
Darah merah mengalir deras dari tubuh Sang Tuan Muda Sombong ke lantai restoran tersebut. Sedangkan Para Pengikutnya yang melihat kejadian itu tampak menjadi semakin ketakutan.
Kemudian Gu Mei yang telah membunuh Sang Tuan Muda Sombong tersebut, segera mengembalikan pedang yang berlumuran darah yang sedang dipegangnya kepada Evan.
"Bagus sekali!" kata Evan memuji Gu Mei dengan raut wajah tersenyum. Namun kemudian Evan langsung mengubah raut wajahnya dengan ekspresi kejam, saat menoleh dan melihat ke arah Para Pengikut Sang Tuan Muda Sombong tersebut.
"Sedangkan untuk kalian, karena kalian hanya mengikuti perintah dari Tuan Muda kalian, maka aku tidak akan terlalu memperhitungkan masalah ini dengan kalian. Kalian pergilah dan bawa mayat Tuan Muda kalian kembali ke Kediaman Keluarga Dong di Kota Yinzhou, dan katakan pada mereka bahwa akulah yang telah membunuhnya!" kata Evan memberi perintah kepada Para Pengikut Tuan Muda sombong tersebut.
"Ba...Baik! Tuan Jenderal!" kata mereka semua dengan patuh menerima perintah dari Evan.
Kemudian mereka semua pun membawa pergi mayat Sang Tuan Muda Sombong mereka keluar dari Restoran, dan kembali ke Kediaman Keluarga Dong di Kota Yinzhou.
Setelah mereka semua pergi, tampak Gu Mei yang merasa heran dengan Evan yang melepaskan mereka semua dengan sangat mudahnya.
"Evan, mengapa kamu melepaskan mereka begitu saja? Bagaimana jika mereka kembali lagi untuk membalas dendam? Seharusnya kamu bunuh mereka juga, karena bagaimana pun mereka juga telah menyakiti Para Pengunjung Restoran disini!" ujar Gu Mei merasa heran kepada Evan.
"Sudahlah, aku juga bukan orang yang tidak memiliki belas kasih. Mereka bersikap seperti itu juga hanya mendengarkan perintah dari majikan mereka. Jika aku juga membunuh mereka yang merupakan rakyat biasa, maka apa yang akan rakyat aku katakan? Walaupun mereka juga telah bersikap semena-mena kepada Para Rakyat, tetapi bagaimana pun mereka tetaplah rakyat biasa yang lemah dari Nanzhou, dan tidak pantas bagiku yang seorang Jenderal Besar Penguasa Nanzhou untuk membunuh mereka!" kata Evan mencoba menjelaskan kepada Gu Mei.
"Oooh ternyata begitu, kamu tidak membunuh mereka karena ingin menjaga reputasi!" ujar Gu Mei yang mulai mengerti maksud Evan.
"Tuh kamu tahu! Baiklah, karena kamu juga sudah selesai makan, ayo kita kembali ke Penginapan! Ririn dan yang lainnya pasti sedang menunggu kita!" kata Evan mengajak Gu Mei untuk kembali ke Penginapan.
Gu Mei mengangguk setuju untuk kembali Penginapan bersama dengan Evan. Akan tetapi disaat Evan sudah terbang, Evan merasa heran saat melihat Gu Mei tidak ikut terbang bersamanya.
"Hmm? Kenapa kamu tidak ikut terbang?" tanya Evan merasa heran kepada Gu Mei.
"Maaf, aku belum mencapai Tingkat Jenderal Level Lima, aku masih di Tingkat Jenderal Level Dua, jadi belum bisa terbang!" kata Gu Mei memberitahu Evan mengapa dia tidak ikut terbang.
"Apa!?, kamu masih belum mencapai Tingkat Jenderal Level Lima? Selama ini kamu ngapain saja di Istana?" ujar Evan merasa terkejut dan heran dengan Gu Mei yang masih berada di Tingkat Jenderal Level Dia.
__ADS_1
"Jika aku mengatakan kalau aku selalu memikirkan kamu, apakah kamu akan percaya?" tanya Gu Mei dengan lemah kepada Evan.
Mendengar pertanyaan Gu Mei, seketika membuat Evan langsung tertegun dan diam. Kemudian secara perlahan Evan mendarat kembali ke hadapan Gu Mei dan langsung menghilangkan sayap aura miliknya.
