KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 142 : Kembali Ke Kota Salju Merah Darah


__ADS_3

Lima hari kemudian....


Perjalanan Evan dan Sea Lin tidak ada hambatan sama sekali hingga akhirnya mereka telah sampai di kota Salju Merah Darah.


Diperjalanan menuju Kediaman jenderal kota, Evan menyuruh Sea Lin untuk memberitahu kepada teman-teman yang lain untuk segera berkumpul dikediaman Jenderal Kota.


"Sea Lin!" panggil Evan.


"Panggil teman-teman yang lainnya, beritahu pada mereka untuk berkumpul ditempatku!" perintah Evan pada Sea Lin.


"Siap Kak!" ucap Sea Lin pergi melaksanakan perintah yang diberikan oleh Evan.


Setelah itu Evan pun juga langsung bergegas kembali ke kediaman Jenderal, beberapa saat kemudian Evan pun sampai.


Terlihat Cao Cao yang sedang berlatih dengan tombaknya, Evan berjalan mendekat sambil memperhatikan Cao Cao.


"Adikku memang giat!, tidak mengecewakan aku!" ucap Evan tersenyum.


Cao Cao terkejut mendengar suara Evan, dengan cepat Cao Cao memutar kepalanya menoleh melihat Evan.


"Kakak Evan!, Kakak Evan sudah pulang!" Ucap Cao Cao dengan sangat gembira, Cao Cao meletakan tombaknya kemudian berlari menghampiri Evan, Evan mengusap kepala Cao Cao.


"Kakak suudah berapa lama sampai?" tanya Cao Cao.


"Baru saja sampai, Kakak Ririn ada dimana?, kenapa kakak tidak melihatnya?" tanya Evan yang sedang mencari Ririn.


"Tadi Kak Reya dan Kakak-kakak yang lainnya mengajak Kak Ririn pergi ke tempat pelatihan prajurit!" jawab Cao Cao.


"Hmm..., tidak seperti biasanya." pikir Evan yang mengingat bahwa Ririn tidak pernah suka bergaul dengan orang lain.


Kemudian Sea Lin datang. "Kak Evan, semuanya sudah berkumpul di aula jenderal!" ucap Sea Lin melapor.


"Baiklah Aku akan segera kesana, Cao Cao kamu lanjutkan latihan kamu kakak akan pergi dulu!." kata Evan, Cao Cao pun mengangguk dengan tersenyum.


"Ayo!" ajak Evan berbalik badan.


Sebelum pergi ke Aula jenderal, Evan pergi dahulu ke tempat latihan jenderal untuk kembali menggunakan tubuh aslinya.


Beberapa saat kemudian Evan sampai di Aula Jenderal, semua teman-teman Evan termasuk juga Ririn sudah berkumpul menunggu Evan.


(Ririn sedang memakai penutup wajah)


"Evan kau sudah kembali, bagaimana dengan perjalanan kalian?, apa terjadi banyak masalah?" tanya Luo Bai.


"Ada, tapi itu sudah tidak penting lagi!, bagaimana dengan pelatihan kalian?" tanya Evan.


"Sudah ada 16 orang yang sudah mencapai tingkat jenderal level satu, dan ada 21 orang lainnya yang akan segera menerobos tingkat jenderal!" jawab Luo Bai.


"Apakah belum ada yang sudah mencapai tingkat jenderal level dua?" tanya Evan.


"Maaf Evan, belum ada!" jawab Luo Bai.

__ADS_1


"Huuuff......" Evan menghela nafasnya dengan ekspresi sedikit kecewa.


"Maaf Evan kamu sudah mengecewakan harapanmu!" ucap Luo Bai.


"Sudahlah kalian juga sudah berusaha dengan keras!, Sebenarnya aku masih ada hal yang ingin aku katakan pada kalian!" ucap Evan yang membuat yang lainnya penasaran.


"Apa itu Evan?" tanya Chu Xian.


"Kita akan pindah ke Provinsi Nanzhou!" ucap Evan mengejutkan yang lainnya.


"Kenapa kita pindah ke Provinsi Nanzhou?, bukankah itu adalah daerah Kerajaan Negara Gu?" tanya Reya.


"Panjang ceritanya, sebelumnya........." Evan menceritakan semuannya kepada mereka.


"Jadi sekarang kamu adalah Jenderal besar Penguasa Nanzhou?" tanya Tang Chen.


"Sepertinya kami harus memanggilmu Jenderal Evan untuk kedepannya!" ujar Paman Qian Ji.


