KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 395 : Pertemuan Gu Mei Dengan Hua Qing Qing


__ADS_3

Sementara itu disuatu hutan yang berada 10 mil jauhnya dari Ibukota Kerajaan Gu. Tampak Gu Mei yang sedang duduk ditanah sambil menangis tersedu-sedu ditengah hutan tersebut.


"Huhuhu....., Ayaaaah!" Gu Mei menangis dengan sangat sedih sambil menyebut nama Ayahnya. Air mata terus mengalir tanpa henti dari mata Gu Mei dan menetes hingga membasahi tanah.


Rasa kehilangan seorang Ayah yang selalu menyayanginya dan memanjakannya, membuat Gu Mei tidak dapat menghentikan tangisan dan air matanya.


Kaisar Gu yang merupakan seorang Ayah sekaligus keluarga satu-satunya yang melindungi dan memberi kehangatan pada Gu Mei, kini telah pergi meninggalkan Gu Mei seorang diri.


Rasa sayang yang sangat mendalam Gu Mei terhadao Ayahnya, membuat Gu Mei tidak bisa berhenti menangis dan melepaskan kepergian Ayahnya.


Namun disaat Gu Mei sedang menangis tersedu-sedu, tiba-tiba Gu Mei didatangi oleh beberapa orang yang muncul dari kegelapan hutan.


Rasa kesedihan dihati Gu Mei seketika menghilang saat menyadari ada sekelompok orang yang datang menghampiri dirinya.


"Sial! apakah Para Prajurit suruhan Wu Shen sudah mengejarku sampai kesini?" batin Gu Mei dalam hatinya merasa sangat terkejut dan takut.


Dengan merasa terkejut dan takut, Gu Mei langsung bangkit berdiri dan menghadap sekelompok orang yang datang menghampirinya.


"Siapa Kalian!?" tanya Gu Mei yang langsung mengeluarkan pedangnya.


Dengan wajah berkeringat ketakutan dan penuh kewaspadaan Gu Mei mengarahkan pedangnya, pada sekelompok orang yang berjalan menghampirinya dari arah kegelapan hutan.


Namun tidak lama kemudian, setelah sekelompok orang tersebut keluar dari kegelapan hutan dan menperlihatkan diri mereka. Ternyata mereka adalah Para murid dari Sekte Gunung Abadi, yang mana tiga diantaranya adalah Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming.


"Putri!..."ucap Hua Qing Qing dan yang lainnya mengenali Gu Mei hanya dalam satu kali pandang.


Akan tetapi Gu Mei yang tidak mengenali Hua Qing Qing dan yang lainnya, dia tetap mengarahkan senjatanya pada mereka dengan rasa takut dan waspada.


Namun betapa terkejutnya Gu Mei saat melihat Hua Qing Qing dan yang lainnya, langsung berlutut dan memberi hormat kepadanya.

__ADS_1


Kemudian Hua Qing Qing mengangkat kepalanya dan melihat Gu Mei yang sedang merasa terkejut dan kebingungan.


"Putri, untunglah kamu selamat, kami kira Putri tidak akan pernah bisa keluar dari Ibukota Kerajaan!" kata Hua Qing Qing sambil tersenyum bahagia.


Terlihat dari raut wajah Hua Qing Qing yang merasa sangat senang dan bahagia saat melihat Gu Mei berhasil selamat dari pemberontakan.


Tidak hanya Hua Qing Qing seorang, tetapi juga Zhang Xiu, Tai Ming serta Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya. Mereka semua sangat senang dan bahagia melihat Gu Mei yang berhasil selamat dari pemberontakan, dan kabur melarikan diri dari Ibukota Kerajaan.


Akaan terapi terlihat Gu Mei yang masih merasa sangata terkejut dan waspada kepada Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya.


"Siapa kalian!?, aku tidak mengenal kalian!" kata Gu Mei dengan sangat waspada.


Dengan menunjukan wajah tegas dan bersikap berani, Gu Mei mencoba menyembunyikan rasa ketakutannya pada Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya. Dengan ekspresi penuh keberanian Gu Mei mengarahkan pedangnya pada Hua Qing Qing.


"Maaf Putri, jika kami telah mengejutkan dirimu. Kami akan memperkenalkan diri kami, sebenarnya kami adalah para murid Sekte Gunung Abadi." kata Hua Qing Qing memperkenalkan diri mereka pada Gu Mei.


"Murid Sekte Gunung Abadi!?" kata Gu Mei yang seketika terkejut.


Kemudian Hua Qing Qing memperkenalkan diri mereka satu per satu pada Gu Mei. Satu per satu dari diperkenalkan oleh Hua Qing Qing dan memberi salam dengan hormat pada Gu Mei.


