KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 60 : Ultah Evan


__ADS_3

"Benar, aku adalah Kaisar Dewa Burung Api, namun sekarang aku hanyalah sebuah roh jiwa didalam tubuhnya, aku hanya ingin kau menjadi bawahannya selama dia hidup dan membantunya, setelah itu kau boleh pergi!, kau pasti tahu hidup manusia tidaklah lama, dan itu hanya waktu yang singkat bagimu, walau kau tidak bisa menerima permintaan manusia, kau pasti bisa menerima permintaan dariku kan" ujar Api pada burung Phoenix.


"Ini..., Maaf aku mungkin tetap tidak bisa menerimanya!" ucap Phoenix tetap menolak.


Melihat bahwa permintaan Api tetap ditolak oleh Phoenix, para Elemen yang lain pun menunjukan dirinya.


"Kalau kau tidak bisa menerima permintaan dari Dewa Api, bagaimana dengan kami?!" para elemen Gelap, Angin, dan Daun ikut muncul, dan itu membuat sang Phoenix benar benar terkejut dan tidak bisa lagi menolak permintaan itu.


"ke-kenapa kalian bisa ada didalam tubuh anak manusia ini!?" tanya phoenix dengan terkejut.


"Sebenarnya tidak hanya kami bereempat saja, masih ada tujuh lainnya, namun dengan kekuatan Evan yang sekarang masih belum bisa mengeluarkan kami semua!" jawab Angin.


"Berarti dua belas penguasa Elemen ada didalam tubuh seorang bocah manusia ini!?" tanya Phoenix terkejut juga heran.


"Yah, kami tidak bisa menceritaknnya padamu!, jadi bagaimana dengan permintaam kami, untuk kamu menjadi Hewan Monster Spirit Evan?" tanya Gelap


"Hmmm..., aku mau bagaimana lagi?, semua penguasa Elemen yang memintanya bagaimana mungkin aku akan menolak?" ucap Phoenix yang menerima (menyetujui) dengan terpaksa.


"Baguslah, kalau seperti itu kami akan kembali ketubuh anak ini, dia mungkin sudah tidak sanggup lagi menahannya!" ujar Gelap.


Keemudian para Elemen kembali masuk kedalam tubuh Evan.


Evan pun sadar. "Bagaimana, apa kau setuju?" tanya Evan kepada Phoenix.


"Dasar manusia licik, baiklah aku kan menyetujui permintaanmu!" ucap Phoenix dengan sikap sombongnya.


Kemudin burung Phoenix berubah menjadi sebuah kalung giok berbentuk burung phoenix berwarna merah cerah ditelapak tangan Evan.


"Evan, kalung phoenix ini akan sangat bermanfaat untuk kekasih kecilmu itu!" ujar Api.


"Api phoenix bisa menghangatkan tubuh kekasih kecilmu itu dan bisa menekan efek dingin kutukannya!" kata Api.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


Singkat cerita hari ulang tahun Evan pun tiba.


Dimalam hari, semua teman-teman evan datang ke kediaman kakek jing untuk menghadiri dan merayakan hari ulang tahun Evan, bahkan para tetua juga ikut hadir untuk meramaikan, orang-orang memberi ucapan selamat dan hadiah pada Evan.


Evan tidak mengira bahwa dia akan merayakan ulang tahunnya lagi setelah dia diusir dari kerajaannya, dan bahkan perayaan kali ini dihadiri oleh orang-orang yang benar-benar tulus padanya.


"Aku akan bersulang segelas arak untuk teman-teman dan para Tetua yang sudah merepotkan diri datang kesini untuk merayakan dan meramaikan hari ulang tahunku, ayo sungguh merasa tersanjung!" ucap Evan dengan senyuman yang penuh raa senang dan kebahagiaan.


"BERSULANG !!"


Semua orang merasa bahagia dan bersenang-senang dimalam itu, canda tawa dan gurauan membuat malam itu menjadi ramai.


Kemudian Ririn dengan penutup wajahnya datang menghampiri Evan yang sedang berbincang dengan Qin Dhan dan Tang Chen.


"Evan!" panggil Ririn dengan suara pelan yang penuh kelembutan.


Kemudian Qin Shan dan Tang Chen yang mengerti situasi pun pergi meninggalkan Evan agar berdua dengan Ririn.


"Nih!, ini adalah syal yang aku janjikan waktu itu sebagai hadiah dihari ulang tahumu, maaf mungkin barang tidak bagus dan kurang berharga, jika kamu tidak suka kamu boleh membuangnya" ujar Ririn yang memberikan Evan sebuah syal yang ia buat beberapa waktu lalu.


"kamu bicara apa sih, tidak penting mau berharga atau tidak, asal itu pemberian darimu aku pasti menyukainya dan pasti akan aku jaga sebaik mungkin, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawaku!" ucap Evan sembari mengusap kepala Ririn.


Seketika wajah ririn langsung memerah karena malu "A-apa yang kau lakukan?!" ucap ririn mundur untuk menghindari Evan yang mengusap kepalanya.


"Jangan sentuh kepalaku seperti itu!" pinta Ririn dengan wajah merona.


"Basanya juga tidak apa apa kalau aku mengusap kepala kamu seperti ini" ucap Evan sedikit heran.


"Ta-tapi disini banyak orang!" ucap ririn


Evan menyadari kalau ternyata ririn merasa malu jika dia memperlakukannya seperti itu didepan banyak orang.

__ADS_1


Namun Evan yang melihat Ririn yang malu seperti itu sungguh sangat menggmaskan dan ingin rasanya mencubit dan meremas pipi Ririn.


"Maaf. soalnya aku sudah terbiasa jadi kelepasan, jadi maaf yah" ucap Evan meminta maaf dengan lemah lembut.


Ririn pun tersenyum senang menerima permintaan maaf Evan, melihat Ririn yang tersenyum Evan pun turut merasa senang.


"Ririn aku juga punya sebuah hadiah yang ingin aku berikan kepadamu, kemarilah!" ujar Evan.


Ririn menjadi penasaran dan dia pun mendekat ke Evan.


Kemudian Evan memasangkan kalung phoenix yang sebelumnya dia dapatkan dileher Ririn, Evan sengaja memperlama memasangkan kalungnya supaya Evan bisa memeluk Ririn cukup lama.


"Kenapa lama sekali?" tanya Ririn.


"Oh maaf!, Bagaimana, apa kamu suka?" tanya Evan.


Ririn menggangguk dengan raut wajah tersenyum senang.


"Baguslah kalau kamu menyukainya, jadi apakah aku akan dapat hadiah ciuman sebagai balasan kalungnya?" tanya Evan meminta sebuah ciuman


"Tidak akan!" ucap Ririn dengan dingin sembari berjalan pergi meninggalkan Evan.


"Dasar gadis dingin Pelit!" batin Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2