KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 413 : Tikus Curut


__ADS_3

Keesokan paginya, tampak Evan yang sedang bersama dengan Ririn dan Cao Cao disebuah pondok dihalaman belakang Kediaman Jenderal.


Terlihat bahwa mereka bertiga sedang membicarakan tentang bayi yang berada didalam perut Ririn.


"Kakak Evan, jika bayinya lahir nanti, dia akan Kakak beri nama siapa?" tanya Cao Cao merasa penasaran dan penuh penantian.


"Hmmm..., siapa yah?" kata Evan yang sedang memikirkan nama yang cocok untuk calon bayi yang ada didalam perut Ririn.


"Kenapa Cao Cao bertanya pada Kakak Evan? Kan Kakak yang punya bayinya, jadi seharusnya Cao Cao bertanya pada Kakak Ririn bukan pada Kak Evan!" ujar Ririn membuat Evan dan Cao Cao merasa keheranan.


"Kenapa seperti itu? Kenapa aku tidak boleh bertanya pada Kakak Evan dan harus bertanya pada Kakak Ririn?" tanya Cao Cao merasa bingung dan heran, begitu juga dengan Evan yang ada didekatnya.


"Karena Kakak yang hamil dan yang punya bayinya, jadi yang boleh kasih nama buat bayinya hanya Kakak saja, sedangkan Kakak Evan tidak boleh!" kata Ririn menjelaskan aturannya pada Cao Cao dan Evan.


"Aaah??..." Cao Cao tidak bisa berkata-kata setelah mendengar aturan yang dibuat oleh Ririn pada bayinya.


"Aku tidak setuju! masa aku tidak boleh kasih nama buat bayi kita, bukankah aku yang buat bayinya?" ujar Evan yang tidak setuju dengan peraturan yang dibuat oleh Ririn.


"Huh! saat Proses pembuatannya aku yang tersiksa dan kamu dapat enaknya, dan aku juga yang hamil dan merawat bayinya, jadi hanya aku yang boleh kasih nama!" ujar Ririn bersih keras untuk menetapkan aturannya.


"Kok bisa begitu? Kan aku Ayahnya!" ujar Evan.


"Aku Ibunya!" kata Ririn yang tidak ingin kalah dari Evan.


Disisi lain, Cao Cao yang melihat pertengkaran kecil Evan dan Ririn, hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalanya.


"Dasar kekanak-kanakan!" batin Cao Cao memandang remeh Evan dan Ririn yang sedang bertengkar seperti anak kecil.

__ADS_1


Melihat Ririn yang tidak ingin kalah, maka Evan pun mengalah dan berhenti bersaing dengan Ririn untuk memberi nama bayi mereka.


"Haaiiss..., baiklah, kamu Ibunya, kamu yang beri nama untuk anak kita!" kata Evan mengalah sambil mengusap kepala dan mencium kening Ririn.


"Nah begitu dong, suami memang harus mengalah pada Istri! lagi pula bayinya cuman satu, jika kamu yang kasih nama untuk bayinya, terus nanti aku kasih nama siapa? Kan kamu bisa kasih nama bayi lain dari Reya atau Istri-Istri kamu yang lain!" ujar Ririn merasa sedih sambil mengusap bayi yang ada didalam perutnya.


Melihat Ririn yang sedang bersedih membuat Evan merasa tidak tega dan kasihan.


"Baiklah, maafkan aku, kamu boleh memberi nama Bayi kita dengan nama yang sukai, dan aku tidak akan ikut campur!" kata Evan membeti ciuman pada kening Ririn sekali lagi.


Sementara itu disisi lain, tampak Cao Cao yang merasa kesal dan sebal melihat kelakukan kedua Kakaknya yaitu Evan dan Ririn yang sedang bermesraan.


"Dasar Kakak Evan, dia melarang aku untuk mencium Nia Lan, sedangkan dia sendiri mencium Kakak Ririn didepan mataku, aku kan hanya mengikuti dia?" batin Cao Cao dalam hatinya merasa jengkel kepada Evan.


Sementara itu di sebuah Penginapan di pusat kota Yanzhou, tempat Hua Qing Qing, Gu Mei, Zhang Xiu dan Tai Ming tinggal.


Disalah satu kamar di penginapan tersebut, tampak Sai yang sedang duduk disebuah kursi, sambil menjaga Hua Qing Qing yang sedang terbaring pingsan di atas tempat tidur dihadapannya.


Melihat Hua Qing Qing yang akhirnya bangun dari pingsan, Sai merasa senang dan lega.


