
Akan tetapi Qin Yun tampak tidak peduli pada ucapan Qin Shan.
"Hanya merusak pintu saja, nanti juga bisa diperbaiki!" kata Qin Yun pada Qin Shan.
Mendengar perkataan Qin Yun, Qin Shan hanya menghela nafasnya.
Kemudian Qin Yun bergegas menghampiri Evan untuk bertanya "Evan, bagaimana dengan hasil perang?, apakah kalian berhasil menaklukan Kerajaan Mo? Dan kenapa kamu kesini seorang diri? kemana Ray Qi... maksud yang lainnya?" tanya Qin Yun yang pertanyaannya tidak berbeda jauh dengan pertanyaan Qin Shan.
"Haaiiss...., kalian berdua sama saja, pertanyaan kalian pun juga sama," kata Evan menghela nafasnya melihat tingkah Qin Shan dan Qin Yun.
"Penyerangan ini, tentu saja kami menang, dan kami telah berhasil menaklukan Kerajaan Mo. Aku kembali ke Nanzhou bersama dengan Sea Lin, Yu Zhong dan seluruh Pasukan Gagak Malam. Sedangkan Luo Bai dan yang lainnya aku perintahkan untuk tetap berada di Ibukota Kerajaan Mo, untuk menjaga dan mengatur Pemerintahan dan masyarakat disana!" lanjut Evan menjawab dan menjelaskan pada Qin Shan dan Qin Yun.
Qin Shan dan Qin Yun seketika merasa lega, senang dan gembira mendengar jawaban Evan yang membawa kabar baik.
"Bagus sekali! akhirnya kita bisa melenyapkan satu ancaman untuk Nanzhou! Kerja bagus Evan!" kata Qin Shan memberi selamat pada Evan dengan sangat senang dan gembira.
"Terima kasih, ini semua juga berkat bantuan darimu yang selama ini mengurus Nanzhou dengan baik untukku!" kata Evan sembari tersenyum.
"Evan, Ray Qi disana tidak kenapa-napa kan? dia baik-baik saja kan?" tanya Qin Yun yang merasa khawatir pada Ray Qi.
Mendengar pertanyaan Qin Yun, dalam sekejab Evan langsung mengubah raut wajahnya menjadi sedih dan murung.
"Haahh...." Evan menghela nafas dengan penuh kesedihan.
Melihat reaksi Evan membuat Qin Shan dan Qin Yun tertegun, terutama Qin Yun, dia merasa takut dan khawatir kalau telah terjadi sesuatu pada Ray Qi.
"Ray Qi kenapa!?...." tanya Qin Yun pada Evan.
"Ray Qi, dia...." dengan raut wajah sedih Evan tidak sanggup untuk mengatakannya pada Qin Yun.
Melihat Evan yang kesulitan untuk mengatakannya, Qin Yun langsung menangkap kerah baju Evan dengan tangannya yang gemetar karena merasa sedih dan takut.
"Kenapa dengan Ray Qi? Kamu cepat katakan padaku!" kata Qin Yun memaksa Evan dengan mata yang ingin menangis.
"Ray Qi, dia kedinginan dan membutuhkan kehangatan seorang gadis bernama Qin Yun disana!" kata Evan sambil tersenyum jahil pada Qin Yun.
__ADS_1
Mendengar jawaban Evan yang sembari tersenyum jahil padanya, membuat Qin Yun seketika sadar kalau dia telah dikerjai oleh Evan.
Qin Yun menjadi emosi dan merasa kesal sampai gemetar dibuat oleh Evan yang telah mengerjai dirinya.
"Bajingan Kau Evan!!" kata Qin Yun yang langsung menggerakan lututnya ke arah ************ Evan.
Namun untung Evan bereaksi cepat dan berhasil menahan tendangan lutut dari Qin Yun yang mengarah ke tengah selangkangannya.
"Huuff....., untung selamat!" lanjut Evan menghela nafas lega karena berhasil melindungi Elang kecil miliknya.
"Qin Yun! aku hanya bercanda padamu, kenapa kamu menggunakan tendangan pemutus keturunan padaku? Untung aku bisa menahannya, jika tidak, bagaimana dengan para Istriku nanti?" ujar Evan merasa kesal dan marah pada pada Qin Yun.
"Huh! Siapa suruh kamu mengerjaiku!" kata Qin Yun sembari melipat kedua tangannya.
Melihat Evan dan Qin Yun yang mulai bertengkar, Qin Shan memcoba menengahi dan menghentikan pertengkaran mereka.
