
"Ini sangat mengerikan...." ucap Ratu Yue Xian Ling.
"Jangan merasa puas dulu, sepertinya masih ada sebagian musuh yang selamat dari ledakan tadi!" kata Evan sambil memandang ke arah langit.
Kemudian Evan menciptakan sebuah Tombak Logam ditangan kanannya.
Sementara itu di atas lokasi hutan yang telah dihancurkan, tampak Sang Jenderal Iblis dan tiga ribu Prajurit sisa Pasukannya yang sedang terbang di udara. Sebagian dari mereka tampak terluka, sedangkan sebagian lagi selamat tanpa terluka sedikitpun. Akan tetapi Sang Jenderal Iblis sendiri, karena menciptakan sebuah pelindung untuk menyelamatkan sebagian dari Pasukannya, kini ia telah kehabisan energi spiritual dan mengalami luka yang cukup parah.
Sang Jenderal Iblis terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Sialan! Dasar Siluman licik.... beraninya mereka bermain trik licik untuk mengalahkan kita!" kata Sang Jenderal Iblis sambil memegang dadanya yang mengalami luka dalam.
Sementara itu diwaktu yang sama ditempat Evan berada, tampak Evan yang telah bersiap untuk melemparkan Tombaknya. Tombak tersebut telah dilapisi Kekuatan Elemen Kegelapan, dan pastinya telah menjadi lebih kuat dari Tombak Logam biasa.
"Tombak Penghisap Darah!"
Dengan kekuatan penuh, Evan melemparkan Tombaknya ke arah Sang Jenderal Iblis yang sedang terbang di udara.
"Jenderal, ada serangan!" kata salah satu Prajurit Iblis memberitahu Jenderal mereka.
Sang Jenderal Iblis yang telah terluka parah sudah tidak dapat menghindari serangan Tombak dari Evan. Namun Para Prajurit Iblis yang melihat hal itu, dengan cepat berkumpul untuk melindungi Jenderal mereka dari serangan Tombak Penghisap Darah milik Evan.
"Formasi Perisai Pelindung Langit!"
Mereka semua berkumpul dan menciptakan sebuah Formasi Pelindung untuk menahan serangan Tombak Penghisap Darah milik Evan.
Namun disisi lain, Evan yang melihat itu tampak tersenyum dan tertawa kecil.
"Haha, Dasar bodoh, Matilah kalian semua!" kata Evan sambil mengarahkan tangannya ke arah langit (Pasukan Iblis).
Kemudian Tombak Penghisap Darah menghantam Formasi Pelindung milik Pasukan Iblis yang mencoba melindungi Jenderal mereka.
Hantaman pertama, Formasi Pelindung berhasil menahan Tombak Penghisap Darah milik Evan. Namun Tombak Penghisap Darah tidak langsung menghilang atau lenyap, akan tetapi Tombak Penghisap Darah terus menekan Formasi Pelindung milik Pasukan Iblis.
__ADS_1
Tak hanya menekan, tetapi Tombak Penghisap Darah juga mulai meretakkan Formasi Pelindung sedikit demi sedikit.
Semula tidak terjadi apa-apa, namun Para Prajurit Pasukan Iblis mulai menyadari ada yang aneh pada serangan Tombak Penghisap Darah milik Evan tersebut.
"Serangan Tombak ini sangat aneh! Serangannya seperti sedang menyerap energi spiritual dan darah kita!" kata salah satu Prajurit Iblis.
"Aku sudah tidak kuat lagi, mungkin kita semua tidak akan bisa menahan serangannya lebih lama lagi!" kata salah satu Prajurit Iblis lainnya.
"Jenderal, kami sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi, Jenderal cepatlah pergi!" kata salah satu Prajurit Iblis lainnya lagi.
Melihat Para Prajuritnya berkorban untuk menyelamatkan dirinya, Sang Jenderal Iblis masuk ke dalam kebimbangan.
Namun disaat Sang Jenderal Iblis masih berada dalam kebimbangan, Tombak Penghisap Darah telah menjadi semakin kuat karena telah menyerap energi spiritual dan darah dari Para Prajurit Iblis. Hingga kemudian, pada akhirnya Tombak Penghisap Darah berhasil menghancurkan Formasi Pelindung yang diciptakan oleh Pasukan Iblis untuk melindungi Jenderal mereka.
Karena Formasi Pelindung yang mereka ciptakan untuk melindungi diri mereka telah hancur, maka mereka semua pun langsung mati terkena serangan Tombak Penghisap Darah milik Evan.
