
Sementara itu didalam Gua Gravitasi, tampak Evan yang semakin kelelahan dan berdiri tidak kokoh, hingga kemudian suara Elemen Logam samar-samar terdengar dipikiran Evan.
"Evan dengarkan aku!, aku tidak bisa berkomunikasi dengan kamu terlalu lama, disetiap serangan pedang itu terdapat niat pedang. kamu jangan menghindar lagi, tetapi kamu harus melawan dan menangkis semua serangan pedang tersebut dengan pedang milikmu, itu adalah sebuah teknik gerakan pedang dan kamu harus bisa memahaminya!" kata Elemen Logam menjelaskan dengan cepat kepada Evan.
Setelahh mendengar penjelasan dari Elemen Logam, akhirnya Evan mengerti dan memahami apa sebenarnya rintangan serangan pedang tersebut.
"Ternyata adalah suatu teknik gerakan pedang, Sial! kenapa bisa aku tidak menyadarinya dari awal?" kata Evan merasa kesal dan jengkel.
Kemudian Evan langsung mengeluarkan pedangnya yang beratnya telah mencapai dari 100 kg lebih akibat tekanan Gravitasi yang menambah beratnya.
Dengan menahan tekanan Gravitasi dan Roh yang sangat kuat Evan bersiap untuk melangkah maju lagi.
"Ayo kita coba sekali lagi!" kata Evan dengan optimis dan pantang menyerah.
Kemudian Evan dengan percaya diri langsung melangkah maju dan masuk ke titik sejauh 931 meter kedalam Gua Gravitasi.
Baru saja Evan melangkah maju, seketika dari arah depan sebuah serangan pedang langsung datang menyerang ke arah Evan.
Evan mengeluarkan energi api yang langsung menyelimuti pedangnya, dan dengan cepat Evan langsung mengayunkan pedangnya melawan serangan pedang tersebut.
"Pedang Kobaran Api!" kata Evan mengayunkan pedangnya yang diselimuti oleh api yang membara ke serangan pedang yang datang menyerangnya dari arah depan.
Evan berhasil menangkis serangan pedang tersebut, namun tidak lama kemudian serangan pedang kedua datang menyerangnya lagi dari arah depan.
Evan maju satu langkah ke depan dan menebaskan pedangnya lagi untuk menangkis dan melawan serangan pedang kedua yang datang menyerangnya.
Sekali lagi Evan berhasil menangkis dan melawan serangan pedang kedua, akan tetapi tekanan Gravitasi dan Roh yang Evan hadapi juga kian bertambah kuat dan berat.
Adanya tekanan Gravitasi dan Roh yang menekan Tubuh dan Jiwa, membuat semua gerakan Evan menjadi lebih lambat dan tertahan.
Namun dengan sikap pantang menyerah, Evan terus maju melangkah ke depan sambil menangkis dan melawan semua serangan pedang dengan ayunan pedang miliknya.
Evan terus maju selangkah demi selangkah menangkis semua serangan pedang yang datang menyerang ke arahnya sambil menahan Tekanan Gravitasi dan Roh yang menekan Tubuh dan Jiwanya.
Dengan usaha penuh perjuangan akhirnya Evan sampai dititik sejauh 957 meter ke dalam Gua Gravitasi, akan tetapi tubuh Evan yang terluka dan kelelahan sudah tidak kuat untuk melakukan gerakan pedang lagi sambil menahan tekanan Gravitasi dan Roh.
Tampak Evan menundukkan kepalanya dan berusaha untuk berdiri kokoh sambil memegang gagang pedang dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Aku harus bisa melewati rintangan ini, aku yakin, aku pasti bisa!" kata Evan sambil memegang gagang pedangnya dengan erat.
Tak lama kemudian dari arah depan datang dua serangan pedang yang menyerang ke arah Evan secara bersamaan.
"RRAAAAAAGGHH!!" teriak Evan mengganti Elemen ditubuhnya dengan Elemen Petir.
Dengan mengganti ditubuh dengan Elemen Petir, seketika Evan mengeluarkan energi petir yang meledak-ledak keluar dari tubuhnya.
"TEBASAN PETIR!!" seru Evan yang langsung mengayunkan pedangnya yang dipenuhi oleh energi petir ke dua serangan pedang yang datang menyerang ke arahnya.
"BAAMM!!" Evan berhasil menahan dua serangan tersebut dengan ayunan pedang Tebasan Petir miliknya.