"Nona Hua, akhirnya kamu bangun juga, aku minta maaf atas apa yang dilakukan oleh Tuan Jenderal kepada Nona!" kata Sai meminta maaf atas nama Evan.


"Cih! bajingan sialan itu! dia tidak ingin meminta maaf padaku secara langsung dan malah mengirim kamu kesini!" kata Hua Qing Qing yang masih merasa kesal dengan Evan.


Mendengar Hua Qing Qing yang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada Jenderalnya, seketika membuat Sai merasa tidak senang


"Maaf Nona Hua, kamu tidak pantas untuk berbicara seperti itu kepada Tuan Jenderal kami! Dan juga, aku datang kesini dan menjagamu atas kemauanku sendiri, aku minta maaf atas nama Tuan Jenderal juga atas kemauanku sendiri, hal ini sama sekali tidak ada hubunganya dengan Tuan Jenderal!" kata Sai menjelaskan dengan tegas kepada Hua Qing Qing.

__ADS_1


"Heh! kamu bilang saja, jika kamu tidak ingin Tuan Jenderal kalian disalahkan, agar nama dia tetap bersih dimataku! Tetapi itu sudah tidak mungkin, karena dimataku dia tetaplah hanya seorang bajingan penakut! yang beraninya terhadap orang lemah saja, sedangkan kepada yang kuat dia hanya bersembunyi dibawah cangkang kura-kuranya yang keras!" kata Hua Qing Qing dengan arogan dan sombong menjelekan dan menghina Evan dihadapan Sai.


Mendengar perkataan Hua Qing Qing yang terus menghina Evan, membuat Sai menyadari kalau dirinya telah salah menilai dan menyukai seseorang. Sai ternya kepada Hua Qing Qing sambil menggelengkan kepala dengan perlahan.


"Sekarang aku sadar, kalau aku telah salah menilai Nona Hua, mungkin Tuan Jenderal menolak cinta Nona Hua disaat itu adalah keputusan yang paling tepat!" kata Sai menyela Hua Qing Qing dengan nada dan ekspresi dingin.


"Apa maksudmu?" tanya Hua Qing Qing merasa tidak senang dengan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Sai kepadanya.


"Cinta yang Nona Hua miliki pada Tuan Jenderal bukanlah Cinta yang sebenarnya, karena kepercayaan yang Nona Hua miliki kepada Tuan Jenderal, bahkan sama sekali tidak pantas untuk dibandingkan oleh satu orang Prajurit Pasukan Nanzhou!" kata Sai dengan lugas memandang remeh cinta yang dimiliki oleh Hua Qing Qing.


"Kamu jangan sama kan diriku dengan Prajurit sepertimu! yang mengikuti seorang Pemimpin Pengecut seperti Jenderal kalian! Lagi pula dia memang sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan kepercayaan dariku!" kata Hua Qing Qing memandang rendah Evan dan Para Prajurit Nanzhou yang mengikuti Evan.


"Nona Hua, apakah kamu tahu, kalau saat ini aku bisa saja membunuhmu tanpa seorang pun yang akan mengetahuinya?" ujar Sai tersenyum menyeringai pada Hua Qing Qing.


Mendengar perkataan Sai yang sedang memberikan ancaman, seketika membuat Hua Qing Qing merasa terkejut dan takut.


"Heh! dasar pengecut, begitu saja sudah takut! Sebenarnya yang seorang pengecut itu bukanlah Jenderal kami, tetapi kalian! kalian lah orang yang kabur melarikan diri seperti tikus curut yang dikejar oleh pemangsanya! tikus curut ini berlari dari lubang ke lubang untuk mencari tempat perlindungan, tetapi setelah mendapatkan tempat perlindungan yang aman tikus ini menjadi tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih! Dia meminta bantuan kepada orang yang memberinya tempat berlindung untuk menghabisi pemangsa yang mengejarnya, tetapi saat orangyang memberinya perlindungan tidak bersedia untuk membantuanya, si tikus curut malah mengatai orang memberinya tempat perlindungan sebagai tikus curut seperti dirinya!" kata Sai bercerita untuk menyindir dan menghina Hua Qing Qing.


Mendengar cerita dari Sai yang menyakannya dengan tikus curut yang tidak tahu diri, seketika membuat Hua Qing Qing langsung terdiam dan merasa sangat terhina.


Setelah selesai bercerita, Sai langsung pergi keluar dan meninggalkan Hua Qing Qing seorang diri didalam kamar tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2