
Setelah dari Markas Prajurit, Evan dan yang lainnya pun pergi melihat-lihat benteng pertahanan kota.
Setelah sampai tampak benteng pertahanan yang mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Benteng pertahanan ini terlalu lemah dan terlalu biasa, kerusakan benteng selalu saja terjadi saat adanya serangan, aku perlu memperkuat benteng pertahanan!" pikir Evan dalam hatinya.
"Evan, kami bisa membantumu untuk membuat benteng pertahanan kamu menjadi lebih kuat, bahkan mungkin akan menjadi yang paling kuat diseluruh daratan timur ini!" kata Elemen Petir pada Evan dari dalam lautan spiritual Evan.
"Membuat Benteng pertahanan menjadi lebih kuat?, bagaimana caranya?" tanya Evan merasa penasaran.
"Itu adalah hal mudah, kita hanya perlu memperbaiki kembali benteng pertahanan kota ini dengan menambahkan mekanisme dan formasi serangan dan pertahanan pada Benteng pertahanan, tetapi mungkin rekonstruksinya akan memakan biaya yang cukup besar!"kata Elemen Petir.
"Jika masalahnya adalah uang maka itu tidak perlu dikhawatirkan, aku akan mencari cara untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat!" ujar Evan.
"Ray dan Pasukan Gagak Malm kalian berjagalah disini!, jika ada musuh yang datang menyerang segera lapor padaku!." perintah Evan kepada 6 orang Pasukan Gagak Malam.
"Qin Shan, kamu kembalilah urus pekerjaanmu, sedangkan Sea Lin dan Tang Chen, kalian berdua ikut denganku kembali ke kediaman Jenderal!" kata Evan memberi perintah.
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan Benteng pertahanan dan kembali ke kediaman Jenderal.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai dikediaman Jenderal.
Saat mereka sampai mereka melihat Ririn sedang duduk melihat dan menemani Cao Cao yang sedang berlatih tombak ditaman.
Tampak Ririn yang sedang mengelus Qinglong dan Limao yang sedang berada dalam pangkuannya, sedangkan Phoenix bertengger dibahu Ririn dan Harimau Putih Mata Emas berbaring disamping Ririn.
Evan yang diikuti oleh Sea Lin dan Tan Chen berjalan menghampiri Ririn.
"Ririn!" panggil Evan berjalan mendekati Ririn.
"Evan!?-Kakak Evan!" kata Ririn dan Cao Cao yang menoleh melihat ke arah Evan.
Melihat Evan datang Cao Cao pun menghentikan latihannya sesaat.
"Cao Cao, kamu lanjutlah berlatih, Kakak hanya ada urusan dengan Kak Ririn!" kata Evan kepada Cao Cao.
"Baik Kak!" jawab Cao Cao yang kemudian melanjutkan latihannya.
Sementara itu Ririn tampak tidak senang dengan kedatangan Evan karena mengingat kejadian pagi hari tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu kembali?" tanya Ririn dengan dingin.
"Sepertinya Ririn masih kesal dengan kejadian tadi pagi!..." batin Evan dalam hatinya setelah melihat bahwa Ririn merasa tidak senang dengan kedatangannya.
"Aku ada hal yang harus aku lakukan disini, aku ingin membuat Pil disini!" jawab Evan.
"Kenapa kamu sendiri disini?, kemana Reya dan para gadis yang lainnya?" tanya Evan.
"Mereka pergi ke Yanzhou!" jawab Ririn dengan ekspresi dingin dan nada yang cepat.
"Oooh..., Aku ada yang ingin aku berikan padamu!" kata Evan namun Ririn tetap tidak bereaksi, Ririn diam tidak berbicara sembari mengelus Qinglong dan Limao yang ada dalam pangkuannya.
Phoenix dan Harimau Putih yang melihat Evan merasa ingin tertawa.
"Hahaha.., kasihan sekali bocah ini!" kata Phoenix menertawakan Evan dalam hatinya.
"Ini adalah Buah Bulan Abadi yang aku dapatkan dari Alam Fantasi Tujuh Bintang, khasiat buah ini sangat luar biasa tetapi kamu hanya boleh memakan satu buah saja!" kata Evan memberikan satu Buah Bulan Abadi kepada Ririn.
"Yasudah aku pergi dulu, kamu lanjutkanlah apa yang tadi kamu lakukan jangan marah terus!" kata Evan sambil mengusap kepala Ririn.
Ririn tetap diam dengan menunjukan ekspresi dingin kepada Evan.
Beberapa saat kemudian Evan pun sampai disebuah ruangan (bangunan) yang kosong.
