KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
Sandiwara


__ADS_3

"evan, bersandiwaralah denganku" ucap mentor chu xian membisiki evan. evan yang mendengar bisikan mentor chu xian jadi merasa cemas dan memiliki firasat buruk


"kamu murid luar sebaiknya tau diri, menjauhlah dari mentor chu xian. kalau tidak, jangan salahkan kami jika kami menghajarmu!" ucap salah seorang dari mereka. evan yang bingung dan tak tahu apa apa kini telah jadi sasaran orang orang yang mengejar mentor chu xian


-"sudah seperti ini terpaksa mengikuti sandiwara mentor chu xian deh" ucap evan didalam hatinya yang terpaksa


"sebaiknya kalian yang tau diri menyingkirlah dari jalanku, atau aku akan menghabisi kalian!" ucap evan


"hahaha seorang murid luar ingin menantang murid bagian dalam dengan jumlah banyak, apa kau sedang mencari mati?" ucap mereka dengan penuh tawa


evan yang sudah terlanjur terlibat dalam sandiwara yang dibuat oleh mentor chu xian tidak ingin membuang banyak waktu lagi


"kalau begitu jangan salahkan aku" ucap evan bersiap untuk menyerang


"hahaha bocah jangan salahkan kami jika menyakitimu yah, ayo seraang!" ucap mereka


"mentor chu xian mundur sedikit. -tinju dewa gerakan keempat, Tinju Badai !!"


Bruaaaaakk !!, mereka semua yang tadi menghalangi jalan langsung menghilang dari hadapan evan dan mentor chu xian dalam satu serangan evan


melihat itu mentor chu xian langsung kagum dan tidak mampu berkata-kata. "evan ternyata sekuat ini!?" ucap mentor chu xian didalam hatinya

__ADS_1


"mentor chu xian, ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap evan dengan santainya seperti tidak pernah terjadi apa apa


"ternyata kau sehebat ini?, tiba tiba aku merasa menyesal bertaruh denganmu" ucap mentor chu xian dengan kagum


"biasa saja kok, ayo" ajak evan sambil berjalan


...****************...


kemudian mereka melanjutkan perjalanan sambil berbincang


"Maaf tadi aku sudah melibatkan kamu dalam masalah" ucap mentor chu xian


"tenang saja tidak apa apa kok, tapi siapa itu Sea lin?"


"Sea lin adalah anak dari tetua kelima long qi dan cucu tetua ketiga hang lin, sea juga adalah anak dan cucu laki laki satu satunya mereka, jadi dia sangat dimanja dan juga disayangi. aku pernah menolongnya satu tahun lalu dan sejak saat itu dia selalu mengejarku, dan mengumumkan bahwa aku adalah wanitanya" ucap mentor chu xian bercerita


"oooh seperti itu, tapi kalau aku jadi sea lin aku juga tidak rela wanita yang aku sukai dekat dengan orang lain, apa lagi mengumumkan kalau dia berpacaran. pasti aku akan marah besar" ucap evan


"sebenarnya aku tidak sepenuhnya tidak suka dengan sea lin, namun sifatnya yang terlalu kekanak kanakkan membuat diriku tidak nyaman" ucap mentor chu xian


"hohoho... berarti mentor chu xian mengakui kalau kamu menyukai orang yang bernama sea lin itu bukan"

__ADS_1


"yah seperti itulah, oh yah apakah kamu sudah memiliki pacar?, tadi aku lihat kamu sangat dekat dengan seorang wanita yang memakai cadar, apakah dia pacarmu?" tanya mentor chu xian


"bisa dibilang pacar dan juga bisa dibilang tidak, kami belum menyampaikan isi hati kami masing masing" ucap evan sambil menendang kerikil yang ada dijalan


"Oooo... jadi masih menggantung. kamu harus bertindak cepat nanti direbut orang loh" ucap men chu xian menertawakan


"hahaha mentor bisa saja"


mereka berjalan dengan sangat asik hingga tak sadar kalau mereka telah sampai didepan aula para tetua


"sudah sampai, aku hanya bisa mengantarmu sampai disini saja" ucap mentor chu xuan sembari pamit pergi


"terima kasih mentor chu xian" ucap evan berterima kasih


"oh yah lain kali jangan panggil aku mentor, panggil saja kakak xian!" teriak mentor chu xian yang telah berjalan jauh


evan tersenyum sambil melihat kearah mentor chu xian pergi, kemudian evan menoleh kearah aula para tetua...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2