
Singkat cerita di keesokan harinya di aula istana....
Terlihat para pejabat tinggi dan para Jenderal besar kerajaan Gu sedang berkumpul dia aula istana karena hari ini adalah hari pemberian dan pelantikan Evan sebagai Jenderal besar penguasa provinsi Nanzhou.
Kemudian Evan dan Sea Lin masuk kedalam aula istana tersebut.
Kemudian setelah Evan masuk para pejabat itu meremehkan Evan, karena Evan masihlah sangat muda yaitu seorang bocah laki-laki yang baru menginjak usia 15 tahun.
"Kalian semua diam! ini adalah keputusanku!" bentak Kaisar Gu pada para pejabat dan jenderal tersebut.
Evan hanya diam tak berbicara namun dia tersenyum dengan sinis.
"Evan, Putriku sudah menceritakan semuannya, apa kau sudah yakin dengan pilihanmu untuk mengambil alih daerah kekuasaan provinsi Nanzhou?" tanya Kaisar Gu yang duduk disingasananya.
"Sudah Kaisar!, saya yakin dengan pilihan saya!. tapi saya masih ada satu permintaan lagi mohon Kaisar dapat mengabulkannya! " pinta Evan sambil memberi hormat.
"Hmm baiklah, sebutkan permintaanmu itu."
"Aku ingin supaya kaisar tidak ikut campur dalam daerah kekuasaanku nantinya!" pinta Evan dengan terus terang tanpa basa-basi.
Seketika Kaisar Gu Tianxing mengerutkan dahinya.
"Lancang!, bocah tidak tahu aturan dari mana ini!?"
"Masih belum dilantik tapi sudah menunjukan jati dirinya sebagai calon pengkhianat!"
"Kau masih bocah bau kencur bagaimana jika kau berperilaku sembarangan!"
Para pejabat dan jenderal tersebut protes mendengar perkataan Evan.
"Katakan alasan mengapa kau tidak ingin aku ikut campur dalam pemerintahanmu?, walaupun kau menjadi penguasa Nanzhou tapi Nanzhou masihlah daerah yang masih dalam naungan Negara Gu ku!" kata Kaisar Gu.
"Saya ingin memerintah daerahku dengan caraku sendiri, jika ada yang ikut campur didalamnya maka aku akan merasa kurang leluasa, dan itu masih sama saja kalau saya hanyalah sebuah pion yang yang dikendalikan untuk mengurusi daerah Nanzhou. Dan aku bisa bersumpah pada langit jika dalam kurun waktu tiga tahun aku tidak bisa mengurus Provinsi Nanzhou dengan baik, aku bersumpah akan membunuh diriku sendiri!" jawab Evan dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
"Hmmm... baiklah karena kau sudah berkata seperti itu maka aku akan mengabulkannya, ku harap kau bisa memberikan aku kejutan setelah tiga tahun nanti!" ucap Kaisar Gu Tianxing menyetujui.
"Terima kasih Kaisar, aku pasti akan berjuang dan berkerja keras dengan mengeluarkan seluruh kemampuanku!"
Para pejabat dan jenderal itu ingin protes dan menghentikan kaisar Gu Tianxing untuk mengambil keputusan tersebut, namun kaisar Gu Tianxing yang sudah mengambil keputusan sudah tidak bisa dibantah lagi.
"Kalian tenanglah, ini sudah jadi keputusanku!." ucap kaisar Gu menenangkan para pejabat dan jenderal tersebut.
"SEBARKAN TITAHKU !!, MULAI HARI DAN SETERUSNYA EVAN LI AKAN MENJADI JENDERAL BESAR PENGUASA NANZHOU !!, DAN TIDAK ADA YANG BOLEH IKUT CAMPUR DALAM PEMERINTAHANNYA TERMASUK AKU SANG KAISAR SEKALIPUN !!" ucap Kaisar Gu bangkit berdiri dan mengatakannya dengan lantang.
Setelah itu kabar mengenai pelantikan Evan yang sangat tiba-tiba dengan cepat menyebar keseluruh daerah negara Gu.
...****************...
Namun tidak lama kemudian.....
"Kaisar, mereka sudah tiba, mereka menunggu anda di arena pertandingan!" ucap seseorang yang datang melapor sambil memberi hormat.
"Baiklah aku akan segera kesana!" ucap Kaisar Gu.
