KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 324 : Hari-Hari Bersama Sang Pria Tua


__ADS_3

Melihat Evan dengan sifat yang seperti itu, Sang Pria Tua langsung menepuk jidat sambil tersenyum dan tertawa kecil.


"Hahaha..., ternyata sifat pemuda sangat mirip dengan sifat aku dimasa lampau Hahaha..." batin Sang Pria Tua tersenyum sambil tertawa kecil.


Beberapa saat kemudian Sang Pria Tua memberikan satu cincin ruang penyimpanan kepada Evan yang sedang kebingung bagaimana cara membawa semua darah hewan monster yang ada dikolam darah.


"Itu adalah cincin penyimpanan milikku, memiliki kekuatan spiritual dan ruang penyimpanan yang cukup besar, jika hanya untuk menyerap 10 kolam darah yang ukurannya sama seperti ini itu bukan masalah!" ujar Sang Pria Tua kepada Evan.


"Terima kasih Senior, aku pasti akan sangat menjaga cincin penyimpanan milikmu ini!" ucap Evan merasa sangat senang dengan cincin pemberian dari Sang Pria Tua.


"Dengan adanya Cincin Penyimpanan ini, jika kedepannya aku mendapatkan harta karun yang sangat banyak, maka aku akan bisa membawa semua harta karun tersebut!" batin Evan dalam hatinya merasa sangat senang.


"Baiklah, sekarang ayo serap semua darah hewan monster yang ada dikolam ini!" kata Evan mengarahkan cincin penyimpanan tersebut ke arah kolam darah hewan monster yang ada dihadapannya.


Kemudian dalam sekejab mata semua darah hewan monster yang ada dikolam langsung terhisap masuk kedalam cincin ruang penyimpanan tersebut.


Setelah semua darah Hewan Monster yang ada didalam kolam darah masuk kedalam cincin penyimpanan, Evan pun langsung memasang cincin penyimpanan tersebut ke salah satu jari yang ada ditangan kanannya.


Kemudian Evan dan Sang Pria Tua lanjut berkeliling ke semua tempat dan ruangan yang ada, tanpa ketinggalan satu tempat atau ruangan.


Sang Pria Tua menunjukan dan memberikan semua harta karun yang ada disetiap ruangan.


Dihari berikutnya Sang Pria Tua mengajak Evan untuk menjalin dan mempererat hubungan dengan Xuanwu sang .-kura hitam kecil.


Sambil melihat Xuanwu yang sedang bermain dan berenang di atas permukaan kolam, Sang Pria Tua memberitahu semua tentang Xuanwu kepada Evan, dari hal yang disukai Xuanwu dan makanan yang disukai oleh Xuanwu.


"Xuanwu sangat suka berenang di air kolam yang jernih, terutama air laut dan danau yang dalam. Xuanwu paling suka dengan tanaman spiritual untuk makananya, tetapi jika kamu tidak memiliki banyak tanaman spiritual, maka beri saja Xuanwu kristal spirit atau Pil Obat sebagai makanan hariannya, tetapi jika bisa jangan terlalu sering karena Xuanwu bisa merasa bosan!" ujar Sang Pria Tua memberitahu Evan tentang makanan Xuanwu.


Evan yang mendengar itu sungguh tidak menyangka dan merasa heran dengan Xuanwu sang kura-kura kecil tersebut.


"Xuanwu ini ternyata cukup merepotkan juga, tidak sama seperti merawat Limao milik Ririn yang setiap hari hanya perlu diberi daging dan minum. Tetapi tidak apalah, karena dengan adanya Xuanwu maka teman bermain Ririn akan bertambah satu lagi, dan Ririn juga sangat senang dan pandai mengurus hewan-hewan monster kecil seperti Limau dan Xuanwu ini!" batin Evan dalam hatinya.


"Apakah kamu lupa?, Ririn sekarang sedang hamil dan tidak boleh merasa lelah, kenapa kamu malah ingin menyuruh Ririn untuk menjaga Xuanwu?, apa kamu ingin membuat Ririn merasa lelah dan keguguran?" saut Elemen Es dari dalam ruang kesadaran memarahi Evan.

__ADS_1


"Hmmm...., benar juga, tetapi bukankah masih ada Cao Cao?, hehehe!" kata Evan kepada para Elemen yang ada didalam tubuhnya.


Mendengar jawaban Evan, seketika para Elemen langsung merasa jengkel kepada Evan.


"Sepertinya nanti bukan kamu yang menjaga dan merawat kura-kura hitam kecil ini, tetapi orang-orang yang ada disekitar kamu!" kata Elemen Es merasa jengkel kepada Evan.


