KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 120 : Pertarungan dikota salju merah darah


__ADS_3

"Hidupkan kembali Sekte!"


"Tunjukan Kekuatan Kita!"


"Hidup Evan!"


"Lenyapkan para Anjing kerajaan Xiao!"


Para murid bersorak dengan penuh semangat, Evan dan Teman-temannya sangat senang melihat itu.


"Ayo kita sambut mereka, dengan pedang kita!" teriak Evan.


Kemudian mereka semua pun turun ke kota...


Dijalan besar menuju kediaman Jenderal, Cao Cao dan Wolf serta para prajurit penjaga kota sedang mencoba menahan Jenderal Xiao Feng Lei bersama dengan prajuritnya.


"Jenderal, mereka terus tiada henti menghalangi kita." ujar sang prajurit yang berada disamping Jenderal Xiao Feng Lei.


"Bunuh saja mereka sekaligus!" perintah Jenderal Xiao Feng Lei dengan kejam.


"Huh, kalian semua tidak akan pernah bisa lewat sebelum kalian membunuh kami semua!" ucap Cao Cao dengan berani.


"Hahaha... Cao Cao memang yang paling berani!" ucap Wolf memuji.


"Ayo, jangan biarkan mereka lewat !" teriak Wolf memberi perintah kepada prajuritnya, para prajurit semuannya menggenggam pegangan pedangnya dengan Erat dan siap untuk bertahan.


"Kalian memang lalat yang sangat menyebalkan, karena kalian semua sangat ingin mati maka Matilah !!" Jenderal Xiao Feng Lei menyerang Wolf beserta para prajuritnya dengan jurus tombaknya.


"DUUAARR !!" Ledakan terjadi namun serangan itu tidak melukai Wolf, Cao Cao dan para prajurit.


"Kakak Evan!" ucap Cao Cao yanv terkejut melihat Evan dihadapannya, dan ternyata serangan dari jenderal Xiao Feng Lei ditahan oleh Evan.


"Hei, anjing kerajaan Xiao, apa kalian hanya berani menindas yang lemah?" ucap Evan membelakangi (dihadapan) Wolf, dan Cao Cao.


Para murid sekte berdatangan, ada yang lari dijalanan dan ada yang melompat diantara bangunan. para murid dengan ekspresi penuh amarah siap untuk melakukan pertarungan.


Teman-teman Evan berdiri dengan tegak dan siap untuk bertarung bersama dengan Evan.


"Komandan, akhirnya kau datang, mereka telah banyak membunuh prajurit kita maupun masyarakat kota salju!" Ucap Wolf.

__ADS_1


"Kak Evan maafkan aku, aku terlalu lemah tidak bisa melindungi mereka, andai saja aku kuat seperti Kakak, aku pasti bisa melindungi mereka dan mereka tidak akan mati." ucap Cao Cao merasa bersalah, sedih hingga menangis.


"Cao Cao tidak perlu merasa bersalah, setidaknya Cao Cao memiliki keberanian untuk berusaha melindungi orang-orang. Tidak seperti orang-orang yang dibelakang kita ini (para murid sekte beserta para teman-temannya)." ucap Evan menenangkan Cao Cao sambil menyindir, mendengar itu teman-teman Evan merasa malu dan bersalah.


"Tapi Memang para prajurit itu saja yang terlalu jahat, mereka harus dihukum dengan kematian!" Evan mengepal kuat tangannya dengan ekspresi yang marah.


"Akhirnya para pengkhianat ini muncul bersama-sama, aku pikir kalian akan terus bersembunyi, aku tidak menyangka bahwa kalian berani menampakkan diri dan ingin melawan...." ucap Jenderal Xiao Feng Lei.


"Kalian para prajurit kerajaan Xiao, bukannya melindungi masyarakat tapi malah menghabisi mereka, kalian tidak pantas disebut sebagai prajurit namun penjahat yang keji!" Ucap Evan berdalih dengan santai.


"Sudah mau mati masih banyak bicara, kali ini kalian tidak akan ada yang bisa lolos!!" ucap Jenderal Xiao Feng Lei sombong.


"Hahaha kau terlalu sombong! siapa yang akan mati maka mari kita buktikan!" Evan menantang.


"PRAJURIT SERANG !!!"


"SEMUANNYA SERANG !!!"


Teriak Evan dan Jenderal Xiao Feng Lei secara bersamaan.


"TUBUH BAYANGAN PENGGANTI !, PEMBAGIAN ELEMEN !"