Melihat itu Evan dan Sea Lin menjadi bingung dan keheranan.
__ADS_1
"BRAAKK !!" Gu Mei datang dan menendang pintu dengan keras hingga mengejutkan semua orang yang ada di aula istana.
"Ayah, apa maksud dari semua ini!?, apa yang sudah kau lakukan dibelakang aku!?" tanya Gu Mei dengan sangat marah dan kesal.
"Maaf, Ayah bisa jelaskan semuannya padamu, sebelumnya saat kau menghilang di Kerajaan Xiao ayah mengadakan sebuah kompetisi untuk mencarimu...."
"Dan Ayah mengorbankan aku sebagai hadiahnya!?, Ayah kau sangat egois, Ayah aku membencimu!" ucap Gu Mei sangat marah dan pergi sambil menangis.
"Haahh.... ini semua memang salahku!" guman Kaisar Gu merasa bersalah.
"Kak apa yang sebenarnya terjadi?, kenapa Gu Mei sepertinya sangat marah??" tanya Sea Lin dengan suara pelan kepada Evan, namun Evan yang juga bingung hanya mengangkat kedua bahunya.
"Kaisar sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Evan yang sangat bingung begitu pula dengan Sea Lin.
"Ikut aku ke arena pertandingan, aku akan menceritakannya saat dijalan!" ajak Kaisar berjalan melewati Evan dan Evan pun mengikuti kaisar Gu dari belakang.
Setelah keluar dari istana Evan dan Sea Lin terkejut melihat ada sebuah bahtera terbang (kapal terbang) terbang di atas mereka, kapal itu sedang menunggu mereka untuk segera naik.
"Hmm... memang kerajaan Gu!" batin Evan kagum.
"Evan ayo pegang tanganku! ikut aku naik!" ajak Kaisar Gu mengulurkan tangannya.
Evan tersenyum "Maaf, kaisar tapi aku bisa naik sendiri!" ucap Evan sambil tersenyum.
"WHOOSSHH....!!" Evan mengeluarkan sayapnya yang penuh dengan warna-warni yang mengejutkan semua orang yang melihatnya.
"Bocah ini, ternyata dia sudah berada ditingkat jenderal level delapan!!, selama ini dia menyembunyikannya dan aku tidak tau?!" batin Kaisar Gu Tianxing terkejut.
Kemudian Evan memegang dengan erat tangan Sea Lin dan langsung membawanya terbang ke atas menaiki kapal terbang.
...****************...
Di atas kapal terbang....
"Waaahh...., Kak Evan, ini aku baru pertama kalinya naik kapal terbang!, ini samgat keren!" ucap Sea Lin yang penuh dengan semangat sambil melihat-lihat ke arah bawah.
"Hehe... kau pikir kau saja?, aku juga baru pertama kali ini naik kapal terbang." batin Evan.
"Hehehe kenapa?, apa kalian merasa ini kerena dan mengagumkan?" tanya kaisar Gu.
Evan hanya tersenyum biasa sedangkan Sea Lin mengangguk dengan semangat.
"Tentu saja!, kapal terbang adakah kendaraan yang sangat hebat, jarang sekali terlihat didaratan tingkat rendah seperti daratan timur kita ini!" kata Kaisar Gu sambil sedikit menyombingkan diri.
Setelah itu Selanjutnya kaisar Gu Tianxing menceritakan dan memberitahu semuannya pada Evan.
"Saat itu aku sangat bingung dan sedih karena tidak menemukannya setelah mencarinya kemana-mana, jadi aku mengadakan sebuah pertandingan untuk para jenius dari seluruh negara kerajaan Gu, dan bagi siapa yang menjadi pemenangnya akan mencari Putriku di kerajaan Xiao dan membawanya kembali pulang ke kerajaan Gu. Dan bagi siapa yang berhasil maka akan aku jadikan sebagai calon suami putriku dan juga aku akan memberikan hadiah yang besar juga padanya!. Tapi kemudian kau membawa Gu Mei pulang, sekarang aku tidak tau harus mengatakan apa kepada para orang tua itu!" kata Kaisar Gu Menjelaskan.
"Ini memang kesalahan kaisar karena telah menjadikannya sebagai hadiah dari pertandingan, walaupun aku tau kalau ini demi kebaikan Gu Mei tapi ini adalah cara yang salah dan sekarang malah membuat Gu Mei jadi sedih." ucap Evan setelah mendengar penjelasan dari Kaisar Gu.