"Maaf jika sudah membuat kamu terus memikirkan diriku!" ucap Evan meminta maaf dengan lemah lembut kepada Gu Mei.
"Tidak apa-apa, itu juga bukan salah kamu!" kata Gu Mei sembari tersenyum kepada Evan.
"Tetapi karena aku tidak bisa terbang untuk kembali ke Penginapan, maka kamu harus menggendong aku terbang!" kata Gu Mei yang ingin digendong oleh Evan untuk kembali ke Penginapan.
Namun Evan yang tidak ingin membuat Ririn merasa cemburu atau membuatnya merasa tidak senang, seketika langsung menolak permintaan Gu Mei.
"Maaf aku tidak bisa menggendongmu untuk kembali ke Penginapan!" kata Evan menolak permintaan Gu Mei.
"Mengapa?" tanya Gu Mei merasa heran dan sedih, saat mendengar jawaban Evan yang menolak untuk menggendongnya kembali ke Penginapan.
Mendengar Evan telah menikah dengan Ririn dan akan segera menjadi seorang ayah, Gu Mei sama sekali tidak merasa terkejut karena dia telah mempersiapkan diri untuk menerima hal itu. Akan tetapi walau Gu Mei sama sekali tidak terkejut, namun hati Gu Mei tetap merasakan rasa sakit seperti teriris saat mengetahuinya.
Akan tetapi Gu Mei yang merasa sakit lebih memilih untuk menyembunyikan rasa sakit tersebut didalam hatinya. Gu Mei mengangkat kepalanya dan tetap tersenyum kepada walau hatinya terasa sangat sakit.
"Selamat atas pernikahan kalian, aku turut senang mendengarnya. Semoga kalian berdua bahagia selamanya!" ucap Gu Mei sambil tersenyum kepada Evan.
Melihat Gu Mei yang sedang tersenyum pura-pura kepadanya, Evan hanya menghela nafas dan ikut tersenyum agar tidak menambah beban didalam hati Gu Mei.
"Terima kasih!" ucap berterima kasih sambil tersenyum kepada Gu Mei yang sedang tersenyum pahit.
"Baiklah, karena kamu tidak bisa membawaku terbang untuk kembali ke penginapan, kalau begitu ayo kita berjalan kaki saja!" ujar Gu Mei sembari tersenyum.
Kemudian dengan berjalan kaki, Evan dan Gu Mei pergi meninggalkan restoran tersebut dan kembali ke Penginapan tempat Ririn sedang menunggu mereka.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, Evan dan Gu Mei akhirnya sampai di Penginapan yang sebelumnya. Di dalam Penginapan, tampak Ririn dan Sai yang sedang menunggu mereka didepan pintu kamar Gu Mei.
Terlihat Sai yang masih kesakitan pada selangkangannya masih belum bisa berdiri dengan normal, dia duduk bersandar didinding depan pintu kamar dengan kedua ************ terbuka lebar.
Melihat Evan dan Gu Mei yang telah kembali, Ririn merasa sangat senang.
"Evan, akhirnya kalian kembali juga!" kata Ririn menyambut kedatangan Gu Mei dan Evan.
"Kalian berdua pergi kemana saja? Kenapa lama sekali?" lanjut Ririn bertanya dengan heran.
"Aku tadi ketahuan lapar oleh Evan, jadi dia mengajak aku makan terlebih dahulu sebelum kembali kesini!" kata Gu Mei menjawab pertanyaan Ririn.
Kemudian Gu Mei berjalan menghampiri Sai yang masih terduduk lemas sambil bersandar didinding.
"Tuan Pengawal, Saya benar-benar minta maaf, Saya tidak tahu, kalau Tuan Pengawal ternyata adalah Prajurit khusus yang diperintahkan oleh Evan untuk menjaga Saya. Sebelumnya Saya mengira kalau Tuan Pengawal adalah salah satu Prajurit bawahan Panglima Wu Shen, yang diperintahkan untuk menahan Saya!" kata Gu Mei meminta maaf kepada Sai sambil membungkukan badan.
"Tidak apa-apa Tuan Putri, Saya hanya menjalankan tugas saja, jika terjadi kecelakaan itu adalah hal biasa. Dan Saya juga dapat mengerti!" kata Sai sambil tersenyum kepada Gu Mei yang sedang meminta maaf kepadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
......................
......................
__ADS_1