
Mendengar itu, kemudian Evan pun dengan transmisi suaranya menyampaikan apa yang tadi dikatakan oleh Elemen Kegelapan kepada para Elemen dan teman-temannya.
"Semuannya dengarkan aku!" pinta Evan dengan tegas kepada para Elemen dan teman-temannya melalui transmisi suara.
Mendengar suara Evan, mereka semua pun seketika langsung melirik (menoleh) dan melihat ke arah Evan.
"Sekarang musuh sedang membakar energi dan darahnya untuk menggunakan Teknik Tubuh Emas Raja Vraja secara paksa, aku yakin kalau musuh tidak akan bertahan lebih dari dua jam, jadi semuannya jangan menyerang terus menerus dan menghabiskan energi spiritual kalian, kita harus mengulur waktu tetapi jangan sampai musuh menyadari rencana kita!. semuannya harus bergerak sesuai rencana!" ujar Evan memberi perintah kepada para Elemen dan teman-temannya.
Setelah mendengar arahan dari Evan, mereka semua pun mengikuti rencana yang dikatakan oleh Evan.
Mereka tetap menyerang tetapi tidak sebrutal sebelumnya, mereka kebanyakan terus menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Raksasa Kerbau Emas (Mo Liang).
Ayunan demi ayunan tombak, tebasan demi tebasan tombak, tinjuan demi tinjuan raksasa terus mereka hindari tanpa ketahuan kalau mereka sedang mengulur waktu.
Hingga setelah belasan menit kemudian akhirnya Mo Liang menyadari kalau ada sesuatu yang aneh dengan pertarungan yang terjadi di antara mereka.
"Kenapa mereka tidak menyerangku sebrutal sebelumnya?, apakah mereka semua telah kehabisan energi dan kekuatan?" pikir Mo Liang dalam hatinya dengan tubuh yang sudah berubah menjadi emas dengan tulisan-tulisan mantra yang tertera di sekujur tubuhnya.
Mo Liang terus mengamati pergerakan pertarungan yang terjadi, hingga tidak lama kemudian akhirnya Mo Liang menyadari rencana mereka (Evan, Para Elemen dan teman-teman Evan).
"Sialan, sepertinya mereka semua sedang mengulur waktu hingga aku kehabisan seluruh kekuatan dan energi spiritualku!" pikir Mo Liang dalam hatinya yang telah menyadari rencana Evan dan yang lainnya.
"Keparat!, matilah kalian para bajingan!" kata Mo Liang merasa sangat sambil mengangkat tombak emasnya.
Melihat itu Evan dan yang lainnya pun segera bergerak menjauh dari Raksasa Kerbau Emas milik Mo Liang yang sepertinya ingin mengeluarkan sebuah serangan besar.
"Rraaaaarr!!, Tombak Penghancur Bumi!, Pengacau Gravitasi!" kata Mo Liang mengayunkan tombaknya dengan seluruh kekuatannnya ke arah tanah.
"BOOOOMMMM!!, DUUAAAARRRR!!!" tebasan tombak menghantam tanah dengan sangat kuatnya hingga membuat wilayah sekitarnya hancur dan puing-puing besar tanah terangkat dan terlempar ke udara.
Serangan super besar dari Mo Liang membuat Evan dan yang lainnya terkena efek serangannya, dan bahkan benteng pertahanan Nanzhou yang letaknya jauh ratusan meter juga ikut terkena efeknya.
Getaran dan daratan yang terangkat menghancurkan benteng pertahanan Nanzhou bahkan sebagian wilayah kota Yanzhou yang terkena efeknya.
__ADS_1
Puing-puing tanah raksasa masuk ke dalam wilayah kota Yanzhou, hingga menimpa dan menghancurkan sebagian bangunan-bangunan yang ada.
Tampak gravitasi dalam wilayah seratus meter dari titik serangan menjadi kacau, bongkahan-bongkahan yang terbang ke udara mengambang dan tidak turun (jatuh) ke bawah.
......................
Dari kejauhan tampak ketiga istri Evan yang dikawal oleh Harimau Putih, Phoenix dan Qinglong yang sudah akan sampai mendengar suara ledakan besar tersebut.
Mendengar suara ledakan yang sangat keras, mereka pun langsung menoleh dan melihat ke arah tempat pertempuran tempat Evan dan yang lainnya sedang bertempur melawan Mo Liang.