"Para Elemen Serang !, jangan sisakan satu pun!" perintah Evan kepada para elemen.


"Kacang itu mah, ayo! siapa yang paling banyak membunuh akan menjadi pemenangnya!!" seru Api bersemangat.


"Hahaha Ayo !"


Para Elemen langsung menyebar menyerang menghabisi para prajurit kerajaan Xiao, Pertempuran sengit pun terjadi dikota salju merah darah.


"Evan hari ini kau harus mati !" Jenderal Xiao Feng Lei melompat dari kudanya dan langsung menyerang Evan dengan Tombaknya.


Menyadari itu Evan tersenyum dan dengan mudahnya menangkap ujung tombak itu dengan tangan kosongnya.


Jenderal Xiao terkejut melihat betapa kuatnya Evan, hingga bisa menangkap tombaknya yang merupakan senjata senjata pusakan tingkat bumi hanya dengan tangan kosong.


"Tidak aku sangka, hanya berlatih kekuatan Raga ditingkatan pertamanya sudah membuatku memiliki kekuatan fisik sekuat ini!" batin Evan yang kagum terhadap dirinya sendiri.


"Ingin membunuh aku Hanya dengan senjata dan kekuatan kamu yang seperti ini?, kau tidak pantas !!" Evan menyerang Jenderal Xiao Feng Lei tepat ditengah dadanya hingga tembus kebelakang, tangan Evan memegang dan mencengkram jantung Jenderal Xiao Feng Lei.

__ADS_1


"Ka,Kau...." Jenderal Xiao mati seketika ditangan Evan hanya dalam pertarungan yang sekejab mata.


Melihat Jenderal Xiao telah mati Evan tersenyum dan tetawa kecil, kemudian mencengkram jantung jenderal Xiao Feng Lei hingga hancur.


Pihak lawan maupun pihak teman yang melihat itu ketakutan melihat betapa kajam dan mengerikannya Evan.


Evan menarik tangannya keluar dan mayat jenderal Xiao Feng Lei pun jatuh tersungkur.


"Sea Lin....." panggil Evan. Sea Lin pun datang menghampiri Evan dengan sedikit rasa takut.


"Ini adalah hadiah untukmu karena telah bersikap berani saat dikediaman tadi, serap tubuh dan jiwa dari mayat tingkat jenderal level ini dan kau akan meningkat setidaknya 2 level!" perintah Evan.


Sea Lin menelan ludahnya mendengar perintah dari Evan yang tidak berperikemanusiaan dan juga sangat kejam.


"Kenapa? apa kau pikir ini terlalu kejam? sadis?, kau jangan naif, kita para spiritualis kegelapan semuannya harus melakukan ini untuk meningkatkan kekuatan dengan cepat dan ingat bahwa yang kita serap adalah para musuh dan orang yang penuh kejahatan dan kekejian! mereka pantas menerimanya!" ujar Sea Lin memanasi Sea Lin agar menyerap mayat jenderal Xiao Feng Lei tersebut.


Sea Lin mengingat kejadian sekte dan penyerangan kota salju merah darah hari ini yang dilakukan oleh prajurit kerajaan Xiao, seketika kebencian dan kemarahan dihati Sea Lin pun muncul.


Dengan Ekspresi geram Sea Lin mengangkat kepala jenderal Xiao Feng Lei hingga kedua kaki menggantung diatas tanah.


"Benar!, mereka semua memang pantas menerimanya...!" ucap Sea Lin dengan nada dingin dan kemudian menyerap mayat tersebut hingga tak bersisa.


Setelah menyerap mayat tersebut, Sea Lin kini sudah berada ditingkat ahli silat level 5.


Melihat itu para musuh pun ketakutan dan mental mereka sejetika pun menjadi lemah.


"Bagus Sea, kau telah melakukannya dengan baik, sekarang ayo kita bantai habis sisa anjing-anjingnya!" ucap Evan dengan aura membunuh yang sangat kuat dan mengintimidasi para musuhnya.


......................


Walaupun pihak Evan kalah jumlah, kekuatan dan pengalaman. tapi dengan mental yang lemah akibat pertunjukan Evan dan Sea Lin yang membunuh dan menyerap mayat jenderal Xiao Feng Lei dan juga bantuan dari para Elemen, hal itu membuatnya menjadi kemenangan yang sangat mudah dan kemenangan pun juga sudah dipastikan berada pada pihak Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2