KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 221 : Tinggal Dikediaman Jenderal Yunfan Li


__ADS_3

"Pangeran tidak dengarkah apa kata putriku?, pangeran silahkan pergi dan keluar dari kediamanku, kami tidak menyambutmu!" kata Jenderal Yunfan Li mengusir Ao Li.


Mendengar bahwa Jenderal Yunfan Li ikut mengusirnya juga, Ao Li pun jadi semakin geram, tetapi apa boleh buat sekarang dia sedang berada dikota Siun, wilayah kekuasaan Jenderal Yunfan Li, jika Ao Li sampai melawan dan bertindak sembrono maka yang akan rugi adalah dirinya sendiri.


"Karena saya tidak disambut disini maka saya pamit undur diri!" kata Ao Li dengan tatapan menyimpan amarah.


"Liu Fang bawa semua prajurit!, kita pergi dari sini!" perintah Ao Li pada Liu Fang.


"Siap Pangeran!" jawab Liu Fang sembari memberi hormat.


Kemudian Ao Li dan para prajuritnya pun berjalan pergi meninggalkan kediaman Jenderal Yunfan Li dengan hati memendam amarah.


Mata semua tertuju kepada Ao Li dan para prajuritnya yang berjalan pergi meninggalkan Kediaman Jenderal Yunfan Li.


"Jenderal Yunfan Li, aku akan mengingat semua kejadian ini!" batin Ao Li dalam hatinya memendam dendam sembari berjalan pergi.


"Ao Li, persiapkan dirimu malam ini dan bersihkan lehermu!" ujar Evan dalam hatinya sambil tersenyum kejam melihat ke arah Ao Li yang berjalan pergi.


Setelah Ao Li dan para prajuritnya pergi, Jenderal Yunfan Li pun membubarkan para prajuritnya yang berkumpul.


"Kalian Semua bubar dan kembali ketempat kalian masing-masing!, kerjakan tugas kalian!" kata Jenderal Yunfan Li kepada para penjaganya (prajurit).


Mendengar perintah Jenderal Yunfan Li para prajurit tersebut pun langsung bubar meninggalkan tempat itu, dan kembali ke tempat mereka masing-masing untuk menjalankan tugas mereka.


Sekarang ditempat itu hanya tinggal Evan, Tang Chen, Jenderal Yunfan Li dan Putri keduanya Yuna Li.


Tang Chen yang sehabis bertarung berjalan mendekati Evan, dan kemudian berdiri disamping Evan.


"Jenderal Yunfan Li, kami minta maaf karena telah membuat keributan di kediaman Jenderal!" kata Evan sambil memberi hormat yang diiukuti oleh Tang Chen.


"Bukan masalah, saya sejak awal memang ingin mengusir pangeran Ao Li ini tetapi saya tidak punya alasan untuk mengusirnya!" kata Jenderal Yunfan Li.


"Dan terima kasih karena kedua Tuan Muda telah membawa pulang Yuna Li putri kedua saya, dan maaf jika putri saya banyak merepotkan kedua Tuan Muda!" kata Jenderal Yunfan Li.

__ADS_1


"Benar, putri Jenderal memang sangat merepotkan kami berdua!" saut Tang Chen menjawab tanpa segan.


"Kau!, dasar pria busuk!" kata Yuna Li dalam hatinya sambil melihat Tang Chen dengan rasa kesal.


"Tidak apa-apa, Jenderal tidah perlu sungkan!" ujar Evan tersenyum senang dan merasa tidak direpotkan.


"Karena Nona Yuna Li telah kembali pulang dengan selamat, saya dan teman saya pamit pergi dulu!" kata Evan yang hendak pergi.


"Kamu berdua ingin pergi kemana?, bukankah kalian juga baru sampai kota Siun dan belum mempunyai tempat tinggal?, lebih baik kalian berdua menginap disini saja dari pada harus pergi mencari tempat tinggal diluar!" ujar Yuna Li menawarkan.


"Ini...." Evan merasa ragu dan sungkan.


"Kalian berdua jangan menolak, anggap saja ini sebagai tanda terima kasihku karena kalian berdua telah membantuku!" ujar Yuna Li memaksa.


"Benar apa kata putriku, lebih baik dua Tuan Muda tinggal disini saja untuk sementara waktu dari pada harus mencari tempat tinggal lain!" kata Jenderal Yunfan Li kepada Evan dan Tang Chen.