Setelah itu hari demi hari pun berlalu, sebelum kepergian Sang Pria Tua, Evan selalu menemani Sang Pria Tua, mereka berdua saling bercerita dan berbagi pengalaman hidup, mereka berdua bercanda dan tertawa dengan bahagia, terkadang mereka juga merasa sedih ketika mereka bercerita tentang pengalaman sedih mereka.


Hari demi hari terus berlalu dengan penuh cerita, canda, tawa dan bahagia, hingga akhirnya tiga hari kemudian, yaitu hari dimana jiwa Sang Pria Tua benar-benar akan pergi dan menghilang dari dunia ini.


Di pagi hari tampak Evan yang merasa sedih, walaupun mereka berdua baru saling mengenal selama tiga hari, tetapi Evan benar-benar merasa tidak rela akan kepergian Sang Pria Tua, begitu juga dengan Sang Pria Tua yang sedang merasa sedih, Sang Pria Tua sungguh merasa tidak rela meninggalkan Evan.


Namun karena tidak ingin melihat Evan terus merasa sedih, Sang Pria Tua tetap berusaha tersenyum kepada Evan.


"Ada apa dengan kamu Evan?, apakah kamu merasa tidak rela melihat aku pergi?" ujar Sang Pria Tua yang merasa sedih namun tetap tersenyum kepada Evan.


"Yah Senior, walaupun aku baru mengenal Senior selama tiga hari, tetapi Senior telah memberiku banyak hal, dari harta karun sampai pengalaman hidupmu. Aku sangat berterima kasih kepada Senior!" kata Evan kepada Sang Pria Tua.


"Senior tenang saja, aku pasti akan merawat dan menjaga Xuanwu dengan baik, Aku berjanji!" kata Evan dengan yakin.


"Baguslah!" kata Sang Pria Tua merasa sangat senang dengan ucapan janji Evan.


Kemudian Wujud Jiwa Sang Pria Tua perlahan menghilang menjadi sebuah cahaya-cahaya kecil yang berkelap-kelip terbang ke udara.


Evan yang masih merasa tidak rela terkejut dan sedih ketikamelihat tubuh Jiwa Sang Pria Tua yang perlahan menghilang, namun disisi lain Sang Pria Tua tetap tersenyum kepada Evan walau dia sendiri merasa sangat sedih.


"Sepertinya saat terakhirku telah tiba, Evan, aku sangat senang dan bahagia bisa bertemu denganmu disaat hari-hari terakhirku, terima kasih telah menemaniku selama tiga hari terakhir, aku sangat bahagia......" kata Sang Pria Tua yang kemudian menghilang.


Evan yang masih tidak rela atas kepergian Sang Pria Tua merasa sedih, Evan menunduk dan menangis dengan meneteskan air matanya.


Air mata Evan jatuh dan menetes ke lantai.


"Senior, aku pasti akan selalu mengingatmu!" ucap Evan sambil menangis dan berlinang air mata.

__ADS_1


Setelah Evan menghilangkan rasa kesedihan dan ketidak relaan dalam hatinya, kemudian Evan berjalan ke ruangan kolam tempat Xuanwu Sang Kura-Kura Hitam Kecil berada.


Ketika Evan sampai ke pinggir kolam, Evan pun memanggil nama Xuanwu.


"Xuanwu!" panggil Evan.


Mendengar suara Evan, Xuanwu kecil pun langsung muncul ke permukaan air dan berenang menghampiri Evan yang berada dipinggir kolam.


Kemudian dengan kedua tangannya Evan menangkap dan mengangkat Xuanwu dari kolam.


"Xuanwu, sekarang kamu akan ikut denganku, kamu tinggal lah terlebih dulu didalam lautan spiritualku, setelah kita sampai di Nanzhou maka kamu akan bertemu dengan bannyak teman baru disana!" kata Evan kepada Xuanwu.


Kemudian Evan pun membuka sebuah lingkaran portal dari tubuhnya, setelah lingkaran portal terbuka Evan memasukan Xuanwu kedalamnya.


Setelah memasukan Xuanwu kedalam Lautan Spiritualnya melalui lingkaran Portal tersebut, Evan pun berjalan keluar meninggalkan ruangan kolam.


Evan telah mengambil semua harta karun yang ada diseluruh tempat dan ruangan yang tanpa menyisakan satu benda pun, kecuali Batu Gravitasi Raksasa yang digunakan sebagai pusat formasi Gua Gravitasi.


Setelah seluruh ruangan dan tempat telah benar-benar kosong, Evan pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, Evan melompat kembali ke atas pintu Gua Gravitasi.


"Hanya tiga hari saja tetapi aku sudah memiliki banyak kenangan ditempat ini, Hmmm... selamat tinggal!" kata Evan merasa tidak rela.


Evan membungkuk dan menciptakan sebuah dinding batu untuk menutup pintu Gua.


Setelah itu Evan bangkit berdiri dan berbalik badan berjalan keluar dari Gua Gravitasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2