
Setelah Gu Mei dan Sai saling memaafkan, kemudian Evan berjalan mendekat dan membantu Sai untuk bangkit berdiri dengan hati-hati.
"Aiihh..., pasti sakit sekali! Saat itu aku memiliki kemampuan penyembuhan yang bisa dibilang sangat cepat, namun aku tetap harus memulihkan diri selama dua hari baru dapat sembuh dengan total! Sai, semoga dirimu beruntung dan dapat sembuh dengan cepat!" batin Evan merasa prihatin dengan Sai.
"Uuughh..., Tuan Jenderal, kumohon pelan sedikit, sakit sekali!" kata Sai memohon kepada Evan agar berhati-hati saat memapah dirinya.
"Haiiss..., kasihan sekali dirimu, mirip seperti aku saat baru pertama kali bertemu dengannya. Saat itu aku mengira telurku pecah dan aku tidak akan bisa memiliki keturunan!" ujar Evan merasa kasihan sambil memapah Sai agar dapat berdiri dengan stabil.
"Evan, kamu meledek diriku lagi, saat itu juga bukan salah aku, tetapi kamu....." Gu Mei seketika menghentikan kalimatnya yang ingin mengungkit kejadian memalukan saat itu.
Seketika wajah Gu Mei langsung memerah saat mengingatkan kejadian memalukan saat itu.
"Aaarrgh..., dasar Evan brengsek! Ririn ayo ikut aku!" kata Gu Mei dengan sangat kesal dan langsung pergi, sambil menarik Ririn masuk ke dalam kamar bersamanya.
Sementara itu Evan yang tidak sempat menahan Gu Mei pergi, tampak merasa bingung dan kesal kepada Gu Mei, apalagi Gu Mei pergi dengan membawa Ririn.
"Kenapa tiba-tiba pergi? Dan juga mengapa harus membawa Istriku juga?" ujar Evan merasa bingung bercampur dengan kesal kepada Gu Mei.
Sementara itu tampak Sai yang masih sedang dipapah oleh Evan agar dapat berdiri dengan stabil.
"Tuan Jenderal, sebenarnya apa yang kamu lakukan kepada Putri Gu Mei? Mengapa Putri Gu Mei sampai menendang telur Tuan Jenderal juga?" tanya Sai merasa heran dan penasaran.
"Aku hanya secara tidak sengaja melihat ****** ******** saat itu, dan juga melihat seluruh tubuh Dia yang sedang menggunakan pakaian yang basah!" ujar Evan menjawab Sai dengan singkat.
Seketika Sai merasa terkejut saat mendengar jawaban dari Evan yang membuatnya menjadi semakin merasa penasaran.
"Ternyata ada kejadian menarik seperti itu. Tuan Jenderal, kalau boleh bisakah Tuan Jenderal menceritakan dengan detail bagaimana kejadian itu terjadi?" tanya Sai merasa penasaran dengan kejadian yang dialami oleh Evan tersebut.
Akan tetapi bukannya menjawab pertanyaan dari Sai tersebut, tetapi Evan malah memukul kepala Sai hingga benjol.
"Kamu sudah mulai berani yah? Masalah pribadiku pun kamu berani bertanya!" kata Evan memarahi Sai yang sedang bersikap tidak sopan kepadanya.
__ADS_1
"Adududuh..., aku kan hanya bertanya saja, mengapa Tuan Jenderal marah?" ujar Sai bergumam sambil memegang benjolan dikepalanya.
"Sudahlah, sekarang aku akan mengantar kamu untuk beristirahat. Ingat, saat beristirahat nanti kamu jangan terlalu banyak bergerak atau nanti telurmu akan benar-benar pecah, dan kamu tidak akan bisa memilki keturunan dimasa depan!" ujar Evan mengingatkan dan menakut-nakuti Sai yang sedang dipapahnya.
"Tuan Jenderal, perkataan Tuan sungguh sangat tidak enak untuk didengar! Tolong jangan menakut-nakuti diriku!" ujar Sai yang sangat tidak nyaman setelah mendengar perkataan dari Evan.
"Hehehe...." tawa Evan sembari memapah Sai pergi dari Penginapan tersebut dan menuju ke tempat tinggal Sai.
Akan tetapi pada saat Evan dan Sai sudah akan meniggalkan Penginapan tersebut, tiba-tiba ditengah jalan mereka berdua bertemu dengan Hua Qing Qing.
Hua Qing Qing merasa terkejut dan heran saat melihat Sai yang sedang berjalan dengan dipapah oleh Evan.