"Tapi kalau boleh tahu, hadiah untuk pemenang kompetisi itu apa?" tanya Evan.
"Itu adalah sebuah pil penguat jiwa dewa tingkat tujuh dan kesempatan untuk masuk kedalam kolam naga emas milik kerajaan!" jawab Kaisar Gu.
Mendengar hadiah itu seketika para Elemen bangun.
__ADS_1
"Evan, cepat cari cara agar bisa mendapatkan dua hadiah itu!" perintah tanah bersemangat dari ruang kesadaran Evan.
"Kenapa?" tanya Evan.
"Dua hadiah itu akan sangat membantumu untuk melatih kekuatan raga dan jiwamu!, cepat cari cara jangan sampai melewatkannya!" perintah Tanah.
"Kaisar tidak perlu untuk membatalkan pertandingannya, biarkan saja pertandingannya berjalan sesuai rencana." ujar Evan.
"Apa maksudmu?, kau ingin aku menyerahkan putriku pada mereka!?" ucap kaisar Gu.
"Kaisar tenang saja, karena aku akan ikut dalam kompetisi tersebut dan mengenai hadiah aku tidak berminat untuk jadi calon suami Gu Mei apa lagi jadi menantumu!, aku hanya menginginkan dua hadiah yang tadi kaisar sebutkan, Pil Penguat Jiwa Dewa dan Kolam Naga Emas." ucap Evan.
"Hei! apa maksudmu tidak berminat dengan putriku!?, apa putriku masih kurang cantik, HAAH !?. Humph! aku tau bocah kau sangat kuat diusiamu yang muda ini tapi yang akan bertanding nanti adalah para jenius kerajaan Gu yang tidak lemah dari dirimu, apa kau sungguh yakin kau akan bisa menang!?"
"Heh... Kaisar tenang saja, percayalah padaku!, aku yakin seratus persen kalau aku akan menang hingga akhir pertandingan!" Jawab Evan penuh percaya diri.
"Huh! bocah sombong, baik aku akan percayakan nasib putriku padamu!, tapi jika kau kalah maka aku pasti akan langsung membunuhmu, mencabik-cabikmu dan mengoyak-ngoyak juga menghancurkan tubuhmu hingga berkeping-keping!" ancam kaisar Gu dengan mengeluarkan tekanan aura 'Tingkat Kaisar level Sembilan' yang kuat hingga semua orang yang ada dikapal merasakan tekanannya yang sangat menakutkan
Namun Evan hanya tersenyum tak bergeming. "Hmm? tingkat kaisar level sembilan, ini masih belum cukup untuk menindasku!" batin Evan mendongak seakan-akan menantang. Dan adu tekanan pun terjadi diantara mereka yang sangat menyiksa semua orang yang ada dikapal tersebut, termasuklah Sea Lin dengan tingkatannya yang paling rendah.
Beberapa saat kemudian Evan, Sea Lin, Kaisar Gu dan yang lainnya telah sampai ditempat pertandingan. Tempat arena pertandingan tersebut sangat besar dan megah.
"Waaahh !!, lihat kak Evan, arena ini sangat besar ini juga baru pertama kalinya aku melihat!" ucap Sea Lin pada Evan.
"Jangan katakan lagi, ini juga pertana kalinya bagiku!" batin Evan.
Singkat cerita disebuah tempat duduk khusus untuk para petinggi dan penguasa negara Gu.....
"Waah ini sangat keren !!" ucap Sea Lin dengan suara kuat hingga membuat orang-orang melihatnya. Hal itu sangat membuat malu Evan dan Kaisar Gu selaku orang yang telah membawanya.
"BANG !, kau bisa tidak tenang sedikit saja! kau sangat kampungan...!" bisik Evan setelah memukul kepala Sea Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...*BESAR BELUM TENTU BERHARGA...
...KECIL BELUM TENTU TIDAK BERGUNA...
...HAL YANG BERHARGA ITU TIDAK BISA DILIHAT DARI BESAR ATAU KECILNYA SESUATU...
...TAPI LIHATLAH BAGAIMANA SESEORANG AKAN BAGAIMANA MENGHARGAINYA...
...MAU ITU HAL YANG BERWUJUD ATAU PUN TIDAK BERWUJUD*...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1
......................