"Sudah kalian berdua jangan bertengkar lagi. Qin Yun, kamu kembalilah ke kamarmu, aku dan Evan ada hal penting yang perlu dibicarakan!" ujar Qin Shan mencoba menengahi dan memghentikan pertengkaran Evan dan Qin Yun.
Kemudian Qin Yun pun langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Qin Shan dan kembali ke kamarnya.
Setelah Qin Yun pergi, kemudian Evan dan Qin Shan kembali ke topik pembahasan awal mereka, yaitu tentang Evan yang ingin mendiskusikan hal penting dengan dirinya.
"Besok, aku ingin kamu mengumumkan tentang berita kemenanganku ke Seluruh Nanzhou. Setelah itu kamu bersiap-siaplah untuk pindah ke Ibukota Kerajaan Mo. Aku ingin kamu menjadi pengurus administrasi Pemerintahan disana!" ujar Evan memberitahu.
"Aiihh..., aku tahu jika ini pasti bakal terjadi! Baiklah, setelah aku menyelesaikan pekerjaanku di Nanzhou, aku akan pindah ke Ibukota Kerajaan." kata Qin Shan mematuhi perkataan Evan.
"Baguslah, terima kasih!" kata Evan berterima kasih pada Qin Shan sambil tersenyum.
"Hmmm..., apakah kamu kesini cuman mau menyuruhku pindah? tidak ada hal penting yang lainnya lagi?" tanya Qin Shan merasa heran.
"Oh Yah, aku ingin tanya, bagaimana dengan keadaan kota Yinzhou? Selama kami pergi, apakah Pasukan Kerajaan Kai (Ras Iblis) datang menyerang lagi?" tanya Evan.
"Tidak ada," kata Qin Shan mengelengkan kepalanya. "sejak kalian pergi menyerang ke Kerajaan Mo hingga saat ini, Kerajaan Kai sama sekali tidak ada datang menyerang!" jawab Qin Shan memberitahu.
Mendengar jawaban Qin Shan, kemudian tampak Evan yang mulai berfikir sambil memegang dagunya dengan dua jari.
__ADS_1
"Kenapa Kerajaan Kai belum ada menyerang lagi sampai saat ini? Ini tidak seperti sifat mereka sebagai Ras Iblis. Atau apakah mereka sedang mengumpulkan Kekuatan Pasukan dengan jumlah skala besar? Ini tidak boleh terus dibiarkan, aku harus menyelidikinya!" pikir Evan dalam benaknya yang merasa curiga dengan pergerakan Kerajaan Kai akhir-akhir ini.
Melihat Evan yang sedang melamun dan berfikir, Qin Shan langsung membangunkannya.
"Hei!" tegur Qin Shan menyadarkan Evan yang sedang melamun dan berfikir serius.
"Apa yang sedang kamu lamunkan?, kenapa sampai seserius itu?" tanya Qin Shan merasa heran dan penasaran dengan apa yang sedang dilamunkan oleh Evan.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang berfikir rencana perang untuk menghadapi Kerajaan Kai nanti!" ujar Evan.
"Oohh..., Bagaimana, apakah kamu sudah tidak ada untuk ditanyakan lagi? Jika tidak ada, kamu cepatlah pulang ke Kediaman Jenderal di kota Yanzhou, aku ingin lanjut fokus mengerjakan semua kertas-kertas yang bertumpuk ini!" ujar Qin Shan yang ingin kembali fokus bekerja.
"Baiklah, aku ada satu pertanyaan lagi!" ujar Evan yang ingin bertanya tentang satu hal lagi pada Qin Shan.
"Apa?, cepat tanyakan! aku sedang sangat sibuk dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!" ujar Qin Shan.
"Aku ingin tanya, kapan kamu punya pacar? Adikmu Qin Yun saja sudah berpacaran dengan Ray Qi, bahkan Tang Chen yang sering aku jahili, juga sudah punya pacar, Lah kamu kapan?" tanya Evan sambil tersenyum meledek pada Qin Shan.
Mendengar pertanyaan Evan, seketika membuat Qin Shan merasa jengkel dan kesal. Kemudian Qin Shan langsung mengusir dan mendorong Evan keluar dari ruangan kerjanya.
"Jika bukan karena kamu menyuruh aku mengerjakan tugas yang sibuk ini, aku mana mungkin tidak memiliki pacar!" kata Qin Shan sambil memegang kedua pinggangnya.
Dan kemudian "BRAAKK!!" Qin Shan langsung menutup pintu ruangan kerjanya dengan rapat.
Sementara itu tampak Evan telah diusir keluar dan berada didepan pintu (diluar ruangan kerja Qin Shan).
"Haiiiss..., sepertinya aku sudah membuat dia merasa kesal padaku." batin Evan menghela nafasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................