"Tuan Jenderal, kenapa dengan Tuan Pengawal? Mengapa dipapah seperti itu?" tanya Hua Qing Qing kepada Evan.
"Telurnya pecah!" jawab Evan dengan singkat hingga membuat Sai dan Hua Qing Qing terkejut seketika.
"Apa!? Mengapa bisa pecah?" tanya Hua Qing Qing merasa terkejut dan terheran-heran mendengar itu.
"Tuan Jenderal, aku mohon jangan berbicara sembarangan! Nanti ada orang yang akan salah paham!" kata Sai memohon kepada Evan yang sedang menopangnya.
"Hahaha..., aku hanya bercanda saja! Nona Hua, kamu jangan salah paham tadi aku hanya sedang bercanda saja, tolong jangan dianggap serius!" ujar Evan mencoba ikut menjelaskan kepada Hua Qing Qing agar tidak terjadi kesalah-pahaman.
"Ooohh...., ternyata hanya bercanda, aku kira tadi sungguhan...." kata Hua Qing Qing merasa lega.
Setelah mendengar penjelasan dari Evan dan Sai, bahwa yang dikatakan oleh mereka hanyalah sebuah candaan, seketika membuat Hua Qing Qing merasa lega dan raut wajah terkejutnya pun perlahan menghilang. Akan tetapi Hua Qing Qing tetap saja merasa heran dengan Sai yang mengapa harus berjalan dengan dipapah oleh Evan, padahal setelah dilihat seluruh tubuh Sai sama sekali tidak ada yang terluka sedikit pun.
"Tetapi kalau boleh tahu mengapa Tuan Pengawal harus berjalan dengan dipapah? Apakah Tuan Pengawal terluka?" tanya Hua Qing Qing merasa heran sambil melihat bahwa seluruh tubuh Sai sama sekali tidak ada yang terluka.
"Dia terluka, tetapi lukanya berada ditempat yang paling tersembunyi, maka dari itu Nona Hua tidak dapat melihat dimana letak lukanya!" kata Evan sembari tersenyum dan saling bertatapan dengan Sai yang sedang dipapah olehnya.
"Ditempat yang paling tersembunyi?...." batin Hua Qing Qing mencoba berfikir dan menebak tempat luka yang dimiliki oleh Sai.
__ADS_1
Akan tetapi sesaat kemudian wajah Hua Qing Qing seketika langsung merona setelah mengetahui letak luka tersebut.
Perlahan pandangan Hua Qing Qing turun ke bagian bawah tubuh Sai yang terluka tersebut. Hua Qing Qing ikut merasa ngilu saat mencoba membayangkan betapa sakitnya luka yang diderita oleh Sai tersebut.
Melihat ekspresi Hua Qing Qing setelah mengetahui letak luka yang diderita oleh Sai, seketika membuat Evan tersenyum dan tertawa kecil.
"Yasudah, sekarang Saya sedang terburu-buru untuk mengantar Pengawal Saya kembali ke tempat tinggalnya agar dapat beristirahat. Nona Hua, kami pamit pergi!" ujar Evan yang ingin segera pergi untuk mengantar Sai kembali ke tempat tinggalnya.
"Tunggu!" kata Hua Qing Qing yang seketika menghentikan Evan dan Sai.
"Ada apa Nona Hua?" tanya Evan merasa heran kepada Hua Qing Qing yang tiba-tiba menghentikan mereka untuk pergi.
"Tuan Jenderal, biarkan Saya saja yang mengantar Tuan Pengawal untuk kembali ke tempat tinggalnya, dan biarkan Saya juga yang merawat tubuh Tuan Pengawal!" kata Hua Qing Qing menawarkan dirinya.
Mendengar itu Evan merasa heran dan ragu untuk membiarkan Hua Qing Qing mengantar dan merawat Sai. Sedangkan Sai sendiri merasa cukup terkejut dan heran melihat Hua Qing Qing yang menawarkan diri untuk mengantar dan merawat dirinya.
"Mengapa Nona Hua ingin merawatnya?" tanya Evan merasa heran dan penasaran dengan alasan Hua Qing Qing yang sedang menawarkan diri, untuk mengantar dan merawat Sai.
"Saya ada hal yang ingin dikatakan dengan Tuan Pengawal secara Pribadi, jadi mohon Tuan Jenderal mengijinkan!" kata Hua Qing Qing meminta ijin kepada Evan.
Mendengar itu, Evan tentu saja mengijinkan, akan tetapi bagaimana pun keputusan tetap berada ditangan Sai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................