KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 197 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #20


__ADS_3

Kemudian suara Elemen Petir terdengar dari ruang kesadaran Evan.


"Evan, kamu biarkan saja wanita itu terus memukulmu, aku rasa dengan kekuatan pukulan wanita itu kamu bisa meningkatkan kekuatan Raga milikmu!" kata Petir memberi saran kepada Evan.


"Kakak Petir, apakah kamu tidak khawatir aku mati?, dengan kekuatan pukulannya yang seperti itu jika aku menerimannya begitu saja mungkin aku bisa langsung mati seketika!, tidakkah kamu tadi melihat?, satu tendangannya saja sudah mematahkan satu tulang rusukku!" kata Evan.


"Benar juga, tetapi apakah kamu ingin menyia-nyiakan kesempatan ini?" ujar Petir.


Mendengar perkataan Elemen Petir, Evan pun diam sejenak untuk berpikir.


"Hmm.., baiklah kita bertaruh saja, lagi pula walaupun aku serius bertarung dengan dia yang walaupun hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja, aku juga tidak yakin akan menang melawannya, jadi lebih baik aku mencoba bertahan dan menerima serangannya untuk bertaruh meningkatkan kekuatan, jika aku berhasil meningkatkan kekuatan ragaku maka aku akan punya kesempatan untuk bisa mengalahkannya!" pikir Evan mengambil keputusan.


Tiba-tiba dengan sangat cepat Mo Sueyan sudah berada dihadapan Evan dengan tinju yang sudah tepat didepan diwajah.


"Sialan! Wanita ini bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk bersiap!" batin Evan dengan mata menatap kepalan tinju Mo Sueyan yang siap menghantam wajahnya.


"BAAM !" pukulan tersebut menghantam Evan dengan sangat kuat hingga membuat Evan terlempar belasan meter.


Diwaktu yang sama Sea Lin sedang berhadapan dengan salah satu pengawal Mo Sueyan yang bersenjatakan tombak.


Pertarungan Sea Lin melawan Pengawal itu tampak sangat sengit dan seimbang, mereka berdua saling bertukar serangan tombak.


"TRAANG !" tombak mereka berdua saling menghantam satu sama lain dengan kuat hingga membuat mereka berdua saling terpundur.


"Ternyata kamu cukup hebat juga, tetapi kamu jangan harap bisa bertahan setelah ini!" kata Pengawal tersebut dan melompat ke udara.


"Tombak Membelah Bumi!" seru Pengawal tersebut menyerang Sea Lin dengan jurus terkuatnya dari atas udara.


Sea Lin mendongak ke atas dengan mata berwarna merah menatap mata pengawal tersebut.


"Tatapan Hantu!" gumam Sea Lin menggunakan jurus ilusinya yang seketika mengacaukan pikiran pengawal tersebut.

__ADS_1


Dengan pikiran yang kacau pengawal tersebut pun tidak fokus dengan arah serangannya dan Sea Lin pun dengan sigap mengambil kesempatan tersebut, disaat Pengawal tersebut sudah cukup dekat dengan Sea Lin, Sea Lin menghindari serangan tombak Pengawal tersebut dengan mudah dan mengayunkan tombaknya sabitnya ke leher Pengawal tersebut yang sedang menyerangnya dari udara.


"SRAAASHH !!" Sea Lin berhasil memenggal leher si pengwal hingga terpisah dari badan si pengawal dan darah pun menyembur dari leher si pengawal.


Mayat si pengawal itu pun terjatuh ke tanah dan kepalanya mengelinding, tampak Sea Lin tersenyum senang setelah berhasil membunuh (mengalahkan) pengawal tersebut.


Kemudian Sea Lin pun tidak lupa untuk menyerap mayat pengawal tersebut hingga tidak bersisa, setelah menyerap mayat tersebut, Sea Lin pun pergi dari tempat pertarungannya menuju ke tempat pertarungan teman yang lainnya untuk membantu.


Diwaktu yang sama ditempat Ray berada, Tampak Ray yang sudah kewalahan melawan dua pengawal sekaligus.


Salah satu dari pengawal tersebut bersenjatakan cambuk sedangkan yang satunya lagi tidak menggunakaan senjata (tangan kosong).


"Dia cukup hebat juga bisa bertahan melawan kita berdua sekaligus sampai selama ini!" ucap si Pengawal Bercambuk.


