
Mendengar perkataan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam, membuat Paman Qian Ji tersenyum.
"Apa yang kalian katakan memang benar, kita harus mematuhi perintah dari Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya. Tetapi kalian lihatlah seluruh Pasukan yang sangat mengkhawatirkan Jenderal Li dan Para Komandan lainnya. Aku ingin tanya pada kalian, apakah kalian sama sekali tidak mengkhawatirkan Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya?" ujar Paman Qian Ji bertanya pada Qiu Shen dan para anggota inti Pasukan Gagak Malam yang lainnya.
Mendengar pertanyaan itu, Qiu Shen dan Para Anggota Gagak Malam yang lainnya sama sekali tidak goyah. Mereka diam dengan ekspresi serius mereka.
"Jika tentang itu, kami tentu saja khawatir. Tetapi kami percaya, kalau Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya pasti akan baik-baik saja. Tidak peduli apapun yang terjadi, kami yakin bahwa dengan kekuatan Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya, walaupun mereka tidak bisa mengalahkan semua musuh dan menyelesaikan misi, tetapi mereka pasti bisa kabur saat berada dalam bahaya!" kata Qiu Shen yang memiliki keyakinan 100 persen, kalau Jenderal dan Para Komandan mereka pasti akan baik-baik saja.
"Tuan Komandan Ji, tolong kamu mengertilah, apa yang kami katakan sekarang adalah demi kebaikan seluruh Pasukan. Jika keadaan dimedan tempur memang benar sangat berbahaya kita lebih baik jangan kesana, atau nanti kita malah akan menjadi beban untuk Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya. Percayalah, seberapa behaya apapun medan tempur, Jenderal Li dan Para Komandan lainnya pasti akan baik-baik saja!" kata Han Zo pada Paman Qian Ji dan seluruh Pasukan Nanzhou.
Setelah perdebatan panjang antara Paman Qian Ji dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam, akhirnya seluruh Pasukan Nanzhou menjadi jauh lebih tenang.
Mereka mulai merenung, bahwa semua yang dikatakan oleh Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam semuannya adalah benar.
Keadaan dan suasana Seluruh Pasukan Nanzhou akhirnya menjadi jauh lebih tenang, tidak ada lagi Para Prajurit yang ribut ingin pergi ke medan perang, untuk membantu Jenderal Li dan Para Komandan yang lainnya melawan Pasukan Kerajaan Mo.
Sementara itu di medan perang, akhirnya gelombang ledakan super dahsyat dari Bom Darah Raksasa telah berhenti.
Tampak Ledakan super dahsyat yang menyisakan satu buah lubang raksasa yang sangat amat besar.
Terlihat sisa-sisa ledakan yang penuh kehancuran di pinggiran Lubang Raksasa bekas Ledakan Super Dahsyat.
Akibat Ledakan Super Dahsyat dari Bom Darah Raksasa, kini Pasukan Kerajaan Mo hanya tersisa kurang dari 300 ribu prajurit, bahkan 20 ribu prajurit diantara sudah tidak dapat betarung karena menderita luka parah.
Karena Ledakan Super Dahsyat dari Bom Darah Raksasa milik Sea Lin, saat ini Kekuatan Pasukan Kerajaan Mo benar-benar mengalami kerugian yang sangat besar.
Tampak Sea Lin yang sedang terbaring lemah diantara puing-puing tanah yang hancur, akibat Ledakan Bom Darah Raksasa.
__ADS_1
"Haaiiss..., sungguh mengerikan sekali." kata Sea Lin merasa lega setelah berhasil selamat Ledakan jurus miliknya sendiri.
Kemudian Sea Lin yang masih merasa lemah dan sakit pada tubuhnya, mencoba bangkit berdiri.
"Tubuhku rasanya sakit semua dan energi spiritualku juga hanya tinggal sekitar dua puluh persen saja. Jika tahu Bom Darah Raksasa akan menghabiskan begitu banyak energi spiritual, aku tidak akan mau mencobanya!" kata Sea Lin merasa menyesal, karena telah mengeluarkan Jurus Ledakan Darah Super yang menghabiskan banyak energi spiritual miliknya.
Kemudian Sea Lin yang bangkit berdiri langsung melompat dan terbang ke udara.
