
Mereka pun langsung bertarung, kelompok Sekte Gunung Abadi terus bertahan namun karena mereka kalah jumlah membuat pertarungan itu tidak menguntungkan untuk mereka.
"Kalian Tidak menepati kata-kata kalian!" ujar Rui Li dengan marah.
"Hahaha jangan salahkan kami, sebelumnya kami sudah memberikan kalian kesempatan tetapi kalianlah yang tidak menghargainya!" ujar Lan Xiao Song.
"Sekarang kalian matilah!" ucap Lan Xiao Song sembari mengayunkan pedangn menyerang Rui Li.
Rui Li berhasil menahan pedang Lan Xiao Song dengan pedang miliknya
"Sial!" geram Rui Li dengan raut wajah marah sembari bertahan.
Pertarungan itu tidak berlangsung lama, beberapa saat kemudian Rui Li dan kelompoknya sudah benar-benar terpojok dan terluka.
"Sepertinya kami benar-benar akan mati hari ini!" ucap salah seorang dari kelompok Sekte Gunung Abadi yang telah terluka sayatan pedang pada lengannya.
"Aku tidak boleh membiarkan murid-murid sekte mati disini!, aku harus menepati janjiku pada pemimpin sekte untuk membawa pulang murid-murid sekte dengan utuh!" pikir Rui Li didalam hatinya.
"Kalian Pergi dan Larilah dari sini!, aku akan mencoba menahan mereka!" perintah Rui Li kepada kelompoknya.
"Senior Rui Li, kami tidak akan pergi dari sini!"
"Kami akan tetap disini dan bertarung bersamamu walaupun harus mati!"
"Benar, kami bukan orang yang takut mati!"
Orang-orang kelompoknya Rui Li menolak untuk kabur dan lebih memilih untuk bertarung bersama hingga mati.
"Kalian jangan keras kepala!, kaburlah!" perintah Rui pada kelompoknya.
"Hahahaha.., sudah mau mati masih berencana untuk kabur, jangan harap untuk bisa kabur!, bunuh mereka semua!" perintah Lan Xiao Song pada kelompoknya.
Lan Xiao Song ikut maju menyerang. "Kamu matilah!" kata Lan Xiao Song yang hendak menebas Rui Li.
"CRAAASS !!" darah menyembur ke udara.
Semua orang yang ada disitu tampak terkejut ketika melihat bahwa ternyata Rui Li masih baik-baik saja dan malah sebaliknya Lan Xiao Song terpotong tangannya hingga buntung.
"Aaaakh!, Kau!, siapa kau berani memotong tanganku!" tanya Lan Xiao Song.
__ADS_1
"Ouw maaf, sepertinya tadi meleset!" ucap Evan dengan tersenyum melihat ke arah Lan Xiao Song.
"Jenderal Evan Li!" seru Rui Li terkejut melihat Evan.
Semua orang yang ada disitu terkejut melihat kedatangan Evan.
Orang-orang dari kelompok Sekte Gunung Abadi terkejut dan juga senang dengan kedatangan Evan, nama Jenderal Muda Evan Li ini sudah sangat terkenal dikalangan atas maupun bawah di Kerajaan Negara Gu, karena Evan yang telah berhasil mengalahkan Panglima muda Wu Shen saat dikompetisi waktu lalu.
Sedangkan untuk orang-orang dari kelompok Akademi Militer Negara Kerajaan Xiao, mereka terkejut dengan rasa takut ketika melihat kedatangan Evan yang namanya juga sangat terkenal menakutkan diantara orang-orang kalangan atas maupun bawah di Negara Kerajaan Xiao.
Karena diwaktu sebelumnya Evan yang masih seorang tingkat Ahli Silat Level Sembilan berhasil lolos dari kepungan Tujuh orang Tingkat Jenderal dan 100 ribu prajurit Kerajaan Xiao di penghancuran Sekte Matahari Merah waktu lalu.
Dan ditambah lagi Evan yang juga berhasil membantai habis 100 ribu prajurit Kerajaan Xiao dikota Salju Merah Darah diwaktu lalu.
Kembali ke pertarungan.
Tampak Lan Xiao Sing merintih kesakitan sembari memegang lengannya yang telah buntung.
Sedangkan Evan yang baru saja tiba tidak tahu siapa orang yang baru saja ia potong tangannya dan dia pun bertanya pada Rui Li.
