KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
Aula para tetua


__ADS_3

Kemudian evan masuk keaula para tetua, ketika dia masuk dia melihat semua tetua sudah menunggunya


"Evan, bagaimana persiapan kamu untuk kompetisi?" tanya tetua kepala sekte


"tetua tenang saja, aku yakin pasti akan menang" ucap evan menjawab


"kau terlihat yakin sekali, kau tidak sedang merencanakan sesuatu bukan. baru empat bulan, kau tidak mungkin bisa mengalahkan Reya. tapi jika kau sudah mencapai tingkat ahli silat kami mungkin bisa percaya padamu" ucap tetua ketiga


"kalau para tetua tidak percaya, para tetua boleh mencoba" ucap evan menantang


"hei bocah, kau jangan terlalu sembarangan bicara!"


"yah evan kau terlalu tidak sopan!"


"Cukup !, karena kau merasa sangat percaya diri, maka kami tidak akan berbelas kasihan padamu. tetua keenam maju.


tetua keenam mo wu zhangpun maju dan berdiri berhadapan dengan evan. "jika kau bisa bertahan dari tiga jurus tetua keenam, maka kami akan mengakuimu!" ucap tetua kepala sekte


"tingkat ahli silat level sembilan?" ucap evan


"yah kenapa apa kau takut?" ucap tetua mo wu zhang

__ADS_1


-"habislah evan, evan ini terlalu sembrono" gumam tetua ao ling


"satu jurus!" ucap evan


"hahaha ternyata kau tau diri juga bocah, baiklah satu jurus" ucap tetua mo wu zhang


"tetua anda salah paham, maksudku hanya butuh satu jurus untuk mengalahkan anda" ucap evan


"Baiklah mulai!"


"huh bocah kau jangan menyesali ucapanmu!" ucap tetua mo wu zhang dengan lantang


"Cakar es beruang vraja!" seru tetua mo wu zhang


BOOM !!, asap mengepul diruangan itu dan perlahan memudar. kemudian terlihat evan yang masih betdiri kokoh dan santai, sedangkan tetua mo wu zhang terpental jauh menabrak tembok hingga hancur


"Uhuk uhuk bagaimana mungkin murid luar...." gumam tetua mo wu zhang dengan mukut penuh darah sambil tangan memegang dadanya


"bagaimana, apakah aku sudah membuat kalian percaya?" ucap evan dengan nada sombong


para tetua yang melihat itu ternganga-melongo tak percaya. "evan aku akui kau memang hebat!, namun kau jangan terlalu sombong dan angkuh. kau pasti tahu ayah dari Reya itu siapa, kami saja tidak berani memprovokasinya. jika kau membunuh reya dalam kompetisi, ayah reya pasti tidak akan melepaskanmu!" ucap tetua kepala sekte

__ADS_1


"yah benar apa yang dikatakan oleh kepala sekte, walaupun kami tidak tau apa masalahmu dengan reya, kami mohon kau jangan membunuhnya. karna itu akan membawa sekte dalam masalah" ucap tetua ketiga hang lin


"Benar evan, kau jangan gegabah dan sembrono!" ucap tetua kelima long qi


Evan yang melihat para tetua memohon padanya membuatnya tertawa "Ooooh.... karena itu toh kalian memanggilku kemari. kalian tenang saja, tidak perlu khawatir. lagi pula aku juga tidak berniat untuk melukai Reya apa lagi membunuhnya. aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran, jadi para tetua jangan terlalu khawatir begitu kali.." ucap evan dengan nada penuh canda


para tetua yang mendengar perkataan evan merasa lega dan senang, mereka tidak menyangka bahwa evan berpikiran seperti itu. "hahaha ternyata kau sejak awal sudah berpikir seperti itu, berarti kami yang terlalu khawatir sejak lama" ucap tetua keempat heng ruo


"ternyata anak muda evan sangat berpikiran terbuka hahaha" ucap tetua murid bagian dalam


merekapun saling berbincang dan sejak saat itu para tetua mulai menyukai evan, namun tidak dengan tetua kedua mo lin dan keenam mo wu zhang. ayah dan anak itu merasa sudah dipermalukan oleh evan dan mulai membencinya sejak saat itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2