Dengan ekspresi dingin, Ririn pun langsung memalingkan wajahnya dan mencoba tidak memperdulikan apa yang terjadi di medan pertempuran.
......................
Sementara itu di medan pertempuran tampak Mo Liang yang telah menghilangkan raksasa kerbau emas miliknya, namun seluruh tubuhnya tetap sama seperti sebelumnya, berwarna emas dan terdapat tulisan-tulisan mantra yang tetera disekujur tubuhnya.
Dengan berdiri tegak sambil memegang tombak emas raja vjara yang menancap ke tanah tampak seluruh urat dan otot-otot tubuh Mo Liang yang berwarna emas kemerahan menjadi semakin membesar.
Sementara itu tampak Evan dan yang lainnya tergeletak di atas puing-puing batu yang hancur, kemudain mereka semua pun berusaha untuk bangkit berdiri dengan susah payah.
Evan yang telah bangkit berdiri dengan susah payah memerintahkan kepada teman-temannya yang terluka parah untuk membawa para teman-teman yang pingsan kembali ke Nanzhou untuk mendapatkan perawatan.
"Kalian yang terluka cepat pergi dari sini dan bawa teman-teman yang pingsan untuk kembali ke Nanzhou!" perintah Evan.
Kemudian mereka pun menuruti apa yang diperintahkan oleh Evan, dengan segera para teman-teman yang terluka pun membawa teman-teman yang pingsan untuk pergi dari tempat pertempuran dan kembali menuju Nanzhou.
Setelah sebagian teman-teman Evan pergi, kini yang tersisa di tempat pertempuran adalah 10 orang, yaitu Evan, Elemen Petir, Tanah, Air, Pasir, Daun, Sea Lin, Luo Bai, Ray Qi dan Yu Zhong.
Kemudian mereka bersepuluh pun fokus melihat ke arah Mo Liang yang tampak sangat kuat dan mendominasi.
"Semuannya, masih sama mengikuti rencama yang sebelumnya, kita hanya perlu bertahan dan mengulur waktu hingga musuh mencapai batasnya, hanya tersisa satu jam lagi!, kita harus bisa bertahan!" ujar Evan kepada teman-temannya sambil menggenggam erat gagang pedangnya dan mengeluarkan aura energi api yang membentuk armor spirit yang menyelimuti tubuhnya.
"Yah!" jawab para elemen dan teman-teman Evan serentak sambil mengeluarkan energi spritual yang menyelimuti tubuh mereka.
__ADS_1
Kemudian mereka semua melompat dan bergerak dengan sangat cepat di antara puing-puing batu yang mengambang diudara.
Mereka bergerak sambil bergiliran menyerang Mo Liang yang tampak hanya berdiri diam ditengah-tengah.
Dengan pertahanan Mo Liang yang kini bertambah kuat berkali-kali lipat, semua serangan dari Evan dan yang lainnya pun sama sekali tidak berefek apa lagi menyakiti Mo Liang.
"Hahaha.., apakah kalian sedang menggelitikki aku?, serangan kalian ini sama sekali tidak berguna!, akan aku tunjukan apa itu serangan yang sebenarnya!" kata Mo Liang yang ingin mengeluarkan sebuah serangan.
"Tombak Emas Penghancur Dewa Vraja!" kata Mo Liang mengeluarkan sebuah jurus yang menciptakan sebuah tombak emas raksasa yang muncul dari langit yang tiba-tiba menjadi gelap dan dipenuhi dengan petir yang menyambar.
"Tamatlah kalian semua!!" kata Mo Liang menggerakan tombak raksasa tersebut untuk menyerang dan menghantam daratan.
"BOOOMMM!!, DUAAARRRR!!!" tombak emas raksasa menghantam daratan dengan kuat hingga menciptakan sebuah gelombang emas raksasa bercampur petir yang menyebar dan menghancurkan segalanya.
Evan dan yang lainnya pun terkena gelombang emas rakasasa bercampur petir tersebut.
Tampak gelombang emas raksasa bercampur petir tersebut sampai pada benteng pertahanan Nanzhou, hingga benteng pertahanan Nanzhou dan separuh kota Yanzhou pun hancur dan lenyap seketika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir di Novel baru Author yah
Genre : Action, Romantis, Kriminal
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................