Dengan nafas yang terengah-engah dan langkah kaki yang berat, Evan maju dua langkah lagi dan akhirnya sampai dititik 959 meter kedalam Gua Gravitasi.
Tak lama kemudian satu serangan pedang datang dengan cepat menyerang ke arah Evan, melihat ada satu serangan pedang lagi Evan langsung menggenggam erat gagang pedangnya dengan kedua tangannya.
Evan mengangkat pedangnya ke atas kepala dan mengayunkannya secara vertikal ke bawah dengan sangat kuat, hingga ayunan tebasan pedang Evan langsung menahan dan melawan serangan pedang yang datang menyerang ke arahnya.
Setelah berhasil menangkis serangan pedang tersebut, Evan langsung maju melangkah lagi, dan betapa nyamannya Evan ketika sampai ke titik 960 meter yang ternyata adalah tempat beristirahat yang sama seperti sebelumnya.
Didalam ruang kesadaran Evan, tampak Evan yang berbaring lemas disebuah ruang hampa yang semuannya berwarna perak (metal).
Hingga tak lama kemudian muncul ribuan pedang berwarna perak di atas Evan yang sedang berbaring pingsan, seketika ribuan pedang tersebut langsung jatuh melesat dan langsung menusuk tubuh Evan.
"AAAAAAAAAKKHH!!" teriak Evan menjerit kesakitan dengan sangat kencang hingga membuat Evan langsung terbangun dari pingsan dan membuka matanya lebar-lebar.
Tubuh Evan tampak tidak terluka sedikit pun, akan tetapi rasa sakit ditusuk seribu pedang benar-benar terasa sangat nyata.
Evan yang terkejut dan sadar dari pingsannya, terbangun dengan nafas yang terengah-engah dan mata yang terbelalak kaget.
Namun tidak lama kemudian Evan merasakan sakit seperti ditusuk seribu pedang lagi, Evan yang merasakan sakit luar biasa langsung berteriak dengan sangat kencang.
"AAAAAAAAAAAKKHH!!" teriak Evan dengan sangat kencang sambil mencakar tanah dengan tangannya.
Evan ingin sekali pingsan, namun rasa sakit ditusuk oleh seribu pedang membuat Evan terus membuka mata dan berteriak kesakitan.
Evan merintih dan mengeliat kesakitan pada saat seribu pedang tersebut seperti ditarik kembali dari tubuhnya.
__ADS_1
Wajah Evan memucat dan tubuhnya pun gemetar merasakan sakit luar biasa tersebut.
Namun setelah seribu pedang tersebut selesai ditarik dari tubuh Evan, tidak lama kemudian seribu pedang tersebut ditusukan kembali ketubuh Evan.
"AAAAAAAAAKKHH!!" Evan beteriak kesakitan dengan sangat kencang sekali lagi.
Evan merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, setelah beberapa detik seribu pedang tersebut ditarik kembali dan Evan merintih kesakitan lagi dengan tubuh yang gemetar dan menggeliat kesakitan.
Rasa sakit luar biasa itu terjadi berulang-ulang kali hingga membuat Evan terus berteriak dan merintih kesakitan.
Hingga setelah rasa sakit ditusuk oleh seribu pedang itu terulangi sampai sepuluh kali, akhirnya rasa sakit tersebut berhenti dan Evan langsung pingsan sambil menutup matanya.
Satu hari kemudian akhirnya Evan pun sadar dan bangun dari pingsannya, perlahan Evan membuka matanya dan mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang lemah dan tidak bertenaga.
Karena tubuh yang sangat lemah hingga tidak bisa digerakan, Evan pun berpikir untuk berbaring dan beristirahat dahulu.
Namun tiba-tiba dikepala Evan muncul ingatan berupa teknik pedang, yang mana teknik gerakan pedang tersebut adalah rintangan serangan pedang yang sebelumnya dia lewati.
Kemudian karena sudah tidak menghadapi tekanan Gravitasi dan Roh yang menekan tubuh dan jiwa, akhirnya komunikasi antara Evan dan Para Elemen sudah tidak terhalangi lagi.
Kemudian suara Elemen Logam terdengar jelas dipikiran Evan.
"Evan, selamat kamu tidak hanya mendapatkan warisan teknik pedang dari Gua Gravitasi, tetapi kamu juga berhasil membangkitkan Elemen Logam!" kata Elemen Logam mengucapkan selamat kepada Evan yang telah berhasil membangkitkan Elemen Logam, yaitu Elemen yang Ke Sembilan.
Namun Evan yang tidak memiliki tenaga hanya bisa tersenyum lemas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1