
Disisi lain, Gu mei khawatir pada evan karena sudah cukup lama berada diatas dan belum kembali turun juga. Karena khawatir Gu mei pun ikut ke atas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, setelah sampai Gu mei terkejut melihat Evan yang sedang meringkuk kesakitan.
"Evan!!" Gu mei menghampiri Evan.
"kau kenapa!?" tanya Gu mei khawatir sambil memegang pundak evan yang sedang berlutut kesakitan.
Menyadari kalau ditempat itu hanya ada Evan dan gadis yang dia lihat, Gu mei pun bertanya pada gadis itu dengan marah.
"Apa yang kau lakukan pada Evan!?, 'ITU' Evan baru saja sembuh!" Ucap Gu mei marah.
Walaupun begitu si gadis dingin tetap tak bergeming dan bersikap dingin.
Mendengar ada keributan yang berasal dari Ruang tahanan si gadis dingin, si pak tua dan si paman langsung menghampiri.
"Ada apa?, kenapa dengan Evan!?" tanya si pak tua ketika melihat Evan yang meringkuk kesakitan.
"Senior...., E..evan, Burung Evan ditendang!" Jawab Gu mei dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Burung?, Ditendang!?, Hwahahahahaa......." Tawa si pak tua terbahak-bahak.
"PONG!" si paman memukul kepala si pak tua.
"Hei pak tua jangan tertawa, sepertinya keadaannya serius, kau kan mengerti tentang pengobatan coba kau periksa." ucap si paman.
Kemudian kakek tua dan paman menghampiri Evan dan menyandarkan Evan kedinding batu, pak tua memeriksa Evan.
"Hampir saja, Lain kali jangan sampai Evan terluka dibagian 'ITU' nya lagi. kali ini mungkin Evan selamat jika ada lain kali mungkin 'MILIKNYA' sudah tak akan bisa berfungsi lagi dan Evan tak akan bisa memiliki keturunan." Ucap kakek tua setelah memeriksa Evan.
"Hmmm.. dia tertidur." ucap Gu mei melihat Evan yang sampai tertidur dengan penuh keringat karena menahan rasa sakit. Gu mei mengusap keringat Evan yang mengalir dikening Evan.
Si gadis dingin berjalan mendekat, namun Gu mei langsung memarahi dan mengusirnya.
"Kau jangan mendekat!, belum cukup kau membuatnya terluka seperti ini!?" teriak Gu mei memarahi si gadis dingin.
"Aku ingin merawatnya, aku tau ini salahku, jadi biarkan aku merawatnya yah?" pinta Si gadis dingin.
__ADS_1
"Huh, bagaimana aku tau kalau kau sungguh akan merawat Evan dengan baik?" ucap Gu mei tak mempercayai.
Mendengar suara yang sangat ribut, Evan pun terbangun dan membuka matanya secara perlahan. melihat Evan membuka matanya (bangun), semuannya pun senang.
"Evan kenapa kau sudah bangun?" tanya Gu mei.
"Mendengar kalian yang sangat begitu ribut, Bagaimana mungkin aku tidak bangun, kalian beriksik sekali!" Ucap evan.
"Humph!, salahkan dia yang sudah menyakitimu tapi masih ingin mendekati kamu lagi, katanya ingin merawatmu tapi aku tak yakin kalau dia benar-benar akan merawatmu!, aku curiga dia akan mencoba menyakitimu lagi, bahkan membunuhmu!" Ucap gu mei yang penuh rasa waspada dan kecurigaan.
"Kenapa kau berkata seperti itu?, kau juga bisa menjagaku sekalian juga merawatku, bukan."
"Tapi...!"
"Sudah sudah jangan ribut lagi, tolong biarkan aku istirahat sebentar dulu." ucap nya Evan yang ingin istirahat.
"Yah sudah baiklah." Ucap Gu mei sedangkan si gadis dingin hanya diam berdiri dengan raut wajah penuh kecemasan dan rasa bersalah.
__ADS_1
Si pak tua dan Si paman kembali ke ruang tahanannya masing-masing, sedangkan Gadis dingin dan Gu mei bersama-sama menjaga Evan yang sedang istirahat ( tidur).