"Dia hanya bisa bertahan saja, tetapi dia tidak mungkin bisa mengalahkan kita berdua!, ayo kita serang bersama-sama dan bunuh dia!" kata si Pengawal Tangan kosong.


"Serang!!, Cambuk Udara!-Tinju Gunung!" seru dua pengawal tersebut menyerang Ray dengan jurus andalan mereka.


Melihat kedua pengawal tersebut menyerangnya dengan jurus andalan, Ray yang terpojok pun akhir mengeluarkan senjata yang tidak ingin dia gunakan secara sembarangan, yaitu senjata tingkat semesta Pedang Lengkung Raja Lautan miliknya.


"BAAMM !" hanya dengan satu ayunan pedang saja Ray berhasil menahan dua serangan tersebut, bahkan telah melebihi apa yang dibayangkan oleh Ray, daya serang Pedang Lengkung Raja lautan itu sangat mengejutkan Ray yang baru pertama kali menggunakan pedang lengkungnya tersebut.


Dengan satu ayunan pedang saja Ray tidak hanya berhasil menahan dua serangan mengancam nyawa dari dua Pengawal tersebut tetapi juga telah menumbangkan empat pohon besar yang ada didekat tempat pertarung mereka secara tidak sengaja.


Pedang Raja Lautan terus mengeluarkan Aura Energi spiritual yang sangat kuat hingga membuat Ray yang memegangnya pun takjub.


"Aku tidak menyangka bahwa pedang yang ditinggalkan oleh ibuku ternyata sehebat ini!" batin Ray terkagum melihat pedang yang ada ditangannya.


Daya serang pedang lengkung yang dipegang oleh Ray sangat kuat membuat kedua Pengawal yang melihatnya pun tercengang kaget sambil menelan ludah mereka.


"Pedang apa itu?, mengapa bisa memiliki daya serang sekuat ini hanya dengan satu ayunan saja!?" kata Si pengawal Berambuk.

__ADS_1


"Itu sepertinya adalah senjata tingkat langit kelas atas!, tidak!, itu adalah senjata tingkat semesta!" kata si Pengawal Tangan Kosong.


Namun dua pengawal itu bukannya malah takut tetapi malah berniat ingin merebut Pedang Lengkung Raja Lautan yang ada ditangan Ray.


"Hahaha.., bagus sekali, kita berdua mendapatkan sebuah harta karun yang sangat berharga, kita harus bisa merebut Pedang itu dari tangannya!" ujar si Pengawal Bercambuk.


"Benar, jika kita merebut pedang miliknya maka kekuatan kita akan bertambah berkali-kali lipat!" kata si Pengawal Tangan Kosong.


Kedua pengawal tersebut pun bersiap untuk menyerang dan merebut Pedang Lengkung Raja Lautan milik Ray.


Melihat bahwa kedua pengawal itu ingin maju menyerangnya lagi dan merebut pedang Lengkung miliknya, Ray pun bersiap untuk menyerang juga.


"Serang !!" seru kedua pengawal tersebut maju menyerang Ray dengan sangat bersemangat dan percaya diri.


Namun Ray dengan satu ayunan vertikal Pedang Raja Lautan membuat dua pengawal tersebut tidak bisa menghindar dari kematian.


Kedua pengawal tersebut terkejut dan ketakutan melihat Serangan Besar yang akan menghamtam mereka, mereka pun berteriak menjelang ajal kematian mereka.


"BAAMM!!" serangan besar dari pedang Raja Lautan menyisakan satu parit besar dan dua pengawal itu pun telah mati tanpa meninggalkan mayat mereka.


Ray yang berhasil mengalahkan dua pengawal tersebut menghela nafas lelah.


"Pedang Raja Lautan ini sangat kuat, aku hanya menggunakannya sebanyak dua ayunan saja dan energi spiritual didalam tubuhku langsung terkuras setengah!. dengan kekuatanku sekarang aku belum bisa mengeluarkan seluruh kekuatan dari Pedang Raja Lautan ini!" pikir Ray sembari melihat pedang Raja Lautan yang ada ditangannya.


"Sekarang aku harus menyimpannya lagi sebelum ada orang lain yang melihatnya!" ucap Ray yang dengan segera memasukan pedang Lengkung Raja Lautan kedalam Cincin Ruang penyimpanan miliknya.


Setelah selesai bertarung dan membunuh dua pengawal tersebut, Ray pun pergi dari tempat itu dan mencari teman-teman yang lainnya yang kemungkinan juga sedang bertarung dan terpojok melawan para pengawal yang lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2