"Sudahlah Evan jangan ditolak lagi, ada yang gampang kenapa mencari yang susah?, hitung-hitung untuk menghemat uang juga dari pada kita harus membayar Tempat Penginapan!" ujar Tang Chen membisiki Evan.


"Baiklah, karena Tuan Jenderal dan Nona Yuna Li memaksa, saya tidak akan sungkan lagi!" kata Evan menerima tawaran untuk tinggal dikediaman Jenderal Yunfan Li.


"Ao Li, matilah kau malam ini!" batin Evan penuh dendam.


Namun kemudian Evan menoleh melihat Yuna Li yang menghampiri dirinya.


"Topeng Perak, kamu ingin pergi kemana malam-malam begini?" tanya Yuna Li.


"Aku ingin pergi keluar sebentar, ada hal yang harus aku lakukan malam ini!" jawab Evan yang menyembunyikan.


"Kenapa kamu masih menyamar?, kamu sekarang sudah tidak perlu menyamar lagi!" ujar Yuna Li yang merasa heran melihat Evan yang masih menggunakan wujud penyamaran.


"Tidak apa-apa, aku hanya iseng saja!" jawab Evan.


"Walaupun Yuna Li sudah tidak mengenali wajahku, tetapi paman Yunfan Li pasti mengenali diriku!, aku tidak boleh menunjukan identitasku sekarang!" pikir Evan dalam hatinya.

__ADS_1


"Dan Kamu ada perlu apa mencariku?" tanya Evan mengalihkan topik pembicaraan.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berterima kasih kepada kamu dan teman kamu Tang Chen, jika bukan karena kalian berdua mungkin aku masih salah paham kepada ayahku dan masih kabur dari rumah!" kata Yuna Li berterima kasih kepada Evan.


"Sama-sama." ucap Evan sembari tersenyum.


"Baiklah, aku hanya ingin menyampaikan itu saja, aku akan kembali ke kamarku!" kata Yuna yang kemudian pergi meninggalkan Evan.


Setelah Yuna Li pergi cukup jauh. "Tang Chen keluarlah jangan bersembunyi lagi!" kata Evan kepada Tang Chen yang sedang bersembunyi dibalik dinding.


"Maaf, aku hanya tidak ingin mengganggu kalian berdua saja, aku kira Yuna Li itu akan mengantarkan dirinya kepadamu!" kata Tang Chen bergurau dengan Evan.


"Aku sudah bukan pria yang seperti dulu lagi, lagi pula Yuna Li adalah sepupuku, walaupun tidak kandung tetapi aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri!" ujar Evan.


"Hahaha..., itu hanya kata-kata yang keluar dari mulutmu saja, hari ini kamu mengatakan kalau kamu menganggp Yuna Li sebagai adik kandungmu, tetapi kedepannya siapa yang akan tahu?. Dan lihatlah wajahnya yang canttik dan tubuhnya yang sempurna, apa lagi dengan empat gunung miliknya (Dada dan Bokong) yang besar dan menggoda. semua pria yang melihatnya pasti akan langsung tergoda dan jatuh cinta padanya, Evan, apakah kamu yakin tidak akan jatuh cinta dengan wanita yang sekarang kamu anggap adik ini?" kata Tang Chen kepada Evan.


"Hei hei hei...., jadi selama ini kamu terus memperhatikan Yuna Li dengan pikiran kotormu itu?" tanya Evan mengepal tinjunya hingga membuat Tang Chen berkeringat.


"Heh, aku akui bahwa Yuna Li memang sangt cantik, tetapi seperti yang aku bilang sebelumnya, aku hanya menganggapnya seperti adik saja!" kata Evan.


Mendengar perkataan Evan tidak tahu kenapa Tang Chen merasa sedikit senang dan tersenyum, Evan yang melihat reaksi dan tingkah Tang Chen pun langsung bisa menebak isi hati Tang Chen.


"Kamu bertanya seperti ini kepadaku apakah kamu menyukai Yuna Li?" tanya Evan kepada Tang Chen.


"Apa yang kamu katakan?, aku tidak mungkinlah menyukai gadis yang seperti Yuna Li ini!" jawab Tang Chen sambil memalingkan wajahnya yang merona.


"Cie Cie..., mulut kamu berkata 'TIDAK' tetapi dari reaksi kamu berkata 'IYA' , hati kamu tidak bisa berbohong!, Cie Cie...." ujar Evan menggoda Tang Chen sambil mencolek-colek pinggang Tang Chen.


"Aaaah!..., kamu sangat menyebalkan!" kata Tang Chen merasa sebal dan malu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2