KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 269 : Klan Hutan Bayangan


__ADS_3

Sambil minum-minum arak, Evan dan teman-temannya pun berbincang dengan serius sambil bercanda mengenai rencana peperangan.


"Sekarang kita sudah berhasil menduduki tiga kota sekaligus hanya dalam waktu kurang dari lima hari, tetapi sekarang kita sangat kekurangan prajurit karena kita perlu membagi-bagikan pasukan kita untuk menjaga setiap kota yang berhasil kita rebut, kita perlu merekrut lebih banyak prajurit lagi untuk berperang!" kata Evan kepada yang lainya.


"Benar sekali, sekarang pasukan kita hanya tersisa sedikit, kita perlu menambah pasukan setidaknya 30 ribu prajurit lagi untuk berperang kedepannya!" kata Luo Bai membenarkan ucapan Evan.


"Kalian semua tenang saja, jika masalah perekrutan prajurit aku sudah mengurusnya, aku sudah menyebarkan pengumuman perekrutan prajurit keseluruh wilayah kerajaan Gu, dengan gaji yang di atas rata-rata dan sumber daya yang berlimpah, aku yakin dalam satu bulan ini akan ada banyak orang yang mendaftar dan bergabung dengan kita!"kata Qin Shan yang selalu bisa diandalkan oleh teman-temannya.


"Mantap!, Qin Shan memang selalu bisa diandalkan!" kata Tang Chen dengan semangat.


"Bersulang untuk Qin Shan!, teman kita yang luar biasa" kata Sea Lin dengan semangat sambil mengangkat cawan araknya.


"Bersulang!!" kata Evan dan semua teman-temannya dengan kompak dan semangat sambil bersulang arak.


Sambil mengobrol mengenai rencana peperangan, Evan dan teman-temannya pun saling bercanda dengan riangnya.


"Hmmm..., menurut kalian, bagaimana dengan ekspresi Mo Sueyan nanti ketika mengetahui kota yang ingin mereka rebut telah hancur dan tiga kota milik mereka telah direbut?" ujar Evan merasa penasaran.


"Hahaha!..., tentu saja pasti sangat marah dan kesal!, Hahaha..." tawa Sea Lin merasa lucu begitu juga dengan teman-teman Evan yang lainnya.


...****************...


Sementara itu di kota Hao, tampak Mo Sueyan dan seluruh pasukannya telah sampai didepan pintu gerbang kota Hao yang telah dihancurkan.


Kemudian seorang prajurit datang menghadap untuk melapor kepada Mo Sueyan mengenai keadaan didalam kota Hao.


Prajurit tersebut datang dan langsung berlutut memberi hormat kepada Mo Sueyan yang sedang duduk di atas kudanya.


"Bagaimana situasi didalam kota Hao?" tanya Mo Sueyan kepada prajurit tersebut.


"Lapor Putri!, didalam kota tidak ada satu orang pun musuh dan juga tidak ada jebakan satu pun, tetapi..." jawab Prajurit tersebut yang tampak ragu untuk mengatakan laporan terakhirnya.


Melihat prajuritnya yang tampak ragu untuk mengatakan, Mo Sueyan pun seketika langsung mengerutkan alisnya.


"Tetapi apa?, katakan padaku!" kata Mo Sueyan dengan tegas kepada prajurit tersebut.


Dengan perasaan ragu dan sedikit takut, prajurit tersebut pun menjawab sambil berlutut memberi hormat kepada Mo Sueyan.


"Tetapi seluruh bangunan pemerintahan dan militer didalam kota Hao, semuannya telah dihancurkan hingga tidak ada satu bangunan pun yang tersisa!"jawab Prajurit tersebut sambil berlutut dan memberi hormat kepada Mo Sueyan.


Mendengar hal itu, Mo Sueyan pun seketika langsung menunjukan wajah kesal dan marah.


"Sialan! Keparat!, bajingan!, beraninya mereka mempermainkan aku!?" teriak Mo Sueyan merasa sangat marah, hingga teriakan kemarahannya membuat sebuah gelombang yang membuat kuda-kuda yang ditunggangi oleh para prajuritnya langsung terkejut ketakutan dan melompat-lompat.

