KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 409 : Kembali Ke Kota Yanzhou


__ADS_3

Kemudian Sea Lin dan Sai membawa Gu Mei, Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming pulang ke Kota Yanzhou. Sedangkan Gu Mei yang sedang pingsan harus digendong oleh Sai dibelakang punggungnya.


Sementara itu di dalam Kota Yanzhou atau lebih tepatnya di Kediaman Jenderal, tempat Evan dan yang lainnya berada.


Di halaman Kedialam Jenderal, tampak Evan, Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan yang sedang duduk disebuah pondok, sambik menemani dan mengawasi Cao Cao berlatih bertombak dengan tombak Tulang Emas.


Tombak Tulang Emas yang sebelumnya di pinjamkan oleh Evan kepada Cao Cao untuk berlatih bertarung sebelumnya, kini telah diberikan oleh Evan kepada Cao Cao, dengan alasan karena Cao Cao telah berlatih dengan bersungguh-sungguh.


"Cao Cao, jika kamu berhasil mengusai Jurus Tombak Dua Belas Dewa Matahari ini dalam waktu satu minggu, Kakak berjanji akan membiarkan kamu mencium Qiu Nia Lan. Jadi kamu harus lebih semangat dan giat berlatih, agar bisa menguasai Teknik Tombak Dua Belas Cahaya Petir sebelum waktu satu minggu yang Kakak berikan habis!" kata Evan mencoba menipu Cao Cao agar bisa lebih bersemangat dalam latihan bertombaknya.


Mendengar perkataan Evan yang menyemangati Cao Cao dengan membiarkannya mencium Qiu Nua Lan, seketika membuat Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan merasa kesal dan marah kepadanya. Sedangkan Cao Cao yang mendengar hadiah tersebut merasa sangat senang dan menjadi lebih bersemangat dari pada sebelumnya.


"Karena Kakak Evan sudah berjanji, maka Kakak tidak boleh mengingkarinya! Setelah aku berhasil menguasai Teknik Tombak Dewa Matahari ini, Kakak harus membiarkan aku mencium Nia Lan!" kata Cao Cao merasa sangat senang dan semakin bersemangat dalam berlatih Teknik Tombak Dewa Matahari.


Sementara itu di Pondok, tampak Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan yang sedang menatap Evan dengan tatapan tajam.


"Kakak! Kenapa kamu menjadikan aku sebagai hadiah keberhasilan Cao Cao? Aku tidak suka!" kata Qiu Nia Lan merasa tidak senang dan mengeluh sambil menggoyang-goyangkan tubuh Evan.


Sedangkan Ririn dan Reya tampak sedang memarahi dan mencubit pinggang Evan dengan sangat kuat, hingga membuat Evan yang memilki kekuatan Raga Tingkat Empat merasa cukup kesakitan pada pinggangnya.


"Nah dengar itu kata Qiu Nia Lan, dia tidak suka! Kenapa kamu menjadikan adik perempuan kami sebagai hadiah untuk keberhasilan Cao Cao?" ujar Ririn memarahi sambil mencubit pinggang Evan.


"Benar itu! Kamu jahat sekali pada adik perempuan kami, sedangkan kamu pada Adik laki-lakimu sangat memanjakannya!" kata Reya memarahi sambil mencubit pinggang Evan.

__ADS_1


"Kalian berdua kumohon cepat lepaskan pinggangku, kulitnya sudah hampir terlepas! Tadi aku hanya sedang menipu Cao Cao saja, agar dia bisa menjadi lebit giat dan bersemangat dalam latihan teknik bertombaknya!" kata Evan dengan suara pelan memohon ampun dan memcoba menjelaskan pada ketiga wanita tersebut.


"Ooohh...." kata Ririn, Reya dan Qiu Nia Lan yang langsung berhenti dan melepaskan Evan setelah mendengar penjelasan tersebut.


Sementara itu Evan yang sudah dicubit dan digoyang-goyang, hanya bisa menerima rasa sakit yang tesisa pada bekas cubitan yang ada pada kedua sisi pinggangnya, serta rambut dan pakaian yang menjadi berantakan akibat digoyang-goyang oleh Qiu Nia Lan.


"Dasar kalian bertiga kejam sekali!" kata Evan mengeluh sambil menggosok pinggangnya yang masih terasa sakit.


Akan tetapi tidak lama kemudian Sai datang ke halaman belakang Kediaman Jenderal dan menghampiri Evan yang sedang bersama dengan Ririn, Reya, Cao Cao dan Qiu Nia Lan.


Mengetahui kedatangan Sai, kemudian mereka semua pun menoleh dan melihat ke arah Sai yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Maaf Jenderal, jika saya telah datang mengganggu waktu Anda bersama dengan keluarga, tetapi saya ada hal penting yang memang harus saya laporkan pada anda sekarang juga!" kata Sai dengan segan sambil memberi hormat pada Evan.


"Tidak apa-apa, kamu katakan saja apa hal penting yang ingin kamu laporkan padaku?" kata Evan yang sama sekali tidak mempermasalahkan hal sepele tersebut.


Mendengar kedatangan Gu Mei, Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming ke Kota Yanzhou, seketika membuat Evan, Reya, Ririn, Qiu Nia Lan dan Cao Cao merasa terkejut.


"Sekarang dimana mereka?" tanya Evan pada Sai yang berada dihadapannya.


"Sekarang mereka berada disebuah penginapan di Kota Pusat Kota Yanzhou!" kata Sai menjawab Evan.


Setelah mengetahui keberadaan Gu Mei, Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming, kemudian Evan, Ririn, Reya, Cao Cao dan Qiu Nia Lan segera pergi meninggkan halaman belakang kediaman Jenderal, dan pergi ke sebuah penginapan di pusat kota Yanzhou.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Evan dan yang lainnya akhirnya sampai disebuah penginapan di pusat kota Yanzhou.


Melihat Evan yang telah datang bersama dengan dua Istri tercinta dan dua Adik tersayangnya, Sea Lin, Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming segera menyambut kedatangan Evan.


"Salam dan Hormat Tuan Jenderal Li!" kata Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming memberi salam dan hormat pada Evan.


"Kakak Besar, akhirnya Kakak datang juga!" kata Sea Lin merasa senang melihat kedatangan Evan bersama dengan Ririn, Reya, Cao Cao dan Qiu Nia Lan.


Sementara itu, tampak Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming yang merasa terkejut dan heran melihat kedatangan Evan bersama dengan dua wanita cantik dan sepasang anak kecil disampingnya.


"Siapa dua wanita dan dua anak kecil yang bersama dengan Jenderal Li? Mereka terlihat sangat serasi, apakah mereka adalah Istri dan anak Jenderal Li?" batin Hua Qing Qing merasa heran dan penasaran pada Ririn, Reya, Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang datang bersama dengan Evan.


Sementara itu disisi lain Ririn dan Reya melihat Hua Qing Qing yang melihat mereka dengan tatapan yang tidak biasa.


"Sea Lin, siapa mereka bertiga? apakah kamu tidak ingin memperkenalkan mereka kepada kami?" ujar Ririn merasa penasaran dengan ketiga orang yang berada dihadapannya.


"Hahh? mereka bertiga? aku juga baru bertemu dengan mereka. Sepertinya mereka bertiga adalah murid dari Sekte Gunung Abadi yang pernah dikunjungi oleh Kakak Besar sebelumnya!" kata Sea Lin yang juga tidak terlalu kenal dengan Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2