KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 93 : Pertarungan Dengan Naga Danau


__ADS_3

Harimau Putih takjub melihat kekuatan Evan yang sekarang, evan sangat terlihat berbeda dari saat pertama kali mereka bertemu.


Setelah selesai membunuh para monster, Evan menghilangkan sayap auranya dan mengumpulkan inti spiritual dari para monster yang telah ia bunuh, kemudian memasukannya kedalam cincin ruang.


Setelah itu Evan pun menghampiri harimau putih dan mengobati harimau putih yang terluka parah karena melindunginya.


"Maaf, karena melindungiku kau jadi harus menderita seperti ini." Ucap Evan merasa bersalah.


"Tidak apa hanya luka kecil saja." jawab Harimau putih.


"Terima kasih." ucap Evan sambil mengobati Harimau Putih dengan salep.


"Setelah ini kau akan pergi kemana?" tanya Harimau Putih sambil bangkit berdiri setelah selesai diobati.


"aku berencana untuk pergi kedanau, aku ada dendam yang belum terbalaskan dengan si Naga busuk itu!" jawab Evan.


"Naga busuk?" ucap Harimau Putih penuh tanda tanya.


"Yah, tapi aku tidak akan mengajakmu kesana, kau masih terluka sebaiknya kau kembali masuk kedalam lautan spiritualku!." perintah Evan.


Setelah memasukan harimau putih kedalam lautan spiritualnya, Evan pun pergi ketempat Naga danau yang sebelumnya, karena ditempat itu dia pernah dihajar habis-habisan oleh si Naga danau.


Evan memiliki dua tujuan untuk kesana, yang pertama adalah untuk balas dendam, dan yang kedua adalah untuk mengambil semua benda berharga yang ada didanau itu.


Singkat cerita evan pun sampai didanau tersebut. "Akan aku beri kau hadiah kedatangan aku yang luar biasa, 'Pusaran Naga Api!'"


Evan mengarahkan serangannya ke arah tengah danau, hingga membuat ledakan yang mengganggu sang Naga. sang Naga air pun keluar ke permukaan danau dan sang naga pun melihat evan sedang berdiri ditepi danau.


"Kau lagi!?" ucap sang Naga yang kesal melihat evan.



"Hai Naga busuk kita bertemu lagi, kau masih ingat denganku bukan?" kata Evan menyapa sang Naga sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Bocah manusia kau lagi! apa kau masih belum Jera setelah aku hajar waktu itu? masih berani datang lagi? apa kau sudah bosan hidup?" Ucap sang Naga mencibir evan.


"Kau yang sudah bosan hidup!" ucap Evan melompat kearah Naga air sambil menghunuskan pedangnya.


"Manusia naif yang gila!!" sang Naga air menahan evan dengan serangan dibalas serangan.


"BOOMM !!" Evan terpental masuk ke dalam air, sang naga pun juga langsung menyelam kembali kedalam air untuk menyerang evan kembali.


"Untung saja aku punya Teknik menahan nafas didalam air, kalau tidak walaupun aku sudah berada ditingkat jenderal aku akan tetap kalah." gumam evan yang sedang berada didalam air.


Kemudian evan melihat si Naga air datang menyerangnya dan ingin memakan Evan, namun Evan dengan cepat dapat menghindari gigitan sang Maga air.


"Huuff...hampir saja, kali ini aku tidak akan kalah lagi!" pikir evan sambil menggenggam pedangnya dengan erat.


Dan si Naga air pun kembali untuk menyerang Evan. "bocah manusia matilah kau!" ucap sang Naga sembari membuka mulutnya dengan lebar seakan ingin memakan evan.


"Siapa yang akan mati masih belum tau!!, 'Elemen air, Tebasan hujan rintik keheningan'"


Pedang evan mengeluarkan sebuah energi air yang tenang sangat tenang dan memotong tanpa mengeluarkan suara.


Sang Naga mati tanpa bersuara dan perlahan jatuh kedalam dasar danau, evan menyarungkan pedangnya kembali.


Kemudian Evan berenang ke arah sarang naga air tempat dimana banyak benda-benda berharga dikumpulkan oleh si Naga air itu.


setelah sampai disarang naga air...


"Akhirnya semua benda-benda berharga yang ada disini menjadi milikku!" ucap Evan sambil mengambil semua benda yang ada disana hingga tak ada yang tersisa.


"Bocah ini...." ucap para Elemen memandang Evan yang rakus dan serakah


"Hei apa maksud dari pandangan kalian?, jangan memandangku seperti itu!. ini semua untuk kebutuhan para murid sekte matahari merah, dan mungkin ini masih belum cukup jadi nanti aku berencana akan menguras semua sumber daya yang ada dihutan kematian ini untuk kebutuhan kultivasi para murid sekte beberapa waktu kedepannya!" ucap Evan menjelaskan.


"Baiklah baiklah, tapi kau sebaiknya cepat keluar dari air!" perintah air.

__ADS_1


"Kenapa??" tanya Evan merasa bingung.


"Teknik menahan nafasmu sudah akan kehabisan waktu." jawab Air.


"Apa!?, kenapa kalian tidak memberitahu aku dari tadi?!" Evan menahan nafasnya dan segera berenang kepermukaan.


Setelah itu Evan pun keluar dari danau dalam keadaan pakaian yang basah kuyup.


"Sekarang pakaian aku sudah basah semua, lebih baik aku keringkan saja dulu." gumam Evan.


setelah Evan melepas pakaiannya Evan pun sekarang dalam keadaan bertelanjang bulat tanpa busana.


"Lain kali aku harus membeli lebih banyak pakaian agar kejadian ini tak terulang lagi, untung saja aku sekarang berada dalam hutan, kalau tidak......." batin Evan.


Evan berbaring di atas rumput dipinggir danau sambil menunggu pakaiannya kering.


...****************...


Diwaktu yang sama, Seorang Wanita Cantik dengan berpakaian berwarna kuning keemasan dan rambut yang berwarna kecoklatan sedang dikejar oleh para penjahat didalam hutan kematian.



"Hehehehei putri cantik mau lari kemana, kau sudah tidak bisa lari lagi!"


"Jangan lari, ayo temani kami sebentar!"


"Tenang saja kami pasti akan memperlakukanmu dengan lembut" Ucap para bandit yang terus mengejar.


Wanita itu terus berlari sekuat tenaga dari kejaran para penjahat itu, namun para penjahat terus mengejarnya tanpa henti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2