"Nama kamu Rui Li bukan, siapa mereka dan kenapa mereka ingin membunuh kalian?" tanya Evan pada Rui Li yang ada dibelakangnya.
"Aku juga tidak tahu siapa mereka, tetapi dari pakaian yang mereka kenakan seperti mereka adalah orang Akademi Kerajaan Xiao!" jawab Rui Li.
"Oooh.., Hahaha! ternyata orang dari Negara kerajaan Xiao, sepertinya hari ini aku cukup beruntung!" ujar Evan mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya.
"Spiritualis Kegelapan!?" seketika semua orang yang ada disitu langsung terkejut dan menjadi takut mengetahui bahwa Evan adalah seorang Petarung Spiritualis Kegelapan.
Bahkan Rui Li dan juga kelompok Sekte Gunung Abadi-nya menjauh dari Evan karena merasa takut akan dimangsa.
"Kamu!, Evan Li orang dari Sekte Matahari Merah itu?" tanya Lan Xiao Song memastikan.
"Kau tidak pantas dan tidak perlu tahu mengenai identitasku karena kamu akan mati!" ucap Evan maju menyerang.
"Tidak Jangan!...., Aaakh!" Lan Xiao Song ditusuk hingga mati oleh Evan dengan pedangnya dan Kemudian Evan pun mengnyerap Lan Xiao Song sampai habis tidak bersisa.
Melihat itu Semua orang yang ada ditempat itu menjadi semakin ketakutan, khususnya adalah orang-orang dari kelompok Akademi Kerajaan Xiao.
"Setan!, dia itu setan!" ucap salah satu orang dari Kelompok Akademi Negara Xiao yang ketakutan melihat Evan yang penuh aura kegelapan.
__ADS_1
"Sekarang Giliran kalian!" kata Evan yang kemudian dengan pedangnya maju menyerang, menghabisi, membunuh dan sekaligus menyerap orang-orang kelompok Akademi Kerajaan Xiao.
Mereka mencoba untuk lari dan kabur tetapi dengan kecepatan Evan mereka tetap tidak bisa lolos, dan mereka semua pun mati tanpa meninggalkan mayat mereka.
Evan tampak berdiri dengan aura kegelapan menyelimuti tubuhnya setelah membunuh dan menyerap mayat orang-orang kelompok Akademi Negara Xiao itu.
Sedangkan Rui Li dan kelompoknya yang melihat itu tidak bisa bergerak apa lagi karena sangat ketakutan, mereka hingga berkeringat sambil menelan ludah mereka.
Mereka melihat dari belakang punggung Evan, tampak aura kegelapan yang menyelimuti tubuh Evan perlahan menghilang.
Evan kembali memasukan pedangnya dan berbalik badan melihat ke arah Rui Li dan kelompok Sekte Gunung Terbuka yang tampak ketakutan melihatnya.
Evan maju satu langkah mendekat menghampiri orang-orang itu dan seketika Evan terkejut ketika melihat orang-orang itu menghunuskan pedang mereka kepada Evan dengan tubuh yang gemetar.
Tampak dari wajah orang-orang itu yang takut namun mencoba memberanikan diri.
Evan yang melihat itu pun tertawa. "Puuft, apakah kalian terkejut dan takut mengetahui bahwa aku adalah seorang spiritualis kegelapan?" tanya Evan yang tersenyum sembari memiringkan kepalanya.
Mereka diam tak menjawab tetapi dari raut wajah mereka Evan sudah tahu jawabannya.
"Hahaha.., kalian tidak perlu takut padaku tetapi terserah kalian mau percaya atau tidak!" ucap Evan yang kemudian berbalik badan.
"Tetapi jika kalian tidak ingin menjadi seperti mereka maka jangan menjadi musuhku, karena aku akan membunuh semua musuh-musuhku tanpa tersisa, ingat itu!" kata Evan yang hendak pergi.
"Tunggu!" kata Rui Li menghentikan Evan yang sudah ingin melangkah pergi.
"Terima kasih karena telah menolong kami, kami orang dari Sekte Gunung Abadi akan selalu mengingat dan membalas kebaikan Jenderal Muda Li!" kata Rui Li.
"Baiklah akan aku tunggu balasan dari kalian!" ucap Evan dan pergi meninggalkan Rui Li dan Kelompok Sekte Gunung Abadi ditempat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...LEBIH BAIK MATI DENGAN TERHORMAT...
...DARI PADA HIDUP DENGAN PENUH KEHINAAN...
...----------------...
__ADS_1
......................
......................