"Kalian berdua berjagalah diluar, jangan biarkan ada orang yang memggangguku!" perintah Evan kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Sekarang Evan pun berada sendirian di dalam ruangan tersebut, dia duduk bersila dan kemudian mengeluarkan Tungku Emas Tiga Kepala Naga miliknya yang sebelumnya dia dapatkan di Ruang Harta Rahasia Sekte Matahari Merah.
"Aku sudah cukup lama tidak membuat Pil, sekarang aku harus membuat Pil sebanyak mungkin untuk aku jual agar mendapatkan banyak uang untuk membiayai Perbaikan Benteng Pertahanan!" Pikir Evan.
"Sekarang aku akan mencoba membuat Pil Lima Elemen saja terlebih dahulu, selain mudah aku juga punya banyak bahan materialnya, juga Pil ini adalah obat Pil tingkat tiga yang pasti harganya juga tinggi!" pikir Evan sebelum membuat Pil.
"Haahh..., sepertinya hari ini akan menjadi hari yang melelahkan!" pikir Evan menghela nafasnya.
Kemudian Evan pun mulai membuat Pil Lima Elemen Tingkat Tiga lebih dulu.
"Sekarang Ayo Mulai!" seru Evan mulai membakar Tungku Emas Tiga Kepala Naga yang ada dihadapannya.
"Bahan Obat Masuklah!" kata Evan mengeluarkan bahan obat dari dalam Cincin penyimpanannya dan memasukannya ke dalam Tungku yang terbakar.
__ADS_1
Kemudian waktu terus berjalan hingga akhirnya sampai pada malam hari.
Tampak Evan yang masih sedang fokus membuat pil walau disampingnya telah ada Tiga tumpuk Pil.
Tiga tumpuk Pil tersebut selain adalah Pil Lima Elemen yang ia buat sebelumnya juga ada Pil Penambah Aura dan Pil Penenang Jiwa.
Dan kini Evan sedang membuat Pil Penerobos yang termasuk Pil tingkat Empat yang ingin dia berikan kepada para prajuritnya yang berada pada Tingkat Ahli Silat Level sembilan agar mereka segera menerobos Tingkat Jenderal.
Walau Evan merasa sudah lelah dan mengeluarkan banyak keringat, ia tetapi fokus untuk membuat Pil.
Sementara itu Sea Lin dan Tang Chen yang sedang menunggu diluar sudah merasa bosan, Sea Lin yang sedang duduk pun bertanya kepada Tang Chen yang sedang berdiri disampingnya.
"Hei Tang Chen, kenapa Kakak Besar Evan masih belum keluar juga?, apakah perlu sampai selama ini untuk membuat pil saja?" tanya Sea Lin kepada Tang Chen.
"Kenapa kamu bertanya padaku?, kalau kamu bertanya padaku aku akan bertanya pada siapa?" ujar Tang Chen yang juga merasa bosan.
Waktu terus berlalu dan hari pun sudah sangat larut Malam, namun Evan masih sedang fokus membuat Pil tanpa istirahat, sedangkan Sea Lin dan Tang Chen telah tertidur diluar (depan pintu ruangan kosong tempat Evan membuat Pil) dengan pulas.
Diwaktu yang sama tampak Ririn bersama dengan para gadis lainnya sedang berjalan menuju ke Ruangan kosong tempat Evan berada.
Tidak lama kemudian para gadis itu pun sampai ke tempat Evan, Sea Lin, dan Tang Chen berada.
Mereka melihat Sea Lin dan Tang Chen yang tertidur didepan pintu Ruangan Kosong tempat Evan membuat Pil.
"Dua orang bodoh ini kenapa bisa tertidur didepan pintu seperti ini?" heran Chu Xian melihat Sea Lin dan Tang Chen yang sedang tertidur pulas.
"Mentor Chu, sebaiknya kamu bawa Sea Lin ke kamarnya, Angin malam sangat dingin kasihan jika dia tidur disini." ujar Ran Ran kepada Chu Xian.
Chu Xian menghela nafasnya. "Haahh..., laki-laki ini membuatku kesusahan saja!" kata Mentor Chu Xian merasa sedikit kesal.
Kemudian mentor Chu Xian pun memapah Sea Lin. "Uhh .., laki-laki ini kenapa bisa berat sekali?, apa dua makan batu?" heran Chu Xian memapah Sea Lin.
Kemudian Chu Xian sambil merasa kesal memapah dan membawa Sea Lin pergi meninggalkan yang lainnya dan membawa Sea Lin ke kamar milik Sea Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................