Setelah semua murid Sekte Gunung Abadi telah memperkenalkan diri, kemudian Hua Qing Qing akhirnya memperkenalkannya dirinya juga.


"Sedangkan saya sendiri adalah Hua Qing Qing, salah satu murid Inti Sekte Gunung Abadi dan Cucu satu-satu Tetua Hua Sang Pemimpin Sekte Gunung Abadi!" kata Hua Qing Qing memperkenalkan diri pada Gu Mei.


Mendengar semua itu Gu Mei merasa terkejut dan juga merasa sangat senang. Mengetahui kalau sekelompok orang yang ada dihadapannya adalah Para Murid Sekte Gunung Abadi, bahkan salah satu diantaranya adalah Murid Inti Sekte Gunung Abadi, sekaligus Cucu Tetua Hua sang Pemimpin Sekte Gunung Abadi.


Gu Mei mdengan sangat senang dan bersemangat, langsung meminta bantuan pada Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gunung Abadi yang lainnya tanpa ragu.


"Kalian adalah Para Murid Sekte Gunung Abadi!?" tanya Gu Mei yang langsung mendekat dan memegang kedua pundak Hua Qing Qing yang sedang berlutut dihadapannya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Gu Mei, kemudian Hua Qing Qing langsung menganggukan kepalanya dengan cepat.


"Kalau begitu kalian pasti bisa membantuku untuk melawan Panglima Wu Shen dan Para pemberontak itu!" kata Gua Mei dengan sangat bersemangat dan penuh harapan.


Mendengar permintaan Gu Mei, seketika raut wajah Hua Qing Qing dan para Murid Sekte Gunung Abadi berubah menjadi murung dan sedih.


"Maaf Tuan Putri, kami tidak bisa membantumu!" kata Hua Qing Qing dengann perlahan dan lemah menundukan kepalanya dihadapan Gu Mei yang sedang menatapnya.


Mendengar jawaban Hua Qing Qing, seketika membuat Gu Mei merasa terkejut dan terpaku. Kemudian Gu Mei menjadi kesal dan marah pada Hua Qing Qing dan Para Murid Sekte Gung Abadi lainnya.


"Kenapa kalian tidak bisa membantuku? apakah kalian tidak bersedia?, apakah kalian juga bersekutu dengan Panglima Wu Shen untuk mengkhianati aku dan Ayahku?" tanya Gu Mei merasa sangat marah dan penuh kecurigaan.


Mendengar pertanyaan Gu Mei yang merasa curiga dan menuduh mereka sebagai pengkhianat yang bersekutu dengan Wu Shen, seketika membuat Hua Qing Qing merasa sangat marah dan kesal pada Gu Mei.


"Tuan Putri mohon jaga kata-katamu! Kami Sekte Gunung Abadi selamanya tidak akan pernah mengkhianati Kerajaan kami sendiri! Tolong jangan samakan kami Sekte Gunung Abadi dengan Panglima Wu Shen dan Para Pengkhianat itu!" kata Hua Qing Qing menyangkal semua kecurigaan dan tuduhan yang dikatakan oleh Gu Mei kepada mereka.


"Jika kalian bukan pengkhianat, terus kenapa tidak ingin membantuku melawan Panglima Wu Shen dan Para Pengkhianat itu?" tanya Gu Mei dengan sangat tegas sambil menggoyang kedua bahu Hua Qing Qing yang dicengkram olehnya.


"Karena Sekte Gunung Abadi juga telah ditaklukan dan dikuasai oleh Wu Shen dan Sekutunya yaitu Kerajaan Xiao!" kata Hua Qing Qing dengan sangat sedih memberitahu Gu Mei.


"Apa!?" ucap Gu Mei merasa sangat terkejut mendengar jawaban Hua Qing Qing.


"Tidak hanya Sekte Gunung Abadi saja, tetapi seluruh Wilayah Kekuasaan Kerajaan Gu telah dikuasai oleh Wu Shen dan Sekutunya. Para Tetua Sekte Gunung Abadi semuannya telah gugur, saat melakukan pertempuran dengan Wu Shen dan Pasukan Pemberontaknya. Sekarang semua murid Sekte Gunung Abadi sedang ditawan oleh mereka didalam Sekte Gunung Abadi, sedangkan kami yang sekarang ada disini adalah Para Murid yang berhasil meloloskan diri. Setelah kami lolos, kami segera pergi ke Ibukota Kerajaan untuk meminta bantuan pada Kaisar dan memberitahukan tentang Pengkhianatan Panglima Wu Shen. Namun kami tidak menyangka, setelah kami sampai di Ibukota, kami melihat bahwa Ibukota Kerajaan juga telah dikuasai olej Wu Shen dan Para Sekutunya." kata Hua Qing Qing menceritakan dan memberitahukan semuannya kepada Gu Mei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2