Ketika sampai di ketinggian yang cukup tinggi, Sea Lin merasa sangat terkejut dan tercenganh melihat ada satu Lubang Raksasa dihadapannya.
"As-Ta-Gaa......., apakah Lubang Raksasa ini adalah bekas Ledakan Bom Darah Raksasa yang aku buat?." kata Sea Lin yang merasa sangat terkejut dan takjub dengan Jurus Ledakan Darah Raksasa miliknya.
"Dengan Jurus Ledakan Darah ini, jika aku menambahkan kekuatan Halilintar didalamnya, mungkin Jurus Ledakan Darah ini bisa menghancurkan satu kota sebesar kota Yanzhou. Hiii...., sangat mengerikan!" pikir Sea Lin merasa sangat takut pada Jurus Ledakan Darah miliknya.
Kemudian Sea Lin teringat pada Evan dan keempat temannya, yang mungkin terkena efek Ledakan Bom Darah Raksasa miliknya.
"Hmmm..., kira-kira bagaimana kabar Kakak Besar dan empat temanku itu?, mereka tidak mungkin mati kan?" pikir Sea Lin merasa sedikit khawatir pada Evan dan keempat temannya.
"Keparat Sea Lin, bangsat!. Jika aku bertemu dengannya nanti, aku pasti akan memukul kepalanya dengan keras!" kata Evan merasa sangat kesal sambil merangkak keluar dari timbunan pasir.
Kemudian Evan segera bangkit berdiri dan membersih seluruh tubuhnya yang dipenuhi dengan pasir.
Setelah seluruh tubuhnya telah bersih dari pasir, Evan langsung mengeluarkan Sayap Auar dan terbang ke udara menuju tempat Sea Lin berada.
Sementara itu jauh dari tempat lokasi ledakan Bom Darah, yaitu medan perang Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf.
Tampak mereka yang sama sekali tidak terkena efek ledakan Bom Darah Raksasa apapun, selain Badai Pasir yang disebabkan oleh angin kencang dari gelombang ledakan Bom Darah Raksasa.
__ADS_1
Mereka berempat yang tidak terkena ledakan terlihat masih baik-baik saja, dan masih terus bertempur dengan Para Prajurit Kerajaan Mo.
Dengan cepat Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf telah membunuh dan menghabisi semua Prajurit Kerajaan Mo yang mengepung mereka berempat.
"Semua Prajurit musuh yang mengepung kita telah habis. Ayo kita segera pergi dari sini, sebelum Para Prajurit musuh yang lainnya datang kesini dan mengepung kita lagi!" ujar Wolf mengajak ketika teman yang ada didekatnya untuk pergi meninggalkan lokasi pertempuran mereka.
"Baik, ayo kita segera pergi ke Lokasi terjadinya ledakan, aku ingin lihat apakah Evan dan Sea Lin baik-baik saja disana!" kata Luo Bai yang merasa khawatir dan cemas pada Evan dan Sea Lin.
"Cih!, kamu tidak usah merasa khawatir pada Evan apa lagi Sea Lin. Aku yakin bahwa ledakan tadi pastilah ulah Sea Lin yang tidak tahu mengontrol Kekuatan Jurus Ledakan Darah miliknya itu!" ujar Ray Qi yang merasa kesal dan jengkel kepada Sea Lin, yang sering tidak bisa mengontrol kekuatan ledakan Bom Darah miliknya sendiri.
"Sudahlah, jangan terlalu banyak berdebat dan menyalahkan orang lain. Komandan Sea Lin mungkin melakukan itu karena dalam keadaan yang mendesak, jadi terpaksa menggunakan Teknik Ledakan Darah yang lebih kuat dari biasanya." ujar Yu Zhong mencoba menenangkan Ray Qi yang sedang merasa kesal.
Kemudian setelah banyak bicara, akhirnya Luo Bai, Ray Qi, Yu Zhong dan Wolf langsung terbang ke udara dan pergi menuju Lokasi Bekas Ledakan Besar Bom Darah raksasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Bantu dukung karya baru author yang baru yah, Pliss....😊✌
Genre : Action, Comedy, Romantis, Gangster, Time Travel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...