__ADS_1


"Seluruh pasukan ikut aku pergi menyerang Nanzhou!, kita serang dan hancurkan mereka semua!" kata Mo Sueyan dengan sangat marah memberi perintah kepada seluruh pasukannya.


Kemudian Wen Wu sang penasehat militer dengan menunggang kudanya mendekati Mo Sueyan yang sedang marah.


"Putri mohon bersabar dan jangan gegabah, ini mungkin adalah rencana musuh untuk mengalahkan kita!" kata Penasehat militer Wen Wu menahan Mo Sueyan agar tidak mengambil keputusan yang gegabah.


Mendengar itu, Mo Sueyan yang masih marah pun bertanya. "kenapa Tuan Wen Wu menahan aku?, coba Tuan Wen Wu jelaskan padaku!" ujar Mo Sueyan dengan arogan.


"Kita sudah melakukan perjalanan selama berhari-hari tanpa beristirahat, sekarang seluruh pasukan pasti sedang kelelahan, jika kita sekarang berangkat ke Nanzhou untuk berperang, maka dengan kondisi dan keadaan pasukan kita yang sekarang, pasukan kita pasti akan dengan sangat mudahnya dikalahkan oleh pasukan musuh!" kata Wen Wu menjelaskan kepada Mo Sueyan yang masih marah.


Mendengar penjelasan Penasehat Militer Wen Wu, Mo Sueyan pun mencoba menahan amarahnya sambil menggenggam tali kuda dengan sangat erat.


"Cih!, keparat!, kalau begitu baiklah, kita akan beristirahat diluar benteng kota Hao, perintahkan seluruh prajurit untuk segera mendirikan perkemahan!" perintah Mo Sueyan dengan tegas.


...****************...


Sementara itu dimalam hari disuatu tempat bernama Hutan Bayangan di wilayah Kerajaan Xiao, tampak belasan ribu kultivator kegelapan dari Klan Hutan Bayangan sedang bertempur habis-habisan melawan Para prajurit pasukan Kerajaan Xiao.


Klan Hutan Bayangan adalah Klan bermarga Tian, Klan ini terletak ditengah hutan yang sangat terpencil diwilayah Kerajaan Xiao, Klan Hutan Bayangan adalah klan tempat para Kultivator Kegelapan bersembunyi dan bernaung.


Namun karena suatu alasan tertentu, kini Kaisar Kerajaan Xiao mengerahkan seluruh pasukannya untuk memburu dan menangkap Para Kultivator Kegelapan diseluruh penjuru wilayah Kerajaan Xiao maupun wilayah sekitarnya.


Tampak pertempuran sengit dan penuh darah masih berlanjut, api berkobar dan membakat setiap bangunan rumah yang ada, para mayat yang bersimba darah bergelimpangan dimana-mana, suara teriakan dan tangisan dari para anak kecil dan para wanita menggema diseluruh hutan Bayangan.


Sedangkanvbelasan ribu Para kultivator kegelapan Klan Hutan Bayangan tampak sedang berjuang mati-matian melawan para prajurit kerajaan Xiao, dengan perbedaan kekuatan dan jumlah yang begitu jauh, para kultivator kegelapan tampak telah sangat terpojok.


Kemudian tampak tujuh orang terkuat dari Klan Hutan Kegelapan telah terkepung oleh lingkaran para prajurit pasukan kerajaan Xiao yang mengelilingi mereka.


Tampak Tujuh Kultivator Kegelapan tersebut bernafas dengan terengah-engah, sambil melihat ke arah para Prajurit Kerajaan Xiao yang telah mengelilingi dan mengepung mereka.


Diantara tujuh Kultivator Kegelapan tersebut ada dua orang pemuda kembar yang menggunakan topeng Hitam dan Putih, nama dua pemuda kembar tersebut adalah Tian Yin dan Tian Yang.


"Hahaha!, kalian sudah tidak mungkin bisa kabur lagi!, menyerahlah dan ikutlah dengan kami ke istana kerajaan Xiao untuk menghadap Kaisar, maka kami tidak akan membunuh kalian dan seluruh keluarga kalian!" kata Jenderal Lan Jiufu (seorang pria paruh baya) yang mana adalah orang yang memimpin penyerangan tersebut.


"Kalian pikir kami bodoh!?, walaupun kami semua ikut pergi dengan kalian, kalian tetap tidak akan melepaskan keluarga kami!" kata Tian Yin dengan kesal dan marah.