"Benar, jadi aku ingin membawa kalian semua kesana!, walau disana adalah tempat yang berbahaya tapi disana juga adalah tempat yang cocok untuk membuat para pengecut sekte agar menjadi kuat!. Jika kita terus berada dikota Salju Merah Darah, kita tak akan ada kemajuan sama sekali!, jadi Aku minta kalian agar memberitahu semua prajurit kota salju dan para murid sekte agar bersiap-siap untuk pindah ke Nanzhou dengan segera!" perintah Evan.


"Baik akan segera kami lakukan!" ucap mereka setuju tanpa bertanya lagi tak sama seperti sebelumnya. Evan tersenyum melihat kata-kata tidak diragukan dan dipertanyakan lagi oleh teman-temannya.


Kemudian Evan memberikan masing masing dari mereka tugas untuk dikerjakan.


"Wolf, kau dan pasukan serigala kumpulkan semua kuda yang ada, kita akan membawa semua kuda itu ke Nanzhou!" perintah Evan kepada Wolf.


"Siap Jenderal Evan!" ucap Wolf memberi hormat dan pergi keluar aula.


"Siap!" jawab Reya dan Paman Qian Ji.


"Untuk Qin Shan, Qin Yun, Ran Ran, dan Tang Chen bawalah beberapa murid untuk mempersiapkan persediaan kita untuk perjalanan menuju Nanzhou!"


"Chu Xian, Nan Ruyu, dan Lu Rao Rao urus sumber daya pelatihan dan buku-buku kitab!"


"Luo Bai dan Sea Lin awasi semuannya, jangan sampai ada keributan!"


Beberapa saat kemudian satu per satu dari mereka pun pergi meninggalkan aula hingga menyisakan Evan dan Ririn saja.


"Evan!" panggil Ririn mengulurkan tangannya.


"Oooh kamu mau minta diberi tugas juga?" tanya Evan bercanda.


Seketika raut wajah Ririn langsung menjadi dingin dan langsung berbalik berjalan pergi dengan langkah besar.


"Pufft....." Evan menahan tawanya melihat rtingkah Ririn yang ngambek.


Evan dengan cepat menahan Ririn dengan memegang tangannya. "Kenapa langsung pergi?, aku bahkan belum mengatakan apa tugas untuk kamu!" ucap Evan menahan tangan Ririn.


"Lepaskan!" ucap Ririn dengan dingin.


"Tidak mau!" ucap Evan yang terus bercanda.

__ADS_1


"KRAK!" Ririn membekukan tangan Evan dan Ririn langsung melepaskan diri.


"...aah?, dasar gadis dingin ini! tukang ngambek dan gampang marah!" batin Evan melihat tangannya yang membeku.


"HAP!" Evan menangkap memeluk perut Ririn dari belakang.


"Lepasin!" ucap Ririn yang marah dengan sikap dingin.


"Hahahaha...., Iyah deh gak bercanda lagi!, Lihat, aku tidak mungkin lupa!" ucap Evan menunjukan gelang Naga Emas Qinglong dihadapan wajah Ririn.


"Ngga lucu! aku sudah tidak mau hadiah lagi!, simpan saja gelangmu aku tidak menyukainya!" marah Ririn yang ngambek.


"Haaahh....." Evan menghela nafasnya sambil melepas pelukannya pada Ririn dan Evan berbalik badan.


"Sungguh sia-sia, padahal hanya karena gelang ini aku hampir kehilangan nyawaku!, tapi akhirnya malah ditolak! aku sangat sedih!" ucap Evan memancing perhatian Ririn.


"Kamu hampir kehilangan nyawa?" tanya Ririn berbalik melihat Evan dengan rasa bersalah


"Tentu saja, tapi yah sudahlah, lagi pula kamu juga tidak menghargai hadiah dariku jadi untuk apa aku mengungkitnya?" ucap Evan bersedih.


"Maaf, aku tidak tahu!......," ucap Ririn semakin merasa bersalah.


"Hehehe... Kena!" batin Evan tersenyum licik.


"Sayang sekali gelang ini sangat bagus!, tapi kamu tidak menyukainya....."


"Tidak!, aku sangat suka gelang itu!" Ucap Ririn memotong kalimat Evan.


"Tadi katanya kamu tidak suka...."


"Itu tadi karena kamu membuat aku kesal! aku tidak suka orang yang tidak menepati perkataannya!, apa lagi melupakannya!" ujar Ririn.


"Iyah iyah baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi!" ucap Evan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


**TEPATI PERKATAANMU!....


...JANGANLAH KAU MEMBUAT JANJI JIKA KAU TIDAK MAMPU MENEPATINYA...


...AGAR JANGAN MEMBUAT ORANG LAIN BERHARAP DAN MENUNGGUMU MENEPATI JANJIMU...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2