
Keesokan harinya, Evan dan Putri Mei berkeliling mengitari hutan untuk menguras semua sumber daya yang ada, namun tak semudah itu kadang kala evan juga bertemu dan harus bertarung dengan monster spiritual yang ada disana.
Setelah dari pagi hingga siang menguras sumber daya dihutan kematian, 15 hari berlalu dengan cepat, hampir seluruh sumber daya dihutan kematian habis dikuras oleh keserakahan Evan.
Disore hari Disebuah tempat yang sumber dayanya sudah habis diambil evan dan Putri Mei, mereka pun beristirahat.
"Evan, setelah ini kita akan kemana?, kita sudah mengelilingi semua tempat yang ada dihutan kematian ini. apa kau masih ada urusan lain?" tanya Putri Mei.
"Iyah aku masih ada urusan lain, besok kamu temani aku kembali ke sekte matahari merah. aku ingin menjumpai beberapa teman lama yang ada disana." Ucap Evan menjawab.
"Teman?"
"benar, sudah jangan bertanya lagi kamu akan tau setelah kamu melihat mereka. hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita cari tempat untuk istirahat." Ajak evan.
Disebuah tempat pinggir sungai, Evan dan Putri Mei beristirahat sambil membakar ikan, sekaligus menghangatkan tubuh dari dinginnya malam.
Disaat Evan duduk menghangatkan diri, dia merasakan ada aura yang sedikit familiar ada didekat mereka.
"Setelah makan beristirahatlah, aku ingin berkeliling sebentar. kamu jangan pergi kemana-mana!." perintah evan
"Baik, hati-hati." Angguk putri Mei.
Evan pun pergi berkeliling mencari asal darimana aura itu datang.
"kakak, apa kalian merasakan merasakan aura tadi?" tanya evan pada para elemen.
"Yah, itu sepertinya aura dari Serigala Bayangan Pembunuh dan ini lebih kuat dari yang sebelumnya.!" jawab gelap.
"sepertinya tak hanya itu, kali ini sepertinya tak hanya satu, tapi segerombol serigala bayangan pembunuh." ucap Petir.
"Benar, sebaiknya jangan mencarinya!, ini dimalam hari, sangat sulit untuk mengalahkan mereka dimalam hari!" ucap Angin.
__ADS_1
"Mengapa kabur? ini adalah sumber daya yang sangat berharga untuk Evan." ujar Gelap.
"Benar apa yang dikatakan kak Gelap, keuntungan sudah didepan mata, sayang sekali jika tak diambil bukan." ucap si evan menyetujui Usul gelap.
"Sudah jangan berdebat lagi, auranya sudah dekat! sebaiknya bersembunyi dulu." ujar Air.
Evan pun bersembunyi dibalik sebuah semak-semak untuk mengamati, terlihat olehnya ada sekitar belasan serigala bayang pembunuh ditingkat tiga, namun ada satu serigala yang paling kuat diantara serigala itu yang berada ditingkat empat menengah, kemungkinan besar bahwa serigala itu adalah pemimpinnya.
"Bagaimana ?, mau langsung menyerang atau kabur saja?, mereka ada sebanyak ini, sulit untuk menghadapinya sekaligus." tanya Evan pada para Elemen.
"Serang, tapi jangan berhadapan langsung dengan mereka." jawab Gelap.
"Maksudnya, menyerang diam-diam?" tanya Evan.
"Benar, kita gunakan cara mereka untuk mengalahkan mereka. gunakan langkah bayangan pembunuh dan tebasan hujan rintik, maka kita akan membunuh mereka satu per satu secara diam-diam." jawab Gelap memberitahu rencananya.
"Hehe.. rencana yang bagus kakak Gelap!" ucap Evan menyeringai.
Evan menghilang pergi dari semak-semak, Evan melangkah dengan diam-diam dan berhati-hati, mangsa pertama Evan sudah terlihat, Serigala Bayangan Pembunuh yang paling menyendiri dari kawanannya.
Dengan gerakan yang cepat dan nafas yang dalam, Evan memenggal leher Serigala Bayangan Pembunuh tanpa suara sedikit pun.
Setelah Serigala bayangan pembunuh itu mati, Evan segera menyeret serigala bayangan pembunuh menjauh dari kawanannya untuk mencegah terciumnya bau darah.
"Mangsa pertama didapatkan!" ucap Evan ditempat yang lumayan jauh dari kawanan Serigala Pembunuh itu.
Evan mengambil Inti monster spiritual serigala tersebut dan sisa mayatnya pun diserap oleh Evan hingga habis tak bersisa bangkat tengkoraknya sekalipun. rasa menyegarkan setelah menyerap mayat serigala bayangan pembunuh, membuat Evan penuh dengan energi yang menyelimuti tubuhnya dengan aura kegelapan yang pekat dan tebal.
"Saatnya mangsa yang kedua!" ucap Evan berbalik kembali menuju ke kawanan serigala bayangan pembunuh.
Seperti sebelumnya setelah Evan membunuh serigala bayangan pembunuh, Evan akan menyeretnya menjauh dari kawanan serigala, setelah itu mengambil inti dan menyerap mayatnya hingga habis tak bersisa.
__ADS_1
Satu per satu serigala bayangan pembunuh menghilang dari kawanannya.
"Ini serigala yang keenam." ucap Evan yang akan menyerap mayat Serigala Bayangan Pembunuh yang ada didepannya.
Setelah selesai menyerap mayat serigala bayangan pembunuh yang keenam, Evan kembali lagi untuk membunuh lagi.
Namun disaat Evan akan membunuh untuk yang ketujuh kalinya, Evan ketahuan oleh si pemimpin serigala bayangan pembunuh yang berada dilevel empat.
"CRRAASSH....!!" Evan yang menyerang serigala bayangan ketujuh tak berhasil karena dihadang dan di cakar oleh si pemimpin serigala.
Evan mundur beberapa loncatan di atas tanah dan mendarat sambil menegang lengan kirinya yang tercakar.
"Uugh.... sial ketahuan!" ucap evan sambil merintih kesakitan.
"Ternyata kau manusia sialan yang menyerang kawanan serigala milikku!" Ucap Sang Pemimpin kawanan Serigala dengan gigi dan taring yang tajam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
......................
__ADS_1
......................
......................