"Dan kami sudah tahu, kalau setiap para Kultivator Kegelapan yang kalian tangkap semuannya mati diserap oleh Kaisar Kalian!" kata Tian Yang yang juga sangat kesal dan marah.


"Ternyata kalian sudah tahu, tetapi apa gunanya jika kalian tahu?, kalian semua tetap akan aku bawa ke istana mau hidup atau pun mati!, seluruh pasukan serang dan bunuh mereka!" kata Jenderal Lan Jiufu memberi perintah kepada pasukannya yang telah mengepung dan bersiap untuk menyerang.


Kemudian pasukan kerajaan Xiao pun maju menyerang ke arah Tian Yin dan Tian Yang dan lima orang lainnya yang telah dikepung.


Tidak ingin berdiri diam saja, Tian Yin dan Tian Yang pun mengeluarkan sebuah jurus kombinasi hasil ciptaan mereka berdua.

__ADS_1


"Jurus Pembunuh, Segel Yin Dan Yang!!" sebut Tian Yin dan Tian Yang mengekuarkan sebuah jurus berupa lingkaran Yin Yang, yang langsung menyerang dan menghantam ke arah para Prajurit Kerajaan Xiao.


"BOOMM! BOOMM! AAAKH AAAKH!" suara ledakan hantaman dan suara teriakan para prajurit kerajaan Xiao yang mati.


Dalam sekali serangan dari jurus milik Tian Yin dan Tian Yang, seketika puluhan prajurit Kerajaan Xiao langsung mati bergelimpangan.


Kemudian pertarungan antara tujuh orang Kultivatir Elemen Kegelapan terkuat dalam Klan Hutan Bayangan melawan para prajurit pasukan Kerajaan Xiao pun terjadi dengan sangat sengit.


Namun sayangnya pertarungan sengit mereka tidak berlangsung lama, dalam waktu kurang dari setengah jam tujuh Kultivator Kegelapan tersebut pun telah terpojok dengan dikelilingi dan dikepung kembali oleh para Prajurit Kerajaan Xiao.


Karena keadaan sudah tidak mungkin lagi untuk mereka membalikan keadaan, para tetua Klan Hutan Bayangan pun menyuruh Tian Yin dan Tian Yang untuk membawa kabur para orang-orang Klan Hutan Bayangan, untuk kabur dan mekarikan diri.


"Tian Yin dan Tian Yang, kalian berdua bawa dan pimpin semua orang dalam klan untuk kabur dan melarikan diri dari tempat ini!" kata seorang Kakek Tua bernama Tian Bei.


"Setelah kalian berhasil melarikan diri dari tempat ini, maka kaburlah sejauh mungkin dan kalau bisa keluarlah dari wilayah kerajaan Xiao!" kata seorang Kakek Tua lainnya yang bernama Tian Shuhong.


"Kalian semua kaburlah dan jangan sampai tertangkap oleh Pasukan Kerajaan Xiao!, kalian berdua bawalah semua orang dalam klan ke Provinsi Nanzhou di Kerajaan Gu, aku pernah mendengar informasi bahwa disana Jenderal Besar Penguasa Nanzhou sangat menerima para Kultivator Kegelapan sebagai prajuritnya, kalian berdua bawalah semua orang dalam klan pergi kesana!" ujar seorang Nenek Tua bernama Tian Yan yu.


"Kalian berdua harus menjaga Klan Hutan Bayangan agar tetap berdiri dan tidak musnah!" kata seorang Pria Paruh Baya bernama Tian Kui.


"Kami mempercayakan nasib Klan Hutan Bayangan kepada kalian berdua!" kata seorang Pria Paruh Baya bernama Tian Zulong.


Kata Lima Tetua Klan Hutan Bayangan yang ingin menitipkan dan mempercayakan Klan Hutan Bayangan kepada Tian Yin dan Tian Yang.


...***************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...TIAN YIN DAN TIAN YANG...


...KULTIVATOR ELEMEN KEGELAPAN DAN CAHAYA...


SIFAT TIAN YIN : DINGIN, PENDIAM, DAN KEJAM.


SIFAT TIAN YANG : DINGIN, PANDAI, DAN KEJAM.


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2