Sang Jenderal Iblis yang sebelumnya sudah diberi kesempatan untuk kabur oleh para Prajuritnya, kini telah menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Akan tetapi disaat detik-detik terakhir Tombak Penghisap Darah akan menghantam tubuhnya, Sang Jenderal Iblis sempat mengatakan.
Kemudian dengan menggunakan semua sisa kekuatan yang ada di dalam tubuhnya, Sang Jenderal Iblis menciptakan satu jurus Elemen Api untuk menahan serangan Tombak Penghisap Darah milik Evan.
"Api Pembakar Langit!"
Kedua serangan saling menghantam dengan sangat kuat. Namun karena Jurus Api Pembakar Langit hanya tercipta dari sisa kekuatan yang dimiliki oleh Sang Jenderal Iblis, maka Tombak Penghisap Darah dengan sangat mudah mengalahkan Jurus Api Pembakar Langit tersebut. Hingga kemudian Tombak Penghisap Darah langsung menghantam tubuh Sang Jenderal Iblis sampai hancur dan lenyap terserap.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan menyimpan tangannya kembali setelah melihat Sang Jenderal Iblis telah mati terkena serangan Tombak Penghisap Darah miliknya.
"Sungguh Jenderal yang bodoh, Dia tidak tahu jalan terbaik untuk menghargai nyawanya dan nyawa Para Prajuritnya. Namun aku tetap merasa kagum pada sifat dan keberanian mereka sebagai seorang Prajurit!" kata Evan sambil memandang ke atas langit.
Melihat Jenderal Iblis beserta seluruh Pasukannya telah berhasil dikalahkan, bahkan sebelum pertempuran secara langsung dimulai, seluruh Pasukan Gagak Malam maupun Siluman hanya diam dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan.
Hingga pada saat, Matahari telah memancarkan sinar terangnya yang terasa hangat, maka suasana yang tadinya suram seketika mulai berubah dengan penuh sorakan kemenangan dari Para Prajurit.
__ADS_1
"Jenderal Iblis dan seluruh Pasukan Iblis telah mati, Kita Menang!"
"Hidup Kerajaan Yue, Hidup Pasukan Manusia!"
Suara sorakan dari Para Prajurit terdengar sangat meriah dan penuh semangat, hingga membuat Evan dan Ratu Yue Xian Ling yang mendengarnya pun merasa senang.
Namun disaat Ratu Yue Xian Ling melihat ke arah Evan, seketika raut wajah Ratu Yue Xian Ling berubah menjadi diam dengan penuh rasa waspada.
Setelah melihat Evan yang mampu menyusun strategi untuk mengalahkan Pasukan Besar Iblis, bahkan sebelum pertempuran dimulai, Ratu Yue Xian Ling seketika baru menyadari betapa berbahayanya Pemuda yang ada di hadapannya itu.
"Orang ini sangat berbahaya dan licik, jangan sampai Kerajaan Yue membuat masalah dengannya!" batin Ratu Yue Xian Ling dalam hatinya.
Kemudian di tengah rasa kesenangan Evan yang sembari tersenyum, Evan menoleh dan melihat ke arah Ratu Yue Xian Ling yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang tidak teralihkan.
"Ratu, mengapa kamu melihatku dengan tatapan seperti itu? Kamu terlihat seperti wanita mesum!" kata Evan yang masih sempat-sempatnya bercanda.
"Apa kamu bilang? Coba ulang sekali lagi!" kata Ratu Yue Xian Ling seketika merasa kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Evan kepadanya.
"Apakah Ratu tidak mendengarnya? Kalau begitu sayang sekali, Aku tidak ingin mengulanginya lagi!" kata Evan sembari tersenyum dengan maksud meledek.
"Dasar Bajingan, apakah kamu pikir aku tidak dapat mendengar apa yang tadi kamu katakan?" ujar Ratu Yue Xian Ling merasa sangat kesal dan geram kepada Evan.
"Ha-ha-ha-ha bukankah memang benar? Ratu sudah berumur, jadi pendengaran Ratu mungkin sedikit bermasalah!"
"Kau!....." Ratu Yue Xian Ling mati kutu dibuat kesal oleh Evan yang terus meledeknya.
Sementara itu disisi lain, seluruh Pasukan yang melihat hal itu hanya diam menonton sambil tersenyum-senyum. Ratu Yue Xian Ling yang biasanya bersifat dingin, berwibawa dan tegas dihadapan seluruh Prajurit dan Rakyatnya, kini menjadi menjadi tidak berkutik dihadapan seorang Pemuda yang berasal dari Ras manusia. Hal itu membuat sebuah pandangan dan suasana baru, bagi Pasukan Siluman yang melihatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................