Menghindar!, Ada Ledakan!!" teriak Mo Sueyan dengan sangat kencang untuk memberi peringatan kepada Seluruh Pasukannya.
Namun peringatan Mo Sueyan lagi-lagi sudah terlambat.
Seluruh Pasukan yang berada dimedan tempur sudah tidak dapat menghindar dibawah gelombang kejut yang menekan tubuh dan kekuatan mereka.
Kemudian Bom Darah Raksasa jatuh ke tengah-tengah Pasukan Kerajaan Mo dan menciptakan satu ledakan super besar.
"BOOOOOMMMMM!!!" Bom Darah Raksasa jatuh dan menciptakan satu ledakan super besar yang langsung memusnahkan tiga puluh ribu prajurit pasukan pertahanan Kerajaan Mo.
Tidak hanya Seluruh Pasukan Pertahanan Kerajaan Mo saja, tetapi juga seluruh dari Pasukan Kerajaan Mo yang berada disekitar medan tempur juga ikut musnah dalam sejab.
Zona Ledakan terus membesar dan meluas, hingga melahap dan memusnahkan semua yang masuk ke dalam jangkauan ledakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
APAPUN ITI TIDAK ADA YANG BOLEH BERLEBIHAN, MAU ITU CINTA, USAHA, IBADAH ATAU PUN YANG LAINNYA.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...